
...Selamat membaca dan menikmati...
.
.
.
lalu Theo pun melepaskan ciuman nya dengan Bella dan kembali menatap mata Bella dengan tatapan lembut. karena entah kenapa Theo merasa bahwa Bella telah kembali membuka hatinya yang telah lama tidak dapat merasakan ketulusan cinta.
mungkin dia sudah banyak sekali wanita dalam hidupnya bahwa akan lima gadis di Indonesia yang menanti nya dan dia juga memiliki enam wanita di pasukannya. namun mereka semua tidak memberikan perasaan seperti yang dia rasakan ke Bella saat ini.
Theo saat ini merasakan sebuah perasaan tidak ingin kehilangan, ingin melindungi, ingin menjaga dan ingin selalu membuat bahagia Bella.
"Tunggu aku oke" ucap Theo dengan lembut dan masih sambil menatap mata bella. lalu Bella pun menjawab dengan anggukan dan kembali memeluk Theo dengan sangat erat.
namun kali ini pelukan meraka terganggu dengan suara tangisan seseorang, ketika mereka berdua menoleh ke belakang Theo. mereka berdua di kejutkan dengan keberadaan tiga orang yang sedang menonton mereka berdua seolah-olah menonton film romantis yang di mana adegan seorang kekasih yang akan di tinggal pergi oleh pasangannya.
Theo dan Bella pun sangat terkejut dengan keberadaan ke tiga orang ini yaitu kakek Xavier yang menatap Theo sambil memberi jempol ke arah nya, sedangkan jim dan Anna mereka berdua menangis bahagia karena sekarang putri kecil nya sudah memiliki pujaan hati.
yang membuat Theo terkejut adalah karena dia tidak merasakan hawa keberadaan mereka ber tiga, mungkin karena Theo samgat fokus sekali ke Bella yang membuat haki nya tidak bekerja. berbeda dengan Bella dia sangat terkejut namun tidak lama dia langsung tertunduk malu mukanya langsung memerah sekali karena orang tuanya melihat dan mungkin saja mendengar apa yang dia dan Theo ucapkan tadi.
"hehehe ketauan dehh kita berdua" ucap Theo dengan sangat santai dan sambil cengengesan menggaruk bagian belakang kepalanya. namun Theo tidak melepaskan Bella yang sedang berada di dalam pelukannya.
Bella yang melihat Theo sangat santai sekali pun hanya semakin membuatnya malu dan membenamkan wajhnya di dada Theo.
"Huhuu putri kecil kita sekarang sudah dewasa ya sayang, sudah menemukan pujaan hatinya" ucap anna yang ikut berpelukan kepada jim.
"iya nihh aku juga tidak tau harus bahagia atau sedih, karena putri kesayangan kita sudah di rebut oleh orang lain" jawab jim yang membalas pelukan istrinya mereka berdua pun menangis lucu menurut Theo.
Bella yang mendengar itu pun semakin malu dan lalu berteriak ke ayah ibu nya.
"Ihh ayah ibu apa sihhh!" teriak Bella yang sangat malu sekali terhadap kelakuan ibu dan ayah nya. apalagi ini terjadi di depan orang yang dia sayangi saat ini yaitu Theo. Bella pun langsung kembali berlari ke arah kamarnya dan melepaskan diri dari pelukan Theo lalu membanting pintu dengan sangat keras.
Theo, kakek Xavier, jim dan Anna yang melihat kelakuan Bella seperti anak kecil pun langsung tertawa terbahak-bahak karena melihat sikap lucu nya Bella.
lalu setelah itu pun akhirnya Anna masuk ke dalam kamar Bella untuk menasehati anaknya itu untuk tidak terlalu bersikap kekanak-kanakan kalau dia mau di sukai oleh Theo.
Theo pun izin pamit ke kakek Xavier dan jim untuk mandi terlebih dahulu karena dia rasa sudah seharusnya dia segera bergegas untuk pergi.
setelah selesai mandii Theo pun segera berpakaian yang sudah dia siapkan sendiri, kali ini Theo menggunakan pakaian ala pemburu atau petualang eropa. dia menggunakan jaket parka hijau army, celana jeans, kemeja kotak-kotak dan sepatu boots nya.
__ADS_1
Ilustrasi pakaian yang saat ini Theo gunakan.
setelah dia rapih dia pun segera turun ke bawah karena dia harus segera mungkin berangkat karena dia tidak ingin berada di area luar hutan ketika malam, target Theo setidaknya dia harus di melewati area luar hutan sebelum malam.
di saat dia sampe di bawah ternyata dia sudah di tunggu oleh semua orang. Theo pun lalu berpamitan kepada kakek Xavier, Anna dan Bella. dia memeluk satu persatu dari mereka mengucap Terima kasih karena mereka sudah mempercayai dia dan tidak menghalangi jalannya.
Theo sengaja tidak mau berlama-lama pamitan sama kakek Xavier dan Bella karena dia takut mereka berdua akan berusaha menghalangi Theo lagi.
kali ini Theo di akan di antar oleh jim sampai batas aman pinggir hitam hoia baciu. Theo dan jim kali ini menggunakan mobil Theo karena semua Barang-barang atau peralatan yang di butuhkan ada di mobil Theo. dan ia juga akan menitipkan mobil nya ke jim karena akan jauh lebih aman di titip di jim dari pada di harus membawa mobilnya atau di parkir di dekat hutan.
sebenarnya dia bisa saja memasukkan ke dalam inventaris sistem namun dia pikir ga akan berguna juga, malahan akan membuat orang curiga.
setelah lima belas menit berkendara akhirnya Theo pun sampai di batas vegetasi aman menurut jim, dan disini lah perpisahan Theo dan jim serta awal dari perjalanan nya untuk menembus misteri hutan hoia baciu.
"Theo jaga diri mu baik-baik nak. jangan kecewa kan orang-orang yang mempercayai mu untuk kembali. yakin lah pada diri sendiri dan jika kau tak ingin melanjutkan perjalanan mu, maka kembali lah karena akan selalu ada cara untuk kembali walaupun sulit" ucap jim yang memberikan sebuah nasehat terakhir sebelum Theo memulai perjalanan nya.
"Siap paman jim aku akan mengingat pesan mu ini, sekali lagi Terima kasih paman. tolong jaga kakek Xavier dan Bella untuk ku" ucap Theo ke pada jim lalu mereka berjabat tangan dan berpelukan untuk memberi semangat untuk Theo.
Theo pun turun dari mobil dan membuka bagasi belakang, dia mengambil tas yang sudah lengkap dengan peralatan nya yang tentu saja sudah di packing rapih oleh Theo ketika dia pertama kali membelinya.
setelah mengambil tas nya, Theo menunggu sampai jim pergi dari sana dan tidak lama pun jim pergi dengan sedikit memberi gestur tangannya terkepal dan mengangkat keluar jendela agar Theo semangat.
Area luar hutan Hoia baciu.
Theo pun akhirnya melangkah kakinya perlahan-lahan sambil mencatat di sebuah buku kecil yang dia bawa di perjalanan nya untuk mencatat awal perjalanannya.
Hari Senin Tanggal 1 di bulan November 2022 akan menjadi awal perjalanan Theo, itulah yang dia tulis di catatan kecilnya.
Theo terus berjalan melewati vegetasi area luar yang dia beri nama hutan mati ini karena memang semua pohon yang dia lewati mati dan kering tidak ada tanda-tanda kehidupan di pohonnya.
selama perjalanan ini Theo selalu mengaktifkan kenbonshoku haki nya selalu, dia sangat waspada sekali walaupun ini hutan yang sepi tapi dia tidak bisa mengganggap remeh hutan yang terkenal sebagai segitiga bermuda nya daratan.
ya bagi Theo itung-itung latihan haki nya, karena dia sudah beberapa lama stuck di tingkat tengah saja. setidaknya dia harus sampai di tingkat tinggi agar jauh lebih leluasa ketika nanti dia melawan musuh-musuhnya.
Ketika Theo sedang berjalan dia merasakan suasana hutan ini sangat hening sekali, tidak ada suara-suara hewan ataupun suara alam yang biasa di dengar ketika kita ada di tengah hutan belantara.
Theo pun mengaktifkan mata six eyes yang untuk melihat-lihat sekitar, dia juga akan selalu mengaktifkan kemampuan mata nya karena dia harus membiasakan diri dengan kemampuan-kemampuan nya mulai saat ini.
__ADS_1
kemudian dia melihat jam tangannya untuk selalu mengecek sudah berapa lama dia berjalan dan Theo akan memperkirakan jarak yang sudah di tempuh. tujuannya adalah sebagai patokan atau estimasi waktu yang akan dia lakukan setiap perjalanan nya.
ketika dia melihat jam ternyata jam sudah menunjukkan jam tiga sore, jadi dia sudah berjalan kaki memasuki hutan selama empat jam lamanya. kemungkinan besar dia sudah berjalan sesekitar 23 kilometer.
Theo merasa ini sangat cepat sekali karena ya sejujurnya trek perjalanan hutan ini memang landai dan nyaman sekali untuk trek jalan kali. jadi inilah faktor yang mungkin membuatnya sangat cepat dan tidak terasa kalau dia sudah berjalan sejauh dua puluh tiga kilometer selama empat jam.
Theo pun akhirnya memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu untuk membuat kopi dan meroko sambil menyemilkan beberapa makanan yang ada di tas nya. Theo membeli banyak sekali makanan atau logistik yang sudah di simpan di inventaris sistem dengan berbagai perlatan lainnya.
yang ada di tas yang pada saat ini Theo bawa hanya sedikit dan hanya untuk formalitas saja, takutnya kalau dia bertemu orang lain di hutan ini jadi mereka tidak curiga terhadap Theo.
saat ini Theo sedang asik ngopi sambil meroko dia tidak merasakan apapun di sekitar nya dan penglihatan pun tidak melihat hal-hal yang aneh-aneh seperti yang di rumor kan.
namun dia memang merasa kalau di hutan ini sangat berbeda dengan hutan-hutan lainnya, karena mana ada sejak awal perjalanan nya kesini sampai sekarang istirahat dia tidak mendengar suara apapun seolah-olah ini bukan hutan namun sebuah gedung ksong yang memang tidak ada apa-apa selain bangunan tua yang seram.
Theo beristirahat selama 30 menit lalu ia pun memutuskan kembali melanjutkan perjalanannya karena sudah jam 4 sore, maka dia harus mencapai target nya untuk mendirikan tenda untuk malam ini.
setelah berjalan beberapa menit akhirnya dia keluar dari vegetasi hutan mati itu dan mulai masuk ke vegetasi sabana rumput yang luas. ketika Theo mencapai sabana itu dia melihat di tengah-tengah sabana rumput ini ada sebuah pohon mati yang terlihat seperti pertanda bahwa ini adalah batas dari ke-dua vegetasi ini.
namun ada hal yang membuat Theo cukup terkejut adalah tiba-tiba dari belakang pohon itu ada muncul beberapa tangan manusia yang terlihat pucat seperti sedang memeluk pohon itu. Theo menghitung ada sekitar lima pasang tangan yang sedang memeluk pohon itu.
ilustrasi pohon yang Theo sedang lihat.
Theo yang melihat fenomena ini pun sama sekali tidak merasa takut, dia tadi hanya terkejut dengan tiba-tiba keluar tangan dari belakang pohon itu. Theo malahan makin penasaran dengan apa yang ada di belakang pohon, kalau manusia ya bagus karena akan ada temannya dia.
namun kalau bukan manusia ya palingan halusinasi dia saja, karena Theo adalah orang yang tidak sama sekali takut akan hal-hal yang seperti tak kasat mata. bagi dia di hutan seperti ini adalah hal yang wajar saja terjadi namun yang membuat Theo merasa penasaran karena ini masih siang loh tapi mereka berani-beraninya menampakkan dirinya seperti ini.
Theo pun akhirnyaa berjalan mendekat untuk melihat apa yang ada di belakang pohon itu, ketika dia semakin mendekat dia semakin jelas melihat tangan-tangan itu seperti tangan wanita.
dan ketika dia sudah tepat di pohon itu dan akan melihat belakang dia di kejutkan kembali dengan tiba-tiba ada suara hewan dari kejauhan yang seperti sedang kesakitan. namun ketika Theo melihat ke arah pohon itu ternyata dia sudah tidak melihat apa-apa. Theo pun penasaran dia mengelilingi pohon itu dan saking penasaran nya Theo dia pun menendang pohon itu.
mungkin kalau orang lain kalau melihat atau mengalami kejadian seperti ini mereka akan kabur dan ketakutan, tapi Theo mah masa bodo dia malahan menendang nendang pohon nya sambil berteriak.
"Woyy keluar lu tai, pengecut amatt si lu woy giliran gua berani lu diem lu." teriak Theo ke pohon itu sambil tetap menendang pohon itu, mungkin jika ada orang lain yang melihat ini pasti akan berpikir Theo gila. karena dia terlihat sangat emosi menendang nendang pohon sambil teriak-teriak.
Theo yang merasa dari pihak lawannya tidak merespon pun akhirnya meninggalkan pohon itu, dia pun kembali berjalan lurus mencoba melewati vegetasi sabana rumput ini.
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih sudah selalu mensupport dengan like, komen, dan sarannya. mohon maaf apa bila masih terdapat beberapa kesalahan dalam pengetikan dan kesalahan dalam pemilihan kosa kata yang kurang pantas.