Sistem Kekayaan Dunia

Sistem Kekayaan Dunia
36. TAK LAYAK MENJADI MANUSIA


__ADS_3

.... Selamat membaca dan menikmati...


.


.


.


Theo dan Frank pun terus berjalan mengendarai ke salah satu rumah panti asuhan terdekat disana, namun hal yang membuat Theo terkejut adalah jalan ke arah rumah panti itu yang sangat tidak layak dan apalagi ketika Theo sampai di sana.


dia melihat rumah berukuran sedang yang sangat sangat tidak layak untuk di tempati, Theo ketika melihat rumah itu pun dia merasa sangat gagal menjadi manusia.


dia hidup sudah berkelimpahan harta namun di dekat rumahnya ternyata masih ada orang yang sangat sangat membutuhkan uluran tangannya.


ketika sampai di depan rumah itu pun Theo langsung turun, dia melihat di depan rumahnya terdapat sekitar 8 anak kecil yang mungkin umurnya sama dengan keponakan nya dan di atasnya. umur 8 anak ini sekitaran 2 sampai 5 tahun itu pun berhenti bermain ketika mereka melihat Theo.


awalnya mereka menghiraukan saja suara mobil yang datang karena pikir mereka itu adalah pemilik tanah atau orang lewat saja.


Frank pun ikut turun setelah memarkirkan mobilnya dan berdiri di belakang Theo dengan hormat menunggu perintah selanjutnya.


Theo pun terus memandangi rumah dan anak-anak kecil ini dengan tatapan bersalah yang sangat dalam, lalu Theo berjalan mendekat ke arah anak-anak kecil itu.


"hallo adik-adik kecil apa yang sedang kalian mainkan nih" ucap Theo kepada anak-anak kecil itu karena dia sangat merasa tidak pantas di sebut manusia kalau tidak merasa sakit hati melihat kehidupan anak-anak penerus bangsa ini.


"Hai kakak tampan kami sedang bermain masak-masakan, apa kakak mau ikut bermain?" ucap anak perempuan yang paling kecil disana.


"hmm tentu dongg hayu kita bermain bersama ya" ucap Theo sambil ikutan bermain bersama anak-anak kecil itu dengan penuh tawa dan bahagia namun terlihat di mata Theo dia seperti menahan tangis sedih melihat hidup anak-anak kecil ini.


tak lama ketika Theo sedang bermain dengan anak-anak kecil itu sambil di awasi oleh Frank yang dari setadi di gangguin sama anak-anak kecil itu juga. datanglah sepasang pasangan tua yang terlihat mungkin seumuran dengan orang tua Theo.


anak-anak kecil itu pun melihat pasangan itu datang sangat bahagia sekali mereka langsung melepaskan mainan mereka dan berlari ke arah ke dua orang itu sambil berteriak.


"AYAHHH IBUUUU SUDAH PULANG YEYYYY" teriak mereka Serempak dengan langsung berlari bahagia ke arah pasangan tua itu.


"Hei hei kalian anak-anak ku sayang, kenapa kalian tidak mengajak tamu kita kedalam?" tanya ibu mereka dengan lembut sambil memeluk mereka.


"Permisi pak bu, saya Theo ini saudara saya Frank kami ingin berkunjung kesini tapi ketika kami melihat tidak ada orang lain disini selain anak-anak pun akhirnyaa kami memutuskan untuk bermain dengan mereka sambil menunggu anda berdua kembali" ucap Theo menjelaskan kepada pasangan tua itu karena dia tidak ingin pasangan tua itu salah paham terhadap anak-anak nya.


Theo sebenarnya ketika dia sampai disana dia menggunakan Kenbonshoku haki dia untuk merasakan keadaan sekitar, ternyata di dalam rumah itu tidak terasa ada kehidupan selain delapan anak ini. makanya Theo memutuskan untuk bermain tanpa menanyakan orang tua mereka.

__ADS_1


lalu Theo pun berbincang-bincang dengan pasangan tua itu dengan masih di ditemani oleh Frank yang dari setadi diam saja. karena dia merasa bahagia karena tuannya menyebut dia sebagai saudaranya di depan orang lain.


Theo pun banyak berbicara kepada kedua pasangan ini kenapa mereka tinggal dirumah seperti ini dan sebagainya.


mereka hanya menjawab bahwa sangat sulit untuk mencari orang baik yang ingin membiayai hidup mereka apalagi anak-anak disini hampir rata adalah anak-anak buangan dari orang tua yang tidak menginginkan mereka


theo yang mendengar ini pun sangat sakit hati, malu dan marah karena dia sangat sakit hati melihat kehidupan anak-anak ini, dia sangat malu karena dia sangat dekat dengan rumah panti ini namun dia tidak sadar dan dia marah karena ketika dia tahu anak-anak ini adalah anak buangan dari orang tua mereka yang tidak menginginkan kehadiran mereka.


Theo pun memikirkan rencana untuk menghadapi masalah ini karena dia yakin ini baru satu panti yang dia kunjungi belum yang lainnya Theo benar-benar sangat bingung.


kedua pasangan tua itu pun meminta izin kepada Theo sebntar karena dia ingin memasak untuk makan siang anak-anak, ketika pasangan tua itu pergi Theo menyuruh Frank untuk pergi sambil membawa black card dia.


Theo menyuruh Frank untuk membeli mainan, baju dan makanan untuk anak-anak. setelah Frank pun pergi Theo kembali berpikir keras tentang apa yang harus dia lakukan.


lalu Theo memutuskan untuk bertanya kepada Jarvis apakah dia punya solusi untuk ini


"Jarvis apa kau punya solusi untuk masalah ini?" ucap Theo berharap bahwa Jarvis bisa membantu dia saat ini.


(Theo tenang saja, Theo bisa menggunakan poin sistem untuk menciptakan sebuah gedung yang Theo inginkan dengan biaya tergantung dengan fasilitas gedung dan sebagai nya)


"ohiya benar juga Jarvis, yasudah tolong buatkan gedung yang cocok untuk panti asuhan disana terdapat banyak kamar, kantin, ruang belajar, taman bermain dan kolam renang anak-anak. berapapun harganya aku bayar walaupun poin sistem ku habis aku tidak perduli yang penting hidup anak-anak ini mulai saat ini tidak menderita lagi" ucap Theo yang tidak menghiraukan dengan biaya yang dia gunakan lagi.


(Siap theo beres pokoknya. dengan berapapun biaya nya kan) tanya Jarvis yang tumben dengan nada santai bukan suara kaku khas nya dia.


"Lah Jarvis kamu bisa bicara santaii?" tanya Theo yang merasa keheranan tiba-tiba Jarvis bersuara santai seperti ini.


(Bisalah aku kan sistem gaul yang bisa beradaptasi dengan situasi) Jawab Jarvis dengan sombong dan bangga.


"lahh anjirr di sistem songong bangett ya hahahaa. berarti selama ini kamu emang dengan sengaja mengincar otongku kalau setiap ada hukuman misi?" tanya Theo langsung karena dia curiga dengan Jarvis.


(No comment) jawab Jarvis yang tiba-tiba merubah lagi suara nya dengan khas robotnya.


"ihhh dasarr sistem ga jelas lu Jarvis hahaha, yaudah buruan kerjain yang aku pinta" ucap Theo yang masa bodo amatan dengan gaya bicara Jarvis, malahan dia lebih senang kalau Jarvis bisa bicara santai jadi lebih enak buat ngobrol dan bertukar pikiran.


(DING!!)


MELAKUKAN PROSES PEMBENTUKAN SEBUAH GEDUNG UNTUK PANTI ASUHAN.


1% ... 35% ... 67%... 89%.. 100%....

__ADS_1


PEMBUATAN GEDUNG DENGAN SINGKAT UNTUK PANTI ASUHAN BERHASIL.


MENGGUNAKAN BIAYA POINT SISTEM SEBANYAK 850 JUTA POINT SISTEM


"Woww emang yaa ada harga ada kualitas, cepet bangettt ngerjainnya ga sampe 1 menit sudah selesai ternyata. ya walaupun point sistem ku langsung habis tapi gapapa untuk anak-anak ini aku rela" ucap Theo tidak merasa menyesal sama sekali dengan apa yang dia lakukan.


lalu Theo menghubungi Sabas untuk mengecek gedung itu dan langsung mengamankan gedung itu. Theo juga menyuruh Sabas untuk menjemput nya ke alamat yang dia berikan ini karena dia akan menjemput anak-anak ini.


Theo juga menyampaikan bahwa dia akan melakukan kunjungan ke panti asuhan di bogor lalu membawa mereka ke gedung itu untuk di tanggung biaya hidup mereka.


setelah memutuskan telfonnya, Sabas pun langsung menyampaikan apa yang Theo bicarakan barusan dengan orang yang ada di sana. Theo saat ini sudah memiliki tambahan bawahannya karena kemaren dia menghancurkan gangster.


walaupun saat ini bawahan Theo belum berkumpul semua setidaknya ada sekitar 65 orang yang terdiri dari 40 pria dan 25 2 wanita yang ikut langsung ke rumah Theo karena mereka tidak memiliki rumah atau tempat tinggal lagi. selebihnya mereka pulang untuk bertemu keluarga mereka sebelum kembali bekerja bersama Theo.


lalu Sabas membagikan tugas mereka masing-masing ada beberapa orang yang standby di gedung Theo yang baru, ada pula yang bersiap menunggu perintah penjemputan oleh Theo.


Theo yang percaya kepada Sabas bahwa dia akan mengurus sisanya sampai tuntas pun, memutuskan untuk bermain dengan anak-anak sampai Frank datang dan jemputan anak-anak ini.


Theo dan juga anak-anak yang sedang main lalu di suruh makan dulu sama orang tua asuh mereka itu.


ketika Theo sedang makan, Frank pun datang membawa yang theo minta lalu Theo memberi anak-anak itu mainan baru, baju baru dan makanan untuk anak-anak.


Theo tidak jadi memberi orang tua asuh ini uang karena dia akan membawa mereka.


Theo pun langsung berbicara serius dengan orang tua asuh dan anak-anak itu ada disana. Theo menjelaskan bahwa dia memiliki sebuah tujuan yaitu untuk menanggung biaya hidup anak-anak ini dan mengajaknya pindah.


awalnya orang tua asuh ini keberatan karena dia merasa bahwa Theo terlalu baik, namun Theo kembali menjelaskan dia sangat sakit hati dan sedih ketia dia melihat anak-anak seperti ini menderita. Theo merasa menjadi manusia yang gagal untuk menjaga dan mensejahterakan sesama manusia.


setelah pembicaraan singkat akhirnya orang tua asuh itu pun setuju untuk pergi ke rumah baru mereka. Theo juga menyampaikan bahwa dia akan berkeliling bogor untuk mencari panti asuhan yang memang layak di bantu.


.


.


.


.


Terima kasih sudah selalu support dengan like, komen dan sarannya. mohon maaf apa bila update nya ada sedikit lama dan sedikit karena saya sedang kehilangan mood untuk menulis. tapi saya pastikan ini cerita akan tetap berjalan sesuai sampai tamat.

__ADS_1


__ADS_2