
...Selamat membaca dan menikmati...
.
.
.
theo pun berjalan keluar dari daerah yang sudah di pasangkan jebakan dan berjalan ke arah di mana kapak nya tadi tertancap karena dia lemparkan.
sesampainya disana dia langsung mengambil kapaknya namun ketika dia hendak mengambil kapaknya dia merasa bahwa di depannya ada sesuatu yang sedang mengawasinya.
Theo yang merasa bahwa ada sesuatu yang berbahaya di depan pun langsung berbicara kepada Jarvis di dalam pikirannya.
'Jarvis keluar kan pistol ku dan letakan di tangan kiri ku' ucap theo di dalam pikiran memerintah kepada Jarvis untuk mengeluarkan pistolnya, lalu theo yang masih dalam keadaan sedikit membungkuk dengan tangan kanannya sedang mengambil kapaknya yang tertancap di tanah.
(Siap theo, harap berhati-hati)
theo pun menggerakkan tangan kirinya kebelakang dan tiba-tiba dia merasakan bahwa pistolnya sudah ada di tangan kirinya. theo lalu mencabut kapaknya perlahan-lahan,
theo yang tadi merasakan bahwa di depannya ada sesuatu yang berbahaya pun itu karena dia tetap mengaktifkan haki nya. jadi dia bisa merasakan bahwa ada sesuatu di depannya. namun dia hanya bisa merasakan aura berbahaya dan kematian saja dari depannya tapi tidak bisa merasakan sosoknya.
theo pun setelah kapaknya tercabut dia pun mengangkat kepalanya juga perlahan. dan tepat saja tidak jauh dari depannya dia melihat tiga sosok yang menurut nya sangat menyeramkan sekali.
ke tiga sosok ini memiliki wujud yang berbeda-beda namun mereka memiliki tanduk di kepalanya yang juga berbeda ukuran. ada dua sosok yang berdiri di tanah dan satu sosok yang melayang.
ke dua sosok yang berdiri di tanah ini memiliki ciri-ciri seperti memakai jubah hitam namun tanduknya tetap terlihat dan untuk wajahnya hanya mata hijaunya saja yang terlibat. sedangkan satu sosok yang melayang memiliki ciri-ciri memakai jubah hitam, tanduk yang dimiliki jauh lebih besar dari ke dua sosok yang di tanah dan dia memiliki wajah yang sangat menyeramkan dengan mata hitam serta mulut yang menganga lebar.
ilustrasi sosok-sosok yang theo lihat saat ini di depannya.
theo yang kembali melihat ke tiga sosok yang menyeramkan ini pun kembali tersenyum dan berbicara kepada mereka.
__ADS_1
"Baru juga hari pertama aku disini, sudah banyak di sambut" ucap theo dengan tersenyum dingin dan matanya birunya pun ikut menyala seakan-akan dia siap untuk bertarung.
ketiga sosok itu yang mendengar ucapan theo seolah mereka memahami maksud yang di ucapkan theo. mereka bertiga pun langsung berteriak namun teriakan mereka sangatt menyeramkan dan kencang sekali.
theo yang melihat respon mereka bertiga seperti itu pun langsung membuat gerakan maju ke arah mereka dengan sangat cepat sambil menembakkan pistolnya ke arah dua sosok yang berdiri di tanah dan melemparkan kapaknya kembali ke sosok yang melayang di atas.
namun ketika dia melakukan serangan itu ke tiga sosok misterius itu pun tiba-tiba menghilang kembali dan kali kapak theo menghilang tidak tahu kemana, karena gelapnya malam dan suasana yang semakin mencekam.
"Ah siall kapak ku jadi hilang ******, awas aja kalian betiga kalau bertemu kembali akan ku cincang" ucap theo yang kesal karena kapaknya hilang, walaupun theo ketiga sosok itu bukanlah makhluk hidup namun dia tetap saja santai dan tidak takut.
setelah dia memastikan bahwa kapaknya hilang dan suasana hutan saat ini semakin mencekam pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke bivak nya, dan menghiraukan suasana di sekitar.
sesampainya di sana theo pun kembali melanjutkan ngopinya dengan santai dan merokok seolah-olah tidak terjadi apa-apa, ya begini lah theo dia tidak takut dengan apapun yang di takuti oleh orang lain. namun theo juga tau kalau dia bisa melawan dia akan lawan tapi jika sudah di luar nalar maka dia akan memutuskan untuk mundur.
saat ini jam sudah menujukan pukul 11 malam dan suasana di sana semakin mencekam dengan kabut semakin tebal. theo yang melihat situasi ini pun memutuskan untuk masuk ke dalam bivaknya.
"aku tidak menyangka kalau di hutan yang indah ini benar-benar sangat misterius dan menyeramkan sekali. ya aku saja baru sehari disini tapi sudah banyak sambutan dari para penunggu sini" ucap theo sambil merebahkan badannya. theo tidak habis pikir kalau hutan ini benar-benar sangat banyak sekali kejutan.
dia semakin tidak sabar untuk menjelajahi hutan ini lebih dalam lagi karena dia yakin semakin dalam dia akan banyak bertemu hal-hal yang menarik
(tentu saja theo aku bisa)
"lalu sosok apa ke-tiga makhluk tadi, mereka terlihat sangat menyeramkan dengan aura kematian yang menyelimuti mereka. apalagi yang melayang itu dia seperti nya terkuat dari ke dua yang lainnya?" tanya theo kepada Jarvis karena penasaran, kalau memang hantu mungkin seperti sosok wanita tadi tapi theo yakin ke-tiga sosok itu berbeda dari hantu-hantu biasanya.
(Ke-tiga sosok itu adalah sosok yang manusia bilang iblis, karena mereka memiliki tanduk yang menunjukkan identitas mereka. semakin besar tanduk dan semakin banyak cabang di tanduknya maka semakin tinggi pula tingkatan mereka)
"hmm lalu kenapa mereka tidak menyerang ku Jarvis? kau tahu aku hanya manusia biasa. malahan aku melawan mereka menggunakan senjata ciptaan manusia biasa tau?" tanya theo kembali ke Jarvis karena merasa dia masih belum mengerti.
(Mereka tidak bisa menyerang manusia secara fisik theo, mereka hanya menyerang manusia secara mental dan psikolog manusia. namun mereka sedang tidak beruntung karena bertemu dengan manusia seperti mu yang tidak lain adalah jelmaan dari iblis itu sendiri) jawab Jarvis yang di akhiri dengan nada menyindir dan sarkas kepada theo.
bagi Jarvis theo ibarat iblis di dalam tubuh manusia, karena theo bukan hanya kejam dan brutal ketika membunuh tapi theo juga tidak memiliki rasa kasihan terhadap musuhnya ketika dia menyiksa atau membantai semua keluarga musuhnya. di tambah lagi theo memiliki sifat nafsu yang tinggi, yang kadang tidak bisa di kontrol olehnya sendiri makanya bagi Jarvis theo adalah iblis itu sendiri.
"woyy Jarvis apaan kau ini, pria setampan ku ini masa di bilang iblis jelek kaya mereka lu" ucap theo yang tidak Terima di katain iblis sama Jarvis. karena theo tentu saja tidak menyadari apa yang dia sering lakukan dulu. bagi theo yang di lakukan itu adalah tugas dan keinginan nya saja.
__ADS_1
(Ya yaa terserah mu theo) jawab singkat Jarvis yang terdengar acuh tak acuh menanggapi ocehan theo.
theo yang mendengar jawaban dari Jarvis seperti ini pun mendumel karena tidak Terima di samaln dengan iblis jelek seperti yang tadi dia lihat. akhirnya theo memutuskan untuk tidur saja karena dia pun sudah lelah dengan apa yang dia lalui hari ini.
malam itu pun theo lalui dengan tidur pulas dan menghiraukan suasana hutan yang terbilang sangat mencekam dengan kabut tebal yang menyelimuti malam yang sunyi.
ke esokan paginya theo pun terbangun karena merasa sinar matahari sudah terlihat cukup mencolok sekali, dan ketika dia melihat jam tangannya ternyata sudah menujukan pukul 10 pagi.
theo pun keluar dari bivak nya dan langsung menyalakan api unggun kembali untuk memasak sarapannya. dia pagi ini akan membuat sarapan ala American breakfast.
tentu saja karena theo memiliki skil memasak dari saiba Joichiro dia memiliki banyak sekali resep makanan di dalam otaknya. kali ini dia membuat telus mata sapi dengan sosis dan theo pun membuat pancake dengan berbagai buah-buahan yang sudah dia siapkan di inventaris nya
ilustrasi menu sarapan theo kali ini.
theo yang melihat masakan nya sudah jadi pun sangat tergiur sekali karena aroma sangat menggoda sekali bagi theo. lalu dia pun kembali menyantapnya dengan sangat lahap sekali sampai habis tanpa tersisa satu pun.
ketika sudah selesai makan theo pun lalu mencuci semua peralatan memasaknya dan kembali menyimpan nya di dalam inventaris sebagian. lalu tidak lupa juga dia melakukan ritual nya yaitu ngopi pagi dengan rokok nya.
setelah sesi ngopi dan merokoknya selesai theo pun segera mengecek keadaan sekitar dan melihat jebakan apa ada yang rusak atau tidak, dan ketika dia melihat jebakan tidak ada yang rusak sama sekali pun dia langsung mencabut dan merusak semua jebakan yang dia buat.
karena akan sangat bahaya apa bila ada orang yang datang dan tidak tahu bahwa disini ada jebakan. setelah merusak dan mencabut semua jebakan yang di buat, theo pun kembali ke bivak untuk mengemas barang-barangnya karena dia bertujuan untuk melanjutkan perjalannya.
dan setelah selesai mengemas barang-barangnya dan peralatan nya, theo pun merubuhkan bivak yang sudah dia buat juga karena untuk tetap menjaga ke asrian alam sekitarnya.
setelah semua nya beres tidak ada lagi yang tersisa dari jebakan, bivak ataupun sisa api unggun nya sudah theo bersihkan. dia pun langsung mulai berjalan lurus ke dalam hutan karena kapak theo hilang dia pun mengeluarkan senapa serbu nya yang di letakan di luar tas nya.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah selalu mensupport dengan like, komen dan sarannya. mohon maaf apa bila masih terdapat beberapa kesalahan dalam pengetikan dan kesalahan dalam pemilihan kosa kata yang kurang pantas.