
...Selamat membaca dan menikmati...
.
.
.
.
.
.
Setelah Theo puas bermain dengan ke empat gadis pramugari itu dia kembali ke tempat duduknya, dan menunggu pesawat itu sampai di bali. akhirnya Theo memutuskan untuk tidur saja karena dia cukup lelah juga setelah berpesta.
dan akhirnya Theo di bangunkan oleh hani pramugari yang tadi Theo santap, ketika itu pun Theo keluar dan berpamitan dengan ke empat pramugari itu dan mereka semua bersepakat ini adalah hubungan singkat mereka tanpa ada rasa lain.
Theo pun turun dan menemui keluarganya yang sudah menunnggu dia. ibu Theo sangat curiga kepada anaknya yang satu ini, karena anaknya ini sangat nakal sekali ketika menyangkut wanita.
"Kenapa kau sangat lama Theo sedangkan pesawat sudah mendarat dari tadi?" ucap ibunya Theo denga tatapan mencurigai anaknya seperti pencuri.
"oh hayolah ibu jangan liat aku seperti itu dong, emangnya aku maling napa di liatin gitu" ucap Theo mencoba mengalihkan pembicaraan nya.
"tidakkk kau ini pasti menggoda para pramugari di pesawat ya kan? " tanya ibunya to the point kepada Theo.
"hahaha aku seperti nya tidak bisa berbohong kepada ibu, iya dong bu disitu ada kesempatan disitu pun aku ambil" ucap Theo dengan bangga sambil tertawa malu. namun tiba-tiba kepala Theo di pukul oleh ibunya dengan cukup keras.
"dasar bocah nakal" ucap ibunya hanya bisa memarahi anaknya ini karena memang susah menjadi pria yang tampan seperti Theo pasti banyak cobaannya. ayah, kakak dan abang ipar nya Theo hanya terkekeh dan menggeleng kan kepalanya.
melihat Theo yang suka berantem dan main perempuan namun saat ini sangat menyedihkan ketika di marahi ibunya dia hanya bisa pasrah.
lalu tak lama jemputan mereka datang dan mengantar mereka ke hotel yang sudah mereka pesan sebelumnya. mereka di sana memesan 3 kamar yaitu untuk ibu dan ayahnya, ara kak lia dan suaminya, serta 1 untuk Theo.
ketika mereka sampai di hotel itu masih sekitar jam 10an jadi mereka mutuskan untuk istirahat terlebih dahulu dan Theo pun melanjutkan tidurnya. karena dia masih ngantuk sekali.
Theo pun bangun dan mengecek HP nya ternyata sudah jam 2 siang lalu dia melihat pesan dari ibu dan kak lia. mereka bilang kalau mereka turun jalan-jalan bersama-sama. tadi mereka datang ke kamar Theo namun ketika di buka Theo masih tidur nyenyak akhirnya mereka mutuskan untuk pergi tanpa Theo.
Theo yang di tinggal mereka hanya bisa pasrah tanpa harus berbuat apa-apa karena ya begitulah keluarga nya yang selalu tidak sabar menunggu dia tidur.
Theo pun akhirnya memutuskan untuk mandi dan berganti pakaian lagi. kali ini theo masih menggunakan topi bucket nya dengan baju kemeja pantai dan celana abu-abu serta kali ini Theo memakai kacamata putih tidak seperti biasanya yang selalu memakai yang warna hitam
__ADS_1
yoi tampilan Theo nih boss hahaa
setelah rapih Theo pun keluar dan langsung turun menuju lobby. disaat Theo keluar dari hotel Theo langsung di suguhkan dengan pemandangan pantai yang sangat luar biasa indahnya.
Theo pun berjalan di luar lokasi pantai dengan niatan mencari jajanan terlebih dahulu, dan ketika Theo sampai di daerah street food Theo membeli beberapa jajanan untuk menganjal perutnya yang mulai memberontak.
Theo membeli beberapa jajanan dan membeli sebotol bir untuk minumnya. lalu Theo berhenti si daerah pinggir pantai di bawah pohon kepala dia bersandar dan duduk disana.
theo menghabiskan jajanan nya lalu bangun dan mencari tempat sampai. situasi saat ini karena hari ini hari jumat sore suasana pantai mulai ramai. lalu memutuskan untuk mencari penyewaan motor, Theo ingin sekali mengunjungi suatu tempat.
setelah dapat penyewaan motor Theo menyewa motor Aerox untuk satu hari, lalu Theo pergi menuju ke tempat yang ingin Theo tuju melalui google maps.
tempat yang saat ini Theo tuju adalah Sundays Beach ClubS. disana theo penasaran dengan tempat nya yang memiliki pantai privat yang berada di bukit unggaran.
setelah 45 menit Theo berkendara dari kota denpasar ke Sundays Beach ClubS ini. setelah sampai disana Theo melakun registrasi sebentar lalu dia di persilahkan masuk.
ketika Theo sampai disana ia melihat pasir pantai yang berwarna putih dan air laut yang berwarna biru seperti mata dia. dan bangunan yang menjadi bar dan restonya terbuat dari kayu yang sangat unik.
ini Sundays Beach ClubS
disaat Theo sampai disana dia menjadi pusat perhatian karena ketampanan Theo rambutnya yang berwarna perak dan matanya yang berwarna biru laut memberi kesan yang tidak mudah di lupakan.
para gadis yang berada disana mau itu lokal ataupun asing mereka semua menatap Theo seakan makanan yang harus dia cobai. namun Theo masa bodo karena saat ini dia sedang tidak mood dalam bertegur sapa dengan seseorang.
Theo lalu berjalan santai ke arah pantai, dengan meminum bir dan menyalakan rokoknya lalu Theo duduk di salah satu bangku yang sudah di sediakan di tepi pantai.
theo sangat menikmati suasana santai dan damai dengan suara ombak yang terdengar merdu di kupingnya. Theo sengaja memilih lokasi yang cukup jauh dari banyak orang karena dia suka kedamaian.
sebenarnya banyak wanita yang saat ini ingin mendekati Theo namun mereka seperti tidak ingin mengganggu pemandangan yang indah ini. mereka melihat pantai dan laut yang indah dan di salah satu titik ada seorang pria muda yang tampan sedang menikmati waktu sendirinya dengan damai.
setelah bir nya habis Theo pun memutuskan untuk kembali ke hotel untuk makan, namun Theo masih ingin mengunjungi satu tempat lagi di sore ini yaitu Garuda Wisnu Kencana.
setelah meninggalkan Sundays Beach ClubS dengan mengendarai motor sewaaanya Theo langsung melesai ke arah tempat selanjutnya yang hanya memakan waktu sekitar 10 menitan.
pada saat sampai disana Theo melihat tempatnya sudah mulai ramai pengunjung dari berbagai daerah maupun negara luar.
Theo kemudiian berjalan-jalan sendiri tanpa menghiraukan pandangan orang lain yang menatapnya dengan berbagai macam tatapan.
disaat theo sedang menatap patung kepala garuda itu dengan kagum karena melihat pahatan patung ini sangat keren dan nyata, Theo seperti merasa sedang di hadapan makhluk yang besar yang memiliki kekuatan yang sangat Agung
__ADS_1
Disaat theo benar-benar sedang mengagumi patung yang sangat megah dan hebat ini, ia sedikit di kejutkan ketika tiba-tiba mendengar suara lembut gadis di sebelahnya.
"patung yang luar biasa bukan?" tanya tiba-tiba seorang gadis di sebelah Theo,
Theo yang mendengar ada gadis di sebelahnya pun hanya melirik sedikit dan menjawab singkat "Ya luar biasa" Theo memang suka gadis cantik tapi untuk saaat ini dia sedang malas bertegur sapa saja dengan orang lain.
gadis itupun tersenyum katena mendengar jawaban singkat dan terdengar dingin itu dari Theo, karena banyak pria muda yang sering kali merasa ingin berbicara dengan gadis ini tapi gadis ini menolak dan menghindar. namun kali ini dia berinisiatif untuk berinteraksi dengan orang lain tapi orang lain malah dibalas dengan cuek oleh Theo
Theo pun kemudian berjalan lagi ke arah patung dewa Wisnu yang sedang mengendarai garuda di atasnya. disaat Theo berjalan gadis itu pun mengikuti Theo, namun Theo menghiraukan saja.
Theo sebenarnya sedikit heran dengan yang namanya makhluk bernama perempuan, setiap kali pria bersikap semakim cuek, dingin dan misterius malahan di kejar-kejar oleh perempuan. sedangkan kalau pria itu baik, perhatian dan pengertian malahan di tinggalin. hanya dengan alasan tidak menarik atau membosankan tidak ada tantangan.
selama disana pun Theo hanya dia saja, dia benar-benar fokus menikmati karya yang luar biasa ini. setelah selesai mengelilingi area ini jam sudah menunjukkan jam setengah 6 sore. Theo ingin pulang namun dia merasa tak tega juga dengan gadis di sampingnya ini yang selalu mengikuti dia.
"apa yang kamu inginkan?" tanya Theo kepada gadis itu dengan santai karena dia merasa tidak enak juga.
"ya sejujurnya aku awalny hanya ingin bertegus sapa denganmu tapi karena kamu cuek yaudah aku biarkan saja. aku hanya menenami kamu berkeliling karena aku tau kamu sedang tidak ingin di ganggu kan? coba kamu bayangkan kalau tidak ada aku yang nemenin kamu sudah berapa kali kamu akan di ganggu oleh perempuan lain? bukannya itu malah lebih mengganggu dari pada aku? " jawab gadis itu cerdas menceritakan alasannya dengan tetap masih tersenyum ramah kepada Theo.
Theo pun mendengar alasannya ini sangat merasa tidak enak, emang benar kalau bukan karena gadis ini dia pasti di dekati oleh gadis gadis yang ada disana, dan itu sangat merepotkan dan mengganggu mood dia.
"baiklah aku minta maaf atas perilaku ku yang dingin karena aku memang sedang tidak mood saja untuk berbicara dengan orang lain" ucap Theo langsung meminta maaf kepada gadis itu dan langsung menatap ke arah gadis itu.
gadis itu menggunakan baju adat bali dengan warna oranye dan kain yang menjadi rok nya. dia memiliki wajah khas indo yang cantik dengan hidung mancung bibir kecilnya.
"Iyaa tidak apa-apa ko aku paham, ohiya nama puti maaf ya menganggu harimu" ucap puti memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan agar berjabat tangan dengan Theo.
"Aku Theo, Terima kasih ya puti karena sudah menemani ku dalam diam tadi" ucap Theo yang tersenyum kearah puti, dan senyumny Theo menyebabkan puti terpesona dengan manisnya senyum Theo.
Ilustrasi dari puti saat ini.
mereka pun akhirnya berbincang-bincang sedikit sambil menikmati mata hari terbenam, Theo akhirnya tau kalau puti adalah orang asli dari Bali. akhirnya Theo pun bertanya tanya tentang tempat-tempat yang masih menyimpan misteri alam atau yang lainnya.
Dari semua tempat yang puti bicarakan Theo cukup tertarik dengan salah satunya yaitu desa truyan. disana terdapat banyak tengkorak manusia atau orang meninggal yang tidak di kuburkan melainkan di letakan saja disana.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih sudah selalu support dengan like, komen dan sarannya. Mohon maaf apa bila terdapat kesalahan dalam penulisan dan mohon maaf apa bila ada pemilihan kosakata yang kurang cocok.