
...Selamat membaca dan menikmati...
.
.
.
.
.
Theo cukup terkejut dengan design kalung ini yang menurut nya sangat elegan namun menyeramkan. setelah mencuci ini Theo bertanya kepada Jarvis.
'Jarvis untuk pemasangan artefak kuno ini ke sistem butuh berapa lama?'
(Hanya membutuhkan waktu 30 menit, di anjurkan untuk mencari tempat yang sepi dan aman karena ketika pemasangan aura kematian kemungkinan akan bocor)
Theo mengestimasikan waktu kira-kira apakah cukup waktu atau tidak, karena saat ini masih jam setengah 12 siang masih ada waktu setengah jam lagi untuk menunggu jemputan yang akan membawanya ke bandara.
lalu Theo mencari tempat yang cukup aman dan sepi untuk proses pemasangan nya. tempat yang di cari Theo pun berdasarkan petunjuk yang Jarvis berikan.
'baiklah Jarvis lakukan proses Penyatuan nya'
artefak yang tadi ada di tangan Theo tiba-tiba menghilang seperti Theo tidak memegang apa-apa.
(DING!!)
PROSES PENYATUAN ANTARA SISTEM DAN ARTEFAK KUNO KALUNG KEMATIAN.
Theo duduk dengan keadaan sila di sebuah gua yang rada terpencil dari pantai, dan Theo menunggu proses penyatuan ini berakhir. karena Theo tidak merasakan apa-apa selain hawa dingin di sekujur tubuhnya dan seperti dia di tatap oleh sesosok makhluk yang penuh dengan aura kegelapan dan kematian yang sangat pekat.
ketika Theo mencoba memejamkan matanya mencoba fokus untuk menghilangkan rasa dingin di tubuhnya, dengan menggunakan teknik pernapasan yang dia pelajari saat melakukan tekhnik wing Chun.
disaat Theo sedang memejamkan mata keluar lah satu sosok dari belakang Theo yang sangat menyeramkan dengan aura kegelapan dan kematian yang sangat pekat.
sosok yang keluar dari belakang Theo lebih tepatnya dari dalam artefak kuno.
sosok itu adalah penjaga artefak kuno itu dan pada saat dia keluar dia berbicara kepada theo melalui pikirannya. dan pada saat sosok itu keluar dari dalam artefak cuaca di luar gua atau lebih tepatnya di seluruh penjuru bali berubah menjadi sangat gelap seperti akan turun badai dan pada saat itu pun di sertakan petir yang menyambar.
namun Theo tidak tau karena saat ini dia tiba-tiba mendengar sebuah suara serak, kuno dan menyeramkan di dalam pikiran nya.
__ADS_1
"Salam, saya hanya ingin memberi tahu bahwa saya adalah penjaga artefak ini, artefak ini yang sudah berusia ribuan tahun silam merupakan artefak yang pernah dimiliki oleh para raja sebelumnya"
"artefak ini memiliki nama yaitu kalung kematian, kalung ini memiliki kekuatan berupa aura para raja dan aura kematian yang akan di selimut oleh kegelapan dari dalam hati penggunanya"
"artefak ini hanya bisa di gunakan oleh para raja atau calon raja jika jatuh ke tangan orang yang tidak memiliki darah raja maka akan terkena kutukan, artefak ini akan membantu Anda untuk menjadi raja dunia ini"
"Tugas saya sebagai penjaga kalung ini akan berakhir disini, Terima Kasih sudah menlanjutkan estafet. Salam Hormat Yang Mulia Theo"
setelah suara itu hilang theo akhirnya membuka matanya dengan keluar keringat dingin dan terengah-engah. dan tiba-tiba pula cuaca di luar yang tadinya seperti mau turun badai pun kembali cerah bahkan sangat cerah seperti pagi hari.
"hahh hahh hah Gilaa apaan tuh tadii badan gua ga bisa gerak mata gua ga bisa melek juga, seakan-akan gua di paksa buat mendengarkan saja tanpa bertanya" Theo sambil mengusap keringat yang keluar tadi.
(DING!!)
PROSES PENYATUAN ANTARA SISTEM DAN ARTEFAK KUNO
SELAMAT THEO MENDAPATKAN SKILL BARU YAITU AURA RAJA DAN AURA KEMATIAN.
SKILL INI AKAN AKTIF DENGAN SENDIRINYA TERGANTUNG KONDISI DAN SITUASI. DAN SKILL INI DAPAT JUGA DI AKTIFKAN DENGAN LATIHAN KONTROL AURA AGAR DAPAT DI GUNAKAN SESUAI KEINGINAN PENGGUNAAN
Theo yang mendengar penjelasan ini seperti dia mengerti dengan skill yang di dapatkan,
' Jarvis apakah skill aura raja sama dengan haoshoku haki di one Piece dan aura kematian sama dengan reiatsu dari Bleach bukan?' tanya Theo dalam kepada Jarvis karena seperti nya ini sama saja.
mendengar penjelasan Jarvis Theo pun senang dengan begini dia dapat lebih optimistis dengan rencanany untuk menguasai dunia ini.
Theo pun akhirnya keluar dari gua tersebut dan berjalan ke arah titik tempat penjemputan yang sudah dijanjikan. namun hal yang membuat Theo aneh adalah pantai sangat sepi tidak seperti tadi ketika ia masuk kedalam gua.
namun Theo hanya menghiraukan saja karena dia bukan orang yang suka kepo dengan keadaan ini. setelah sampainya disana Theo ternyata sudah di tunggu oleh mobil jemputan yang akan membawa dia ke bandara.
setelah Theo naik pun Theo hanya diam saja tanpa berbicara sedikitpun. karena di otak theo hanya bagaimana untuk melatih skill skill yang dia dapatkan ini. Theo saja belum melatih skill kenbonshoku haki nya semenjak dia mendapatkan.
setengah jam di perjalanan akhirnya Theo sampai di bandara dan langsung di sambut oleh staf pria dan pramugari cantik yang akan mengurus segala kebutuhan Theo selama di bandara.
namun kali ini Theo cuek saja karena pikirannya saat ini menyusun rencana untuk menghancurkan gengster black mamba. Theo di berikan pelayanan terbaik sambil menunggu keberangkatan nya.
sampailah waktu jam keberangkatan Theo dia akhirnya sampai di dalam pesawat yang tadinya di sambut pula oleh para pramugari cantik yang ada di pesawat ini. namun lagi-lagi Theo menghiraukan saja.
Theo harus mencoba fokus kali ini dengan questnya dia tidak ingin ada kesalahan sedikitpun walaupun dia yakin 99.9% dia akan menang tapi dia masih memiliki keraguan yaitu akannya ikut campur pihak lain atau salah sasaran dalam penyerangan malam ini.
dua jam perjalanan Theo di pesawat digunakan untuk melatih dirinya di dalam pikirannya, menyusun rencana dan penyelesaian akhir.
akhirnya Theo pun sampai kembali di jakarta dan dia pun kembali di temani oleh seorang pramugari cantik dan seorang supir yang akan mengantarkannya ke rumah dia yang di puncak.
__ADS_1
namun disaat dia di mobil dia sudah menghubungi sabas bahwa dia akan di antar oleh pihak maskapai penerbangan ke rumah jadi tidak perlu di jemput, dan nanti kalau ada mobil Alphard datang langsung bukakan gerbang saja.
selama perjalanan dari bandara ke rumah Theo dia hanya diam saja, Theo duduk di posisi belakang dan pramugari duduknya di depan menemani sopir karena pramugari itu tidak berani duduk disamping Theo kalau tidak disuruh.
dua jam pun berlalu di perjalanan mereka dari bandara ke puncak bogor melalui tol, lalu Theo pun mengarahkan supir itu ke arah rumahnya. Namun supir dan pramugari itu ketika ia sampai di gerbang rumahnya Theo mereka benar-benar tidak menyangka bahwa gerbangnya akan sebesar ini, ini baru gerbangnya apa lagi rumahnya.
dan benar saja ketika mereka memasuki halaman rumah Theo mereka melihat air mancur yang indah berada di depan rumah dan bentuk rumah yang sangat sangat mewah dan megah menurut mereka. Theo yang melihat reaksi mereka dia berpikir mungkin dia waktu dulu pertama kali melihat rumah ini sama kali ya seperti mereka.
lalu mereka berdua melihat barisan orang yang terdiri dari lebih dari 50 orang lebih berbaris rapih, di depannya ada terdapat 2 pria paruh baya yang gagah dan 6 wanita cantik yang sedang menunggu. serta di samping mereka ada banyak pria berbadan tegap tinggi sambil memegang senjata berbaris rapih. lalu di belakang mereka semua ada puluhan pelayan yang sedang berbaris membuat 2 barisan rapih menghadap ke mobil mereka.
mereka berdua benar-benar syok melihat pemandangan seperti ini, mereka pikir pemandangan seperti ini hanya akan terjadi di mimpi atau di film ternyata tidak. di dunia nyata pun ada ternyata. lalu mereka bergidik ketika di ingat yang mereka antar mungkin saja tuan dari semua yang di lihat saat ini.
lalu Theo paham dengan yang mereka pikirkan dan hanya mengucapkan kata "tenang saja aku bukan orang jahat ko" ucap Theo sambil terkekeh melihat ekspresi mereka yang takut dan gugup.
kedua orang itu pun malu karena seolah-olah yang ada di pikiran mereka sudah di baca oleh Theo. mobil pun berhenti di depan barisan semua anak buah Theo, lalu mobil Theo di bukan oleh Sabas dan semua orang langsung menyambut Theo dengan semangat.
"SELAMAT DATANG KEMBALI TUAN MUDA" ucap semua orang dengan serempak dan membukuk ke arah Theo
"Terima kasih semuanya dengan penyambutan nya, dan Terima kasih sudah bekerja dengan baik selama aku tidak dirumah" jawab Theo dengan ramah kepada semua anak buahnya,
"Bagaimana tuan muda liburannya?" tanya sabas dengan senyum kepada Theo
"Ya begitulah sabas menarik namun membosankan haha" ucap Theo sambil cengengesan.
pramugari dan supir itu pun benar-benar tak menyangka bahwa yang mereka antar kemungkinan besar seorang konglomerat tersembunyi di negeri mereka. mereka yakin dengan apa yang mereka lihat ketika di cerita kan kepada orang lain, pasti tidak akan percaya dan akan mengganggap mereka berdongeng saja.
lalu Theo berbalik melihat pramugari dan supir itu mengucapkan Terima kasih dan memberikan dua amplop untuk uang tip mereka karena sudah mengantarkannya kerumah.
setelah itu Theo langsung berjalan masuk ke dalam rumah sambil di ikuti oleh Sabas, andrew dan ke enam gadis dirumahnya. dan semua orang pun bubar dengan teratur seperti mereka sudah sangat profesional sekali.
pramugari dan supir itu pun meninggalkan rumah Theo dengan keadaan masih tercengang dan menyangka dengan apa yang mereka lihat barusan.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah selalu support dengan like, komen dan sarannya. saya minta maaf apa bila terdapat kesalahan dalam penulisannya dan mohon maaf apa bila terdapat kosa kata yang kurang cocok dalam pemilihan kata.