
...Selamat membaca dan menikmati...
.
.
.
Theo dan Bella pun merapikan pakaian mereka dan bergegas untuk kembali ke rumah Bella. di dalam mobil menuju ke rumah Bella mereka berbincang dan tertawa bahagia seperti sepasang kekasih yang baru saja jatuh cinta
namun bila di sini belum bercerita tentang apa saja yang menjadi Peristiwa atau fenomena di dalam hutan itu pada saat Teo di dalam hutan. Teo juga tidak menanyakan apakah banyak orang yang berkemah di sana atau melakukan kegiatan lainnya kepada Bella
mereka berdua hanya bercanda dan saling menggoda satu sama lain. dan Tak lama kemudian mereka pun sampai di rumah, ternyata di depan rumah Bella sudah ditunggu oleh jim dan Anna.
Bella keluar duluan dari dalam mobil di kursi penumpang, ini membuat jim dan Anna bingung karena putri ny malah keluar dari kursi penumpang. lalu mereka pun mengalihkan pandangan ke kursi pengemudi.
lalu keluar lah Theo dari dalam mobil yang membuat Jim dan Anna sangat terkejut sekaligus bersyukur karena Theo benar-benar kembali dengan selamat setelah sekian lama.
"Paman bibi aku pulang" ucap Theo sambil tersenyum kepada ke-dua orang itu, Jim dan Anna pun yang mendengar suara Theo pun akhirnya sadar dari keterkejutan nya lalu berjalan ke arah Theo.
mereka berdua langsung memeluk Theo dengan sangat bersyukur bahkan Anna sampai menangis karena dia pikir Theo hilang di dalam hutan, dia takut putrinya akan sakit hati dan sedih.
"Syukurlah kau kembali nak" ucap jim yang menepuk-nepuk bahu Theo merasa senang sekaligus lega.
"Iya nak Theo ku pikir sesuatu yang buruk terjadi pada mu di dalam hutan" ucap Anna yang menangis bahagia karena Theo kembali.
Theo yang melihat perlakuan penyambutan dari jim dan Anna yang begitu hangat pun merasa tersentuh hatinya. namun dia merasa ada yang kurang dari mereka, lalu dia pun teringat dimana kakek Xavier.
"Hahaha tenang saja paman bibi, aku sudah janji kepada Bella aku akan kembali maka aku akan kembali. Ohiya paman dimana kakek Xavier? ko tidak terlihat dia ada dirumah?" ucap theo yang mencoba menenangkan ke-dua orang itu
dan tentu saja dia menanyakan dimana kakek Xavier berada karena dia tidak merasakan kehadiran kakek Xavier dirumah ini. Jim dan Anna yang mendengar pertanyaan Theo pun langsung menatap Theo
"Mari Theo kita masuk ke dalam, kita berbicara sambil makan malam karena ini sudah malam dan ku yakin kamu belum makan kan?" ucap Jim yang mengajak Theo berbicara di dalam dan mengajak untuk makan malam
tentu saja Teo menyetujui ajakan dari mereka karena Teo rasa bahwa kakek Xavier akan baik-baik saja, Teo sangat yakin kepada keluarga mereka ini
Jim dan Anna langsung berjalan masuk ke dalam rumah Teo pun menggandeng tangannya Bella karena saat ini Bella sudah menjadi wanitanya jadi dia berhak untuk melakukan apa saja yang dia inginkan
sesampainya di ruang makan Teo langsung duduk di sebelah Bella dan kedua orang tuanya, Mereka pun makan bersama malam itu dengan tenang tanpa ada yang berbicara
Lalu setelah makan theo pun langsung bertanya kepada Jim tentang keberadaan kaki Xavier dan kabarnya bagaimana.
" teman di mana kakek safir dan Bagaimana kondisinya? aku tahu pasti kamu menyimpan sesuatu yang ingin kau sampaikan padaku kan" ucap theo yang langsung to the point tanpa basa-basi.
__ADS_1
" setelah keberangkatanmu ke hutan itu kakek Xavier memintaku untuk menghubungi keluarganya yang ada di Amerika. dia ingin dijemput oleh keluarganya yang di sana dan ingin segera pulang terlebih dahulu"
" namun dia menitipkan pesan kepadaku untuk disampaikan kepada kamu, dia berpesan bahwa dia akan menunggumu di rumah nya yang di New Jersey. dia juga memberikan alamat rumahnya untuk kau datang langsung ke sana dan menemuinya"
" dia melakukan ini karena dia yakin kau akan kembali dengan selamat dan tidak terjadi hal-hal yang membuatmu bahaya." ucap Jim kepada theo yang mencoba menjelaskan maksud dari kakek Xavier.
Theo yang mendengar penjelasan dari jim pun mengerti dengan maksud kakek Xavier, sebenarnya Theo tidak mempermasalahkan kakek Xavier menunggu nya atau tidak. karena yang terpenting bagi Theo sekarang adalah kakek Xavier sudah hidup tidak lagi dalam kesepian, kesusahan dan kesedihan.
Theo juga merasakan kalau kakek Xavier menunggu nya dia yakin pasti akan tidak tentu juga, karena Theo masih ada beberapa tempat yang ingin dia jelajahi setelah hutan Hoia Baciu.
"Tenang saja paman jim, aku mengerti maksud kakek. aku berterima kasih kepada mu dan keluarga karena sudah mau membantu ku dan kakek Xavier sebelum nya." ucap Theo kepada jim dan keluarga nya. Theo sangat bersyukur dia di pertemukan denga keluarga jim. yang baik. terutama dia akhirnya bertemu wanita seperti bella yang selama ini dia tunggu-tunggu.
Jim, Anna dan bella yang mendengar ucapan Theo pun tersenyum. Bella malahan menggengam tangan Theo agar dia tahu bahwa dia tidak sendiri lagi karena saat ini sudah ada dia yang akan menemani Theo.
Jim dan Anna yang melihat kemesraan Putrinya dan Theo pun tersenyum bahagia karena terlihat jelas bahwa putrinya nya sangat bahagia ada Theo.
Lalu mereka pun berbincang-bincang kembali menanyakan hal-hal apa saja yang Theo alami di hutan itu dan Jim pun menanyakan apakah Theo tidak di serang hewan buas atau sebagai nya.
"Theo pada saat kamu di dalam hutan apakah kamu mengalami sesuatu yang aneh atau apakah kamu mendengar suara hewan yang sangat mengerikan seperti sedang bertarung?" tanya Jim yang penasaran karena sebenarnya Jim dan para pihak yang berwajib melakukan penyelidikan hutan itu selama tiga bulan. namun tidak menemukan apapun selain hutan beku.
"Kau tahu Theo pada saat tiga bulan kepergian mu itu, tiba-tiba dari dalam hutan terdengar raungan dan lolongan dari hewan buas tapi suara itu sangat keras sekali sampai-sampai terdengar ke kota"
"dan juga terdengar suara gaduh seperti pertarungan yang sangat dasyat sekali. karena suara benturan dan getarannya sampai terasa keluar hutan loh." lanjut Jim yang menceritakan apa saja yang terjadi menurut pandangan orang yang di luar hutan.
Theo yang mendengar pertanyaan dan cerita dari Jim pun langsung tersedak minumannya, karena dia terkejut bahwa suara yang di timbulkan akibat pertarungan nya terdengar sampai ke luar hutan.
"Terima kasih Bella" ucap Theo sambil mengambil tisu dan tersenyum kepada wanita nya ini yang sangat perhatian. lalu dia pun menjawab pertanyaan Jim.
"ya sejujurnya ada beberapa hal yang aku alami ketika di dalam hutan dari aku mendengar suara-suara aneh, hutan yang sangat sunyi tidak terdengar suara hewan apapun bahkan angin pun tidak terdengar, ya ada juga beberapa penampakan sosok yang menurut ku sia-sia saja karena tidak menakutkan "
"mungkin hal seperti itu tidak begitu aneh karena ya itu sangat biasa kalau di hutan menurut ku, namun hal yang benar-benar membuat ku bingung adalah seperti yang kalian ketahui bahwa aku telah pergi selama 6 bulan kan? namun yang ku alami adalah selama 6 hari"
"dan untuk suara-suara yang kalian sebutkan tadi aku tidak mendengar nya, malahan hutan terbilang sangat sepi dan sunyi tidak ada kehidupan binatang disana" ucap Theo yang menceritakan singkat perjalanannya di dalam hutan.
tentu saja Theo tidak akan menceritakan bahwa dia tahu suara-suara itu karena dia lah yang melakukan pertarungan disana. namun untuk tidak di curigai lebih dalam Theo pun mengalihkan perhatian mereka dengan menceritakan bahwa dia mengalami peristiwa atau fenomena ruang dan waktu.
dan benar saja mereka semua terkejut ketika mendengar Theo berbicara bahwa dia hanya merasa di dalam sana selama enam hari bukan enam bulan. dan mereka pun tidak fokus ke pernyataan Theo terakhir soal dia tidak mendengar suara-suara yang mereka sebutkan.
"Hah Theo apa yang kau ucapkan benar" ucap Jim yang benar-benar terkejut dengan pengakuan Theo.
"Theo kau tidak bercanda kan? mana mungkin kau hanya enam hari?" ucap Anna yang juga tidak percaya dengan apa yang Theo ucapkan. sedangkan Bella dia hanya menantap Theo dengan terkejut.
"Yaa aku serius paman bibi, kalau memang aku enam bulan di dalam hutan sudah di pastikan aku mati kelaparan kau tahu. aku hanya membawa logistik makanan untuk sebulan" ucap Theo meyakinkan mereka karena memang dia tidak tahu bahwa dia sudah enam bulan di dalam hutan.
__ADS_1
"pantesan saja kamu pas di pinggir hutan sangat terkejut sekali ketika aku bilang kamu sudah enam bulan di dalam hutan" ucap Bella yang akhirnya mengerti dari arti keterkejutan Theo pada saat itu.
"Iya betul bell, aku memang sangat terkejut setelah kau bilang seperti itu. malahan aku berpikir bahwa kamu sedang bercanda" balas Theo yang akhirnya mengakui bahwa dirinya sangat terkejut ketika mendengar kalau dirinya sudah enam bulan lamanya di dalam hutan.
tentu saja Theo hanya terkejut sebntar karena dia sudah mendapatkan penjelasan singkat dari jarvis yang membuatnya langsung memahami kondisi dan situasi nya.
lalu mereka pun akhirnya banyak mempertanyakan spesifik tentang hal-hal yang Theo rasakan di dalam hutan, dan mereka pen menanyakan apakah Theo tahu hutan beku di dalam sana.
Theo pun menceritakan tentu saja dia tahu namun dia bilang kalau hutan beku itu sudah ada ketika dia menjelajahi hutan itu, bukannya tiba-tiba tercipta. ya tentu saja theo kembali berbohong karena tidak mungkin dia menceritakan secara detail semua yang terjadi pada dirinya.
dan pada akhirnya Bella pun menanyakan dengan tujuan Theo selanjutnya karena dia tahu bahwa ini bukanlah akhir dari perjalanan Theo.
"Theo apa rencana mu selanjutnya?" tanya Bella dengan serius sambil menggenggam tangan Theo.
Theo yang mendengar pertanyaan dari wanita nya ini dan melihat ekpresi serius di wajahnya hanya tersenyum lalu menjawab dengan lembut namun tegas pada pendiriannya.
"Aku harus pergi Bella, masih ada beberapa tempat yang harus ku jelajahi agar aku mendapatkan kedamaian ku" ucap Theo yang dengan lembut menjawab pertanyaan Bella sambil mengelus elus rambut Bella
"aku tahu pasti, bagi mu ini sangat berat karena harus berpisah dengan ku lagi. namun cuma satu yang harus kamu ketahui bahwa aku akan selalu dan tetap kembali kepada kamu. dimana pun kamu berada aku akan selalu kembali" lanjut Theo yang menjelaskan semuanya kepada Bella.
Bella tentu saja merasa sangat sakit hati kecewa dan sedih karena dia harus di tinggal lagi oleh Theo. namun dia juga harus mengerti bahwa Theo memiliki tujuan hidupnya sendiri yang harus dia capai.
Jim dan Anna hanya melihat serta mendengar sepasang muda mudi ini. mereka tentu saja terkejut bahwa Theo akan pergi kembali dengan sangat cepat, namun mereka melihat putri mereka karena takut sedih atau kecewa tapi yang mereka lihat dari ekpresi putrinya hanya ada tatapan kasih sayang dan percaya dengan apa yang Theo pilih.
"Aku tahu kamu akan menjawab ini, aku memang kecewa kamu akan pergi begitu cepat namun aku yakin kamu pasti akan tetap kembali kepada ku cepat atau lambat" ucap Bella dengan tersenyum tulus dan menerima apa yang menjadi pilihan Theo.
Theo tentu saja sedikit terkejut dengan jawaban yang di berikan oleh Bella, namun dia juga sangat bahagia bahwa Bella tidak lagi menghalangi jalannya dan malahan mensupport nya.
"Terima kasih sayang" ucap Theo dengan lembut dan tersenyum, Theo langsung mencium kening Bella di depan ke-dua orang tuanya.
Bella yang mendengar Theo memanggilnya sayang dan mencium keningnya tetap di depan ke-dua orang tuanya pun sangat terkejut, malu tapi tentu saja bahagia karena Theo sudah mengungkapkan hubungannya pada dirinya dan ke-dua orang tuanya tanpa berbicara secara langsung.
Jim dan Anna hanya tersenyum melihat dan mendengar mereka berdua ini. Jim dan Anna tentu saja tidak lagi terkejut dengan hubungan singkat yang mereka buat, karena Jim dan Anna sudah melihat keintiman yang Theo dan Bella lakukan dari sebelum pergi sampai saat ini.
lalu malam itu pun di akhiri dengan pengakuan Theo dan Bella kepada Jim serta Anna tentang hubungan mereka. tentu saja Jim dan Anna menyetujui hubungan mereka berdua, karena melihat kebahagiaan putri semata wayangnya ini.
akhirnya pun malam itu Theo dan Bella tidur sekamar berdua karena dia sudah sah menjadi sepasang kekasih malam ini. dan tentu saja Theo tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menghajar Bella habis-habisan malam itu.
bahkan sampai mendekati pagi Theo masih tetap melampiaskan hasrat nya yang tidak di keluarkan selama di hutan. Bella tentu saja tidak dapat menandingi kegagahan theo yang membuatnya hanya diam pasrah.
.
.
__ADS_1
.
Terima kasih karena sudah mensupport dengan like komen dan sarannya. mohon maaf apabila masih terdapat beberapa kesalahan dalam pengetikan dan mohon maaf apabila masih terdapat kesalahan dalam pemilihan kosakata yang kurang pantas atau kurang cocok