
...Selamat membaca dan menikmati...
.
.
.
Setelah memastikan semua barang dan sampah tidak ada lagi yang tertinggal, theo pun melanjutkan perjalanan nya kembali untuk masuk semakin dalam ke gua yang entah dia dimana ini. Bagi theo ketika dia mengetahui di mana dia berada saat ini berarti bukan petualangan tapi jalan-jalan.
Theo pun berjalan melewati ribuan mayat-mayat dari monster yang sudah dia bantai sebelumnya. Bahkan saking banyak nya mayat atau bangkai monster itu sampai menciptakan bukit-bukit kecil dan sungai darah dari para monster-monster itu.
Tetapi theo berjalan melewati nya dengan santai dan tidak memperdulikan situasi yang ada di sekeliling nya. Bahkan saking santai nya dia saat ini, dia pun berjalan sambal merokok. Theo bahkan kadang menginjak bagian-bagian tubuh dari monster-monster itu, menurut dia pemandangan seperti ini adalah pemandangan yang indah.
Dimana ada mayat dimana-mana dan sungai darah yang mengalir ke segala arah, hal seperti ini mengingat kan nya pada saat dia membantai semua pembunuh bayaran pada saat dia sedang menjalankan misi untuk menghancurkan organisasi itu dari dalam.
Dia pun terus berjalan melewati semua bangkai monster-monster itu dan semakin jauh ke dalam gua yang terlihat makin lama seperti hutan pada umum nya. Theo benar-benar tidak mengetahui dia saat ini berada dimana, bahkan dia tidak tahu arah tujuan yang akan di tuju.
Theo saat ini benar-benar seperti zoro yang berjalan kemana pun yang menurut nya benar, bahkan dia juga kadang-kadang atau lebih sering dia tidak mengetahui jalan pulang kalau tidak di kasih tanda di setiap jalan yang dia lewati.
Sudah lebih dari satu jam dia berjalan santai tapi dia belum menemukan apapun selain vegetasi hutan yang lebat dan di penuhi oleh lelumutan yang tebal juga. Namun pada saat theo sedang melihat kanan kiri untuk mencari sesuatu hal yang menarik tiba-tiba dia melihat di salah satu pohon yang menurut nya sedikit unik.
Tapi yang membuat pohon itu unik yaitu terletak di batang pohon nya, karena di batang pohon itu ada seorang manusia yang aneh. Ya itu adalah manusia tapi yang membuat aneh nya itu di sebabkan oleh manusia itu yang seperti nya menyatu dengan pohon itu.
Tubuh manusia itu seperti perlahan-lahan di telan atau di serap ke dalam batang pohon itu. Seluruh tubuh nya itu di penuhi dengan akar-akar yang melilit semua tubuh nya. Theo yang melihat ini pun cukup aneh dan sedikit terkejut, karena bagaimana mungkin dan bagaimana bisa manusia ada di sini.
ilustrasi dari manusia yang theo maksud
"mungkin ini adalah korban-korban yang di nyatakan hilang oleh kepolisian setempat. Memang banyak korban yang di temukan tapi hamper rata mereka akan di temukan dengan tubuh tanpa kepala dan ini mungkin saja adalah korban-korban yang sudah di nyata kan hilang di dalam lembah ini."
ucap theo yang sambil melihat lebih dekat untuk mencari tahu bagaimana bisa mereka seperti jadi bisa terjebak seperti ini. masalah nya juga tubuh mayat manusia ini tidak hancur atau membusuk
melainkan lama-lama mengering seperti semua yang ada di tubuh nya mulai terserap atau seolah-olah tubuh manusia itu adalah sumber makanan dari pohon ini.
tapi ketika theo sentuh pohon itu untuk mastikan, dia merasa pohon ini seperti biasa saja atau sama seperti pohon-pohon pada umum nya. ini lah yang membuat theo bingung tidak bisa memahami nya.
"Jarvis apa kau mengetahui ini apa Jarvis?" tanya theo kepada Jarvis.
__ADS_1
[kamu mau mengetahui nya sekarang atau nanti kau cari sendiri?]
theo yang mendengar jawaban Jarvis pun langsung ingat ngapain di tanyakan ini kepada Jarvis ya, masalah nya kalau semua misteri di tanya kan kepada Jarvis pasti di jawab dengan lengkap dan jelas.
tapi itu akan mengurangi semangat petualangan nya. karena inti dari petualangan ada menemukan atau bertemu sesuatu hal yang baru dan belum pernah kita lihat atau ketahui.
"Ohh tidak tidak Jarvis hahaha" ucap theo sambil tertawa dan menggaruk belakang kepala nya
setelah melihat tubuh manusia itu theo pun langsung kembali . melanjutkan perjalanan nya yang entah kemana arah tujuan nya ini. mungkin kalau di one Piece dia memang seperti zoro yang selalu berjalan dan tersesat entah ke mana.
tapi dia juga sama dengan luffy yang akan pergi ke arah angin membawa nya. jadi bagi theo tempat yang penuh misteri akan menjadi hal-hal yang paling dia nantikan sama seperti ending One Piece
setelah berjalan kurang lebih 3 kilometer dari tempat sebelum nya, dia kembali menemukan seorang manusia yang tubuh nya sama seperti tadi yang tubuh nya di penuhi oleh akar-akar.
namun kali ini yang membedakan dia tidak menempel di pohon dan terlihat seperti nya tubuh ini masih baru karena tubuh nya tidak terlalu mengering.
ilustrasi dari yang theo lihat saat ini
"Semakin aneh euy, kenapa dan siapa yang menyebabkan mereka seperti ini? dan apa kah orang-orang yang terjebak di sini adalah korban yang hilang atau suku Nahanni yang pernah di cerita kan Omina ya?"
tanya theo pada diri nya sendiri sambil melihat dan berjalan mengelilingi tubuh manusia itu. kenapa theo tahu itu manusia bukan patung? karena dari kulit nya terlihat jelas bahwa itu manusia.
namun ada satu hal yang theo sadari dari dua penemuan yang dia temukan ini adalah dua mayat manusia ini mengarah ke arah yang sama yaitu dalam gua ini.
theo jadi semakin penasaran ada apa di dalam gua ini, dan apa yang menyebabkan mereka seperti ini. lalu theo pun menlanjutkan perjalanan nya semakin jauh ke dalam gua ini.
sambil berjalan theo tahu satu hal tentang lembah ini, yaitu lembah ini memang jauh lebih misterius dari hutan Hoia Baciu di Rumania.
sampai akhirnya setelah berjalan kurang lebih dari 2 jam theo tidak menemukan apapun selain dua penemuan tubuh manusia tadi, akhirnya dia pun memutuskan untuk beristirahat dulu dan mengopi.
theo pun mengeluarkan peralatan untuk membuat kopi nya, setelah kopi nya jadi theo pun langsung menyandar kan tubuh nya ke salah satu pohon sambil merokok menikmati hening dan damai nya suasana gua ini
namun pada saat dia sedang beristirahat tiba-tiba akar-akar kecil keluar dari tanah dan mulai melilit tubuh nya dengan cukup cepat
theo yang melihat ini pun langsung terkejut dan bangun dengan cepat yang menyebabkan akar-akar itu langsung terputus, karena saking cepat nya theo bereaksi sampai-sampai akar itu pun tidak sempat melilit theo
"oy oy oy apaan nih? ko bisa si tiba-tiba akar itu hidup dan memlilit ku?" ucap theo yang terkejut dengan kejadian yang dia alami.
__ADS_1
karena sebenarnya tadi itu akar-akar kecil yang tiba-tiba mencoba melilit nya itu memiliki daya tahan yang cukup kuat dan sulit untuk di putus atau di hancurkan.
namun karena theo memiliki tubuh yang kuat dan kekuatan yang tidak di miliki oleh manusia lain nya, pada akhirnya dia mudah melepaskan nya.
"Apa jangan-jangan dua manusia yang aku temukan itu seperti ini juga kejadian nya? memang si mereka seperti berubah melarikan diri dari jeratan yang mengikat nya itu?"
"tapi karena mereka tidak mampu melepaskan nya akhirnya mereka berakhir seperi itu? lalu mereka sama-sama mengarahkan pandangan nya ke dalam gua ini?"
" berarti ada sesuatu yang bisa menolong mereka atau bisa jadi ada sesuatu yang mengendalikan akar-akar itu? hemm semakin menarik hal-hal yang ku alami ini." ucap theo sambil memikirkan hal-hal yang jadi kemungkinan terjadi pada ke-dua manusia sebelum nya itu.
"Tapi sial banget si gara-gara akar sialan itu kopi yang baru aja aku minum langsung tumpah ah rese" ucap theo yang kesal karena kopi nya baru sekali di minum langsung tumpah karena hal itu.
lalu dia pun kembali ke tempat di mana akar-akar itu tumbuh tadi untuk merapihkan semua peralatan nya. tapi yang aneh nya adalah pada saat theo membuat gerakan akar-akar kecil tadi tidak mencoba untuk melilit nya. tapi ketika dia beristirahat akar-akar kecil itu akan mencoba melilit nya.
"Apa akar-akar ini sengaja ya melakukan itu? agar setiap makhluk seperti manusia dan hewan atau monster tidak bisa beristirahat disini?" tanya theo kembali pada dirinya seolah-olah banyak kemungkinan yang menyebabkan semua ini terjadi.
"ah bodo amat ah pusing pusingin kepala doang" ujar theo yang masa bodo amat dengan segala hal yang terjadi ini.
dia pun akhirnya mengeluarkan bir saja dari inventaris untuk minum sambil di temani rokok. theo pun berjalan perlahan karena dia tidak ingin kejadian seperti sebelum nya itu terjadi.
theo berjalan santai sambil meminun bir nya dan mengisap rokoknya, dia melakukan ini bukan seperti dia sedang berpetualang di tempat yang misterius tapi lebih tepat nya seperti sedang berjalan-jalan di taman.
dia berjalan santai seperti itu tidak terasa ternyata cahaya dari celah-celah gua mulai redup mempertandakan waktu sudah mulai senja. theo pun melihat jam ternyata sudah jam 5 sore lalu dia pun mencari tempat untuk mendirikan kemah nya.
namun pada saat dia mencari tempat untuk mendirikan kemah nya malam ini, dia melihat sebuah shelter yang terbuat dari batu yang di susun tapi ketika dia melihat ini ada sesuatu hal yang aneh terjadi.
hal aneh itu terdapat pada depan shelter itu karena di sana ada sepasang tangan manusia yang benar-benar tangan saja yang terlihat nya dan dalam shelter itu tidak terlihat apa-pun hanya hitam gelap seperti cahaya pun tidak berani masuk.
ilustrasi dari shelter batu yang theo lihat.
"Idih apaan nihh? buset dah ga di sini, ga di hutan Hoia Baciu sama-sama demen banget liatin tangan doang ya, pemalu banget si kamu hahaha"
ucap theo yang melihat itu tidak merasa takut sama sekali bahkan dia malahan meledek dari penampakan yang dia lihat. karena bagi theo ini bukan lah hal yang pertama kali dia lihat.
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih karena sudah mensupport dengan like, coment dan sarannya. mohon maaf apa bila masih banyak terdapat banyak kesalahan dalam pengetikan dan kesalahan dalam pemilihan kosa kata yang kurang pantas atau kurang cocok