
...Selamat membaca dan menikmati...
.
.
.
Jim yang mendengar bahwa dia mendapatkan tugas yang mudah namun tetap tidak boleh menganggap enteng tugas yang di berikan oleh kakek Xavier.
"Baiklah Tuan Morgan, aku akan mengikuti segala arahan dan perintah yang kau tugas kan kepadaku. mohon percaya lah padaku" ucap Jim penuh dengan keyakinan dan ketegasan dari suaranya.
"iya Jim aku percayakan ini pada mu, aku yakin ini adalah tugas yang sangat mudah untuk dirimu" ucap kakek Xavier yang sangat mempercayai Jim.
lalu mereka pun berbincang-bincang sebentar membicarakan segala hal. setelah mereka selesai berbincang-bincang Jim pun mengantar kakek Xavier ke salah satu kamar tamu yang tersisa di rumahnya.
kembali ke MC kita yang saat ini belum tidur semenjak di tinggal oleh Jim. Theo saat ini sedang memeriksa handphone nya ya walaupun di handphone tidak ada notifikasi pesan atau yang lainnya karena Theo sengaja mengganti kartu handphone nya dengan yang baru dan yang lama dia simpan.
tujuannya tentu saja agar semua orang tidak ribet atau menganggu nya. karena Theo sangat ingin fokus sekali dengan tujuannya saat ini. Theo merasa bahwa akan ada sesuatu yang terjadi ketika dia berada di dalam hutan.
"Jarvis apakah semuanya akan baik-baik saja?" tanya Theo kepada Jarvis, karena saat ini sahabat dan teman perjalanannya hanya Jarvis. makanya apapun yang terjadi dia akan selalu menceritakan atau mempertanyakan pendapat nya kepada Jarvis
(Percayalah Theo dengan dirimu sendiri, kamu sudah memiliki berbagai kemampuan yang sangat-sangat berguna untuk melakukan petualangan ini)
(Kau sudah di latih antara hidup dan mati ketika di militer, kau juga belajar ilmu bela diri apa lagi saat ini kau memiliki skill ahli bela diri kuno yang mampu menunjang kita selama di pertempuran)
(Kau juga ahli dalam seni ninja Jepang kuno atau pun modern, kau juga ahli dalam berpedang maupun senjata api. di tambah lagi skill skill lainnya apalagi yang terbaru adalah skill six eyes mu)
(jadi percaya lah dengan kemampuan mu, kita akan bersama-sama ingat itu saja Theo. kamu tidak sendiri di sana karena ada aku yang selalu di dalam pikiran mu)
Theo yang mendengar itu pun merasa lega karena dia sadar bahwa dia tidak sendiri di sana. dia bersama Jarvis walaupun Jarvis tidak ada di sebelah nya namun Jarvis ada di dalam. dirinya. setelah merasa bahwa dirinya lebih baik Theo pun memutuskan untuk tidur karena besok dia harus memulai petualangan nya.
di ke esokan harinya Theo pun terbangun karena dia mendengar suara Bella memanggilnya untuk bangun dan sarapan pagi. ketika Theo membuka matanya benar saja dia melihat wanita yang sangat manis sedang menatapnya
Bella pagi ini terlihat sangat cantik sekali menurut nya, dia menggunakan pakaian dress berwarna biru dengan design bunga-bunga dan memakai bandana putih.
Ilustrasi Bella saat ini.
"Theo bangun, ayah menyuruh ku untuk membangun mu untuk sarapan terlebih dahulu sebelum pergi" ucap Bella dengan lembut namun terdengar malu-malu dan gugup karena ada warna merah di pipinya yang membuat nya semakin menggemaskan.
Theo yang melihat Bella sangat cantik di pagi hari ini pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menggodanya. Theo langsung menarik tangannya Bella untuk mendekat ke arahnya, bahkan saking deketnya wajah mereka hanya berjarak beberapa milimeter saja. Theo dan Bella dapat merasa nafas mereka satu sama lain.
__ADS_1
tentu saja Bella yang tidak siap dengan perlakuan Theo yang sangat tiba-tiba menarik tangannya ini, membuat dia sangat terkejut. namun ketika dia sadar wajahnya dan Theo berjarak beberapa milimeter pun wajahnya langsung memerah karena malu dan gugup.
apa lagi ketika dia menatap mata biru indahnya Theo dari jarak yang sangat dekat dan merasakan nafas lembut Theo menerpa wajahnya membuat dia semakin tidak bisa berbuat apa-apa.
"selamat pagi cantikk" ucap Theo dengan lembut sambil tersenyum dan menatap mata Bella, dia pun sedikit menghembuskan nafas kecil ke arah mulutnya Bella untuk menggodanya.
Bella yang saat ini sangat gugup dan malu pun benar-benar makin salah tingkah ketika Theo bilang bahwa dia cantik. dan bella yang merasakan hembusan nafas theo pun semakin tak sanggup menahan godaan ini.
sampai akhirnya momen mereka ini terganggu karena mereka berdua mendengar suara anna yang memanggil bella untuk menanyakan ia.
"Bella cepat bangunkan theo nanti sarapan nya keburu dingin" teriak anna dari bawah yang menyadarkan mereka berdua. namun terlihat sekali di wajah bella yang sedikit kecewa dan kesal karena merasa momennya bersama theo terganggu.
"iyaa bu ini theo sudah bangun sebntar lagi turun" balas bella berteriak dan menoleh ke arah pintu yang terbuka agar suaranya terdengar oleh ibunya.
namun ketika dia kembali menoleh ke arah theo, kini wajah theo semakin mendekat yang membuat bibir bella dan bibir theo bersentuhan. bella sangat terkejut sekali karena ini merupakan pertama kali nya dia mencium seorang pria.
Bella pun ingin langsung mundur namun tiba-tiba badannya di tahan oleh theo yang membuat terkunci tidak bisa bergerak. dia hanya bisa berdiam diri merasakan lembutnya bibir theo menyentuh bibirnya.
Theo yang melihat Bella hanya berdiam diri kaku dan memerah sekali wajahnya pun sangat lucu. dia berasumsi bahwa ini adalah momen pertama kalinya Bella mencium atau di cium oleh seorang pria.
Theo pun akhirnya melepaskan ciuman nya dan melepaskan tangannya yang menahan tubuhnya bella. dia lalu menatap mata bella dan kembali mendekatkan wajahnya ke kupingnya untuk membisikan sesuatu.
"Ini hadiah dan tanda dari ku, bahwa kamu mulai saat ini dan seterusnya akan menjadi milikku ketika aku kembali" ucap Theo dengan pelan dan lembut di kupingnya Bella.
Bella benar-benar terdiam tidak mengucapkan sepatah kata pun, hanya berdiri tertunduk sambil memalingkan wajahnya yang memerah karena dia malu sekali kepada Theo. dia sangat senang dan bahagia bahwa dia akhirnya bisa merasakan mencium atau di cium oleh seorang pria setampan Theo. apa lagi ketika dia mendengar bahwa dia sekarang di inginkan oleh Theo untuk menjadi miliknya.
Theo pun langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya dan meninggalkan Bella yang masih berdiam diri saja. tapi Theo melihat senyum di wajahnya Bella yang mempertandakan bahwa dia juga senang dengan apa yang Theo lakukan atau yang dia ucapkan.
lalu setelah dia selesai mencuci muka dia pun masih melihat Bella masih berdiam diri disana tanpa bergerak seolah-olah mematung menunggu Theo menggerakkan nya. lalu Theo pun langsung meraih tangannya Bella dan menariknya ke bawah untuk segera sarapan.
sesampainya di ruang makan Theo melihat semua orang sudah menunggu nya dan Bella. dia melihat Jim, Kakek Xavier dan anna sedang berbincang-bincang namun mereka berhenti ketika melihat Theo yang sedang menggandeng tangan Bella.
namun yang aneh nya adalah Bella hanya diam saja dan menundukkan kepalanya untuk menutupi wajahnya yang memerah. Anna yang melihat wajah anaknya memerah pun sedikit khawatir dan menanyakan.
"Bella kenapa dengan wajah mu, apa kah kau sedang tidak enak badan?" ucap Anna yang segera bangun dan menghampiri anak semata wayangnya ini lalu menyentuh wajahnya untuk mengecek suhu tubuh nya.
"badan mu tidak panas tapi kenapa wajah mu memerah ya? Theo ada apa dengan Bella?" ucap Anna yang bingung dengan kondisi anaknya ini dan menanyakan kepada Theo.
"Entah lah bibi Anna" Theo pun menjawab dengan santai sambil menaikan kedua bahu nya seakan tidak tahu menahu tentang kondisi Bella. jawaban Theo semakin membuat Anna bingung.
"sudah lah hayu sarapan terlebih dahulu nanti keburu dingin makannya, nanti kalau sudah selesai sarapan biarkan Bella istirahat saja" ucap jim yang mencoba menengahi, jim seolah-olah tahu apa yang terjadi ke anak gadisnya yang mungkin saja dia malu karena tadi dia melihat bahwa Theo menggenggam tangan nya Bella.
lalu mereka pun memutuskan untuk sarapan bersama dengan Bella yang duduk di sebelah Theo yang masih hanya diam saja sambil memakan sarapan nya. Setelah selesai semua sarapan theo pun langsung berbicara.
__ADS_1
" paman jim, bibi Anna, Bella aku mau mengucapkan Terima kasih sudah memberiku tempat tinggal dan membiarkan kakek Xavier untuk tidak di sini terlebih dahulu selama aku pergi"
"dan aku rasa ini adalah waktunya aku akan segera pergi berpetualang dulu" ucap Theo kepada mereka ber empat. kakek Xavier, paman jim dan bibi Anna sudah memprediksi bahwa Theo akan tetap kepada pendirian bahwa dia akan pergi makanya mereka hanya menatap Theo seolah-olah untuk tetap kembali dengan aman dan selamat.
tapi berbeda dengan ekpresi yang di tampilkan oleh Bella, dia menatap Theo dengan wajah yang terlihat terkejut dan matanya memerah seolah manahan air matanya untuk keluar. dia baru saja merasa sangat bahagia dan senang karena Theo ada di sisinya tadi, namun sekarang dia harus merelakan Theo untuk pergi.
Bella pun tak kuasa menahan air matanya pun segera bangun dan berlari ke kamarnya. apa yang di lakukan oleh Bella ini membuat semua orang yang ada di ruangan itu pun terkejut. terutama ke dua orang tuanya karena tidak seperti biasanya Bella bersikap seperti itu seakan dia tidak rela melepas Theo untuk pergi.
"biar aku yang mengejar Bella ke kamar nya" ucap Theo kepada mereka bertiga untuk tetap tenang saja, karena Theo tadi melihat bahwa Anna sudah ingin berdiri. jim yang mendengar ucapan Theo pun langsung menahan istri nya dan memberikan kode dengan meng nganggukkan kepalanya.
Anna pun kembali duduk lalu Theo pun berjalan ke arah kamarnya Bella untuk mengejarnya, ketika di depan pintu Theo menggunakan haki untuk merasakan Bella yang saat ini sedang menangis di kasurnya.
"bella ini aku, tolong dengarkan penjelasan ku oke. Aku tahu ini mungkin berat untuk mu, tapi ini adalah jalan yang ku pilih. aku tidak akan memaksa mu untuk menunggu ku, tapi satu yang aku janjikan ketika aku kembali kamu akan menjadi milik ku seutuhnya"
"aku tidak akan banyak membuat janji untuk mu atau kata-kata untuk menenangkan mu. tapi aku hanya bilang cukup tunggu aku jika kau ingin menunggu, cukup percaya dan yakin lah pada ku bahwa aku akan kembali".
" dan ketika aku kembali akan ku pastikan kamu akan menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini. ya sudah pamit terlebih dahulu, senang bisa melihat senyum cantik mu di pagi ini" ucap Theo yang masih di luar pintu mengucapkan kata-kata perpisahan untuk Bella.
Theo pun segera membalikkan badannya untuk berjalan meninggalkan kamar Bella tanpa menunggu balasan dari Bella, namun ketika dia baru saja melangkah dia mendengar suara pintu yang terbuka dan tiba-tiba dia merasakan badannya di peluk dari belakang oleh seseorang.
ya tentu saja Bella lah yang memeluknya dengan sangat erat dengan masih menangis. Theo pun hanya diam saja membiarkan Bella menangis sambil memeluk badannya dari belakang.
setelah merasa tangisan Bella sudah rada mereda, theo lalu membalikkan badannya ke arah Bella dan kembali memeluk tubuh Bella sambil memberikan kecupan di tepat di keningnya. seolah memberi isyarat untuk tenang dan percaya lah bahwa Theo akan kembali.
dengan posisi masih dalam keadaan mereka masih tetap berpelukan dan Theo yang mencium kening nya Bella, Theo pun mendengar suara kecil Bella yang berbicara.
"Berjanji lah dan bersumpah lah kepada ku bahwa kau tidak akan berbohong dan akan kembali?" ucap Bella yang langsung menatap ke arah Theo yang membuat ciuman Theo di keningnya terlepas.
Theo yang melihat air mata di wajah Bella pun, langsung bergerak menghapus sisa air matanya dengan kedua tangannnya. lalu ketika selesai Theo lalu membuat gerakan menaikan jari kelingking nya.
"Aku Theodor Jackson berjanji dan bersumpah bahwa aku tidak akan berbohong dan kembali ke Bella ku yang cantik" ucap theo dengan lembut sambil tersenyum. Bella yang melihat gerakan tangan Theo dan mendengar apa yang di ucapkan Theo pun langsung melakukan gerakan yang sama ke arah kelingking nya Theo dan menjawab.
"Aku Bella Pietersen berjanji dan bersumpah akan menunggu dan percaya kepada Theodor Jackson akan kembali kepada ku" ucap Bella dengan lembut dan kembali tersenyum.
Theo yang kembali melihat senyum di wajah Bella pun memberi sebuah kecupan manis ke arah bibirnya Bella, dan kali ini Bella pun membalas kecupan itu. mereka berciuman dengan sangat mesra.
.
.
.
Terima kasih sudah selalu mensupport dengan like, komen dan sarannya. mohon maaf apa bila masih terdapat beberapa kesalahan dalam pengetikan dan kesalahan dalam pemilihan kosa kata yang mungkin kurang pantas.
__ADS_1