Sistem Kekayaan Dunia

Sistem Kekayaan Dunia
58. HELP SOMEONE


__ADS_3

...Selamat membaca dan menikmati...


.


.


.


Theo bener-bener kagum dan terpana melihat matanya yang sekarang ini, dia yakin dengan matanya yang saat ini dan di tambah dengan wajahnya yang tampan akan benar-benar sangat mudah menaklukkan wanita mana pun.


"Jarvis tolong tunjukan status ku dong sudah lama tidak melihat"


(DING!!)


NAMA : THEODOR JACKSON


JENIS KELAMIN : LAKI-LAKI


STR : 312


AGL : 311


IQ : 300


EQ : 300


SKILL : Memasak Saiba Joichiro, master bela diri kuno, pengobatan tingkat tinggi, pengemudi semua kendaraan, Pebisnis handal, ahli segala bahasa, Kenbunshoku haki, aura raja, aura kematian, Six eyes


ASET : Saham GOLDEN SUNS COMPANY 95%, Saham GOOGLE 100%, 1 rumah mewah di puncak, Markas pusat


POIN SISTEM : Unlimited


UANG : Unlimited


INVENTARIS :dokumen golden suns company, Dokumen kepemilikan perusahaan google, beberapa baju, katana kembar, senapan serbu, Sniper dan pistol.


TIKET LOTRE : -


PEMANGGILAN : Sabas Tian, 1 Unit pasukan elit khusus, Frankenstein

__ADS_1


"Woww wooww gokill pantesan saja aku merasa tubuhku ini sangat ringan dan bertenaga sekali ternyata semua stastus ku meningkat gila-gilaan"


"dan lihat IQ dan EQ ku juga meningkatkan sekali busett dahh gokil bangett IQ tiga ratus mah aku adalah manusia tercerdas di bumi dong ahahaha. tapi kalau EQ ku juga tiga ratus berarti aku juga adalah manusia yang sangat baperan dong. ahh bodo ahh kalau mau bunuh ya bunuh aja, kalau mau ng*we ya tinggal ng*we tidak usah pikirin" ucap Theo yang benar-benar senang sekali melihat peningkatan nyang dia dapatkan saat ini.


Theo cukup puas dengan status nya saat ini pun akhirnya memutuskan untuk tidur saja, dengan hati senang dan bahagia seakan tidak sabar untuk memulai petualangan nya besok.


di keesokan hari nya Theo pun terbangun cukup siang, mungkin karena dia merasa lelah karena menahan rasa sakit yang di rasakan kemarin saat pemasangan skill baru nya. dia pun melihat jam ternyata sudah menunjukkan jam 11 siang.


Dia pun langsung bangun dan mandi dia harus segera bergegas karena setidaknya dia harus sampai di hutan Hoia baciu sebelum malam. karena itu akan sangat bahaya lagi baginya walaupun Theo sudah memiliki kemampuan mata six eyes tapi dia tidak bisa meng nganggap remeh calon musuhnya.


setelah selesai mandi Theo pun segera berpakaian, dan langsung turun ke bawah untuk check out. Theo buru-buru bukan hanya karena dia tidak ingin sampai di hutan itu malam tapi juga karena dia harus membeli beberapa makanan atau kebutuhan untuk bertahan hidup di sana.


Theo tau sebenarnya dia bisa saja meminta kepada jarvis untuk mempersiapkan semuanya tapi balik lagi ke siap Theo yang selalu tidak ingin ber ketergantungan kepada orang lain secara terus menerus.


setelah selesai check out Theo pun langsung ke mobilnya yang ada di basement, Theo kali ini tidak membawa apa-apa karena koper dan yang lainnya barang-barang berharga Theo di masukan ke dalam inventaris agar lebih aman.


Theo pun kemudian mengendarai mobil nya ke arah keluar kota dari Bukares, perjalanan kali ini dari ibu kota Bukares sampai ke hutan Hoia baciu sekitar 7 jam'an yang jadinya akan sangat membosankan


namun sebelum dia benar-benar keluar dari kota Bukares dia pun mampir dulu ke salah satu supermarket yang ada di pinggiran kota Bukares. ketika dia memarkirkan mobilnya dia melihat sebuah food truck Theo pun menghampiri food truck itu karena dia memang merasa lapar karena belum makan saat tadi bangun tidur bahkan minum pun tidak.


Theo pun ikut mengantri disana dan dia melihat food truck ini ternyata menjual Burrito, nachos dan burger. lalu ketika saatnya bagian theo untuk memesan dia pun melihat di sudut parkiran ada seorang kakek-kakek tunawisma yang duduk di kursi roda.


Theo yang melihat ada seorang kakek yang sudah sangat tua namun dia tunawisma pun merasa sangat kasian apa lagi di lihat dari badannya dia sudah sangat kurus sekali. akhirnya Theo pun membeli makanan dua porsi untuk Theo dan kakek itu.


"Siap nak tunggu sebentar ya" jawab paman itu kepada Theo. dan langsung mengerjakan pesanan yang Theo pesan. dan tak lama kemudian makanan pesanan Theo pun selesai lalu ia mengambil makanan itu dan membayarnya


"Ini paman uang nya, ambil saja kembaliannya untuk paman" ucap Theo yang memberi paman itu uang satu lembar seribu dollar atau kalau di rupiah kan seharga 15 juta. padahal harga dari makanan itu hanya sekitar 25 dollar saja.


paman penjual itu yang menerima uang dari Theo pun sempat terkejut dan tercengang karena uang yang di berikan Theo sangat besar sekali, dia berniat mengembalikan uang itu tapi ketika ia melihat Theo sudah pergi berjalan dia pun segera mengikuti theo dengan niat ingin berterima kasih.


namun langkah dia terhenti ketika melihat Theo yang seorang anak muda yang tampan dan terlihat kaya raya menghampiri seorang kakek-kakek tunawisma yang sedang Tertidur di kursi rodanya dia benar-benar bingung dengan apa yang akan di lakukan Theo.


kembali ke mc kita, Theo yang setelah mendapat kan makanan nya dia pun langsung meninggalkan paman penjual itu walaupun dia tau pasti paman penjual itu akan mengejar nya namun dia menghiraukan saja.


Theo pun berjalan ke arah kakek tunawisma yang saat ini sedang tertidur di kursi roda nya, Theo pun langsung duduk di jalanan tepat di sebelah kakek itu dan menunggu si kakek hingga terbangun lalu dia akan makan bersama kakek itu.


Theo tidak ingin membangun kan si kakek karena dia tidak tegas, apalagi ketika melihat kondisi si kakek yang terbilang cukup menyedihkan. tak lama Theo duduk disana sambil melihat ke arah langit dan berkhayal bagaimana kalau dia nanti setelah menguasai dunia apa yang akan dia lakukan atau langkah selanjutnya


dia saat dia sedang berpikir keras, Theo pun di kejutkan dengan suara kakek tunawisma yang ada di sebelah nya.

__ADS_1


"Kau anak muda yang baik, sedang memikirkan apa?" ucap kakek itu dengan suara lembut namun terdengar sangat lemah sekali.


Theo yang mendengar suara kakek itu pun langsung sadar dari lamunannya, dan segera menjawab pertanyaan kakek itu.


"Hallo kakek, aku Theo mohon maaf kalau aku duduk di sebelah mu tanpa izin terlebih dahulu." ucap Theo dengan sangat ramah dan lembut sambil meminta maaf karena mungkin dia sudah bersikap lancang.


"Tidak anak muda ini adalah tempat umum, siapapun berhak untuk menggunakan nya. kamu tak perlu meminta maaf karena aku tau kamu adalah anak yang baik" ucap kakek itu dengan tersenyum lemah.


Theo yang melihat senyum kakek itu pun tak sadar air matanya menetes, karena dia dari kecil tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang kakek dan nenek. makanya ketika dia melihat kakek tunawisma ini dia sangat merasa sedih dan membayangkan apakah kakeknya hidup dengan layak di luar sana.


kakek itu yang melihat Theo tiba-tiba menangis pun, langsung mengulurkan tangannya untuk mengusap-usap kepala Theo dan berbicara sambil menasehati theo dengan lembut.


"tidak ada yang perlu di tangisi, tidak ada yang perlu di kasihani, dan tidak ada yang perlu di sesali. kita hidup di dunia yang penuh dengan tantangan, jangan pernah kau merasa kalah dengan hidup ini. jika kau merasa kalah maka kau adalah manusia yang gagal, tapi jika kau sudah berusaha sekuat tenaga namun kau tetap gagal maka jangan pernah menyerah dengan kekalahan yang kau dapat"


"bangkit, bertarung, gagal, coba lagi dan seterusnya sampai kau meraih kemenangan yang kau impikan. yakin lah dengan hati mu, yakinlah dengan dirimu, yakinlah dengan orang-orang yang ada di sekitar mu dan yakinlah bahwa kau bisa meraih kemenangan ini nak"


ucap kakek itu menasehati Theo dengan masih sambil mengelus elus lembut kepala Theo, Theo yang sejak kecil tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti ini dari seorang kakek pun dia merasa sangat sedih dan dia pun menangis sejadi-jadinya di pinggir jalan.


Theo tidak mengucapkan sepatah kata pun hanya bisa menangis sambil tertunduk, dia merasa hatinya yang selama ini merasa kosong karena kurangnya kasih sayang seorang kakek pun akhirnya merasakan apa yang selama ini hilang di hatinya.


kakek itu yang melihat Theo masih saja menangis pun hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya karena anak muda setampan Theo yang terlihat sangat kaya namun saat ini sedang menangis di samping seorang kakek tunawisma.


"Menangis lah anak muda tapi ingat hanya sebntar saja, jangan terlalu lama karena jika kau terus menangis maka kau akan semakin tertinggal dari kebahagiaan mu" ucap kakek itu yang mencoba menenangkan Theo sambil menepuk-nepuk kepalanya.


Theo pun menangis sejadi-jadinya mencoba melepaskan segala beban di hatinya selama ini, sejujurnya Theo sangat merasa sekali terbebani dengan tanggung jawab yang saat ini dia emban. dan dia butuh tempat seperti ini untuk melepaskan semua beban yang selalu mengikat di hatinya.


Theo tidak ingin bercerita kepada teman ataupun bawahannya tentang apa yang dia rasakan, karena dia tidak ingin orang-orang yang ada di dekatnya tahu bahwa saat ini Theo sedang merasa tertekan.


sekitar setengah jam Theo menangis di sebelah kakek itu pun, dia langsung melihat jelas ke wajah lemah nya kakek itu. karena pada saat tadi Theo datang ke si kakek, dia sedang menggunakan topi koboi yang hampir menutupi wajahnya.


Theo yang melihat wajah kakek ini pun cukup terkejut karena dia memiliki ciri ciri kepala botak, mata nya sedikit sipit, alisnya berwarna putih dan jenggot nya juga berwarna putih. namun yang membuat Theo cukup terkejut adalah ketika melihat kakek itu tetap tersenyum ramah ketika melihat theo.



ilustrasi dari si kakek.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih sudah selalu mensupport dengan like, komen dan sarannya. mohon maaf apa bila terdapat beberapa kesalahan dalam pengetikan dan pemilihan kosa kata yang tidak cocok.


__ADS_2