
.... Selamat membaca dan menikmati....
.
.
.
.
.
.
Theo pun Berencana mengunjungi daerah tersebut esok hari saja karena dia tidak mau mengambil resiko malem hari kesana, dia memang tidak takut hantu tapi kalau di nampakin yang bentuknya aneh-aneh dia juga takut. ahaha
akhirnya Theo memutuskan untuk mengajak puti untuk berkeliling ddaerah kuta selatan, dia ingin mengajak puti sambil berterima kasih karena hari ini dia sudah terbebas dari malapetaka.
mereka berdua berhenti di sebuah cafe di daerah situ untuk makan dan mengobrol ringan, sampai waktu menunjukan jam 8an Theo berniat untuk mengantar puti pulang kerumahnya.
setelah Theo membayar dia langsung melesat kearah rumah puti yang ternyata tidak terlalu jauh dari tempat tadi dia makan.
disaat sampai di depan rumah puti yang bisa di bilang cukup besar di daerah sana. awalnya Theo ingin segera pulang namun puti mengajaknya untuk mampir terlebih dahulu, karena Theo tidak enak akhirnya dia menyetujui.
Theo sempat bingung karena ketika dia masuk kedalam rumah tapi rumahnya sepi tidak ada orang sama sekali, Theo merasakan itu karena dia menggunakan hakinya.
"Put kemana orang rumah? ko kayanya sepi bangett gaada orang?" tanya Theo kepada puti karena dia penasaran aja.
" ohh mamah papah ada di rumah nenekku jadi aku sendirian dirumah sekarang, yaudah kekamar ku saja yu aku mau mandi dulu" kata puti mengajak Theo langsung ke kamarnya, Theo yang peka terhadap ajakan wanita ini pun menyeringai.
disaat sampai di depan kamar puti ia langsung membukakan pintu dan mempersilahkan Theo masuk, setelah Theo masuk dan puti masuk sambil menutup pintu. Theo pun berjalan ke arah puti ia langsung memeluk puti dari belakang dan melingkarkan tangannya di perut puti.
namun sama halnya dengan yang lain ketika Theo mulai melancarkan aksinya kepada wanita yang menjadi targetnya pasti tidak memberontak. puti hanya diam saja malahan dia mulai merebahkan kepalanya di dada Theo.
Theo yang tau mangsanya mulai pasrah dengan apa yang di lakukan pun, ia langsung membalikan puti dan menciumnya sambil merapatkan tubuh puti ke arah kasur.
puti tidak memberontak sama sekali namun dia malahan mulai mengikuti permainan Theo, namun lama-lama puti mulai semakin terangs*ng dia sudah mulai mengeluarkan suara merdu setiap kali Theo meremas atau mengeelus bagian tubuhnya.
lalu tak lama kemudian puti mendorong Theo ke kasur, puti langsung membuka pakaian yang dia gunakan lalu membuka pakaian Theo juga.
__ADS_1
Theo yang melihat ini tersenyum karena wanita ini sudah tidak tahan ternyata, lalu disitulah mulai pertempuran kecil-kecilan antar dua sejoli ini
sekitar 4 jam mereka melakukan itu dan puti pun sudah tertidur lelap karena dia sangat bersemangat sekali hari ini menyalurkan hasratnya yang terpendam.
Theo ingin pulang ke hotel karena dia yakin pasti ibunya akan memarahinya lagi nanti ketika sampai dihotel. Theo lalu bangun memakai pakaian dia yang tadi dan mencium kening puti serta berbisik kalau dia pamit pulang dulu. puti hanya tersenyum di tidurnya.
lalu Theo pun keluar dari rumah puti dan mulai mengendarai motornya menuju ke hotelnya karena dia punya firasat bahwa ibunya sedang menunggu dia untuk menginterogasi dia.
dan ternyata benar saja dugaan Theo, ketika dia sampai di hotel ibunya sedang menunggu bersama ayahnya di depan hotel. Theo yang melihat orang tuanya sedang di depan hotel seperti menunggu seseorang pun mulai berpikir negatif tentang nasibnya malam ini.
Theo lalu memarkirkan motornya di parkiran hotel lalu ia berjalan ke arah orang tuanya namun mencoba biasa aja seperti tidak terjadi apa-apa.
"Yoo ibu ayah so sweet bangett si kalian masih berduaan aja" ucap Theo mencoba untuk bercanda dan mengalihkan perhatian orang tuanya.
namun siapa sangka candaan yang Theo lontarkan malahan memicu api amarah di ibunya, Theo yang melihat mata ibunya hanya bisa bergidik ngeri karena seperti ada tanda-tanda pembantaian malam ini.
ayah Theo yang melihat anaknya hanya terkekeh dan menggelengkan kepalanya melihat kelakuan anak bontot nya yang satu ini.
ibu Theo langsung mendekati Theo dan menjewer kuping nya Theo serta menyeret nya langsung ke kamarnya. ayah Theo hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk anaknya ini.
"awww awww ibu sakitt tauu ampunnnn" ucap Theo yang memohon untuk ibunya berhenti menjewer dan menariknya untuk ke kamar. untuknya pada saat ini kondisi hotel sudah sepi karena orang mungkin sudah pada tidur.
Theo bergidik ngeri kalau mendengar ancaman itu dia hanya pasrah ketika di tarik ke kamarnya. di saat sampai di kamar Theo lalu di interogasi oleh ibunya abis dari mana, sama siapa dan kenapa baru pulang.
Theo pun hanya bisa menjawab jujur kalau dia abis dari Sundays Beach ClubS, lalu ke Garuda Wisnu Kencana dan disana dia ketemu seorang gadis dan di ajak kerumahnya lalu mereka sedikit berolahraga.
Theo menyampaikan semua yang dia lakukan hari ini, namun ketika ibunya mendengar Theo abis olahraga lagi dengan wanita lain dia lalu mengambil sikat WC yang bagian sikatnya ia copot jadi hanya menyisakan tongkatnya saja.
lalu Theo di pukul menggunakan tongkat WC itu hingga ibunya puas memukuli anaknya ini, Theo pun hanya bisa pasrah di pukuli oleh ibunya. karena dia tahu betul karakter ibunya dimana Theo harus menjujung tinggi wanita jangan asal kenalan, main, ajak tidur lalu tinggalkan.
Theo hanya bisa menjawab kalau emang wanita itu mau sendiri bagaimana bu, tapi setiap jawaban theo malahan membuat dia semakin banyak mendapatkan pukulan.
sekiranya 30 menit ibunya keluar dengan muka senyum manis karena sudah memberikan pelajaran kepada anak bontotnya ini, saat ini kondisi Theo sangat mengenaskan karena di seluruh badan dan kaki Theo terdapat bekas pukulan tongkat WC itu.
ayahnya Theo pun masuk melihat kondisi anaknya, karena dia sudah melihat istri nya kembali ke kamar dengan tersenyum. ketika ia melihat kondisi Theo dia hanya tertawa terbahak-bahak.
karena Theo yang sering mengagahi wanita lain tapi depan ibunya dia hanya seekor kelinci penurut. lalu dia mendekati Theo dan menasehati nya.
"Nak sabar ya ini hanya cobaan" ayahnya menasehati Theo namun Theo tau kalau ayahnya sedang meledek dia. Theo mungkin ketularan ayahny yang dulu sering main perempuan tapi ketika dia ketemu ibunya ia langsung tobat karena betapa kejam ibunya Theo.
__ADS_1
lalu ayahnya Theo pun kembali ke kamar dengan masih tertawa, Theo pun lalu bangun dan mandi membersihkan tubuhnya yang sudah babak belur ini dan ia memutuskan untuk tidur saja.
di keesokan harinya Theo bangun tidur karena di bangunkan oleh keponakan nya ini, dia mengajak Oom nya untuk berenang. Theo pun menyetujui itu karena bekas pukulan di tubuh Theo sudah hilang begitu saja.
kenapa bekas itu hilang begitu saja? karena Theo memiliki tubuh yang terlatih dari dulu dan ketika ia mendapatkan sistem ia memiliki tubuh yang semakin kuat saja.
Theo pun lalu berenang bersama keponakan nya sekitar jam 6 pagi suasana hotel masih terbilang cukup sepi untuk jam segitu hanya sedikit orang yang sudah bangun.
ketika theo turun sampai ke kolam renang hotel dia melihat sudah ada beberapa orang termasuk keluarga nya yang sudah berkumpul disana. theo pun langsung bergabung dan tak lama ia melepas bajunya lalu menyeburkan diri ke kolam renang itu.
ketika ia melepas baju orang-orang disana terutama wanita sangat terpesona melihat bentuk tubuh theo yang sangat proporsional sekali untuk ukuran pria muda.
saat theo sedang asik berenang dia di panggil ibunya karena ada telfon di handphone nya. theo pun keluar dari kolam dan melihat siapa yang menelfon. lalu ketika ia melihat itu adalah telfon dari Sabas.
theo lalu minggir mencari tempat yang rada sepi untuk menerima telfon itu,
"Hallo Sabas, ada apa telfon? tumben sekali kamu menelfon?" tanya theo kepada Sabas karena dia bingung sangat tumben sekali Sabas menelfon nya langsung.
"Hallo tuan muda, maaf mengganggu waktu liburan anda. saya hanya ingin menyampaikan kalau markas black mamba sudah ketemu dan malam minggu ini mereka akan mengadakan pesta besar yang akan di hadiri semua anggota nya. saya menelfon anda untuk meminta izin untuk menyerang sekarang atau nanti tuan muda?" tanya Sabas kepada theo karena semua keputusan akhir ada di theo.
Theo yang mendengar ini pun berpikir sebentar karena dia bisa saja menyuruh mereka saja, tapi dia ingin bertanya dulu kepada jarvis karena ini merupakan misi dari sistem
'jarvis kalau misi ini di selesai oleh bawahan ku apakah bisa? '
(Bisa sekali Theo tapi untuk hadiah akan di turun kan menjadi kotak hadiah tingkat master. karena tugas ini di selesai kan oleh bawahan anda tanpa melibatkan anda secara langsung)
Theo yang mendengarkan penjelasan jarvis pun memikirkan ini, sangat disayangkan kalau hadiahnya akan turun dua tingkat kalau bukan dia yang mengerjakan tugasnya.
.
.
.
.
.
Terima Kasih sudah selalu mensupport dengan Like, Komen dan sarannya. Mohon maaf apa bila terdapat kesalahan dalam penulisannya dan mohon maaf apa bila ada kesalahan dalam pemilihan kosakata yang kurang cocok.
__ADS_1