
...Selamat membaca dan menikmati...
.
.
.
Setelah selesai menguburkan tengkorak itu theo pun tidak lupa mendoakan beliau agar tenang disana dan bisa menyerah kan tanggung jawab nya kepada theo mulai sekarang.
theo lalu kembali masuk ke dalam rumah kosong itu, dia berniat untuk bermalam dirumah ini karena sudah terlalu malam kalau dia harus mencari bahan-bahan untuk di buat bivak lagi.
theo pun langsung membuat memasak makan malam nya dan juga untuk ke dua serigala kecilnya yang saat ini masih di dalam cincin.
theo lalu mengeluarkan semua peralatan masak dan bahan-bahan yang akan dia gunakan. niatnya malam ini theo ingin membuat Steak Rib eye with mushroom sauce, entah kenapa dia sedang membuat makanan ini apa mungkin karena dia dalam suasana hati yang baik setelah mendapatkan banyak informasi-informasi penting.
singkat nya dia pun selesai memasak menu makanan untuk makan malam nya bertiga, theo pun langsung mengeluarkan Skoll dan Hati untuk segera makan.
Skoll dan Hati yang baru saja keluar dari cincin lalu mencium wanginya masakan theo pun langsung duduk manis dan mengibaskan ekornya seolah siap untuk makan malam.
Theo yang melihat ke-dua serigala nya langsung mengambil posisi siap makan pun hanya terkekeh karena dia sedikit mengerti sifat dari peliharaan baru nya ini yang sangat suka makan makanan manusia.
lalu theo pun memotong steak yang dia masak lalu meletakkan di tiga piring berbeda-beda agar mereka bisa makan dengan tenang. Skoll dan Hati yang mendapatkan jatah makan malamnya pun tidak menyia-nyiakan lagi langsung memakannya dengan lahap
theo juga ikut langsung memakan masakan buatannya sendiri dengan tenang dan santai. dia pun mengeluarkan wine dari dalam inventaris untuk menemani makannya ini
setelah selesai makan Skoll dan Hati pun langsung tertidur karena ke kekenyangan, theo yang melihat ke dua serigala kecilnya tidur pun langsung memasukkan kembali ke cincin.
theo melanjutkan malamnya sambil meminum botol wine dan rokok di tangannya. lalu theo pun gabut ingin memainkan musik, akhirnya di memutuskan untuk membeli alat musik di Jarvis.
"Jarvis belikan aku piano dong" ucap theo kepada Jarvis meminta di belikan piano sama Jarvis di sistem.
[oke theo]
__ADS_1
lalu keluarlah satu piano Berwarna putih yang tepat di depan theo, dia yang melihat piano yang dia pinta sudah di depan nya pun langsung mengambil posisi dan siap memulai memainkan nya.
theo pun memilih satu buah lagu yang sangat dia sukai ketika sendiri yaitu lagu dari Yiruma - River Flows in you. dia pun mulai memainkan jari-jari nya seperti menari si atas piano itu.
lagu yang sangat menenangkan hati pun terdengar jelas di rumah dan sekitarnya, theo sangat menghayati sekali lagu ini sampai-sampai dia tidak perduli dengan keadaan sekitarnya yang sangat hening seolah mendengarkan theo yang bermain piano ini.
ketika theo sedang memainkan lagu ini dia merasa menemukan sesuatu yang menyejukkan, yang menghilangkan rasa gelisah dalam diri seseorang. Sesuatu yang mendamaikan dan Sesuatu yang membuatnya ingin mengungkapkan perasaannya dalam lagu indah ini.
setelah lagu yang di mainkan oleh theo berakhir, dia pun membuka matanya dan melihat ke adaan sekitarnya. dia akhirnya sadar bahwa malam itu pun sangat sunyi sekali seperti alam pun mendengarkan alunan piano yang theo mainkan.
namun anehnya malam ini theo tidak merasakan sesuatu hal menyeramkan atau mencekam seperti yang terjadi pada malam pertama dia di tengah hutan.
"nahh gini kek harusnya dari malem pertama, ga ada setan-setanan" ucap theo dengan nada becanda karena dia memang sangat menyayangi kerja keras setan-setan yang mencoba menakuti dia namun dia sama sekali tidak takut.
lalu dia pun memasukkan pianonya kembali ke dalam inventaris dan segera menyiapkan tempat yang akan menjadi tempat tidurnya. dia tidak memilih di kamar karena percuma kamar-kamar disana sudah rusak semua.
akhirnya theo pun memilih untuk tidur di ruang kerja saja karena hanya disana yang lebih terjaga dari pada tempat lainnya di rumah kosong ini.
lalu pada saat dia tertidur tiba-tiba ada cahaya biru di saku yang ternyata keluar dari kalung yang tadi di genggam oleh tengkorak tadi, tiba-tiba cahaya itu menyelimuti seluruh tubuh theo.
tiba-tiba theo bermimpi bahwa dia ada di suatu tempat yang terlihat seperti di atas bukit atau tebing. theo pun melihat lingkungan sekitar yang ternyata di bawahnya hutan yang tertutup kabut pekat.
ilustrasi sosok raksasa yang ada di dalam mimpi theo.
theo dan sosok raksasa itu pun saling menatap dengan berbeda tatapan. sosok raksasa itu menatap theo dengan tatapan menilai sedangkan theo menatap dengan tatapan menyesal kenapa dia harus mimpi ketemu raksasa bukannya bidadari montok atau apa kek.
disaat theo sedang menyesali mimpi nya ini pun dia di kejutkan dengan suara besar dan menggelegar yang keluar dari mulut sosok raksasa itu
"sudah lama sekali aku tidak melihat manusia yang tidak takut ketika melihat ku wahahaha" ucap sosok itu dengan sambil tertawa keras. theo yang mendengar tawa raksasa itu pun langsung menutup telinga nya dan berbicara
"Hallo tuan raksasa! bisa kau kecilkan suara mu? telinga ku seperti mau pecah mendengar suara mu!" ucap theo sambil berteriak agar suaranya dapat di dengar sama sosok raksasa itu.
"maaf manusia aku sangat merasa bersemangat sekali wahahaha" jawab raksasa itu yang kembali tertawa namun kali ini tidak terlalu kencang seperti sebelumnya.
__ADS_1
"ya ya tuan raksasa santai saja, Oh iya aku theo seorang manusia biasa" teriak theo yang tidak lupa memperkenalkan dirinya, karena dia merasa tidak nyaman di panggil dengan panggilan manusia saja.
"kau bisa memanggilku Ymir theo" ucap Raksasa itu yang memperkenalkan namanya juga kepada theo.
theo yang mendengar bahwa nama raksasa ini bernama Ymir dia pun kembali teringat sebuah cerita di dalam mitologi Nordik, ada sebuah raksasa yang menjadi nenek moyang dari semua raksasa yang bernama Ymir yang merupakan raksasa es pertama di dalam mitologi Nordik.
"Iya benar sekali aku adalah raksasa es pertama di mitologi Nordik yang kalian sebut saat ini. namun aku hanya sisa dari sebuah Risidual energinya saja." ucap raksasa itu yang seolah-olah mengerti dengan apa yang theo pikirkan. theo yang mendengar bahwa Ymir ternyata bisa membaca pikirannya pun sangat terkejut.
karena dia tidak menyangka bahwa ada orang yang memiliki kemampuan seperti ini, namun ketika dia ingat bahwa Ymir merupakan ras raksasa pun akhirnya dia ingat ya mungkin saja.
tapi ada satu hal lagi yang membuat theo malu yaitu karena saat pertama kali mereka berdua saling melihat, theo memiliki pikiran dia sangat menyesal bermimpi seperti ini bukannya bertemu yang cantik-cantik.
"Sudah kau tak usah pikirkan hal-hal yang tidak penting theo, aku tidak mempermasalahkan itu santai saja" ucap Ymir sekali lagi yang melihat apa yang ada di dalam pikiran theo. theo yang kembali mendengar ini pun hanya cengengesan dan malu karena pikiran nya dapat di lihat oleh orang lain.
"hahaha maafkan ku Tuan Raksasa" jawab theo yang tertawa malu sambil menjawab omongan Ymir.
"Iya sudah tidak apa-apa, ini juga salah ku yang tiba-tiba masuk ke dalam mimpi mu. aku hanya memiliki sedikit waktu untuk menyampaikan pesan kepada mu" ucap Ymir yang langsung menyampaikan tujuannya masuk ke dalam mimpi theo.
"Apa itu Tuan raksasa?" tanya theo yang penasaran karena dia juga tidak menyangka akan terjadi hal-hal seperti ini.
"Pertama aku ingin memberi tahu mu kalau aku berasal dari kalung yang kau ambil dari tengkorak sebelumnya. ke-dua kaulah manusia pertama yang tidak takut atau terkejut ketika melihat ku"
"dan tujuan ku adalah aku ingin memberi pun tugas yang karena aku yakin hanya kaulah manusia yang layak untuk mendapatkan tugas ini" ucap Ymir kepada theo.
theo yang mendengar bahwa Ymir berasal dari kalung yang tadi dia ambil pun akhirnya mengerti kenapa kalung ini memiliki kekuatan yang dapat menyembunyikan aura nya. karena ini semua berasal dari Ymir. namun ketika dia mendengar bahwa dia di beri tugas oleh Ymir pun dia sangat terkejut, bagaimana tidak terkejut kalau tiba-tiba dia diberi tugas oleh nenek moyang para raksasa di mitologi Nordik.
"kalau tugas yang kau berikan sulit, mohon maaf aku akan menolak nya Tuan raksasa. karena aku memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar pula yang harus aku laksanakan" jawab theo yang tidak langsung menerima tugas dari Ymir begitu saja.
"tenang saja theo, tugas ini tidak terlalu berat untuk mu aku yakin itu" ucap Ymir yang mencoba meyakinkan theo bahwa tugas ini tidaklah berat.
"ya sudah apa saja dulu sebutkan, kalau bagi ku berat maka aku akan menolak nya namun kalau bagi ku mudah mungkin akan ku pertimbangan kan" jawab theo yang memberi waktu Ymir untuk menyampaikan tegasnya.
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih sudah selalu mensupport dengan like, komen dan sarannya. mohon maaf apa bila terdapat beberapa kesalahan dalam pengetikan dan kesalahan dalam pemilihan kosa katanya yang kurang pantas atau cocok.