
...Selamat Membaca dan Menikmati...
.
.
.
Setelah makanan semua tersaji theo pun yang pertama kali mengambil lalu di ikuti oleh yang lainnya. dan mereka pun makan bersama dengan penuh canda tawa theo dengan teman-temannya.
"kapten ku kira kemarin pada saat kau bicara tentang rumah dan markas pusat yang kau buat itu hanya sebuah tempat camp biasa, gatau nya ternyataa kau menciptakan sebuah istana dan markas pusat yang sangat canggih" ucap Lee yang sedang makan sambil memuji theo.
"tauu nih kapten kau tidak bilang-bilang dari awal aja gitu biar kita bisa membangun ini bersama-sama kan lebih keren" ucap Jack yang protes karena tidak di ajak membangun markas sebesar dan sekeren ini
"hahaha iya-iya maaf awalnya aku membuat itu hanya karena iseng-iseng" ucap theo sambil tertawa dan santai saja.
"ISENG-ISENG!!!! KAU BILANG INI ISENG-ISENG?!!" ucap ke enam belas teman-temannya ini. mereka sangat kesal karena mendengar jawaban theo yang terdengat sangat nyeleneh ini. kalau misalkan seperti ini hanya iseng-iseng bagaimana serius mungkin akan jadi negara pikir mereka ber enam belas.
sedangkan Sabas, Frank dan andrew hanya diam saja karena menurut mereka, mereka ini tidak berhak untuk bersuara kalau tidak di minta theo.
"BERISIIKK KALIAN WOYYY!!" jawab theo yang langsung melepas makannya dan menutup telinganya.
ke enam belasnya pun hanya menggerutu dan kembali melanjutkan makan mereka semua. theo yang melihat teman-temannya langsung diam pun hanya terkekeh melihat tingkah kocak teman-temannya ini.
Theo berpikir apa kah dia juga harus melibatkan ke-tiga sahabatnya untuk menaklukkan dunia ini, karena bagi theo ke beradaan mereka bertiga juga sangat penting sebab theo kalau di dekat mereka bertiga theo tidak merasa dia di atasan mereka atau pun begitu sebalik nya.
setelah makan mereka selesai lalu teman-temannya theo pun bertanya kepada dia perihal yang tadi membuat theo cukup emosi.
"Kapten siapa yang membuat mu sangat kesal tadi kapten?" tanya Tony kepada theo, dan semua orang pun yang tadinya sedang berbincang-bincang satu sama lain pun langsung terdiam dan menatap theo secara serius.
"Dia adalah seorang jenderal besar bintang lima angkatan Darat, ya kalian pasti tau siapa yang ku maksud kan?" jawab theo yang tidak menjelaskan spesifik nama orang itu karena theo juga sudah malas.
__ADS_1
ke enam belas teman-temannya pun tau maksud yang theo ucapkan siapa itu, karena mereka sudah 5 tahun di militer tentu saja mereka tau yaitu Sigit.
"Lalu kita apakan dia ini kapten? aku tidak masalah membunuh manusia sok suci seperti dia" ucap ferdy yang sebenarnya juga sudah eneg dengan kelakuan Sigit.
karena dia melihat sendiri bahwa Sigit adalah orang yang selalu mementingkan dirinya sendiri dan gila jabatan terbukti dengan kokohnya jabatan dia saat ini yang tidak bisa di ganggu gugat dan betapa superior nya penjagaan di rumahnya seakan-akan menjaga rumah presiden.
"hmmm, sebenarnya aku pun tidak suka dengan nih orang cuma aku ingin dia mati tidak di tangan kita" ucap theo sambil memikirkan cara yang cocok untuk Sigit yang berani mengganggu kedamaian nya.
"ohh gini aja kapten, kita lakukan sabotase saja. kita buat dia menyuntikkan diri dengan narkoba lalu kita simpan barang bukti dan sebagainya di ruang kerjanya. lalu kita hubungi jafar untuk melakukan investigasi" ucap samuel memberi saran kepada theo.
theo yang mendengar ini pun saran itu langsung memikirkan bahwa menyuntikkan narkoba dan meletakkan barang bukti di kantornya merupakan hal yang sangat mudah sekali bagi mereka semua yang merupakan orang-orang terlatih membunuh dalam sunyi senyap.
"hmm boleh juga sii tapi kalau hanya itu saja kurang puas aku rasanya, gini saja kalian sabotase dia dengan menyuntikkan narkoba lalu letakan barang buktinya disana. serta ketika dia masuk ke dalam penjara bilang ke jafar untuk memasukan dia ke dalam nusa Kambangan"
"Ketika dia di dalam perjalanan kalian culik dia, lalu siksa dia secara mental tidak ada siksaan fisik oke. karena aku ingin orang ini benar-benar takut dan trauma dengan apa yang dia lakukan. berani-beraninya dia mengganggu kedamaian ku"
"dan satu lagi ketika kalian sudah menyiksa secara mental, kalian lepas dia di jalanan biarkan dia menjadi orang gila yang ketakutan. untuk sisa keluarga nya biar aku yang urus. karena mereka akan menjadi calon penghangat ranjang ku" ucap theo yang merencanakan hal yang sangat mantang untuk di jalankan.
"Wihh mantapp gila juga nih ide mu kapten, sudah lama kita tidak melakukan siksaan mental kepada manusia, ya ga Jack? " jawab john yang merasa akan ada bahan mainan baru.
mereka semua yang mendengar ucapan john pun langsung menggelengkan kepala karena john dan Jack adalah orang yang akan menyiksa musuh secara mental. theo membuat pasukannya ini memiliki keahlian nya masing-masing.
sebenernya meraka semua ahli dalam bidang apapun tapi theo mengelompokkan mereka agar lebih mudah memberi tugas dan perintah.
temen-temen theo pun tidak mempermasalahkan kebiasaan theo yang akan menjadikan keluarga musuhnya jadi penghangat ranjang nya katena theo melakukan itu untuk menstabilkan hormon yang *****ual yang berlebihan yang di miliki atau lebih tepatnya itu sudah menjadi kebiasaan theo lah .
lalu mereka berbincang-bincang sambil bercanda-canda, mereka tidak membahas tentang perencanaan mereka melakukan sabotase dan penculikan Sigit, karena mereka sudah biasa melakukan ini. bahkan disaat di medan perang mereka melakukan ini berkali-kali dan ini yang membuat mereka juga di takuti.
pasukan theo seperti bayangan yang jika kalau di injak tidak akan terasa apa-apa, jika mereka berlari mereka akan terus mengikuti, jika mereka melawan pasukan theo mereka akan gila karena pasukan ini susah sekali di lawan dan di identifikasi.
setelah berbincang-bincang theo pun langsung menyampaikan informasi penting kepada mereka semua tentang suatu hal penting.
__ADS_1
"Hai saudara ku semuanya, aku ingin menyampaikan sesuatu yang penting" ucap theo yang langsung membuat ruangan kembali sunyi.
"aku ingin melakukan latihan seorang diri sambil melakukan perjalan menjelajah suatu tempat baru, aku ingin mencari informasi tambahan untuk semua musuh-musuh kita."
"aku minta kepada kalian semua untuk tidak mengikuti ku, aku minta juga sama kalian semua untuk melakukan rencana kita selanjutnya dengan melatih pasukan yang ada, lalu hancurkan gangster yang tersisa di jakarta serta rekrut dan latih yang layak menurut kalian"
"dan aku tidak mengetahui kapan aku akan kembali bisa bukan depan atau tahun depan. yang jelas aku tidak akan lama sampai lebih dari 2 tahun oke"
"aku juga titip adik-adik ku di panti asuhan, ke dua orang tuaku dan perusahaan ku oke. aku yakin kalian semua bisa disini ada sabas dan Frank yang akan bertanggung jawab penuh ketika ketidak adaan aku" ucap theo kepada semuanya yang langsung menyampaikan tujuannya tapi tidak lupa untuk memberi intruksi kepada yang lain untuk tetap melanjutkan rencana awal mereka.
"Tapi kapten mau kemana kau?" tanya bruno yang ingin tau kemana tujuan kaptennya latihan.
" ya sejujurnya aku tidak tau kemana, tapi ada beberapa daerah yang ingin aku datangi karena ke misterius nya. aku berharap menemukan hal menarik disana" ucap theo yang sebenarnya dia sudah menentukan kemana tujuannya tapi dia tidak ingin memberi tahu.
theo tau karaktek teman-temannya ke enam belas, dan apa lagi sekarang dia memiliki sabas, Frank dan andrew yang notabene adalah orang yang paling setia kepada nya. theo khawatir meraka akan diam-diam mengikuti theo jika di beri tahu.
Theo benar-benar sangat ingin sekali melatih dirinya lagi karena dia sudah cukup lama tidak berlatih kemampuan nya, sebenarnya dia bisa aja membeli skill atau membuat tubuhnya kuat seperti sabas dan frank toh dia punya point unlimited.
cuma bagi Theo dia saat ini ingin menikmati prosesnya dan memecahkan misteri dunia ini dengan tangannya sendiri. dia juga tidak munafik bahwa dia pasti akan membutuhkan jarvis tapi Theo harus meminimalisir ke tergantung ini.
"aku berharap kalian akan menyelesaikan rencana yang aku buat secepatnya oke, jadi ketika aku balik latihan setidaknya kota jakarta sudah ada dalam kendali kita." ucap theo yang memberi mereka deadline untuk mengerjakan rencana nya dengan cepat namun terstruktur rapih dan kokoh.
.
.
.
.
Terima kasih telah memberikan support dengan like, komen dan sarannya. mohon maaf apa bila masih terdapat kesalahan dalam pengetikan dan mohon maaf apa bila masih ada kesalahan dalam pemilihan kosakata.
__ADS_1