Sistem Kekayaan Dunia

Sistem Kekayaan Dunia
50. PERSIAPAN


__ADS_3

...Selamat membaca dan menikmati...


.


.


.


setelah theo menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan pun akhirnya tidak ada pertanyaan lagi dari yang lainnya. mereka semua paham apa yang diinginkan Theo, karena Theo ingin memiliki kekuatan yang bisa melindungi dirinya dan orang-orang yang dia cintai.


Theo adalah tipikal orang tidak ingin selalu menjadi orang yang ber tergantungan dengan sesuatu, mau itu teman-temannya, pasukannya ataupun harapan. Theo merupakan orang tidak pernah percaya bahwa harapan akan membantu jika bukan karena usahanya. harapan akan ada jika dia berusaha, namun harapan tidak akan ada jika kita hanya sekedar berharap.


itulah yang Theo yakini sampai sekarang, harapan yang di miliki adalah harapan untuk tumbuh kuat dengan kemampuan nya sendiri dan berguna untuk orang lain


teman-temannya Theo dan bawahan setia Theo yaitu sabas, Frank serta andrew sedikit paham dengan apa yang Theo pikirkan. makanya mereka tidak membantah dan akan mematuhi perintah Theo.


yang harus di lakukan oleh mereka saat ini adalah menjawab keraguan Theo yaitu tentang keselamatan semua orang yang dia cintai dan menjalankan rencana yang sudah Theo rancang.


setelah berbicara panjang lebar Theo melihat jam sudah menunjukkan jam dua belas malam. malam ini Theo tidak pulang kerumah nya karena percuma dia pulang disana tidak ada orang tuanya.


sejujurnya Theo penasaran dengan orang tuanya sekarang, Theo yakin bahwa keluarga tidak sesederhana di daratan. Theo yakin orang tuanya punya masa lalu yang mungkin mereka rahasiakan untuk Theo, namun Theo pun memiliki rahasia yang mereka tidak tahu. jadi mereka sama-sama memiliki rahasia satu sama lain yang sampai saat ini tidak ada yang tahu.


Theo juga sebenarnya ingin bertanya kemana mereka pergi atau ke negara mana mereka pergi, tapi Theo tidak ingin mengetahui nya saat ini. sampai mereka siap memberi tahu Theo sendiri dan mungkin Theo juga akan memberi tahu sedikit kebenaran tentang dirinya kepada orang tuanya.


lalu Theo pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya untuk tidur dengan para wanitanya, dia tahu bahwa saat dia ke kamarnya teman-temannya bersama Sabas, Frank dan andrew akan mulai bergerak melakukan yang Theo perintah kan untuk menyabotase Sigit.


namun ketika Theo masuk ke kamarnya dan melihat para wanitanya tertidur dengan tidak menggunakan pakaian sama sekali membuat birahi Theo kembali naik. lalu dia pun melakukan pertempuran lanjutan kepada mereka ber enam secara bergantian.


di esokan paginya Theo pun terbangun kesiangan karena dia semalem bergadang, Theo melihat jam ternyata sudah jam 11 siang di hari Kamis. dia pun bangun dan melihat ke luar jendela.


"Sudah mau 2 minggu aku mendapatkan Jarvis, aku benar-benar tidak menyangka bahwa apa yang ku takuti, apa yang aku waspadai, apa yang aku khawatir. sekarang aku harus melawannya"


"terkadang aku berpikir bahwa aku orang yang mungkin beruntung, terkadang juga aku berpikir aku orang yang merugi. aku beruntung karena aku mendapatkan ilmu, pengalaman, dan kekayaan yang jelas bisa membantu mereka yang jelas-jelas membutuhkan uluran tangan ku"

__ADS_1


"aku merugi karena aku tidak bisa hidup tenang dan damai, namun sekarang aku sadar maksud dari ucapan dari ayahku. Dengan kekuatan besar, datanglah tanggung jawab besar."


"Terkadang untuk melakukan apa yang benar, kita harus melepaskan hal-hal yang paling kita inginkan bahkan impian kita. Namun aku harus yakin dengan apa yang aku miliki saat ini dan bersyukur"


"karena bagi ku Tidak ada yang bisa menjamin bahwa mereka dapat memenangkan setiap pertempuran, tetapi tidak ada orang yang gagal tanpa perjuangan"


setelah Theo berbicara sendiri kepada dirinya sambil mengingat apa saja yang di miliki saat ini, tanggung jawab yang sudah di emban, dan musuh-musuh yang dapat membahayakan orang-orang yang dia cintai. maka dia harus tetap maju.


"karena Tidak peduli apa yang aku lakukan, tidak peduli seberapa keras aku mencoba, orang yang aku cintai akan selalu menjadi orang yang membayar."


setelah Theo meyakinkan dirinya untuk tetap berjuang dan maju ke depan dia pun langsung memutuskan untuk mandi dan turun untuk sarapan karena dia sudah mulai lapar lagi.


sesudah Theo mandi dan berganti pakaian dia langsung turun ke bawah untuk sarapan, dan di ruang sarapan audah sepi namun sudah di siapan sarapan untuk dia yang masih hangat.


Theo tidak melihat yang lainnya di rumah selain pembantu dan pelayan, lalu dia menggunakan haki nya untuk merasakan keberadaan yang lain. ternyata mereka semua sedang ada di markas besar dan mulai melakukan tugas mereka masing-masing.


Theo lalu menghubungi jasmine, lily, rose, ayu dan Iriana untuk datang ke panti asuhan nya Theo. jasmine lily dan rose mungkin sudah bertemu dengan Theo kemarin tapi berbeda dengan iriana dan ayu.


setelah menghubungi mereka Theo pun pergi ke garasi nya dan mengambil motor nya, Theo tidak ingin membawa mobil karena nanti para gadis gadis itu akan ribet minta di anterin pulang.


Theo pun pergi mengendarai motornya sekitar lima menitan dia pun sampai di depan gerbang itu dan langsung di bukakan pintu gerbang nya. Theo memang berniat datang duluan karena dia tahu kalau nungguin para gadis gadis itu pasti sangat lama.


sesampainya Theo di sana dia melihat adik-adik nya ini sedang main di luar dan terlihat sekali bahwa mereka semua bahagia serta nyaman. bukan hanya tempatnya yang besar dan luas tapi juga memiliki fasilitas yang lengkap serta terjamin hidup mereka tidak akan ke laparan lagi.


namun hal yang membuat anak-anak ini bahagia adalah mereka mendapatkan banyak teman baru. Theo pun melihat para orang tua asuhnya tetap mengawasi mereka sambil berkumpul bersama.


Disaat mereka mendengar suara berisik motor Theo pun, mereka semua langsung melihat ke arah sumber suara itu dan anak-anak pun langsung tersenyum bahagia dan berteriak bersama-sama.


"KAKAKK THEEOOO!!" Teriak mereka semua sambil berlari ke arah Theo,


Theo pun tersenyum lalu berlutut dan merentang tangannya menyambut adik-adiknya yang lucu lucu ini, mereka semua pun saling bergantian di peluk oleh Theo dan di cium keningnya sambil di usap usap kepalanya.


"Aduhh adik-adik kakak yang cantik dan ganteng pada lagi ngapain ini? udah pada makan siang belum?" tanya Theo dengan lembut kepada mereka semua dengan posisi masih berlutut

__ADS_1


"SUDAHHH KAKK" Jawab mereka dengan berbarengan sekali lagi. lalu ada yang bertanya kepada Theo.


"Kak Theo kenapaa ga bawa hadiah untuk kita? biasanya kakak-kakak yang lain setiap datang membawa hadiah loh" ucap seorang anak perempuan kecil itu kepada Theo.


Theo yang mendengar ini pun dia sangat lucu karena melihat ekpresi kecewa dan bingung mereka, Theo jelas saja lupa dan tidak tahu bahwa bawahannya ketika datang selalu membawa hadiah untuk anak-anak.


"aduhh kakak lupaa hahaha, maaf yaaa adik-adik kakak" ucap theo sambil tertawa meminta maaf ke meeeka. lalu anak kecil yang berbicara itu di tegur oleh orang tua asuhnya.


"hei nak tidak boleh begitu sama tuan muda, kamu lupa bahwa tempat tidur yang empuk untuk kamu tjdur, makanan yang enak dan rumah yang besar ini kan pemberian dari tuan muda. tuan muda maafkan anak-anak kami ya" ucap salah satu orang tua asuh anak itu.


"hahaha gapapa bibi aku juga yang salah ko karena lupa," ucap theo yang menjawab ucapan salah satu orang tua asuhnya.


"Nak hayu cepat minta maaf sama tuan muda" ucap paman orang tua asuh anak itu.


"kak Theo maafin aku yaa sudah nakal" ucap anak itu memasang ekspresi sedih dan tertunduk.


"iyaa adikku gapapa ko kaka maafin oke, yaudah semuanya hayuu kita main aja yu. nanti juga ada teman-temannya kakak pada datang loh buat nemenin kalian main" ucap Theo yang mencoba mengalihkan perhatian mereka agar tidak merusak suasana.


lalu Theo pun bermain secara bergantian kepada mereka semua, ada yang mengajak Theo bermain kelereng, ada yang mengajak main barbie, ada yang mengajak main petak umpet dan ada juga yang meminta Theo untuk bercerita.


namun ketika Theo ingin bercerita dia pun melihat dua mobil berwarna hitam dan putih datang secara bersamaan. dan tak lama keluar lah dari mobil putih ayu dan iriana. lalu di ikuti di mobil hitam keluar jasmine, lily dan rose.


ketika meraka berlima melihat Theo yang sedang main dengan anak-anak kecil sangat akrab pun seperti melihat calon suami terbaik. lalu mereka berlima memanggil theo secara bersamaan. walaupun mereka belum kenal tapi Theo yakin pasti akan ada perang Dingin nanti.


"THHEEOOO!!" Teriak mereka berlima bersamaan dan mereka pun langsung berhadap-hadapan saling melirik. dan benar saja sesuai dugaan Theo bahwa akan ada perang Dingin, Theo melihat ke lima gadis ini memandang satu sama lain seperti menilai lawan mereka masing-masing.


.


.


.


Terima kasih telah selalu mensupport dengan like, komen dan sarannya. mohon maaf apa bila terdapat kesalahan dalam pengetikan dan mohon maaf apa bila terdapat kesalahan dalam pemilihan kosa kata yang kurang pantas.

__ADS_1


__ADS_2