Sistem Kekayaan Dunia

Sistem Kekayaan Dunia
88. LATIH TANDING


__ADS_3

...Selamat Membaca dan Menikmati...


.


.


.


setelah mendengar semua penjelasan mengenai lembah Nahanni theo pun masuk ke dalam pikiran nya memikirkan langkah-langkah apa saja yang harus di ambil ke depannya.


Omina yang melihat theo jatuh dalam pemikiran nya setelah mendengar penjelasan dari nya itu pun hanya diam tanpa mengganggu theo.


Omina tahu bahwa penjelasan dari nya ini membutuhkan banyak sekali rencana untuk dapat menjelajahi lembah itu dengan aman. makanya dia hanya diam memberi theo waktu untuk memikirkan rencana atau langkah-langkah apa saja yang akan di ambil.


theo mulai memikirkan rencana di dalam pikiran nya, karena dugaannya tentang lembah ini lebih bahaya dari hutan Hoia Baciu itu terbukti benar. dia yakin akan lebih banyak monster atau makhluk-makhluk aneh yang mendiami lembah dan hutan.


Theo juga memikirkan bahwa kemungkinan ada monster atau makhluk yang dapat mengendalikan elemen api dan es. karena sebelum nya theo pernah membaca ada kasus kematian dimana orang mati seluruh tubuhnya membeku di tutupi es padahal pada saat itu sedang musim panas


dan pernah ada kasus juga tentang kematian seorang penambang yang terbakar hangus padahal pada saat itu sedang musim dingin atau salju.


jadi kemungkinan besar ada sebuah eksistensi misterius yang juga memiliki kekuatan di luar nalar seperti dia. theo tidak terlalu khawatir tentang elemen es karena dia sekarang memiliki daya tahan tubuh yang sangat kuat terhadap es itu semua berkat kekuatan dari Ymir.


sedangkan untuk elemen api ini yang akan menjadi masalah nya, elemen api merupakan kelemahan atau musuh alami dari elemen api itu sendiri. disaat dia sedang memikirkan semua yang menjadi kemungkinan dia mendengar suara Jarvis di otaknya.


[Kau tidak usah khawatir theo tentang elemen api, karena kekuatan Ymir bukan hanya elemen es saja. melainkan ada juga elemen Angin dan Air]


theo yang mendengar itu pun langsung tersenyum bahagia namun dia memukul kepala nya juga karena bisa-bisa nya dia lupa dengan kekuatan nya sendiri.


"Jarvis bisa kah kau bantu aku mendeteksi seluruh lembah ini apakah memiliki fenomena ruang dan waktu seperti di Hutan Hoia Baciu? " tanya theo kepda Jarvis di dalam pikiran nya berharap bisa membantu nya.


[DING!!]


[Memindai seluruh lembah... ]


theo senang Jarvis mau membantu nya untuk mendeteksi seluruh lembah ini dengan kemampuan nya. Setelah menunggu beberapa saat theo mendengar notifikasi dari Jarvis.


[DING!!]


[Hasil memindai menyatakan bahwa ada kemungkinan itu terjadi namun tidak separah di Hutan Hoia Baciu]


theo yang mendengar ini pun kembali senang karena dengan begini dia tidak terlalu khawatir kalau dirinya akan terjebak di dalam lembah itu terlalu lama.


[Tapi waspada theo di dalam lembah dan hutan disana banyak sekali eksistensi yang sangat berbahaya dan tak di kenal]

__ADS_1


theo yang kembali mendengar ini pun bukannya takut atau gugup melainkan dia tersenyum karena ini lah yang dia inginkan, bertemu dengan lawan yang kuat untuk menembus kemacetan nya


Disisi lain ternyata Omina yang dari setadi melihat theo berpikir pun terasa aneh, karena theo menampilkan ekpresi yang bermacam-macam terkadang dia bingung, terkadang dia frustasi, terkadang dia senang dan juga terkadang dia tersenyum.


bahkan saking seriusnya theo jatuh ke dalam pikiran nya dia sampai tidak mendengar kalau lapu sudah kembali dari berburu nya. dan ketika lapu kembali, dia langsung menuju ke rumah kepala desa namun dia cukup bingung karena melihat situasi di dalam ruangan.


kepala desanya sedang diam memerhatikan theo, lapu juga akhirnya penasaran lalu melihat theo. dia pun merasa bingung dan aneh karena melihat theo seperti sedang berpikir namun memiliki ekpresi yang berbeda-beda. Omina yang melihat lapu datang pun memberi isyarat untuk diam dan menunggu


theo yang masih asik dalam dunia nya sendiri pun akhirnya tersadar kembali karena dia mendengar suara deheman dari Omina. theo yang kembali tersadar dari dunia nya pun langsung tersenyum malu dan dia berbicara.


"Hehehe maaf Pak kepala desa saya terlalu masuk ke dalam dunia saya memikirkan rencana yang akan di ambil selanjutnya. dan Terima kasih atas informasi yang sangat berharga ini pak kepala desa"


ucap theo yang meminta maaf karena terlalu asik dalam dunia nya dan dia juga berterima kasih karena sudah di berikan informasi yang sangat-sangat berharga ini.


"ohaha tidak apa-apa nak theo, bagaimana apa kah kau tetap ingin melanjutkan?" tanya Omina kepada theo yang sekiranya apakah theo akan berubah pikiran atau tidak.


"Tentu saja aku melanjutkan pak kepala desa, karena bagi ku ini adalah kesempatan berharga untuk menjelajahi tempat yang terlarang dan bertemu monster atau makhluk aneh yang belum pernah ku temui" ucap theo dengan sangat tegas dan tidak terlalu memikirkan apa reaksi yang di timbulkan dari ucapannya.


Omina dan lapu yang mendengar ucapan theo ini sangat terkejut karena apa yang di ucapkan theo sangat tidak terduga sekali. bukannya takut tapi theo malahan terlihat sangat bersemangat dengan hal yang akan di hadapi nya ini.


Lapu yang dari setadi diam saja ketika mendengar ucapan theo dia terkejut lalu dia langsung melontarkan sebuah tantangan.


"berani kau menganggap remeh lembah Nahanni ini hah!! ku tantang kau berduel!" ucap lapu yang tiba-tiba marah karena theo menurut nya menganggap remeh lembah yang sudah membunuh banyak manusia termasuk warga desa mereka.


Theo dan Omina tentu saja terkejut karena lapu tiba-tiba marah serta menantang theo untuk berduel. Theo tidak langsung menjawab tantangan lapu karena di depannya ada kepala desa. theo juga ingin sekali bertarung kembali melawan manusia apalagi theo tau lapu ini memiliki kekuatan tubuh yang melebihi manusia biasa.


"Lapu kau sama seperti ayah mu Lapu-Lapu yang sangat selalu sensitif apa bila ada orang yang meremehkan lembah Nahanni ini. namun satu yang harus kamu tahu lapu, nak Theo berbicara seperti itu bukan untuk meremehkan tapi karena dia sangat bersemangat"


ucap Omina mencoba menjelaskan kepada lapu untuk mengurungkan niatnya untuk menantang Theo. karena Omina tahu Theo juga manusia biasa, bagi Omina manusia mana yang sangat bersemangat kalau ada bahaya yang dia sebut kan tadi.


"tidak kepala desa, jangan samakan aku dengan pria tua itu. aku sangat tidak Terima kalau orang asing yang tidak tahu apa-apa tentang lembah Nahanni malah bersikap seperti itu!" ucap lapu yang membantah semua omongan dari omina.


Theo hanya diam saja karena keputusan nya ada di tangan Omina, dia datang bukan bertarung atau menantang siapa pun. makanya dia mencoba tetap tenang dan tidak terpancing dengan lapu.


"ya sudah aku akan memberi kalian izin untuk latih tanding. tapi dengan syarat tidak ada darah yang menetes sedikit pun!" ucap Omina kepada lapu dan Theo dengan sangat tegas dan serius karena dia tidak mau orang kepercayaan nya atau tamu nya terluka.


Theo yang dari setadi diam saja ketika mendengar ucapan Omina pun tersenyum. lalu melihat ke arah lapu yang juga menatap dengan amarah dan emosi di matanya sedangkan Theo hanya semangat bertarung di matanya.


"tenang saja pak kepala desa akan ku pastikan tidak akan ada yang terluka disini" ucap Theo dengan tersenyum namun lapu yang melihat ini sangat emosi sekali karena dia seperti di remehkan oleh Theo.


"berani nya kau meremehkan ku orang asing!" teriak lapu dengan marah dan emosi sekali dengan tanggapan Theo. Omina dan Theo hanya menggeleng kan kepalanya karena lapu sangat mudah sekali tersinggung.


"Sudah lah lapu, mari kita ke atas bukit saja untuk tempat latih tanding kalian. aku tidak ingin warga desa melihat pertarungan kalian karena itu bisa saja membuat warga desa membenci Theo" ucap Omina yang selalu menengahi lapu yang emosian dan Theo yang selalu bersikap tenang seperti air.

__ADS_1


Lapu yang mendengar itu pun hanya menatap Theo dengan tajam, Theo yang di tatap tajam oleh lapu hanya tersenyum saja.


lalu mereka bertiga pun berjalan ke arah bukit yang tidak jauh dari Pemungkiman. sesampainya disana lapu dan Theo pun mengambil posisi mereka masing-masing, sedangkan Omina duduk di pinggir menjadi wasit latih tanding ini.


tapi sesuatu hal yang tidak terduga pun terjadi tiba-tiba lapu mengeluarkan dua yang cukup besar dari udara tipis. Theo yang melihat ini pun sangat terkejut sekali bahkan ekspresi terkejut di wajahnya tidak dapat di bohongi.


dia terkejut karena bagaimana bisa di bumi nya ini ada yang dapat melakukan hal seperti itu. tapi hal yang membuat Theo terkejut lainnya adalah pedang yang di miliki oleh Lapu ini sama persis dengan Lapu-Lapu yang ada di game ML.



Ilustrasi pedang yang di miliki lapu


Lapu yang melihat keterkejutan Theo melihat pedang nya muncul tiba-tiba pun menjadi sombong dan langsung membanggakan dirinya.


"Kenapa kau terkejut orang asing hah?! tidak bisa melakukan hal seperti ini kan" ucap lapu dengan sangat sombong dan bangga. Omina yang melihat lapu mengeluarkan pedang kembarnya di depan Theo dan menyombongkan nya pun hanya menggeleng kan kepala.


lalu Omina melihat Theo yang terkejut dengan peristiwa yang dia lihat baru san, Omina pun memahami mungkin saja ini pertama kali nya Theo melinat hal seperti itu. karena dia yakin di kota tidak akan ada lalu dia pun mencoba menjelaskan kepada Theo.


"Nak Theo ini adalah pusaka keluarga kami secara turun temurun, pusaka ini di sebut cincin penyimpanan. seperti namanya, fungsi nya juga hanya dapat untuk menyimpan barang-barang mati saja." ucap Omina secara singkat menjelaskan tentang cincin penyimpanan.


Theo yang mendengar itu kembali terkejut bagaimana bisa cincin penyimpanan bisa ada di dunia ini, akhirnya dia pun bertanya kepada Jarvis.


"Jarvis bagaimana bisa hal seperti ini bisa ada di bumi? setahu ku ini hanya ada di dalam novel-novel kultivasi kan?" tanya Theo kepada Jarvis untuk menanyakan bagaimana bisa hal seperti ini ada di bumi.


dia tentu saja sudah tahu itu adalah cincin penyimpanan tanpa harus di jelaskan oleh Omina. namun yang Theo terkejut bagaimana bisa ada di bumi itu saja.


[Apa kau lupa Theo? aku, Ymir dan kekuatan mu itu juga merupakan hal-hal yang di luar nalar bumi kan?]


Theo yang mendengar hal itu pun langsung ingat bahwa dia juga memiliki hal-hal yang memang di luar nalar manusia kan. Theo pun tidak menjawab ledekan lapu dan penjelasan Omina, dia hanya tersenyum melihat itu.


lalu tiba-tiba di tangan Theo juga langsung muncul dua katana kembar milik Theo. dan hal yang Theo lakukan itu membuat lapu dan omina sangat terkejut sekali, sekarang yang membuat mereka terkejut adalah bagaimana Theo juga memiliki cincin penyimpanan.


akhirnya mereka melihat ke jari Theo ternyata disana memang terdapat dua cincin yaitu satu cicin dengan tali hitam dan batu merah delima serta cincin satu lagi yaitu cincin berwarna hitam putih.


"Bagaimana mungkin!!?" ucap Omina dan Lapu bersama karena terkejut. setahu mereka cincin penyimpanan hanya ada satu di dunia ini dan lapu lah pemilik cincin itu. tapi sekarang Theo memiliki nya juga.


"tidak ada yang tidak mungkin" ucap Theo dengan santai dan tersenyum mengejek Lapu seolah-olah ejekan mu sebelum nya adalah hal bodoh. Theo berniat untuk mempermainkan Lapu, karena dengan kekuatan nya sekarang mengalahkan Lapu bukan lah hal sulit bagi nya.


"Perset*n kau!!" teriak Lapu dengan penuh emosi dan berlari ke arah Theo dengan dua pedang kembarnya. Omina hanya menggeleng kan kepalanya karena melihat Lapu sangat mudah sekali terpancing emosinya.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih karena sudah mensuport dengan like comment dan sarannya titik mohon maaf apabila masih terdapat beberapa kesalahan dalam proses pengetikan dan kesalahan dalam pemilihan kosakata yang kurang baik atau kurang cocok


__ADS_2