
...Selamat membaca dan menikmati...
.
.
.
Theo pun melanjutkan perjalanan melewati luasnya dan indahnya vegetasi sabana rumput ini, dia sejujurnya sangat merasa kasian bahwa hutan seindah ini termasuk hutan yang terlarang atau terangker menurut orang lain.
tapi menurut Theo hutan ini sangat cocok sekali untuk menenangkan diri karena situasi dan suasana hutan yang terbilang sangat sunyi sekali ini dan pemandangan yang terbilang sangat unik serta indah.
Theo pun berjalan selama satu jam sampai akhirnya dia melihat batas vegetasi dari hutan sabana rumput ini ke vegetasi hutan yang mulai terlihat pohon-pohon tinggi, lebat dan rapat sekali.
namun hal yang membuat Theo semakin merasa tertarik adalah ketika dia melihat batas antara ke dua vegetasi ini yaitu hutan sabana rumput terlihat terang cerah namun hutan belantara yang di depannya ini terlihat sangat seram, apa lagi yang anehnya adalah hanya bagian hutan belantara itu saja yang tertutup kabut yang sangat tebal sekali.
ilustrasi Theo yang saat ini sedang di ujung vegetasi dari ke dua hutan ini
Theo yang melihat ini pun semakin merasa tertantang, seakan-akan dia tidak menyia-nyiakan semua yang dia korbankan untuk sampai ke sini karena seperti akan selalu ada kejutan di dalamnya nanti
"Ini kah? apa ini pelataran dalam hutan Hoia baciu yang terkenal itu? sungguh luar biasa dari sini saja aku dapat merasakan aura misterius dari hutan ini sangat kental sekali"
"aku semakin penasaran dengan apa saja yang ada di dalam sana, tunggu aku dan akan ku ungkap kebenaran di dalam hutan ini!" ucap theo yang sangat bersemangat dan menatap hutan belantara yang tertutup kabut ini.
jam sudah menunjukkan sudah pukul 5 sore yang membuat langit sudah mulai gelap karena matahari sudah mulu turun, ini adalah pertanda bahwa theo harus mengakhiri perjalanan nya hari ini dan mulai mendirikan bivak untuk malam ini dia tidur.
theo pun tidak langsung masuk ke dalam hutan belantara itu, dia memilih untuk di pinggiran saja karena dia rasa akan semakin sulit mencari bahan-bahan untuk membangun bivak.
setelah memastikan tempat yang akan di jadikan untuk tempat bermalam nya dan membangun bivak, theo pun melepas tas yang ada di punggungnya. lalu dia mengambil kapak yang di ikat di tas nya, membawa pisau komando yang lumayan besar untuk dan gergaji untuk mengambil atau memotong beberapa kayu serta pepohonan yang akan dijadikan bahan untuk membuat bivak.
setelah berkeliling mengumpulkan apa saja bahan yang di butuhkan untuk membuat bivak, theo pun mulai menyusun bentuk yang sesuai dengan keinginan nya. theo pun mendirikan bivak kecil saja untuk dia namun dia juga menciptakan beberapa jebakan di sekeliling.
di mulai dari theo membuat beberapa jebakan yang di letakan di dalam lubang tanah dan dia isi dengan kayu-kayu yang sudah di lancipkan. jadi apa bila ada sesuatu yang mendekat dia akan masuk kedalam lubang dan tertusuk.
lubang yang theo gali pun tidak terlalu dalam hanya kekitar 30 cm, setelah jebakan selesai theo pun langsung membuat bivak di tengah-tengah agar jebakan yang dia buat.
bivak yang di buat theo tidaklah besar hanya sekitar dua meter kali satu meter. jadi cukup untuk dirinya saja. bivak ini berbentuk segitiga panjang dengan kayu-kayu yang menjadi tulang dan tiang nya serta beberapa tanaman dan dedaunan yang di jadikan atap dan alas nya.
theo sebenarnya bisa saja membeli tenda ketika di supermarket atau dia juga bisa membeli di Jarvis. namun dia lebih memilih untuk membuat bivak karena ini mengingatkan dia ketika pada saat dia bersama rekan-rekannya melakukan pelatihan.
__ADS_1
sekitar 45 menitan dia pun selesai membangun bivak dan jebakan. dia pun memandangi bivak buatannya.
"Hmm lumayan lah buat bermalam disini" ucap theo sambil melihat ke arah bivak nya dengan cukup puas.
theo pun langsung mengambil kayu-kayu yang memang dia siapkan untuk membuat api dan mulai membelahnya menggunakan kampak untuk di buat kayu bakar tentu saja.
setelah semua kayu sudah di belah theo pun mulai menyalakan api untuk memulai menghangatkan badan, karena suhu pada saat itu sudah mulai dingin padahal matahari masih terlihat.
ilustrasi bivak yang di buat theo.
theo pun langsung masuk ke dalam bivak dan mulai menyusun barang-barang bawaanya, dia pun menggelar matras untuk dia tidur dan mengeluarkan logistik yang ada di dalam tas nya.
"Jarvis tolong keluarkan senjata senapan serbu ku satu dan katana kembar ku." ucap theo yang memerintah Jarvis untuk mengeluarkan senjata dan katana nya. tujuannya adalah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan ketika malam tiba.
sejujurnya ketika theo memasuki hutan belantara ini dia merasa seperti sedang di awasi oleh sesuatu, namun dia menghiraukan saja dan fokus untuk membuat parameter jebakan dan bivaknya.
setelah itu senjata dan katana kembar theo pun langsung keluar dari udara tipis dan jatuh di tepat di depannya. setelah itu theo mulai merapihkan kembali. dan kemudian dia ingat sesuatu dan bertanya kepada Jarvis.
"Jarvis apakah ketika kamu bisa membantuku jika aku bilang untuk memasang baju tempurku? masalahnya akan merepotkan apa bila aku harus mengganti pakaian dulu" ucap theo yang ingat kalau dia harus mengganti pakaian tempurnya dulu setiap ada musuh yang muncul dadakan akan sangat merepotkan. theo berpikir untuk bertanya kepada Jarvis kali aja Jarvis bisa seperti sistem-sistem yang ada di novel-novel lainnya.
(Tentu saja dong theo aku bisa, tinggal kamu sebutkan satu kata yaitu 'Pasang' nanti akan otomatis terpasang di tubuh mu dan ketika kau ingin melepaskan cukup ucap 'Lepaskan') Jawab Jarvis dengan nada bangga dan sombong, sepertinya theo saat ini sudah terbiasa dengan nada bicara Jarvis yang seperti ini.
"Wihh baguss lah kalau begitu, aku mau coba ah PASANG!" Ucap theo yang langsung mencoba apakah berhasil atau tidak.
dan ternyata berhasil dia langsung menggunakan pakaian tempurnya walaupun dia saat ini sedang dalam posisi duduk tapi baju itu terpasang dengan tiba-tiba dan ajaib. theo pun merasa pakaian yang tadi dia gunakan seakan-akan langsung terlepas seketika saat pakaian tempurnya terpasang.
dia pun melihat pakaian sendiri yang saat ini dia pakai, ternyata saat pakaian itu terpasang otomatis katana kembar yang tadi di dalam bivak pun langsung terpasang di punggungnya. dan di kedua paha kanan kiri nya ada dua pistol yang dia memang simpan di dalam inventaris.
theo lalu mengeluarkan handphone nya untuk melihat dirinya sendiri di kamera, dan ketika theo melihat dirinya sendiri dia merasa cukup puas dan terasa sangat keren sekali. walaupun pakaian ini terlihat ketat namun ini sangat nyaman untuk gerakannya.
theo yang melihat dirinya sendiri pun dia merasa bahwa saat ini dia lebih mirip seorang karakter di sebuah film yaitu Snake Eyes dari film G.I.Joe.
"Woww keren juga ya aku memakai ini, biasanya seragam tempur ku ini hanya di letakan di dalam kamar rahasia dan tak pernah ku pakai. namun sekarang adalah momen pertama kali aku menggunakan ini sangat nyaman sekali dan leluasa untuk bergerak ya".
ucap theo sambil membuat gerakan tendangan berputar dan memainkan ke-dua katana kembarnya ditangan. theo membuat gerakan yang biasa Snake Eyes dan Storm Shadow lakukan di film saat mereka berdua bertarung melawan lawan-lawannya atau melawan satu sama lain.
setelah theo rasa cukup puas dengan pakaian yang dia miliki pun akhirnya menyudahi dan menyuruh Jarvis untuk melepaskan pakaian tempurnya.
__ADS_1
"Lepaskan" ucap theo pelan, lalu pakaian tempur nya hilang dan di ganti dengan pakaian yang theo gunakan sebelumnya. theo yang melihat ini pun cukup senang karena tidak akan repot lagi dia apa bila tiba-tiba ada musuh yang menyerang.
theo pun kembali ke bivak nya dan mulai memasak makan malam untuknya sendiri, saat ini langit pun sudah mulai gelap mempertandakan bahwa malam akan segera datang menyerang.
menu malam ini theo membuat sup kacang merah, herb potatoes, bacon dan telur mata sapi. ketika dia membuat makan malamnya dia teringat waktu dia masih ikut dalam pelatihan neraka.
pada saat itu dia dan teman-temannya benar-benar di latih untuk benar-benar menyatu dengan alam, theo dan rekan-rekannya pada saat itu dia sampai memakan cacing, serangga dan ular. pokoknya apapun yang mereka temukan akan di jadikan bahan makanan.
tapi dia juga merasa bersyukur karena berkat latihan neraka itu dia dan teman-temannya lebih kuat terhadap racun-racun. jelas sekali karena theo dan rekan-rekannya bukan hanya memakan makluk hidup saja namun dia juga memakan tanaman-tanaman yang mereka tidak tahu apa itu beracun atau tidak.
setelah makanan nya jadi theo pun langsung menyantapnya dengan sangat lahap karena dia merasa sangat lapar sekali akibat perjalanan dia yang tadi di tempuh. setelah selesai makan malam theo pun tidak lupa membuat kopi dan merokok karena itulah ritual yang sangat sering dia lakukan saat sesudah makan.
disaat theo sedang ngopi dan merokok di depan bivak dan api unggun yang dia buat, tiba-tiba suasana sekitar nya berubah menjadi sangat sunyi sekali. bahkan kali ini dia tidak mendengar suara angin ataupun bunyi pepohonan yang saling bergesekan.
namun bukan theo namanya yang takut akan hal-hal seperti ini, dia malahan menantikan apa lagi yang terjadi selanjutnya. theo pun tidak lupa mengambil kapak nya karena hanya itu saja yang terdekat disana.
dan tidak lama kemudian terdengar lah suara-suara aneh yang berasal dari depan theo, suara itu seperti suara rintihan kesakitan seseorang dan di iringi suara tangisan perempuan.
theo yang mendengar ini pun santai saja sambil melanjutkan ngopi dan ngerokok nya, namun dia juga waspada dengan tetap mengaktifkan skill haki dan skill six eyes nya agar dia tetap bisa merasakan serta melihat situasi sekitar.
suara-suara terdengar semakin jelas sekali, dan malahan suara itu perlahan-lahan seolah-olah mendekat ke arah theo namun di iringi dengan turunnya kabut yang lumayan tebal.
tidak lama kemudian di suara-suara itu pun berhenti dan tiba-tiba muncullah satu buah sosok yang membuat theo sangat merasa aneh, dia tidak takut tapi aneh. karena dia melihat satu sosok wanita namun wanita itu memiliki tinggi badan yang sangatt tinggi sekali.
Ilustrasi sosok wanita yang theo lihat saat ini.
wanita itu menatap theo dengan tatapan kosong dan dingin, theo pun yang di tatap seperti itu pun malahan tersenyum dan mengambil kapak nya yang di letakan di sebelah. lalu dia melemparkan kapak nya tanpa rasa takut dan malahan dia memakisosok itu.
"Matii lu jelekkk, makan nih kapak babang theo" ucap theo sambil melemparkan kapaknya ke arah sosok wanita itu. namun ketika kapak itu hampir mengenai kepala dari sosok itu tiba-tiba sosok itu pun menghilang berubah menjadi asap.
dan terlihat jelas kapak theo terjatuh tiba-tiba dan menancap di tanah. theo yang melihat sosok itu kabur dan menghilang pun malahan meledek sosok yang hilang itu dengan berkata.
"Tadi nunjukin diri, sekarang giliran di lawan malahan ilang. yahh cupu luu" ucap theo yang meledek sambil berdiri dan berjalan ke arah kapaknya berada.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah selalu mensupport dengan like, komen dan sarannya. mohon maaf apa bila terdapat beberapa kesalahan dalam pengetikan dan kesalahan dalam pemilihan kosa kata yang kurang pantas.