Sistem Kekayaan Dunia

Sistem Kekayaan Dunia
86. PENDUDUK ASLI DESA


__ADS_3

...Selamat membaca dan menikmati...


.


.


.


[kamu harus berhasil terlebih dahulu baru kamu dapat dihargai. terkesan memang kejam namun dunia membutuhkan pembuktian]


Theo yang tiba-tiba mendengar suara Jarvis di dalam pikirannya pun cukup terkejut, karena jarang sekali Jarvis berbicara duluan Kalau bukan karena misi atau ada sesuatu yang bahaya


namun yang paling membuat Theo terkejut adalah inti dari ucapan Jarvis sekaligus membuat Theo bingung. karena inti dari ucapan Jarvis ini memiliki arti yang sangat dalam lalu Theo pun bertanya kepada Jarvis


" Jarvis Apa maksudmu?" tanya Theo Yang penasaran dan bingung dengan apa yang Jarvis ucapkan


[ kau akan mengetahuinya nanti Theo] ucap Jarvis yang tidak ingin menjelaskan lebih lanjut dari arti ucapannya itu.


Theo pun tidak lagi melanjutkan bertanya kepada Jarvis karena dia yakin jawabannya bukan ada di Jarvis tapi ada pada dirinya sendiri.


lalu Theo pun mengeluarkan tas yang sudah berisi peralatan-peralatan sebelumnya ketika di hutan hoia baciu. dia pun langsung memakainya dan segera berniat berpamitan kepada keenam wanita cantik itu.


theo hanya melakukan perpisahan singkat dengan berbicara kepada ke enam wanita cantik itu bahwa mereka berenam harus pergi ke Indonesia, lalu bergabung bersama yang lainnya.


theo tidak ingin membuang banyak waktu lagi disana makanya dia hanya melakukan perpisahan singkat memberi arahan dan intruksi saja. karena bagi theo semakin lama dia menunggu semakin jauh juga tujuannya .


"Salam kepada Sabas dan Frank untuk tidak mengecewakan ku" ucap theo dengan lembut sambil tersenyum menyampaikan pesan ny ke enam wanita itu. lalu dia pun berbalik tanpa menunggu mereka menjawab apapun.


theo lalu berjalan menuruni bukit tempat di mana lapangan lepas landas itu berada. karena lumayan jauh di bawah bukit itu ternyata ada sebuah desa yang merupakan desa terakhir dan terdekat menuju lembah Nahinni.


Theo sebenarnya sedikit tidak enak kepada enam wanita itu tidak menunggu jawaban mereka tapi theo tidak ingin menunda-nunda waktu yang terus berputar ini. namun theo juga yakin bahwa ke enam wanita itu akan memahami sifat theo yang seperti ini.


theo terus berjalan menelusuri jalanan yang di sediakan disana, karena mungkin saja jalanan ini yang biasa di gunakan oleh pemerintahan kanada atau pendatang seperti theo untuk mencapai desa itu.


Setelah berjalan kurang lebih satu jam menuruni bukit dan menelusuri jalan setapak theo akhirnya sampai di sebuah desa yang terlihat hanya ada beberapa rumah saja.


namun theo juga sangat takjub dengan pemandangan disni yang begitu indah dan sangat asri sekali untuk di era yang modern seperti sekarang ini.



ilustrasi desa terakhir yang ada di lembah nahinni.

__ADS_1


theo juga melihat beberapa orang melakukan pekerjaan mereka masing-masing, namun ketika theo memasuki desa itu orang-orang yang tadi sedang mengerjakan pekerjaan mereka pun langsung terdiam melihat orang asing yang mendatangi desanya.


mereka seperti terlihat aneh karena sudah sangat lama sekali tidak ada orang asing yang mengunjungi desa mereka. terakhir orang asing berkunjung itu ketika mereka ingin menjelajahi lembah itu namun tidak pernah kembali lagi.


Theo yang menjadi pusat perhatian dari warga desa itu pun menjadi sangat tidak enak dan malu, dia pun dengan cengengesan dan menggaruk kepalanya memberi salam agar tidak di cap tidak sopan.


"Selamat Pagi Tuan dan nyonya" ucap theo dengan gugup dan menggaruk kepalanya. bagi Theo menjelajahi tempat dimana orang-orang di pedalaman seperti ini bukan lah untuk pertama kalinya namun tetap saja hal seperti ini membuat Theo gugup.


alasannya karena orang-orang pedalaman seperti ini memiliki cara mereka sendiri dalam menyambut orang asing di desa mereka. jadi terkadang hal seperti ini membuat Theo cukup gugup.


apalagi ciri-ciri dari warga disini itu seperti orang-orang dari suku Indian. mereka memang sudah memiliki rumah yang layak seperti orang-orang di perdesaan modern tapi pakaian mereka masih terlihat sekali perbedaan nya.



ilustrasi aja dari pakaian yang di gunakan dari warga desa disana ya


Theo cukup canggung sekali disana karena setelah dia memberi salam kepada penduduk asli desa itu tapi tidak ada yang menjawab salam nya sama sekali.


bahkan penduduk desa itu tidak bergerak seinci pun dari tempat mereka sebelum nya. namun tiba-tiba ada satu orang pria yang berjalan mendekati Theo. pria itu memiliki pakaian yang hampir sama dengan warga desa lainnya namun yang membedakan nya yaitu pria itu memegang sebuah senjata di pinggangnya.


Theo yang melihat seorang pria mendekatinya dengan tangan di senjatanya pun tetap tenang tanpa membuat gerakan atau ekpresi takut dan panik.


pria itu berjalan mendekati Theo sambil mengamati dia dari ujung kaki sampai ujung rambut. namun pria itu menatap mata Theo dengan sangat lekat-lekat menantikan perubahan ekpresi di wajah Theo.


sampai akhirnya pria itu berhenti pada jarak tiga meter dari tempat theo berdiri. lalu pria itu membuat gerakan ingin mencabut senjata di pinggangnya dengan tujuan untuk melihat ekpresi Theo kalau dia ingin mencabut senjatanya.



ilustrasi pria yang saat ini di depan Theo.


namun hal yang di lakukan pria itu ternyata percuma saja karena ekpresi Theo tetap tidak berubah sama sekali. Theo tetap memasang wajah biasa saja tidak senyum, tidak takut, tidak panik dan juga tidak marah atau lebih tepatnya kali ini Theo memasang wajah datar tanpa dosa.


Pria itu yang melihat usaha nya untuk membuat Theo takut atau panik sia-sia pun akhirnya berbicara dengan bahasa Inggris.


"Kenapa kau tidak takut atau panik ketika melihat ku hendak mencabut senjata ku?" tanya pria itu berbicara dengan bahasa Inggris yang terdengar sangat berantakan. mungkin pria itu mencoba berkomunikasi dengan Theo menggunakan bahasa yang di mengerti Theo.


Theo yang mendengar pertanyaan dari pria itu pun langsung menunjukkan ekpresi tersenyum sambil menjawab dengan bahasa suku Indian. karena Theo yakin bahwa warga disini adalah migrasi dari suku Indian yang ada di Amerika.


bagaimana Theo bisa berbahasa suku Indian? jawabannya adalah dia menggunakan skill yang dia dapatkan dari Jarvis yaitu ahli segala bahasa.


"bagaimana aku takut kalau aku tidak merasakan aura membunuh dari dalam diri mu tuan" ucap theo dengan tersenyum dan berbicara dalam bahasa mereka. suara Theo memang terdengar santai namun suaranya dapat di dengar oleh semua orang yang ada di sana.

__ADS_1


tujuan Theo adalah memberi tahu bahwa dia bukan musuh atau orang-orang serakah yang hanya datang untuk mencari emas. dan ternyata strategi nya ini berhasil membuat semua orang di sana terkejut bahkan pria yang tadi hendak mencabut senjatanya pun langsung di masukan kembali dan wajahnya sangat terkejut.


karena bagi pria itu jarang sekali orang asing yang dapat berkomunikasi menggunakan bahasa asli mereka, tapi yang paling membuat pria itu sangat terkejut adalah jawaban Theo yang bilang bahwa dia tidak merasakan aura membunuh dari pria itu.


pria itu terkejut karena sangat langka sekali orang yang dapat merasakan aura seseorang, bahkan di dalam desa hanya dia dan kepala suku saja yang dapat merasakan aura seseorang.


tentu saja pria itu sebelumnya juga merasakan bahwa Theo tidak memiliki aura yang serakah atau aura buruk ketika datang. makanya pria itu mencoba memancing Theo untuk mengeluarkan aura nya namun ternyata aura Theo tetap saja tidak berubah.


Theo juga sebenernya sudah melakukan deteksi menggunakan haki nya ketika dia memasuki desa ini. dia merasakan dua aura yang tidak normal dari dua penduduk desa itu. namun ketika Theo melihat pria di depannya ini dia akhirnya mengetahui bahwa salah satu pemilik aura yang tidak normal itu adalah pria ini.


pria itu yang tadinya sangat terkejut itu pun akhirnya tersadar kembali karena dia mendengar suara tua di belakang nya.


"Lapu tidak baik berprilaku seperti itu kepada tamu yang sudah ku tunggu lama sekali" ucap seorang kakek tua yang tiba-tiba muncul di belakang pria itu. Theo juga sangat terkejut sekali karena lagi-lagi dia tidak dapat merasakan hawa atau aura dari kakek tua itu seperti kakek Xavier sebelum nya.


Theo juga sangat terkejut karena kakek tua itu menyebutnya sebagai tamu yang sudah di tunggu nya sangat lama, Theo lalu melihat kakek tua itu dan terlihat jelas bahwa kakek itu sepertinya seorang kepala desa atau suku ini.


terlihat jelas dari pakaian yang digunakan dan sebuah topi atau mahkota yang digunakan nya itu terbuat dari bulu burung. kakek tua itu juga memegang sebuah tongkat yang terlihat sangat misterius.



"Mohon maaf kepala desa, aku hanya ingin memastikan orang ini tidak seperti yang lainnya" ucap pria itu meminta maaf dan sekarang Theo sudah mengetahui namanya yaitu lapu.


"ya sudah lapu sekarang kau pergi dengan beberapa warga lainnya berburu untuk menyiapkan makan malam penyambutan untuk tamu ku ini" ucap kakek tua itu dengan memberi intruksi kepada lapu untuk berburu dan menatap Theo sambil tersenyum.


lapu yang mendapatkan perintah dari kepala desa pun langsung siap menjalankan perintah nya, namun sebelum dia pergi bersama pasukannya lapu berbalik menatap Theo lalu membungkuk seperti memberi isyarat meminta maaf atas perlakuan nya sebelumnya.


Theo yang melihat isyarat permintaan maaf lapu pun menjawab dengan membungkuk juga dan tersenyum untuk menjawab bahwa permintaan maaf lapu di Terima oleh Theo.


kakek tua itu tersenyum dan mengngangguk kan kepalanya ketika melihat Theo menjawab dengan begitu sopan kepada bawahannya walaupun bawahan nya yang jelas jelas sudah berbuat tidak sopan kepada Theo sebelumnya itu.


kakek tua itu lalu berbicara kepada Theo ketika Theo membalikkan wajahnya menatap kakek tua itu kembali.


"Mari anak muda ke rumah saya untuk berbincang-bincang" ucap kakek itu langsung mengajak Theo ke rumah nya tanpa rasa takut atau lainnya kepada Theo, seakan-akan kakek itu benar-benar menyambut Theo bahwa sebagai tamu nya yang sudah lama sekali di tunggu.


.


.


.


Terima kasih karena sudah mensupport dengan like, komen dan sarannya. mohon maaf apa bila masih terdapat banyak kesalahan dalam pengetikan dan kesalahan dalam pemilihan kosa kata yang kurang pantas atau cocok.

__ADS_1


__ADS_2