Sistem Kekayaan Dunia

Sistem Kekayaan Dunia
87. MINIMNYA LITERASI


__ADS_3

...Selamat membaca dan menikmati...


.


.


.


Theo yang mendengar bahwa kakek itu tiba-tiba mengajaknya untuk kerumah nya tanpa rasa curiga atau yang lainnya pun tentu saja tidak ingin menyia-nyiakan keset ini. karena dia tidak perlu lagi menjelaskan atau meyakinkan kepala desa disini.


sebenarnya bisa saja Theo langsung saja pergi ke dalam lembah nahinni namun Theo tidak ingin melewatkan sedikit pun informasi karena mungkin saja itu akan penting untuk dirinya nanti di dalam sana.


Theo tanpa pikir panjang pun langsung berjalan mengikuti kakek tua itu yang sudah berjalan duluan, warga di desa itu pun melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing tanpa khawatir karena Theo bukan hanya bisa berbahasa asli suku mereka tapi Theo juga merupakan tamu kepala desa.


Theo pun terus mengikuti kakek tua itu dari belakang tanpa berbicara sedikit pun karena kakek itu juga tidak berbicara kepada Theo. mereka berdua berjalan ke salah satu di rumah yang berada di pinggir atau perbatasan antara daratan dan hulu sungai.


dan pada saat mereka sampai disana kakek tua itu pun langsung membuka pintu dan membuat gestur untuk mempersilahkan Theo untuk masuk ke dalam.


ketika sudah sampai di dalam Theo cukup kagum dengan bentuk rumah yang ternyata di tengah-tengah ruangan rumah itu terdapat sebuah perapian untuk menghangatkan suhu ruangan di rumah ini.


kakek tua itu lalu duduk di salah satu tempat yang terlihat seperti tempat yang biasa dia duduki. pada saat kakek tua itu duduk dia melihat ke arah Theo lalu berbicara


"Silahkan duduk anak muda" ucap kakek tua dengan lembut namun sudah tidak terlihat wajah senyum lagi.


"Terima kasih tuan" ucap Theo dengan sopan menjawab ucapan kakek itu yang mempersilahkan Theo untuk. duduk. lalu Theo pun mengambil posisi duduk di sebrang api atau tepat berhadapan dengan kakek itu hanya di pisahkan oleh api.


"Perkenalkan aku Adalah Omina, kepala desa Nahinni Valley." ucap kakek itu yang memperkenalkan dirinya dan jabatan nya di desa ini. dan Theo juga tahu bahwa orang ke dua yang memiliki aura tidak normal itu adalah kepala suku ini.


"saya Theodore pak kepala desa, saya hanya seorang petualang" jawab Theo yang juga memperkenalkan namanya dan memperkenalkan siapa dirinya. tentu saja Theo merupakan seorang petualang karena tujuan dia datang ke sini bukan untuk emas melainkan untuk menguak misteri.


"Nak Theo tujuan mu datang ke sini bukan untuk mencari kekayaan kan? lalu apa yang membawa mu ke sini kalau bukan kekayaan?" tanya Omina langsung to the point kepada Theo karena dia melihat Theo tidak seperti penambang emas yang rakus seperti yang lainnya.

__ADS_1


"benar pak kepala desa saya datang ke sini bukan untuk kekayaan emas nya, melainkan untuk menjelajahi lembah ini dan melihat apa yang menjadi lembah Nahinni ini sangat terlarang dan misterius" ucap Theo yang juga menyampaikan tujuan aslinya datang ke sini.


Omina yang mendengar ucapan Theo pun langsung memahami dari maksud kedatangan Theo, namun Omina juga cukup terkejut karena hampir tidak ada orang yang datang ke sini dengan maksud dan tujuan seperti Theo. hampir semua yang datang hanya ingin mencari emas dan kekayaan di dalam lembah ini.


"Kau cukup berani sekali anak muda, tapi apa kah kamu tahu segala mitos dan fakta yang terjadi dengan orang-orang yang datang ke sini?" ucap Omina yang memuji sekaligus menanyakan apakah Theo mengetahui apa saja yang ada di dalam lembah.


"Sejujurnya pak, saya hanya memiliki sedikit informasi tentang lembah ini saking minimnya informasi yang saya dapatkan membuat saya harus datang langsung ke sini dan menanyakan kepada penduduk asli lembah ini" ucap Theo kepada Omina dengan raut wajah putus asa karena sangat minimnya literasi yang di dapatkan.


Omina yang melihat raut wajah Theo yang putus asa pun hanya terkekeh dan dia pun berdiri mengambil sebuah buku yang terlihat sangat usang sekali.


Theo yang melihat Omina bangun dan mengambil sebuah buku di rak yang ada di samping nya pun hanya diam memerhatikan saja. Omina lalu duduk kembali dan membuka buku itu namun sebelum membaca dia bertanya sekali lagi kepada Theo.


"Apakah kamu yakin ingin mengetahui apa saja yang ada di dalam sana? dan apa kamu yakin dengan maksud dan tujuan mu ini?" tanya Omina dengan serius menanyakan ini kepada Theo sekali lagi.


"Saya benar-benar yakin dengan ucapan saya bahkan saya berjanji dan bersumpah bahwa saya tidak memiliki maksud lain selain yang saya ucapkan tadi." ucap Theo dengan serius juga menjawab pertanyaan Omina.


namun Theo juga bingung sekali kenapa omina dengan mudah sekali menyampaikan informasi yang mungkin saja sudah di jaga oleh para leluhur nya secara turun temurun. tapi dia tidak memperdulikan itu sekarang karena tujuannya saat ini adalah mencari literasi sebanyak-banyaknya.


"Lembah ini pertama kali di tinggali oleh manusia sekitar tahun 9.000 sampai 10.000 tahun yang lalu. Suku Naha dan Orang Dene merupakan penduduk asli lembah ini selama bertahun-tahun"


"Namun ke dua suku ini memiliki sifat yang berbeda. suku Naha adalah suku yang sangat suka sekali berperang dan membunuh. sedangkan suku atau orang dene sangat mencintai kedamaian."


"suku ini juga memiliki wilayah nya masing-masing yaitu suku Naha tinggal di pegunungan dan di gua-gua sedangkan suku dene tinggal di dataran rendah sekitar sungat Liard dan McKenzie."


"sering sekali tiba-tiba suku Naha ini turun gunung untuk menyerang desa-desa orang dene. Mereka membunuh, merampas, menculik, memperkosa dan menghancurkan semua yang orang dene miliki"


"Setelah bertahun-tahun Dikalahkan oleh Naha, sekelompok prajurit Dene yang pemberani akhirnya merasa cukup dan melakukan perjalanan ke wilayah Naha untuk melakukan penyergapan kejutan. Tapi bukannya suku Naha yang ganas dan brutal yang mereka temukan, melainkan hanya sisa-sisa teepee atau rumah adat yang terbuat dari kulit hewan yang sudah ditinggalkan dan tidak ada tanda tanda kehidupan"


"pada saat itu Mungkin karena takut dengan kanibal raksasa dan roh jahat dalam mitologi Nahanni, para pejuang Dene melarikan diri kembali ke pemukiman mereka di dataran rendah. Dan sampai sekarang suku Naha tidak pernah kembali atau di temukan keberadaan nya"


"Orang Dene yang tinggal di Nahanni sebelum kedatangan penjelajah Eropa pada akhir abad ke-18 telah lama berbicara tentang makhluk mitos di taman tropis tersembunyi, dan sungai yang harus dihindari dengan cara apa pun"

__ADS_1


" Sedikitnya empat mayat tanpa kepala telah muncul di Lembah Nahanni sejak awal 1900-an. Banyak misteri yang terkait dengan Lembah Nahanni di Kanada, tetapi yang paling terkenal dan mungkin yang pernah kamu dengar adalah misteri tubuh tanpa kepala"


" Di situlah Nahanni mendapatkan julukan yang agak menyeramkan ‘Valley of the Headless Men’. Orang-orang yang telah menghilang di sini, baik itu penjelajah, penambang, pilot pesawat, dan lainnya yang berani menginjakkan kaki di wilayah terlarang ini" ucap omina yang menatap ke arah Theo untuk melihat ekpresi apa yang di milik Theo,


tapi kali ini Theo memasang ekpresi yang sangat serius tanpa bersuara mendengar setiap kata yang di ucapkan Omina. lalu Omina yang melihat ekpresi serius Theo pun kembali melanjutkan bacaan di dalam buku itu.


"Lembah Nahanni kaya akan pengetahuan dan kisah tentang makhluk mistis, terkadang mengerikan yang menjamu mereka yang memasuki wilayah tersebut. banyak sekali mitos-mitos tentang monster-monster penghuni lembah Nahanni diantaranya yaitu Roh Jahat, Raksasa, Monster prasejarah, Waheela dan The Nuk-Luk"


"pertama Roh Jahat dalam Sebuah kisah yang diceritakan oleh pemburu asli yang memasuki lembah untuk mencari makanan dan hidup untuk menceritakannya. Roh Jahat Lembah Nahanni dikatakan menghantui wilayah tersebut dan membuat kehadirannya dikenal dengan jeritan dunia lain pada malam yang dingin dan berangin."


"kedua Raksasa dikatakan tinggal di Lembah Nahanni dan memasak makanan mereka di mata air panas Rabbitkettle."


"Ketiga hewan Prasejarah menurut pengakuan dari Pemburu bahwa ada kehidupan tentang mamut, mastodon, dan binatang prasejarah di Lembah Nahanni. Jejak mereka terlihat di hamparan salju dan anak sungai. Beberapa pemburu bahkan telah kembali dari hutan belantara Nahanni dengan gading yang berharga, dan daging masih menempel di tulangnya"


"ke empat Waheela Makhluk besar seperti serigala yang terkait dengan kematian, kecelakaan, keanehan yang tidak dapat dijelaskan. Monster inilah yang selalu menjadi ancaman nyata bagi orang-orang yang memasuki lembah Nahanni."


"dan yang terakhir The Nuk-Luk adalah Makhluk sub-manusia besar setengah telanjang yang terlihat di sekitar area Fort Liard, Fort Simpsons, dan Nahanni Butte. Dia membawa tongkat batu dan memiliki janggut hitam panjang atau yang kalian sebut dengan Big-foot" ucap Omina yang mengakhiri penjelasan dengan menutup buku usang itu.


Theo yang mendengar semua penjelasan tentang berbagai mitos dan fakta tentang lembah Nahanni ini dari Omina pun sangat terkejut. karena banyaknya informasi dan spesfik sekali informasi itu, bahkan monster-monster di sana sudah memiliki nama atau julukannya masing-masing.


Theo bener-bener tidak menyangka bahwa dia mendapatkan informasi yang sangat penting seperti ini, dia merasa tidak sia-sia dia datang ke sini untuk mencari literasi.


tapi dia juga sangat tidak menduga kalau di lembah ini memiliki monster-monster yang sangat beragam, bagi Theo roh jahat dan hewan prasejarah tidak akan menjadi halangan nya namun monster-monster seperti raksasa, waheela atau serigala raksasa yang aneh dan The Nuk-Luk atau Big-foot.


namun Theo juga bersyukur karena dia setidaknya tahu monster-monster yang sekiranya akan menjadi lawannya nanti di dalam lembah atau dalam hutan Nahanni ini.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih karena sudah men-support dengan like komen dan sarannya. mohon maaf apabila masih terdapat banyak kesalahan dalam pengetikan dan kesalahan dalam pemilihan kosakata yang kurang baik atau kurang cocok


__ADS_2