
...Selamat membaca dan menikmati...
.
.
.
Di keesokan paginya telepon bangun karena dibangunkan oleh ibunya untuk berangkat kerja. Theo melakukan rutinitasnya seperti biasa di pagi hari yaitu ngopi sambil merokok lalu mandi
setelah Teo selesai mandi Ia pun lalu bergegas menggunakan pakaian dengan setelan formal.
tampilan theo saat ini.
setelah rapi telepon lalu berangkat menggunakan mobil gtr-nya ke ke perusahaan dia, seperti biasa lalu lintas di Jakarta ketika hari Senin itu sangat luar biasa macet total. pada saat itu Teo menyesal mengapa dia tidak menggunakan motornya saja dari pada menggunakan mobil.
singkat perjalanan Teo sampai di perusahaannya ternyata di sana sudah ramai oleh para karyawan dan karyawati serta kepala direksi dan manajer-manajer perusahaan. di sana pun terlihat beberapa tamu penting yang menghadiri peresmian nama baru perusahaannya.
ketika Teo sudah sampai di sana dia memarkirkan mobilnya dan pada saat dia turun dari mobil Teo langsung menjadi pusat perhatian, dikarenakan Teo menggunakan mobil dengan suara knalpot yang cukup kencang dan penampilan serta wajah Leo yang sangat tampan dan mempesona.
David yang melihat kedatangan Theo Ia pun langsung bergegas menghampiri Teo, namun sebelum David sampai di sana ia melihat tiga orang pria muda menyapa theo duluan.
"oyy Theo" ucap salah satu pria muda memanggil Theo.
Theo pun menoleh ke arah suara itu dan ketika dia menoleh ia melihat tiga pemuda yang sangat Theo kenal.
"Woyyy lu pada ngapain dah disini" tanya Theo yang langsng menghampiri mereka dengan sambil cengengesan.
ya tiga pria muda itu adalah sahabat sekolah Theo, ketiga pemuda itu adalah orang yang selalu mensupport dan membela Theo ketika dia masih sekolah.
mereka bertiga mensupport Theo agar Theo rajin belajar dan tidak tidur mulu di kelas, dan mereka bertiga sering membela Theo kalau Theo di marahin sama guru di Sekolah nya dulu.
Theo ya walaupun tidak membutuhkan bantuan mereka tapi Theo merasa ketulusann dari mereka ketika mereka membela dan mensupport Theo waktu sekolah.
"ya elahh ngapain kek kita di sini, lu juga ngapain coba disini yoo?" ucap agus salah satu pemuda itu dengan santai sambil merangkul Theo.
ketiga pemuda ini terdiri dari agus, abi dan adi. mereka memiliki panggilan kebiasan untuk theo yaitu eyo. theo awalnya menolak panggilan itu tapi seiring berjalan waktu theo pun menghiraukan saja, bahkan itu adalah bukti persahabatan mereka.
__ADS_1
"lahh gua mah mau gawe disini, lu ngapain coyy? mau gawe disini lu" tanya theo sambil bercanda ke arah tiga sahabat nya ini.
"yaelahh yoo elu mahh baru kali disini, kita mah udah lama anjayy" ucap adi kepada theo dengan sambil bercanda.
namun bercandaan ke empat orang ini menjadi pusat perhatian karena tanpa mereka bertiga sadari bahwa yang sedang mereka bercandain ini adalah boss utama atau boss besar mereka.
"waahh ilahh deh sombong bangett luu mentang-mentang udah lama hahaha" ucap theo tertawa dan teman-temannya pun tertawa bersama.
"eh yoo tapi elu kerja di divisi apa dah? ko lu sekarang makin keren aja tampilan lu tambah lu bawa mobil GT-R lagi sekarang anjay" ucap abi ke theo yang benar-benar tidak menyangka bahwa sahabat mereka yang terkenal super males bisa keliatan sukses.
"yaelah bi palingan dia jadi gadun dari tante girang" ucap bagus sambil tertawa dan theo pun ikutan tertawa dengan yang lainnya.
"ehh woyy kita buruan ege baris rapih katanya bos besar datang sekarang mau peresmian nama baru buat perusahaan kita" ucap adi kepada ketiga sahabat nya ini takut mereka malah mengganggu.
lalu abi dan agus pun mulai berbaris sambil menarik Theo ke arah barisan, ya Theo pun ikut saja sambil terus cengengesan karena sikap sahabatnya tidak berubah dari dulu.
ketika mereka sudah mulai berbaris sambil berbincang-bincang dan tertawa, lalu adi, agus dan abi pun terdiam seketika saat melihat manager utama mereka yaitu David mendekat.
mereka bertiga pun gugup karena ketika mereka sadar melihat sekitar bahwa semua karyawan dan boss mereka melihat ke arah mereka.
Theo yang melihat sikap sahabatnya yang gugup pun makin terkekeh karena lucu sekali. biasanya mereka bertiga guru pun dilawan ketika mereka membela Theo namun sekarang seperti ayam sakit yang diam seketika melihat David.
ketika David persis di depan mereka tapi David tidak memarahi mereka malahan David langsung membukuk ke arah Theo. sikap David yang seperti ini membuat adi, agus dan abi bingung, lalu melihat ke arah Theo yang lagi cengengesan saja dari setadi.
"SELAMAT DATANG TUAN MUDA DI PERUSAHAAN"
ketiga sahabat Theo pun bingung dan terkejut dengan perubahan peristiwa ini, mereka pun langsung tiba-tiba membungkuk ke arah Theo.
Theo yang melihat ke tiga sahabatnya membungkuk pun langsung tertawa terbahak-bahak. karena tadi mereka becanda dan main bully bullyan sekarang mereka semua kenapa epic comeback nya.
"Hahahaha ngapain lu bertiga ikutan bungkuk begoo" ucap Theo sambil tertawa kearah tiga sahabatnya ini. dia menghiraukan David dan yang lainnya karena dia pengen membully sahabat-sahabat nya ini.
"maafkan kami tuan muda karena bersikap lancang" ucap adi yang sedikit gugup dan tidak percaya bahwa sahabtnya ini bisa jadi boss utama mereka.
"wahahahhaa ga jelas banget lu bertiga woyy, bangun pea. gua tetep Theo yang sama seperti sahabat kalian. gausah panggil gua tuan muda segala si alay lu" ucap Theo yang masih tertawa melihat kelakuan sahabatnya.
ketiga sahabatnya yang melihat theo dari setadi membully dan menertawakan mereka pun langsung bales dendam dengan merangkul theo bersama-sama dan menjitak kepala theo.
"Sialan bangettt lu yoo kagak bilang-bilang sama kita kalau lu boss nya" ucap agus sambil berbisik dengan masih merangkul leher theo.
__ADS_1
"tau luu malahan ketawa ketawa doang dari setadi sialan bikin kita malu dan takut aja" ucap adi kepada theo sambil menjitak kepala Theo
Theo pun hanya tertawa terbahak-bahak tanpa menghiraukan ucapan dan tindakan sahabat-sahabat nya ini. setelah Theo puas menertawakan mereka bertiga Theo menenangkan dirinya di depan semua anak buah Theo yang lainnya.
"Baiklah David dan yang lainnya Terima kasih atas sambutan dan kejutan kalian ini" ucap Theo tersenyum sambil menunjuk ke tiga sahabatnya yang bagi Theo ini adalah kejutan. karena dia sudah lama sekali tidak bertemu ketiga sahabatnya.
David dan yang lainnya pun langsung berdiri tegap ketika mendengar jawaban Theo, mereka tidak berani berdiri sebelum theo menjawab sambutan mereka.
"Tuan muda sejujurnya saya tidak tahu bahwa saudara agus, adi dan abi merupakan sahabat tuan muda" ucap David mencoba membenarkan karena dia tidak ingin mencari muka hanya karena ini.
"iya iyaa David tidak apa-apa aku tahu tapi setidaknya Terima kasih" ucap theo sambil menepuk-nepuk bahu David dengan santainya.
ketiga sahabatnya ini pun benar-benar tidak menyangka ternyata Theo yang mereka tahu saat ini adalah boss utama mereka. malahan manager utama mereka pun membungkuk hormat di depan hadapan dia.
lalu acara peresmian pun di mulai dari awal penyambutan dan pembukaan dari David lalu ke Theo. sampai akhirnya mereka memotong pita di depan pintu perusahaan dan menarik plakat nama yang tadinya bernama PT. Jarum Super di ganti menjadi Golden Suns Company.
setelah itu di akhiri dengan acara makan-makan dan bincang-bincang kecil sesama karyawan lainnya.
sedang kan Theo saat ini hanya bersama ketiga sahabatnya di ruangan kantornya dia. mereka disana makan bersama sambil berbincang dan tertawa menceritakan kisah-kisah waktu mereka masih sekolah dulu.
Theo pun merasa tidak sia-sia dia datang ke kantornya karena dia bisa bertemu dengan sahabat-sahabatnya ini. Theo dan sahabat nya tidak membahas soal pekerjaan atau meminta menaiki pangkat.
karena Theo tau karakter sahabatnya ini, kalau mereka bukan orang yang ingin dengan instan menjadi atasan tanpa melewati prosesnya karena bagi mereka proses lebih penting dari pada hasil.
lalu setelah selesai makan bersama ketiga sahabatnya pun pamit ke Divisi mereka masing-masing untuk memulai kerja mereka hari ini.
Theo pun tidak melarang mereka, karena Theo sadar bahwa mereka sangat bersemangat hari ini karena jelas mereka bisa berkumpul bersama lagi dalam satu perusahaan. walaupun beda divisi dan beda status tapi mereka tetaplah bersahabat.
Theo tau kalau ketiga sahabatnya ini pasti sangat profesional tidak memanfaatkan jabatan ataupun relasi meraka yang kenal dengan Theo, Theo pun tau bahwa mereka sangat bersemangat ingin mengejar Theo yang dulu mereka selalu support dan bela ternyata sekarang malahan sudah menjadi boss mereka.
Theo pun lalu memanggil David untuk mengadakan rapat dengan para manager divisi lain untuk mendengar laporan mereka minggu ini.
rapat pun berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan, malahan untuk saat ini bisnis mereka semakin meluas karena kerja sama mereka bersama google yang notabene sama-sama perusahaan milik Theo.
.
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih sudah selalu mensupport dengan like, komen dan sarannya. mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisannya dan mohon maaf apa bila terdapat kesalahan dalam pemilihan kosakata yang kurang pantas.