
...Selamat membaca dan menikmati...
.
.
.
di saat perjalanan dari lantai bawah sampai ke ruangan theo, dia pun terus-terusan di interogasi oleh jasmine, lily dan rose. meraka bertiga membombardir Theo dengan berbagai pertanyaan.
ya theo hanya bisa menjawab dengan setengah-setengah dia hanya menjawab bahwa dia sangat sibuk di perusahaan sebesar ini karena banyak kerjaan dan kemarin teman-temannya Theo yang dari luar negeri baru saja pulang dan bereuni.
disaat perjalanan menuju kantor Theo pun, dia memesan beberapa makanan untuk dia makan ber enam serta dia memesan banyak cemilan dan minuman untuk seluruh karyawan dia dari security, cleaning service sampai staff kerja meraka per divisi.
setelah meraka sampai di ruangan kerja Theo, dia pun menyuruh David untuk menyiapkan minuman serta cemilan kecil sambil menunggu malanan mereka datang. lalu David pun pergi memanggil cleaning service untuk menyiapkan apa yang Theo pinta.
pada saat David pergi, om sigit pun akhirnya membuka suara dan menanyakan suatu pertanyaan kepada Theo yang membuat suasana di ruangan itu pun langsung tegang.
"Theo siapa kamu sebenernya?" tanya om Sigit kepada Theo, karena ketika dia mencari data tentang Theo, datanya hanya berupa seorang pemuda biasa saja dengan keluarga yang biasa saja pula. dia melihat latar belakang keluarga Theo pun terlihat sangat misterius.
Theo yang mendengar pertanyaan dari om Sigit pun langsung diam dan menatap om Sigit dengan tatapan intens, karena bagi Theo dia sangat tidak suka kehidupan atau privasi nya di kulik terlalu dalam. Theo tipikal orang yang suka kedamaian tapi jika ada yang mengusik hidupnya dia tidak akan menganggap enteng.
Theo sejujurnya tidak suka sekali di tanya seperti itu oleh orang lain, Theo sejujurnya kalau saja om Sigit bukan orang tua dari jasmine, lily dan rose. maka sudah di pastikan Theo akan langsung membunuhnya tanpa pikir panjang. dia tidak perduli bahwa om sigit memiliki rekor yang baik di militer atau tidak.
jasmine, lily serta rose yang melihat papah mereka dan Theo seperti akan bersitegang pun panik. suasana di ruangan itu yang tadinya sudah cair dan cukup bahagia namun seketika berubah karena sebuah pertanyaan yang mereka bertiga pun ingin tanyakan ke Theo.
karena mereka pun sebenernya merasa bahwa Theo bukanlah seorang pemuda biasa yang hanya memiliki perusahaan besar dan kaya raya. namun meraka tidak ingin bertanya karena meraka sudah tau bahwa sifatnya Theo bukan lah orang yang suka di ganggu kehidupan nya apalagi di atur.
namun saat ini mereka bertiga harus memikirkan cara agar ke-dua orang yang meraka sayang ini tidak bersitegang.
Theo sangat ingin membunuh om Sigit yang berani mengungkit privasi di kehidupan nya. Theo tau pasti om Sigit sudah di peringatkan oleh jafar tapi dia masih saja menghiraukan peringatan dari jafar.
namun Theo akhirnya memutuskan untuk mengurungkan niatnya untuk membunuh om Sigit, bukan karena dia merasa ga enak atau iba terhadap om Sigit atau Jasmine, lily dan rose yang merupakan anak nya.
tapi Theo tidak ingin hari ini dia mengotori tangannya dengan darah hanya karena masalah sepele ini, Theo tidak perduli sebenarnya dia papah dari jasmine, lily dan rose. karena bagi Theo wanita cantik di luar sana banyak dan dia mudah saja mendapatkan mereka yang mungkin lebih cantik dari ketiga gadis ini.
__ADS_1
"Aku hanya seorang pemuda biasa yang sangat mencintai kedamaian dan benci apabila kedamaian ku di ganggu oleh hama" ucap Theo dengan santai namun matanya masih menatap intens ke arah mata om Sigit, seakan memberi tahu seekor hama tidak usah mengganggu hidupnya.
di mata Theo pangkat dari om sigir hanya sekedar hama, dan membunuhnya semudah membunuh semut yang berjalan di tanah.
Om Sigit sangat terkejut dengan jawaban Theo, karena dia mengerti maksud dari ucapan dan arti dari tatapan Theo. yang artinya bahwa dia adalah seekor hama yang di larang mengganggu harimau yang sedang tidur.
ketiga gadis itu pun terkejut dengan jawaban dari Theo karena seperti dugaan mereka bahwa Theo adalah tipikal yang tidak suka kedamaian nya di ganggu oleh orang lain, tapi meraka tidak fokus terhadap kata Hama Di akhir ucapan Theo.
om Sigit jelas sangat marah dan merasa sangat terhina dengan isyarat kata yang di ucapkan oleh Theo di akhir ucapannya. Ketika dia ingin marah dan memberi pelajaran ke Theo dia kejutkan denga suara pintu yang di buka.
"Tuan muda ini cemilan dan minumannya" ucap David bersama cleaning service yang membawakan pesanan Theo. namun mereka berdua yang baru saja masuk dan merasakan suasana bahwa di ruangan itu sangat dingin dan tegang pun langsung melihat ke arah Theo yang sedang menatap intens ke arah om Sigit.
om Sigit yang mendengar suara temannya pun kembali sadar dari amarahnya karena dia sadar Theo jelas bukan pemuda biasa saat ini, dia merupakan seorang pemilik perusahaan raksasa yang jelas saja dia tidak akan menggangu gugat theo. bahkan jika dia menggunakan jabatannya Theo akan tetap tidak goyah.
"Oh David sini letakan saja di meja, Terima kasih ya" ucap Theo yang langsung merubah mimik wajahnya yang tadi dingin tanpa senyum sambil menatap intens om Sigit, langsung berubah ketika berbicara dengan David dan cleaning service itu dengan senyum ramah dan lembut.
melihat perubahan sikap dan perilaku Theo kepada bawahannya ini membuat om sigit ingat dengan ucapan jafar, yang bilang bahwa theo adalah orang yang sangat baik terhadap orang-orang nya dan sangat mencintai kedamaian. tapi dia akan sangat kejam terhadap musuhnya dan sesuatu yang mengganggu jalannya dan kedamaian nya
ketiga gadis ini sangat bersyukur dengan ke hadiran David yang langsung merubah suasana di ruangan itu.
Theo pun langsung bangun dari dudukan dan berjalan ke arah kulkas, di sana lalu mengeluarkan satu botol bir dan langsung membukanya dan meminumnya. Theo lalu mengeluarkan rokok dan menghidupkan rokok itu.
setelah itu suasana pun kembali seperti semua apalagi ketika makanan yang di pesan Theo pun sampai, disana mereka berbincang-bincang ringan lagi soal kerjaan dan kegiatan mereka masing-masing. David dan om Sigit pun berbincang berdua, Theo tidak mengusir David karena keberadaan dia berguna untuk menemani om Sigit karena Theo sudah males berbicara kepada nya saat ini.
"Ohiya jasmine, lily, rose ada sesuatu yang ingin aku sampaikan, aku ingin pergi keluar negeri untuk mengurus bisnis ku yang belum terselesaikan. jadi kemungkinan kita akan sulit bertemu oke maaf ya" ucap Theo yang langsung menyampaikan pesan pamitan itu.
Jasmine, lily, rose, om Sigit dan David pun langsung terdiam karena mendengar ucapan pamitan Theo, untuk David dia tau kemungkinan Theo akan pergi ke Amerika untuk mengurus ke pemilikan sah dia atas Google.
sedangkan untuk ke tiga gadis dan om sigit pun memikirkan hal yang sama, mereka berpikir bahwa Theo saat ini memang pasti memiliki banyak kerjaan apalagi dia saat ini pemilik perusahaan raksasa di dunia.
setelah berbincang-bincang lagi sebentar lalu mereka semua pun mutuskan untuk kembali, David kembali untuk bekerja dan om sigit serta para gadis pulang kerumahnya.
jasmine, lily dan rose hanya berpesan kepada Theo untuk jangan lupa mengabari mereka jika Theo ada waktu, Theo hanya mengiyakan saja biar gampang lah berurusan dengan gadis seperti seperti mereka ini.
Setelah kepergian mereka semua, Theo pun lalu menghubungi receptionist yaitu wifi melalui telfon kantor menyuruhnya untuk naik ke ruangannya. setelah mematikan telfon Theo pun menunggu ke datangan Widi di kantornya dengan duduk santai di kursi dia sambil mengharap keluar kaca.
__ADS_1
tok.. tok.. tok..
terdengar suara ketukan pintu dan Theo pun langsung berbicara dengan suara santai namun terdengar ke luar pintu
"Masuk saja dan kunci pintunya lagi" ucap Theo tanpa menghadap ke arah orang yang membuka pintu, karena dia sudah menggunakan haki nya untuk melihat siapa orang di belakang nya ini.
"Tuan muda ada apa memanggil saya?" ucap Widi dengan gugup dan suara manis nya,, Theo pun langsung memutar kursi nya menghadap ke Widi.
"Kemarilah widi ada sesuatu untukmu" ucap Theo dengan lembut dan dia akan melakukan jurus pamungkas nya.
Widi pun menurut jalan ke arah Theo dengan perasaan gugup dan semangat karena dia bisa berduaan dengan boss tampannya di ruangan ini.
setelah Widi semakin dekat Theo pun langsung menarik pinggang Widi yang langsung dengan ****** yang berisi ini. Widi pun yang di tarik oleh Theo pun langsung duduk di pangkuan Theo.
"Tu tuan mudaa" ucap Widi denga gugup dan muka memerah karena dia tidak menyangka bahwa bos nya akan melakukan tindakan seperti ini.
"Widi kamu sangat harum sekali aku suka harum tubuh mu" ucap Theo dengan lembur si kuping nya Widi sambil sedikit meniup kupingnya.
Widi yang mendengar pujian Theo dan tiupan di kupingnya pun langsung merasa lemas badannya, Theo yang merasa Widi badannya sudah melemas dan tidak tegang lagi pun langsung memutar tubuh Widi dengan lembut yang membuat kedua wajah mereka berhadapan.
widi merasakan mukanya sangat memerah karena dia langsung bertatap muka dengan Theo yang sangat dekat, bahkan hidung mereka menempel. nafas Widi semakin berat dengan seiring waktu. di tambah tangan Theo tidak tinggal diam, dia mulai meng elus-elus paha dan pantat kenyalnya Widi.
Widi yang mendapatkan rangs*ngan dari Theo pun tidak kuat menahannya, dia pun langsung ******* bibir Theo dengan ganas seakan kesetanan dan tidak menghiraukan bahwa Theo atasannya.
Theo pun tidak tinggal diam dia langsung melawan balik sambul terus menggerayangi tubuhnya Widi, Dia pun mulai meremas dua gunung milik Widi dengan panas.
Widi yang sudah merasa benar-benar lupa daratan ketika merasakan sentuhan Theo pun langsung mencoba membuka jas Theo dan kemeja yang Theo pakai.
tanpa melepaskan ciuman mereka akhirnya jas dan kemeja Theo pun terlepas, dan hanya menyisakan celananya saja yang belum di buka. Theo pun tidak tinggal diam dia pun membuka kemeja yang di pakai Widi dan membuka br* hitam milik Widi.
Theo pun langsung mencium dan menghisap gunung kembar Widi dengan semangat secara bergantian, Theo pun sambil melepaskan rok yang di gunakan Widi sekalian ****** ********.
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih sudah selalu mensupport dengan like, komen dan sarannya. mohon maaf apa bila terdapat kesalahan dalam pengetikan dan mohon maaf apa bila ada kesalahan dalam pemilihan kosakata.