
...Selamat membaca dan menikmati...
.
.
.
setelah menjelaskan semuanya yang memang harus di jelaskan, Theo pun berjalan ke arah lapu karena dia berniat untuk memberikan buku pedoman ini kepada lapu.
"kawan ku serahkan ini buku pedoman ini kepada mu. aku yakin kamu pasti tidak mengecewakan kan ku" ucap Theo yang memberikan buku itu di tangan lapu dan menepuk-nepuk bahu nya untuk membuatnya semakin bersemangat.
lapu yang mendengar Theo memanggilnya kawan di depan warga desa yang ada di sana pun menjadi bangga, apalagi dia menjadi orang yang di percaya oleh Theo untuk menjaga buku itu
ya sebenarnya kenapa Theo memberikan kepada lapu karena lapu memiliki cincin penyimpanan yang jelas-jelas itu pasti jauh lebih aman dari pada di simpan oleh Omina yang sudah tua.
"Baik guru, saya tidak akan mengecewakan mu ketika kamu kembali nanti" ucap lapu dengan sangat bangga dan tegas menerima tugas dari guru nya yaitu Theo.
Theo yang di panggil guru oleh lapu yang terlihat lebih dewasa dari pada dia pun membuatnya malu, karena dia sebenarnya tidak ingin di panggil guru namun mereka semua bersikukuh untuk tetap memanggilnya guru sebagai penghormatan mereka kepada Theo.
"iya iya aku percaya, sekarang kalian semua bisa memulai pelatihan fisik kalian sampai matahari terbenam" ucap Theo menyudahi pembicaraan dengan lapu dan memerintah mereka semua untuk memulai pelatihan fisik yang di pimpin oleh lapu.
Di saat mereka semua memulai pelatihan fisik mereka, Theo pun berjalan mendekati Omina untuk melihat pelatihan yang mereka lakukan dan memberi arahan jika di perlu kan.
sesampainya di tempat Omina Theo pun langsung duduk di sebelah nya Omina, lalu mengeluarkan peralatan membuat kopi dari inventaris nya. Omina yang melihat Theo mengeluarkan barang-barang aneh pun hanya diam saja dan memerhatikan apa yang akan Theo lakukan.
Theo pun membuat dua kopi hitam untuk dirinya dan Omina, karena bagi Theo pasti semua orang suka kopi. tapi ya memang banyak juga yang tidak suka kopi tapi theo masa bodo amatan dengan orang-orang tidak menyukai kopi.
setelah jadi theo pun memberikan kepada omina untuk di minum tapi theo bilang hati-hati panas. takutnya dia langsung minum entar dia kepanasan, theo yang kualat lagi kalau tidak di bilangin.
theo pun mengeluarkan rokok untuk menjadi teman kopi nya. theo juga menawarkan dan mengajarkan omina untuk merokok. Omina benar-benar sangat menikmati apa yang theo berikan dan suguhkan ini, karena ini merupakan pengalaman pertama nya mencicip kopi di temani rokok.
"Terima kasih Nak theo dengan segala nya yang telah kau berikan kepada kami. aku sampai bingung membalas mu bagaimana" ucap Omina dengan sungguh-sungguh berterima kasih kepada theo dan dia juga bingung harus membalasnya dengan apa.
"hahaha pak kepala desa tidak perlu di pikiran kan hal seperti itu. aku membantu kalian karena aku tahu kalian adalah orang-orang baik yang hanya ingin menjaga daerah nenek moyang kalian. apabila suatu saat nanti terjadi musibah setidaknya kalian dapat mempertahankan diri kalian dengan baik"
ucap theo dengan santai tidak mempermasalahkan dia di balas atau tidak, karena dia yakin mereka memang layak mendapatkan ini.
"Sekali lagi Terima kasih nak, aku cuma bisa membalas mu dengan jamuan makan malam nanti ya tidak apa-apa kan?" ucap Omina kepada theo karena hanya dengan begini dia bisa membalas kebaikan theo.
"dengan senang hati pak kepala desa" ucap theo tentu saja menerima undangan makan malam. ini juga adalah salah satu tujuan nya untuk mendapatkan simpati dari penduduk asli lembah nahanni ini.
__ADS_1
lalu mereka pun hanya diam memperhatikan lapu dan para warga melakukan latiha yang theo berikan. dan kadang-kadang theo memberikan arahan yang benar kepada mereka.
sampai akhirnya matahari pun mulai tenggelam, theo memerintah mereka semua untuk mengakhiri sesi latihan fisik nya hari ini. mereka semua pun setuju karena kali ini mereka merasa seluruh tubuh mereka menjadi sangat lemes sekali.
bahkan ada yang sampai muntah-muntah karena saking cape nya dan mencapai batas nya. namun karena keteguhan hati mereka ingin menjadi kuat dan melindungi orang-orang yang mereka cintai. akhirnya mereka pun memaksa tubuh nya untuk tetap bergerak.
theo yang melihat semangat dan keteguhan hati para warga desa ini pun sangat salut karena dia mengingat kenangan nya bersama teman-teman nya dulu waktu mereka sedang di pelatihan nereka.
lalu mereka pun turun bukit secara bersama-sama dengan wajah lelah namun puas sekali terlihat di setiap wajah orang-orang yang mengikuti pelatihan ini. mereka sangat tidak sabar untuk melihat dan membuktikan kepada theo bahwa mereka tidak akan mengecewakan kepercayaan yang sudah theo berikan.
sesampainya disana mereka pun langsung menuju ke tengah-tengah desa ternyata disana adalah tempat yang biasa di gunakan untuk perkumpulan atau pesta.
ketika mereka semua sampai di tengah-tengah desa ternyata para wanita dan ibu-ibu sudah menyiapkan semua makanan yang akan di suguhkan untuk malam ini.
ternyata pada saat lapu kembali memanggil para pria dewasa untuk ikut berlatih dia tidak lupa untuk menyampaikan bahwa agar menyiapkan makan malam yang mewah untuk pesat malam ini.
lalu mereka semua makan bersama di iringi api unggun besar di tengah-tengah, nyanyi-nyanyian dan tari-tarian khas desa ini. theo juga di ajak menari oleh orang-orang disana.
malam itu pun penuh dengan canda tawa semua orang dari yang muda sampai yang tua mereka semua menikmati malam itu dengan bersama.
ketika acara makan malam dan pesta selesai theo pun di ajak ke rumah lapu untuk tidur di rumahnya. karena dia hanya tinggal bersama istri nya saja. Theo sangat terkejut ketika dia mendengar bahwa lapu sudah memiliki istri.
lapu yang melihat theo terkejut karena dia sudah memiliki istri pun hanya terkekeh karena dia juga lupa menceritakan bahwa dia sudah memiliki istri namun belum memiliki anak. lalu lapu pun memanggil istri nya yang di salah satu rombongan para wanita dan ibu-ibu untuk di perkenalkan kepada Theo.
Ilustrasi dari dakota istri lapu
"Dakota perkenalkan ini kawan ku namanya Theo, dan Theo perkenalkan ini istri ku dakota" ucap lapu yang memperkenalkan Theo dan dakota. Theo pun mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dan dakota pun menerima dengan malu-malu karena melihat ketampanan Theo yang melebihi pria-pria yang ada di desa nya.
bahkan tanpa sepengetahuan Theo dia menjadi bahan pembicaraan para wanita dan ibu-ibu di desa itu karena ketampanan serta keunikan mata indah dan rambutnya yang memberikan kesan berbeda dari yang lainnya.
lapu tidak memperhatikan Theo dan dakota yang sedang bersalaman cukup lama, karena lapu sedang membaca buku pedoman yang Theo berikan. Theo melihat ada kesempatan baik pun sedikit mengoda dakota dengan mengedipkan matanya sambil meremas kecil tangan dakota.
dakota yang melihat perlakuan genit dan berani Theo pun menjadi semakin malu. bagaimana bisa Theo melakukan hal seperti ini di depan suaminya yang sedang fokus membaca.
Theo yang melihat dakota malu-malu seperti ini pun seperti mendapatkan jackpot, dia pun mulai menyusun rencana untuk mendapatkan jackpot nya ini. dia pun langsung melepaskan tangan dakota karena semua warga sudah mulai bubar dan kembali ke rumah nya masing-masing.
lalu lapu, dakota dan Theo pun juga berjalan ke rumah dimana mereka tinggal. namun saat ini lapu berjalan di depan dengan masih fokus ke dalam bacaan nya itu. sedangkan dakota berjalan di belakang nya di ikuti oleh Theo yang saat ini sedang menjahili dakota dengan meng elus-elus p*nt*s kenyang milik dakota itu.
sedangkan dakota hanya berjalan sambil menundukkan kepalanya karena dia sangat malu dan gugup dengan apa yang Theo lakukan padanya ini. dia juga takut lapu memergoki Theo yang sedang menjahili nya ini.
__ADS_1
Theo juga sudah membuat rencana untuk mendapatkan jackpot nya malam ini, dia akan memberikan obat tidur kepada lapu agar dapat menjalankan rencana selanjutnya.
sesampainya di salah satu rumah yang cukup jauh dari rumah lainnya mereka pun masuk. Theo pun memutuskan untuk mandi terlebih dahulu karena dia tidak terbiasa untuk tidak mandi.
setelah mandi Theo hanya memakai celana panjang hitam saja memperlihatkan tubuh nya yang sangat six-pack dan sexy. lapu yang melihat ini hanya menggeleng kan kepalanya tanpa memikirkan tingkah laku kawan baru nya ini namun berbeda dengan dakota yang memerah wajahnya melihat tubuh Theo.
lalu Theo menjalankan rencana nya dia mengeluarkan satu botol beer dari inventaris nya dan menyempurnakan dengan obat tidur dengan dosis tinggi yang sudah di beli dari Jarvis.
saat ini dakota sedang ada di dapur dan merapihkan rumahnya, Theo berjalan ke lapu yang saat ini sedang duduk di tengah-tengah rumah. ya rumah semua orang seperti nya sama seperti rumah kepala desa.
"kawan coba nih minum, aku membawa minum dari tempatku" ucap Theo memberikan minum itu kepada lapu dan dia juga meminum nya agar lapu tidak curiga
lapu berterima kasih kepada Theo dan meminum nya dengan sekali minum habis seperti yang di contohin Theo. lalu tidak lama setelah meminum beer itu dia pun langsung terlihat mengantuk sekali.
"kawan aku seperti nya harus tidur duluan nih, lelah sekali tubuh ku." ucap lapu yang meminta izin untuk tidur duluan dan dia pun memanggil istri nya untuk tidur juga bersama nya.
lalu Theo melihat lapu dan dakota masuk ke salah satu kamar disana, namun sebelum dakota masuk Theo mengedipkan matanya kepada dakota.
setelah menunggu selama lima menit Theo pun segara bangkit dari duduknya dan berjalan masuk ke dalam kamar lapu dan dakota. Theo masuk ke dalam kamar itu dengan santai karena dia melihat bahwa lapu sudah masuk ke dalam mimpi nya yang paling dalam.
namun ketika Theo masuk ke dalam kamar dia melihat dakota sedang berusaha untuk tidur tapi tiba-tiba membuka matanya ketika mendengar ada suara yang memasuki kamar nya. ketika dakota melihat ternyata itu adalah Theo.
dia yang melihat Theo masuk ke kamarnya pun sangat panik takut lapu tahu atau bangun namun sebelum dia bergerak Theo langsung bergerak dengan cepat menutup mulut nya dakota dengan satu jari nya seperti membuat isyarat untuk diam saja.
melihat dakota sudah diam pun Theo langsung membisikan sesuatu tepat di kuping nya dakota dengan nada sedikit godaan yang menjadi andalan nya.
"tenang saja, dia sedang di dalam mimpi nya yang terdalam" ucap Theo membisikan di kuping nya dakota memberi tahu bahwa suaminya tidak akan bangun walaupun mereka berisik nantinya.
dakota hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya, Theo yang melihat ini pun seperti melihat lampu hijau di jalan tol yang sangat mulus.
dia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyantap dakota, lumayan sebelum dia berangkat besok pikir Theo. lalu terjadi lah pertempuran antar Theo dan Dakota yang tepat di sebelah nya ada suaminya yang sedang tertidur nyenyak.
bahkan suara dakota sangat keras sekali di kamar itu tidak membangunkan lapu. Theo dan dakota yang melihat lapu tidak bangun pun semakin berani melakukan banyak gaya di depan lapu yang tertidur.
pertempuran berlendir itu pun terjadi kurang lebih selama 3 jam lamanya, dakota sudah keluar banyak sekali dan Theo juga sudah mengeluarkan benih-benih manja nya di dalam dakota.
Theo yang melihat dakota sudah kelelahan pun akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pertempuran nya dengan mengeluarkan sekali lagi di dalam dakota dan langsung pergi begitu saja setelah puas. dakota juga sudah tertidur karena saking lelah dan puas nya.
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih karena sudah mensupport dengan like, komen dan sarannya. mohon maaf apa bila masih terdapat banyak kesalahan dalam pengetikan dan kesalahan dalam pemilihan kosa kata yang kurang pantas atau kurang cocok