
...Selamat membaca dan menikmati...
.
.
.
Theo yang sambil mendorong kakek Xavier dan jim yang memimpin jalan mereka menuju ke ruang makan dimana keluarga jim sedang menunggu.
dan ketika mereka sampai disana Theo melihat ada dua orang perempuan cantik yang sedang duduk di meja makan, salah satu perempuan itu terlihat dewasa memiliki wajah yang cukup cantik dengan rambut pirang dan body yang masih terlihat sangat menggoda.
dan yang satunya adalah gadis perempuan cantik yang memiliki wajah yang sangat menggemaskan dan manis. Theo yang melihat kedua perempuan ini berasumsi bahwa ini adalah istri dan anak dari jim.
"Sayang tamu kita sudah datang, kenalkan ini Theo dan ini kakek Xavier. dan Theo, kakek Xavier perkenalkan ini istriku Anna dan ini anakku Bella" ucap jim yang memperkenalkan mereka semua satu persatu.
Anna dan Bella yang melihat Theo pun benar-benar sangat terkejut karena terpana melihat ketampanan Theo, bentuk badannya yang sangat sexy dan tentu saja mata birunya yang benar-benar membuat mereka sangat tertarik sekali melihat Theo lebih lama lagi.
Theo pun yang melihat kedua perempuan ini diam saja di berinisiatif untuk menyapa dan menyalami mereka berdua. dan ketika Theo sedang memegang tangan Bella Theo memberika sedikit kedipan mata nya, dan tentu saja Bella yang mendapat kedipan mata dari Theo pun langsung memerah wajahnya.
Jim, Anna dan kakek Xavier yang melinat tingkah laku Theo yang menggoda Bella di depan ayah, ibu dan orang lain pun hanya tertawa dan menggeleng kan kepalanya.
Bella yang merasa malu sekali dan memerah wajahnya karena di tertawa kan oleh orang tuanya. apa lagi ketika dia melihat wajah Theo yang seperti biasa saja tanpa menghiraukan tawaan orang lain membuat Bella semakin malu.
Ilustrasi dari Jim
2. Ilustrasi dari Anna
__ADS_1
3. Ilustrasi dari Bella
Lalu mereka semua makan bersama sambil di iringi oleh berbagai obrolan panjang lebar dengan berbagai topik pembicaraan dari cerita bagaimana bisa kakek Xavier sampai jadi tunawisma, cerita kenapa Jim membutuhkan uang sampai menjual mobil kesayangan nya dan terakhir mereka bertanya tujuan Theo datang ke Rumania itu apa.
karena mereka semua sekarang tau bahwa Theo bukanlah orang Rumania atau Eropa, melainkan orang yang dari negara yang sangat jauh bahkan meraka hampir tidak mengetahui nya kecuali kakek Xavier dan Jim.
"Theo ada urusan apa kau datang ke Transylvania? dari yang di cerita kan oleh kakek Xavier katanya kamu ada urusan disini?" tanya Anna yang sedikit penasaran tentang apa yang menjadi tujuan Theo.
mereka semua yang tadinya lagi pada makan pun langsung menatap ke arah Theo, termasuk theo yang tadinya hendak menyuap tidak jadi karena mendengar pertanyaan dari Anna. melihat situasi yang canggung Jim pun langsung mengalihkan topik pembicaraan ini.
"heemm heemm maafkan istriku ya Theo, jika pertanyaan itu terlalu mengganggumu" ucap paman Jim yang mencoba meminta maaf karena merusak suasana.
"tidak apa-apa paman Jim, aku paham ko kalian pasti bingung kenapa aku jauh-jauh dari Indonesia mau ke Transylvania kan. sebenarnya tujuan utama ku datang ke sini adalah untuk melakukan petualangan seorang diri ke hutan Hoia Baciu" ucap Theo dengan santai nya seolah-olah dia hanya akan berjalan-jalan ke kebun binatang.
semua orang di ruang makan pun langsung terdiam dan sangat terkejut ketika mendengar apa yang di ucapkan oleh Theo, mereka berpikir apakah Theo bercanda atau tidak. karena bagi mereka hutan Hoia Baciu adalah tempat yang terlarang dimana tidak ada satu pun manusia yang saat ini berani datang ke sana.
"Theo jangan pernah kamu punya pikiran ke sana!" ucap kakek Xavier yang tiba-tiba menjadi sangat serius dan melarang theo langsung.
theo yang tiba-tiba mendengar kakek Xavier hanya memanggilnya dengan nama pun cukup terkejut dan ketika melihat ekpresi serius nya pun theo hanya tersenyum. karena dia tidak pernah ada yang berani melarangnya lagi selain ibunya, theo merasa hangat di hatinya karena perlakuan kakek Xavier.
namun hal ini tidak akan menggoyahkan kepercayaan dan keinginan theo, dia sudah jauh-jauh dari Indonesia ke sini maka dia harus menyelesaikan misi dirinya sendiri.
"Tidak theo kamu tidak tahu apa saja yang ada di sana theo, jangan kan kamu. kami saja yang tinggal disini tidak berani dan tidak tahu bahaya apa saja yang ada di sana. ku peringatan kan kamu untuk tidak sekali-sekali punya pikiran kesana" ucap jim dengan menjelaskan dan mencoba menghalangi jalan-nya theo untuk kesana.
"iyaa theo aku mohon kamu tidak kesana ya, masih banyak tempat yang layak di jelajahi selain di sana" ucap bella yang juga mencoba untuk merubah pikiran theo. karena bella merasa sedikit nyaman dengan keberadaan theo di sekitarnya.
"Theo benar kata semua nya, tempat itu bukan tempat yang pantas untuk kamu datangi" ucap anna yang ikut mencoba untuk merubah pikiran theo.
theo yang melihat semua orang mencoba untuk merubah pikiran nya karena khwatir dengan keselamatan dia pun cukup merasa tersentuh. yang jelas karena mereka semua adalah orang yang baru saja kenal dengan theo namun mereka semua sudah begitu peduli dengan dirinya terutama kakek Xavier yang seolah-olah tidak rela kehilangan theo.
"hahaha kalian tenang saja oke, aku akan kembali secepatnya ini merupakan janjiku kepada kalian. aku tau hutan ini sangat berbahaya dan penuh dengan misteri, namun aku kesana penuh dengan persiapan."
"aku juga mencari literasi atau informasi tentang segala mitos, fakta ataupun yang lainnya mengenai hutan itu. jadi aku sudah siap dengan segala kemungkinan yang terjadi, namun aku juga kesana bukan untuk bunuh diri tapi untuk menguak misteri apa yang ada disana"
"jadi aku mohon kepada kalian semua untuk percaya kepada ku dan tidak menghalangi jalan ku. karena bagi ku tidak ada jalan untuk kembali" ucap theo dengan sangat tegas menyampaikan tujuan untuk tetap masuk ke dalam hutan. dia sudah mempersiapkan semua yang dia butuhkan dan dia yakin dengan kemampuan yang dia miliki saat ini serta bantuan Jarvis dia akan baik-baik saja.
"untuk saat ini aku hanya meminta kalian untuk tetap percaya dan menunnggu ku saja oke. aku akan berangkat ke hutan itu besok pagi agar jauh lebih aman" ucap theo yang mencoba untuk membuat mereka tetap tenang saja.
__ADS_1
"Nak Theo aku tidak tahu apa yang kamu cari di dalam hutan itu, namun aku hanya ingin menyampaikan kalau kamu harus tetap berhati-hati lah di salam sana nak. aku akan selalu menunggu dan percaya dengan pilihan mu" ucap kakek Xavier yang akhirnya mengalah karena melihat ketegasan di mata theo.
kakek Xavier juga sebenarnya sangat yakin dengan Theo, entah kenapa namun dia yakin bahwa Theo adalah pemuda yang tidak biasa seperti yang lainnya dan dia akan kembali lagi dengan selamat.
Jim, Anna dan Bella pun hanya bisa mengalah karena apa yang mereka dengar dan lihat dari Theo bahwa dia sudah memiliki keputusan yang bulat dan tidak bisa di ganggu gugat dengan segala omongan mereka.
setelah itu Theo pun di antar oleh jim ke salah satu kamar nya dulu yang ada di loteng karena dia besok akan melakukan perjalanan yang mungkin akan sangat melelahkan makanya Theo disuruh untuk beristirahat terlebih dulu.
ketika sampai di kamar yang di tuju, Theo dan Jim pun sedikit membersihkan kamar yang dulu pernah di tempati oleh jim ketika masih muda.
namun ketika mereka membersihkan kamar itu Theo melihat sebuah foto Jim bersama rekan-rekannya pada saat di militer. Jim yang melihat bahwa Theo melihat foto dia dulu ketika masih di dalam militer pun menjelaskan.
"Itu merupakan foto ku ketika aku dan bersama almarhum teman-teman ku masih di dalam militer. namun kini aku sudah memutuskan pensiun dari militer" ucap Jim yang menjelaskan foto yang sedang di pegang oleh Theo.
"meraka semua meninggal? apa yang terjadi paman jim?" tanya Theo yang sedikit penasaran, karena dia seolah mengenal seragam yang di gunakan oleh Jim dan rekan-rekannya.
"Hmm kejadian itu terjadi beberapa tahun lalu, ketika aku dan rekan-rekan ku mendapatkan sebuah misi untuk mengambil alih sebuah negara atau kata lain mencoba invasi. ya sebenarnya aku bukan orang Rumania, aku adalah orang Amerika yang ingin mengasingkan diri saja di rumah lama ku"
"Pada waktu itu aku dan rekan-rekan ku di bantu oleh pasukan Sekutu menyerang suatu negara yang terkenal akan sumber daya minyak bumi nya, namun kami semua di halangi salah satu pasukan yang sangat sangat misterius, kejam, dan amat terangat sangat terlatih"
"pada waktu itu kami semua sudah mengepung dari berbagai arah, mematiian komunikasi, mencegah bantuan logistik ataupun yang lainnya. namun sesuatu yang tidak terduga pun terjadi"
"pada saat itu malam terakhir yang menurut kami akan menjadi kemenangan malah menjadi malam pembantaian yang sangat mengerikan, karena pada saat malam itu terjadi penyerangan yang di lakukan oleh satu komandan pasukan musuh kami"
"dia menyerang kami dengan sangat kejam, brutal dan tidak pandang bulu. dia membunuh, menembak, menebas dan menghancurkan semua pasukan kami yang sedang berjaga. aku sangat ingat sekali bagaimana dia melakukan itu, dia melakukan dengan sangat cepat, terstruktur dan tidak ada celah sama sekali."
"orang itu membantai kami tanpa ampun, bukannya kami tidak melukai nya tapi entah kenapa orang itu seperti tidak merasakan sakit. dia hanya semakin membabi buta. sejujurnya aku saat itu sangat takut sekali dengan orang itu, karena bagiku dia lebih seram dari pada iblis itu sendiri."
"aku tidak tahu wajah orang itu, namun aku tahu dia memiliki rambut putih ke perakan yang penuh dengan darah. serta yang aku tahu hanya julukannya saja yaitu White Fang dari Den Harin".
"beruntung nya aku pada saat itu aku bersembunyi di dalam sumur ketika melihat white Fang mulai mengamuk dan membantai segalanya. sejak kejadian itu memutuskan untuk pensiun dari kemiliteran karena aku tidak ingin bertemu dengan iblis itu kembali di medan perang" ucap Jim yang bernostalgia menceritakan pengalaman buruk dan kelamnya ketika di kemiliteran.
"Aku tahu mungkin kamu pikir aku pengecut karena aku malah melarikan diri dan bersembunyi, namun aku punya firasat bahwa seberapa keras aku melawan iblis putih itu aku tidak akan selamat. makanya aku mencoba menyelamatkan diriku sendiri karena aku sadar aku memiliki keluarga yang sedang menunggu ku" lanjut Jim yang seolah-olah tahu pikiran Theo yang berpikir bahwa dia adalah pengecut.
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih sudah selalu mensupport dengan like, komen dan sarannya. mohon maaf apa bila masih terdapat beberapa kesalahan dalam pengetikan dan kesalahan dalam pemilihan kosa kata yang mungkin kurang cocok.