Sistem Kekayaan Dunia

Sistem Kekayaan Dunia
82. TUJUAN SELANJUTNYA


__ADS_3

...selamat membaca dan menikmati...


.


.


.


Theo dan Bella yang semalaman bertempur pun akhirnya bangun siang, Jim dan Anna tidak membangun kan mereka berdua karena dia tahu pasti mereka melakukan pertempuran untuk membalas rindu mereka berdua.


Theo pun akhirnya terbangun sudah cukup siang dan ketika dia membuka matanya, ada sesosok wanita cantik yang sedang tertidur lelah di dada nya. Theo yang melihat Bella masih tertidur pun hanya diam saja dan mengelus elus rambut Bella.


Theo merasa sangat bersyukur sekali memiliki wanita seperti Bella, yang bukan saja setia namun dia juga sangat pengertian terhadapnya. ketika Theo sedang memandangi wajah cantik Bella pun, akhirnya Bella membuka matanya.


"Selamat pagi sayang" ucap Theo dengan lembut dan tersenyum ketika melihat Bella membuka matanya. Bella yang mendengar suara Theo pun dan kembali teringat betapa ganasnya Theo semalam tanpa memberi ampun langsung membuatnya memerah dan tetap menjawab Theo dengan malu-malu.


"selamat pagi kembali sayang" jawab Bella dengan suara kecil dan malu-malu. Theo yang melihat wajah cantik Bella memerah dan malu-malu pun menjadi sangat gemes, dia pun langsung mencium kening Bella sebagai ucapan selamat pagi.


"maafkan aku sayang semalam kalau membuat kamu sangat kelelahan" ucap Theo dengan membuat dan meminta maaf kepad Bella karena dia terlalu bersemangat.


"Iyaa tidak apa-apa sayang, tapi sepertinya kamu harus mencarikan ku saudari karena aku bisa mati kalau harus meladeni mu yang ganas seperti itu setiap saat" ucap Bella tanpa malu-malu lagi dan menyampaikan pendapat nya bahwa Theo seperti nya tidak cukup satu wanita.


"tapi sayang aku tidak ingin menyakiti dan mengecewakan mu lagi" ucap Theo yang mencoba menolak pendapat Bella.


"Tidak sayang, aku tahu pria setampan kamu dan sekaya kamu pasti akan menarik banyak wanita. dan aku tidak mempermasalahkan itu asal kamu menjadikan ku tetap yang pertama" jawab Bella yang tetap pada pendirian nya untuk menyuruh Theo mencari saudari untuk dirinya.


walaupun Bella belum mengetahui semua kekayaan dan rahasia yang di miliki Theo namun dia yakin Theo pasti orang kaya. karena menurut cerita ayahnya kalau orang kaya itu memiliki kebiasaan yang aneh-aneh yang bahkan tidak pernah terpikir kan oleh orang biasa-biasa saja seperti mereka.


Theo juga belum menceritakan tentang siapa dirinya dan jati dirinya. bahkan Theo ingin tetap merahasiakan identitas asli dirinya dan palingan dia hanya menceritakan bahwa dia memang orang kaya yang memiliki beberapa perusahaan besar di indonesia dan dunia.


"Hmm ya sudah sayang kalau memang itu yang kamu inginkan" ucap Theo dengan nada mengalah namun sebenarnya di hatinya sangat-sangat bahagia sekali bahwa dia akan tetap bisa bebas untuk bercocok tanam dengan wanita lain.


ketika Theo yang sedang senang-senang nya di dalam hatinya namun tidak lam dia terdengar suara dingin komputer di otaknya.


[Dasar Sang**n]


[Tak tahu malu]

__ADS_1


Theo yang mendengar suara dingin Jarvis pun langsung kaku terdiam, karena bisa-bisa nya Jarvis ikut campur urusannya yang suka bercocok tanam.


"diammm kauuu jarvisss!!! " teriak Theo dalam pikiran nya yang sangat kesal di katain sama Jarvis seperti itu. dan lagi lagi Jarvis tidak menjawab Theo seolah-olah menghiraukan Theo yang kesal kepada celetukan nya.


Bella yang melihat kekasih nya tiba-tiba diam dan memasang muka kesal pun langsung bertanya apakah dia salah kalau menyuruh Theo untuk mencari wanita lain lagi.


"sayang aku tahu aku egois memaksa mu untuk mencari kan ku saudari, aku minta maaf ya sayang" ucap Bella dengan sedih tidak ingin Theo marah kepada dia.


Theo pun tersadar kembali tersadar dari kekesalan nya kepada Jarvis akibat mendengar suara sedih Bella. dia pun melihat mata Bella yang hampir saja mengeluarkan air mata, Theo pun langsung menjawab Bella. dengan tergesa-gesa


"Tidak sayangg, aku tidak marah oke. iya-iya nanti aku pasti carikan kamu saudari saudari untuk menemani malam kita okee" ucap Theo dengan tergesa-gesa agar Bella tidak berubah pikiran. dan benar saja Bella pun langsung tersenyum kembali setelah mendengar ucapan Theo.


dia pun langsung memeluk erat Theo karena senang Theo tidak marah dengan permintaan nya ini. tentu saja bagaimana Theo marah kalau di suruh cari cewek lain yang cantik-cantik.


ketika mereka sedang berpelukan Theo pun sadar bahwa otongnya masih di dalam apemnya Bella, dan Bella pun merasakan otongnya Theo kembali mengeras lalu dia pun menatap Theo.


"Sayang punya ku masih sakit" jawab Bella dengan malu-malu dan bersalah karena dia tidak bisa melakukan lagi. Theo tentu saja malu karena otongnya selalu tidak kenal kata ampun selalu bangkit lagi dan lagi kalau soal beginian.


sampai Theo berpikir apakah karena ini Jarvis selalu menghukum otongnya yang tak kenal ampun. namun Theo pun akhirnya menghilang pikiran kotornya karena tidak tega kalau dia harus memaksakan Bella untuk melayani nafsunya lagi.


"hehehe maaf sayang" ucap Theo sambil cengengesan dan mengeluarkan otongnya yang masih tegang dari apemnya Bella.


tentu saja di kamar mandi Theo meminta Bella untuk memberikan servis lewat mulutnya untuk menenangkan si otongnya itu yang masih tegang.


setelah mandi bersama mereka pun lalu berpakaian dan segera turun ke lantai bawah untuk makan siang. karena sudah siang jadi tidak bisa di sebut sarapan lagi.


dan setelah smpai di ruang makan Theo dan Bella melihat Jim sedang duduk di bangku dekat meja makan sambil membaca koran dan Anna sedang menyiapkan makan siang.


Jim dan Anna yang melihat Bella serta Theo datang pun langsung mengalihkan fokusnya ke mereka berdua. karena saat ini Theo sedang menggandeng tangan Bella yang seperti nya berjalan dengan sedikit aneh.


mereka berdua yang melihat Bella jalan sedikit aneh pun langsung menggeleng kan kepalanya dan tersenyum ke arah Theo. Jim langsung bertanya tanpa memikirkan perasaan anaknya.


"Bagaimana anak muda?" tanya Jim kepada dengan nada becanda karena melihat anaknya yang seperti tidak dapat menanggung segala kegagahan Theo.


"Hahaha ya begitu lah ayah" ucap Theo kepada Jim yang saat ini dia panggil ayah juga karena Theo dan Bella sudah meresmikan hubungannya walau pun belum menikah tapi Jim dan Anna menyuruh Theo memanggilnya ayah dan ibu juga.


Bella yang mendengar ayah dan kekasih nya ini bebicara dengan santai perihal bercocok tanam pun langsung malu dan memerah wajahnya. Anna yang melihat putrinya malu pun langsung menarik anak nya itu untuk membantunya saja agar menghilang kan rasa malunya.

__ADS_1


lalu mereka pun makan bersama dengan canda tawa yang menghidupkan suasana siang itu. singkatnya mereka pun selesai makan dan Theo pun merokok bersama dengan Jim di luar rumah sambil berbincang-bincang.


"Nak tempat tujuan mu selanjutnya kemana?" tanya Jim yang membuka obrolan tentang perjalanan Theo selanjutnya.


"tempat tujuan ku selanjutnya adalah kanada atau lebih tepatnya Lembah Nahini" ucap Theo dengan merokok santai dan memandang langit, namun hal itu membuat Jim langsung memandang nya dengan terkejut.


"nak apa kau memang gila atau apa? sepertinya nya kau sangat suka sekali menjelajahi tempat-tempat terlarang?" tanya Jim lagi sambil menggeleng kan kepalanya seakan tidak bisa menebak jalan pikiran Theo yang selalu memilih tempat-tempat seperti itu


"hahaha tidak ayah, aku hanya ingin membuktikan apa yang orang-orang bicarakan tentang tempat-tempat yang mereka bilang terlarang" ucap Theo dengan santainya dan menertawakan tanggapan Jim yang menurutnya berlebihan.


"ahh terserah kau saja nak, yang penting ingat untuk kembali. awas saja kau kalau sampai membuat anak ku menangis. akan ku kejar kau sampai akhirat hahaha" jawab Jim yang hanya menanggapi dengan becanda lagi karena dia mendengar bahwa Theo tetap santai walaupun dia tahu tempat-tempat yang dia tuju sangat berbahaya.


"tenang saja ayah, aku juga pasti akan kembali. tapi setelah aku menyelesaikan urusan ku di Kanada, aku akan langsung ke tempat selanjutnya agar lebih menyingkat waktu" ucap Theo kepada Jim bahwa dia akan ke tempat tujuan terakhir,


"Kemana nak?" tanya Jim dengan penasaran. namun Theo hanya tersenyum dan menatap langit tanpa berbicara. Jim yang melihat ini pun tidak lagi bertanya karena dia yakin kepada setiap pilihan yang Theo ambil.


"aku akan segera berangkat sore ini ayah, aku akan titip Bella sementara. oh iya ini alamat rumah ku di Indonesia barang kali Bella ingin bertemu ibu dan ayah ku. tapi jangan bilang tujuan ku selanjutnya cukup cerita kan saja yang terjadi disini"


ucap Theo kepada Jim yang tak ingin menjawab pertanyaan nya dan langsung mengalihkan topik pembicaraan nya dengan memberikan alamat rumah kedua orang tuanya.


"dan jangan bilang apa-apa selain yang ku lakukan disini oke ayah, karena ibu ku disana sangatlah luar biasa monsternya" ucap Theo yang langsung berbicara dengan serius kepada Jim untuk tidak terlalu membocorkan informasi tentang dirinya disini.


Jim yang mendengar ini pun langsung tertawa karena lucu menurutnya Theo yang dia ketahui di hutan yang di cap terangker tidak takut, tapi ketika sudah bersangkutan dengan ibunya dia langsung takut.


"Hahaha tenang saja nak, kau bisa percaya kan ini pada ayah baru mu" ucap Jim yang meyakinkan Theo untuk tidak terlalu khawatir tentang itu, tapi Theo tau bagaimana ibunya pasti Jim akan tetap kalah dengan ibunya itu.


Theo sebenarnya bingung sama ibunya kenapa dia sangat teliti sekali ketika menanyakan sesuatu kepada Theo bahkan terlihat sangat mengintimidasi. Theo sempat berpikir apa ibunya pernah menjadi petugas intelijen negara makanya dia sangat terlihat terlatih sekali. namun dia menepis pemikiran nya seperti ibu karena tidak mungkin pikir Theo.


tapi apa yang Theo pikirkan tentang ibunya itu sebenarnya adalah sebuah kebenaran namun Theo belum mengetahui nya. memang sudah di pastikan keluarganya adalah keluarga yang aneh karena setiap anggota keluarga nya memiliki rahasia yang di sembunyikan masing-masing. ya kecuali kakak perempuan nya karena dia hidup dengan normal seperti biasa nya


lalu setelah itu mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah karena Theo ingin mempersiapkan barang-barang bawaanya untuk pergi.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih karena sudah mensupport dengan like, komen dan sarannya. mohon maaf apa bila masih terdapat beberapa kesalahan dalam pengetikan dan kesalahan dalam pemilihan kosa kata.


__ADS_2