
...Selamat membaca dan menikmati...
.
.
.
Theo yang melihat Lapu datang dengan penuh amarah itu pun hanya tenang saja tanpa membuat gerakan apapun. bahkan Theo tidak memasang kuda-kuda apapun untuk menerima serangan Lapu yang frontal.
Lapu yang melihat Theo begitu tenang pun semakin emosi, lalu dia pun berlari dan melompat setinggi-tingginya dengan niat untuk menebas Theo dari udara. karena itu akan membuat pedang besar memiliki daya ledak yang kuat.
Theo yang melihat lapu melompat dan bersiap-siap mengayunkan pedang besarnya, namun ia tetap tenang tidak bergerak sama sekali.
Omina yang melihat sikap tenang Theo tidak mengambil posisi bertahan atau menghindar pun menjadi panik karena dia tidak ingin ada korban di latih tanding, dia pun ingin segera memanggil lapu untuk menahan serangannya namun dia terlambat
Theo yang melihat pedang lapu sudah sedikit lagi mengenai nya, dia hanya memiringkan badannya di antara sela dua pedang besar lapu. Theo melihat ke-dua pedang besar lapu melewati depan dan belakang nya.
memang gerakan yang di lakukan oleh lapu itu sangat cepat sekali namun Theo memiliki kemampuan haki dan six eye nya jadi dia dapat dengan mudah melihat titik lemah dari serangan lapu.
BOOOOMMMM
terdengar suara benturan yang lumayan keras dari pedang dan tanah serta di iringi dengan debu yang naik ke atas menutupi tempat dimana Theo berdiri. Omina sangat terkejut karena benturan itu lumayan keras dan seperti nya bukan benturan tubuh dengan pedang. melainkan benturan pedang dengan tanah
Lapu juga terkejut karena dia tidak merasa pedangnya ditangkis atau mengenai tubuh Theo melainkan mengenai tanah. Omina dan Lapu bingung bagaimana Theo bisa menghindar disaat jarak di antara dirinya dan pedang Lapu sudah sangat dekat.
Lapu yang sedang terkejut dan bingung lupa mengambil langkah selanjutnya dengan menjaga jarak. dengan posisi sedikit membungkuk dan masih memegang ke dua pedang nya di tanah setelah menghantam Theo tadi.
tiba-tiba dari debu itu keluar kaki manusia dengan sangat cepat dan kencang menghantam wajah Lapu. saking kencang nya Lapu tidak dapat melihat dan menghindari serangan itu.
BRUUUUAAKKK
BOOOMMM
kembali terdengar suara hantaman mengenai tubuh seseorang dan membuatnya terpental lalu menabrak pohon. Omina yang melihat orang yang terpental itu ternyata Lapu pun benar-benar terkejut sekali. karena bagaimana bisa perubahan situasi ini begitu cepat.
debu yang menutupi Theo pun menghilang, memperlihatkan Theo yang baik-baik saja tidak ada goresan sama sekali. dia sedang ada di posisi berdiri namun seperti menendang. saat ini ke-dua katana Theo sudah di letakan di punggung nya.
"Upss apa aku terlalu kuat?" tanya Theo dengan sangat bingung karena dia merasa bahwa dia menendang seperti biasanya saja namun siapa sangka bahwa manusia biasa tidak akan sanggup menahan kekuatan nya ini.
[kan sudah ku bilang kamu memiliki kekuatan prajurit super atau captain Amerika bodoh. berarti sudah jelas bahwa manusia biasa bukan lah lagi lawan mu]
Theo yang mendengar Jarvis memarahi nya pun hanya mengaruk kepalanya karena dia salah memperhitungkan hal seperti ini. dia pikir lapu akan sangat kuat untuk menahan sedikit kekuatan fisiknya.
__ADS_1
lalu Theo melihat ke arah Omina untuk meminta maaf, tapi ketika dia melihat wajah Omina yang bengong karena tidak menyangka bahwa bawahan terkuat nya sudah di kalahkan hanya dengan sekali serangan saja.
"Pak kepala desa aku minta maaf" ucap Theo dengan wajah bersalah meminta maaf kepada Omina, lalu dia hanya menjawab dengan mengangguk kan saja kepalanya seperti ayam yang matuk.
Theo yang melihat ini pun kembali canggung dan menggaruk kepalanya. lalu dia berbalik melihat kondisi dari lapu, Theo berjalan mendekati lapu.
ketika dia sampai di dekat lapu, Theo pun terkejut melihat lapu. karena saat ini lapu sedang berusaha untuk bangkit walaupun dia terlihat terluka parah namun lapu tidak melepaskan pegangan nya sama sekali dari pedangnya.
Theo yang melihat ini pun benar-benar sangat mengapresiasi sifat pejuang yang dimiliki lapu. Theo lalu mengulurkan tangannya sambil berbicara.
"Aku kalah" ucap Theo sambil mengulurkan tangannya dan berbicara kepada lapu. tentu saja apa yang Theo ucapkan membuat lapu dan Omina sangat terkejut bagaimana bisa dia mengaku kalah setelah dia menghantam lawannya.
"Kenapa?" jawab lapu yang bingung dengan apa yang Theo lakukan. Theo pun tersenyum mendengar pertanyaan lapu, dia menjawab nya dengan tetap di posisi sambil mengulurkan tangannya.
"pertama aku melepas dua katana ku sedangkan kau masih memegang nya sampai saat ini. ke-dua aku melanggar perjanjian bahwa tidak boleh ada darah yang menetes" ucap Theo menyampaikan alasan dari kekalahan nya itu. Lapu dan Omina pun melihat memang benar apa yang Theo ucapkan yaitu dia melepaskan katana nya dan membuat lapu berdarah.
"Lapu kau adalah pejuang sejati. aku yakin desa ini bangga memiliki mu" ucap Theo dengan tersenyum dan masih tetap mengulurkan tangannya menunggu lapu menerima uluran tangannya ini.
lapu yang mendengar Theo memuji dengan sebutan pejuang sejati pun membuat hatinya terbakar dengan semacam semangat yang membara. dia pun menggenggam erat kedua pedangnya lalu menatap Theo.
namun ketika lapu melihat Theo dia bukan lagi melihat Theo sebagai lawannya namun sebagai panutannya. karena bagi lapu untuk mengakui kekalahan kepada lawannya itu adalah sesuatu yang sulit di lakukan. namun Theo dengan lantang menerima kekalahan dan menyampaikan alasannya.
lapu benar-benar kagum dengan sifat yang Theo tunjukkan. dia pun langsung menghilang ke-dua pedang nya dan berusaha menerima uluran tangan Theo.
"Pejuang sejati tidak butuh pujian tapi kamu layak menerima pujian ku. kawan" ucap Theo sambil tersenyum dan memapah Lapu. lalu Lapu yang mendengar ini pun sangat terkejut sekali karena Theo memberi nya ucapan yang benar-benar selama ini di tunggu, yaitu kawan.
karena selama di desa dia tidak memiliki kawan hanya lawan, bawahan dan atasan saja. Lapu sangat terharu sampai membuat hati nya bergetar sekali lagi karena sikap yang ditunjukkan Theo.
"Kau juga adalah Pria sejati kawan" ucap lapu dengan tersenyum dan di ikuti Theo juga yang tersenyum karena mendengar ucapan lapu yang ternyata dia tidak dendam.
Omina yang dari setadi hanya melihat dan mendengar interaksi mereka berdua pun tersenyum. karena dia sudah lama tidak pernah melihat bahwa persahabatan di ciptakan dari pertarungan seperti ini. dari dua orang pejuang yang bertarung dengan adil.
apa lagi dia melihat senyum tulus di wajah lapu yang selama ini sudah menghilang telah kembali setelah bertarung melawan Theo.
Theo dan lapu pun berjalan bersama dengan Theo yang masih memapah Lapu mendekati Omina yang masih belum. bergerak dari posisi duduknya.
Theo pun menduduki lapu di dekat Omina, lalu theo meraguh sakunya mencari sesuatu namun dia sedang berbicara kepada Jarvis.
"Jarvis belikan 25 kacang senzu" ucap theo kepada Jarvis di dalam pikiran nya memerintah kan Jarvis untuk membeli kacang senzu untuk di berikan kepada lapu dan Omina sebagai kompensasi kekalahan nya.
lalu tiba-tiba muncul satu kantung kacang senzu di tangan theo yang berada di dalam saku.
"Terima kasih Jarvis "
__ADS_1
[sama-sama Theo]
dia pun mengeluarkan kantung itu dan memberikan nya kepada lapu. Lapu dan Omina bingung dengan apa yang di lakukan dan di berikan kepada lapu.
"Lapu ambil satu dan makan lah" ucap theo kepada lapu yang memerintah nya untuk mengambil dan memakan kacang senzu. lapu tidak banyak bertanya lalu mengambil satu kacang dari dalam kantung itu.
dia sempat bingung dengan kacang hijau yang ada di tangannya ini, namun dia tidak banyak bertanya karena dia tahu theo tidaklah melakukan sesuatu yang licik kepada dirinya apalagi setelah mereka memanggil satu sama lain dengan sebutan kawan.
Lapu langsung memakannya namun setelah kacang itu di makan sesuatu yang tidak terduga bagi lapu dan Omina terjadi, yaitu semua luka dan sakit yang lapu rasakan di tubuhnya menghilang secara ajaib.
Lapu dan Omina sangat terkejut dengan keajaiban kacang hijau yang theo berikan. mereka pun langsung menatap theo dengan tidak percaya dengan apa yang dia lihat. theo yang melihat ekspresi mereka pun hanya terkekeh dan duduk di depan mereka.
"Ini adalah kacang senzu. kacang ajaib yang dapat menghilang kan semua luka dan stamina manusia ke puncaknya dengan cukup satu kali makan. dan kacang ini aku temukan di Hutan terlarang di daerah Rumania yaitu Hutan Hoia Baciu"
ucap theo menjelaskan nama dan kegunaan itu secara asli namun dia berbohong bahwa kacang itu di temukan di hutan Hoia Baciu.
Lapu dan Omina yang mendengar penjelasan dari nama, kegunaan dan asal kacang ini pun sangat tidak percaya. karena bagaimana bisa barang ajaib seperti ini theo berikan dengan cuma-cuma. tentu saja Lapu dan Omina tidak mengetahui hutan Hoia Baciu itu seperti apa karena mereka tinggal jauh di pedalaman yang tidak tersentuh oleh teknologi
"Theo aku tidak bisa menerima barang ini, karena ini pasti sangat berguna untuk mu menjelajahi lembah itu" ucap lapu yang langsung membalikkan kacang itu kepada Theo karena akan lebih berguna jika digunakan oleh Theo nanti.
"Hahaha tidak tidak itu untuk mu kawan, aku masih memiliki cukup kacang senzu untuk aku menjelajahi lembah itu" ucap Theo yang tertawa karena melihat kawan baru nya ini membalikkan barang pemberian nya.
"Pegang dan manfaatkan kacang ini dengan baik-baik karena mungkin saja akan berguna disaat yang tepat" ucap Theo yang membalikkan kacang itu ke lapu untuk di simpan.
Omina tidak berbicara sama sekali hanya menggelengkan kepalanya sambil memperhatikan Theo dan lapu yang saling menolak untuk menerima hal benda ajaib itu.
"Ya sudah iya aku Terima kacang ini. Terima kasih kawan" ucap lapu yang akhirnya mengalah karena Theo memaksa sekali dan dia pun tidak lupa mengucapkan Terima kasih karena telah di berikan benda ajaib ini.
"nahh gitu lah Terima dong hahaa" ucap Theo sambil tertawa dan di ikuti dengan lapu yang tertawa bersama. mereka seperti kawan lama yang akhirnya bertemu dan tertawa bersama.
Omina benar-benar tidak menyangka lapu yang biasanya emosian sekali tapi kali ini dia tertawa dengan lepas bersama orang asing yang baru hari ini temui. tapi Omina juga ingin banyak bertanya kepada Theo dengan hal-hal yang di luar nalar milik Theo ini.
"Nak Theo aku boleh bertanya?" ucap Omina yang meminta izin terlebih dahulu kepada Theo untuk bertanya.
"Tentu saja pak kepala desa" jawab Theo yang menjawab dengan santai karena dia tahu pasti akan banyak pertanyaan yang ingin Omina dan lapu tanyakan.
.
.
.
Terima kasih karena sudah mensupport dengan like, komen dan sarannya. mohon maaf apa bila masih terdapat beberapa kesalahan dalam pengetikan dan kesalahan dalam pemilihan kosa kata yang kurang pantas atau kurang cocok
__ADS_1