Sistem Kekayaan Dunia

Sistem Kekayaan Dunia
45. KEPUTUSAN


__ADS_3

...Selamat membaca dan menikmati...


.


.


.


Setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Jarvis Theo pun memutuskan untuk tidur terlebih dahulu karena kemungkinan besar besok dia akan melakukan banyak kegiatan.


di pagi harinya seperti biasa Theo pun di bangunkan oleh ibunya disuruh siap-siap bekerja, Theo sejujurnya ingin menyampaikan bahwa dia kaya raya saat ini namun dia bingung bicara nya dari mana.


lagian bagi Theo dan ke-dua orang tuanya hidup sederhana lebih bahagia karena di penuhi oleh kasih sayang bukan harta. dari pada hidup berlinang harta tapi hilang nya rasa kasih sayang dan perduli kepada sesama.


sejujurnya Theo sampai saat ini selalu menanyakan kepada ke dua orang tuanya siapa kakek dan nenek nya, karena orang tua Theo selalu menyembunyikan identitas nya selalu.


Theo sempat berasuma yang sangat lucu menurutnya, 'kenapa mereka satu keluarga ini seolah-olah mempunya banyak rahasia ya hhahaa'


sebenarnya Theo bisa saja menggunakan kemampuan dia untuk menyelidiki siapa keluarga nya namun bagi Theo mencari sendiri tidak baik karena ini merupakan privasi kedua orang tuanya.


Theo yakin suatu saat nanti orang tuanya pasti akan terbuka sama dia, dan akan menyampaikan kepada dia siapa saja mereka.


setelah Theo di bangunkan Theo pun melakukan aktivasi seperti biasa ngopi, meroko dan mandi. namun yang membuatnya sedikit bingung adalah kenapa ke dua orang tuanya tidak pergi bekerja.


"Bu yah kenapa kalian tidak pergi kerja, tumben sekali padahal baru hari rabu loh? mau bolos yaa? biar bisa berduaan di rumahh?" ledek theo kepada kedua orang tuanya ini


karena Theo melihat ayah dan ibunya masih melihat pakaian tidur yang biasanya mereka sudah lepas ketika mereka keluar dari kamarnya.



Penampilan ayah Theo



Penampilan ibu nya Theo

__ADS_1


Sejujurnya dahulu Theo sempat bertanya kepada orang tuanya kenapa dia memiliki rambut putih keperakan dan mata yang biru sedangkan kedua orang tuanya tidak memiliki sama sekali.


tapi mereka menjawab sambil menunjukan sebuah berkas dari rumah sakit bahwa Theo memiliki kelainan genetik langka yang membuat rambut putih keperakan dan mata biru. namun itu baik-baik saja karena biasanya itu hanya mengubah fisik seseorang tapi tidak dengan ordan dalamnya.


jadi setelah memastikan berkas itu benar dia pun tidak menanyakan lagi, karena pada awalnya Theo berpikir dia bukan anak kandung dari orang tuanya ini. namun dia sudah melakukan tes DNA ke dua orang tuanya ini dan ternyata dia benar-benar anak dari kedua orang tuanya ini.


"Yeyy kenapa kamu the, sirik yaa ga bisa berduaan pagi-pagi? makanya nikah jangan mainin cewek teruss" ucap ayahnya menjawab dengan ledakan lagi.


"ihh apaan si ayah, kalau mau berduaan pagi-pagi sama cwe mah gampang, tinggal Theo telfon nih nanti juga ada yang dateng nemenin Theo" jawab Theo ga mau kalah dari ayahnya.


"Bu liatt bu kelakuan anak mu yang mau memanggil cwe lain ke rumah ini" ucap ayah Theo yang mengadukan Theo kepada ibunya.


"yahhh cupuuu beraninya mengadu ke ibu wooo" jawab Theo meledek ayahnya yang hanya bisa main aduan ke ibunya.


"sudah-sudah kalian berdua ini pagi-pagi sudah berantem aja, sudah duduk dan ibu mau ngomong sesuatu Theo" jawab ibunya melerai anak dan ayah yang berantem terus ini.


lalu Theo pun duduk sambil menatap ayahnya dengan sinis dan begitu pun ayahnya seperti tatapan mencemooh Theo bahwa dia tidak bisa menang selama ada ibunya disini.


"Theo ibu dan ayah ada urusan terlebih dahulu, ibu dan ayah akan pergi ke luar negeri dulu ya" ucap ibunya Theo menatap anak bungsunya ini dengan lembut meminta izin. Theo yang mendengar pun terkejut karena orang tuanya mau ke luar negeri.


"kenapa dan ada apa bu? ko kalian tiba-tiba sekali? apakah kakak tau ibu sama ayah mau pergi?" jawab Theo yang bingung karena keputusan ke dua orang tuanya.


"ibu ayah ada urusan apa ke luar negeri segala? mau liburan? kalau mau liburan ini Theo tambahin uang ya buat pegangan di jalan" jawab Theo sambil mengeluarkan salah satu card kredit dia yang berwarna hitam.


"Tidak Theo kami tidak butuh uang mu ko tenang saja tabungan ayah dan ibu sudah lebih dari cukup untuk biaya hidup kita selama di luar negeri" ucap ibunya yang mengembalikan kredit card dia.


"ibu dan ayah ingin berkunjung ke rumah kakek mu Theo, kemarin ayah mu dapat telfon bahwa kakek mu ingin ayah dan ibu datang karena ada hal penting yang ingin di bicarakan bersama" ucap ibunya yang menjelaskan maksud kepergian nya.


Theo yang mendengar kata kakek keluar dari mulut ibunya pun terkejut karena selama ini dia tidak tahu kalau dia masih memiliki seorang kakek


"kakekkkk? apa kakek sehat dan masih baik-baik saja bu? apakah Theo juga harus kesana?" ucap Theo dengan terkejut namun dia sangat senang karena ternyata dia masih memiliki kakek yang masih hidup.


"yaa nanti ya nak untuk saat ini kakek mu ingin bertemu dengan ayah dan ibu dulu" ucap ayahnya Theo yang mencoba menenangkan anaknya ini yang terlihat senang setelah tau kenyataan ternyata dia punya kakek


"Oke baiklah tidak apa-apa selagi aku masih memiliki kakek aku masih bisa bertemu dengan dia" ucap Theo yang paham bahwa ini mungkin hanya kedua orang tuanya saja yang di panggil oleh kakeknya.

__ADS_1


Theo dan ke-dua orang tuanya pun berbincang-bincang tentang banyak hal tpi tidak bersangkutan tentang kakek nya, Theo pikir akan ada saatnya nanti orang tuanya akan berbicara dengan dia.


"Ohiya bu yahh Theo juga mungkin akan izin sama ayah dan ibu kalau misalkan Theo akan pergi dinas dari kantor, ya mungkin lama mungkin sebentar karena tergantung Theo cepat atau tidaknya dalam menyelesaikan tugas ini" ucap Theo meminta izin, karena dia ada pikiran untuk fokus ke dalam tujuannya saat ini yang kemungkinan besar dia akan pergi keluar negeri lama dan jauh.


"Iya tidak apa-apa nak kau dewasa dan kau sudah waktunya melihat dunia luar ini baik dan buruknya" ucap ayahnya Theo yang ingin anaknya mengetahui dunia ini.


tapi tanpa kedua orang tuanya tahu bahwa Theo sudah lama mengetahui bahwa baik dan buruknya dunia ini, Theo sudah sangat sangat mengetahui malahan oleh karena itu dia ingin menghancurkan rezim para penguasa dunia itu.


lalu setelah itu Theo pun masuk ke dalam kamarnya untuk berpakaian kerja, karena kata orang tuanya mereka nanti akan di jemput taksi jadi ga perlu di antar oleh Theo.


setelah rapih Theo kemudian pergi dan tidak lupa ia berpamitan kepad ke dua orang tuanya serta menitip salam untuk kakeknya.


Theo pergi mengendari motornya, karena kalau di pakai mobil pasti akan selalu kena macet nanti buang-buang waktu di jalan doang.


tujuan pertama Theo saat ini adalah ke perusahaan nya karena dia rasa ada hal istimewa yang akan terjadi disana.


di tengah perjalanan Theo pun berhenti sebentar di tukang gorengan, karena dia sudah seminggu tidak makan gorengan jadi dia kangen dengan makanan ini. setelah membeli Theo pun kembali mengendarai motornya.


setelah Theo sampai disana dia pun di sambut oleh para security disana, para security ini sudah mengenali Theo yang suka berganti-ganti kendaraan dan sudah menghafal beberapa kendaraan yang Theo pernah kendarai ke sini.


"Selamat pagii Tuan Muda" ucap ke dua security itu dengan ramah, theo pun langsung membuka kaca helm nya dan menjawab.


"Yoo paman selamat pagi kembali ya, semangat kerjanya paman" jawab theo dengan ramah dan masih mengendarai motornya menuju parkiran khusus untuk dia.


hampir semua karyawan theo sudah tahu kalau theo merupakan pribadi yang sangat baik, ramah dan humble kepada yang layak tapi dia akan sangat dingin kepada lawannya. itu semua di beri tahu oleh ke tiga sahabatnya theo.


disaat theo sampai di parkiran yang di siapkan khusus untuk nya dia langsung turun dan melepas helm nya. lalu dia mengambil gorengan yang tadi dia masih beli dan memakan nya dengan santai sambil berjalan.


disaat theo masuk pun dia terus bertemu dengan para karyawan dan bertegur sapa dengan ramah dan santai, theo sudah tau ini pasti kerjaan ke tiga sahabatnya yang memberitahu yang lain bahwa theo adalah orang yang tidak suka terlalu formal karena dia bukan pejabat.


saat theo melewati receptionist dia melihat ketiga perempuan cantik yaitu Widi dan ke-dua temannya. ya dia memang cantik tapi bagi theo biasa saja namun theo merasa lumayan untuk menggoda mereka siapa tau mereka ingin menjadi penghangat theo setiap di kantor.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih sudah selalu mensupport dengan like, komen dan sarannya. mohon maaf kalau ada kesalahan dalam pengetikan penulisan ini dan mohon maaf apa bila ada kesalahan dalam pemilihan kosakata.


__ADS_2