
...Selamat membaca dan menikmati...
.
.
.
sebenarnya ketiga wanita ini cantik menurut orang lain, tapi menurut theo mereka biasa saja karena theo sudah banyak memiliki dan meniduri wanita cantik jadi bagi dia biasa saja.
Ilustrasi Receptionist di kantor theo, Widi yang tengah, nisa yang rambutnya di kuncir dan Sifa yang rambut nya di gerai.
ketiga gadis itu yang melihat kedatangan theo pun langsung menyambut theo dengan ramah dan senyum terbaik mereka.
"Selamat pagii Tuan Muda" ucap mereka bertiga secara bersama kepada theo.
"oh haii selamat pagi kembali kalian bertiga yang cantik" ucap theo sambil mengedipkan matanya kepada ketiga gadis ini untuk membuat mereka semakin jatuh kedalam perangkap macan nya.
dan benar saja ketiga gadis itu langsung tersipu memerah mukanya ketika di bilang cantik oleh bos mereka ini.
"nanti kalian akan ku panggil satu per satu ya ke ruangan, tapi nanti kalau urusan ku sudah selesai oke" ucap theo kepada tiga gadis itu, dan theo pun langsung meninggal kan mereka begitu saja tanpa menunggu jawaban nya.
ketiga gadis itu pun benar-benar tidak menyangka kalau bos mereka ini akan memanggilnya bertiga. mereka tidak perduli apa masalahnya yang jelas mereka akan tampil yang terbaik untuk bertemu boss mereka ini.
theo pun berjalan masih sambil memakan gorengannya begitu saja namun ketika ia mau naik lift tiba-tiba dia di panggil oleh seseorang yang suaranya theo kenal.
"Theo!" panggil suara paruh baya yang tidak menyangka kalau akan bertemu di perusahaan besar ini.
dan ketika Theo melihat ke arah suara yang memanggilnya dia pun terkejut karena dia melihat David bersama 4 orang yang dia kenal yaitu satu orang pria paruh baya dan tiga orang gadis.
"Theeoooo" panggil tiga suara gadis itu langsung berlari ke arah Theo dan memeluknya.
ya ke empat orang ini adalah om Sigit, jasmine, Lily dan Rose. mereka berempat lah yang membuat Theo bingung kenapa ada mereka disana.
"hei heii apa kabar kaliann nona-nona cantikk?" tanya Theo dengan sedikit canggung dan bingung karena dia emang pria yang suka gonta-ganti perempuan tapi dia tidak suka hubungan dia di umbar umbar di depan umum. prinsip Theo mending di umur di kasur dari pada di depan umum hahaa
"ihh Theo kamu jahattt kamu kemana aja udah beberapa hari gaada kabar huhuu" ucap jasmine yang masih memeluk Theo.
__ADS_1
"iyaa nihh Theo kamu gaada kabar kami cht telfon tapi kamu ga pernah bales wuuu" ucap lily yang juga memeluk Theo sambil mencubit Theo.
"kamu pastii punya perempuan lain ya di luar sana makanya kamu lupa sama kita bertiga?" ucap rose yang juga memeluk Theo sambil cemberut karena tidak ada kabar sama sekali dari Theo
Theo hanya diam saja di peluk dan di tuduh sama mereka karena posisi nya Theo memang tidak siap di peluk sama mereka, dikarena Theo masih sedang memegang gorengan yang dia tadi lagi makan.
"hehee sudah lepasin dulu lah malu keliatan orang, aku ga biasa di peluk atau mengumbar hal sensitif di depan umum gini" ucap Theo mencoba untuk mereka agar melepaskan terlebih dahulu karena dia sudah malu ada beberapa karyawan nya yang melihat.
lalu mereka pun bertiga melepaskan Theo secara enggan, mereka juga melakukan itu secara reflek karena kangen sama Theo.
"oke okee gini aku beberapa hari terakhir semenjak aku pulang liburan aku sangat sibuk, banyak banget kerjaan maaf ya" ucap Theo mencoba menjelaskan agar mereka semua memaafkan Theo.
namun David yang dari setadi melihat interaksi boss besar mereka dengan ke tiga gadis anak Jendral ini pun seperti ingin memuntahkan seteguk darah ketika mendengar Theo bahwa dia sangat sibuk sekali. padahal sudah jelas-jelas bahwa Theo emang tidak melakukan apa-apa selain mendengarkan laporan kerja, memberi arahan dan menghadiri peresmian penggantian nama perusahaan.
"ohiya Theo apa kabar kamu? kenapa kamu ada di sini dengan santai dan datang malah sambil makan gorengan?" tanya om Sigit yang akhirnya ikut bersuara kepada Theo karena dia cukup terkejut melihat keberadaan Theo di kantor sebesar ini.
perusahaan ini sekarang sangat besar karena setelah mengganti nama nya menjadi Golden Suns Company, perusahaan ini pun mepublikasi bahwa Google adalah bagian dari perusahaan ini. di karenakan pemilik dari golden Suns company merupakan pemilik yang sama dengan pemilik dari google saat ini. Berita ini pun di konfirmasi langsung dari Google bahwa memang Google sudah berpindah kepemilikan.
"kabar ku baik om. lah kalian juga ngapain disinii? aku kan kerja disini" ucap Theo kepada om Sigit dengan santai.
om Sigit dan ke tiga gadis ini pun terkejut ketika mendengar Theo bekerja di perusahaan yang saat ini di gadang gadang adalah perusahaan terkaya dan terbesar di indonesia bahkan dunia.
"Bukannya kamu bilang kamu punya usaha kecil-kecilan Theo?" tanya jasmine karena Theo sendiri bilangnya begitu waktu di rumahnya.
David yang mendengar bahwa perusahaan sebesar Golden Suns company ini di bilang usaha kecil-kecilan pun ingin pingsan karena bagaimana boss dia bilang kalau perusahaan yang memiliki aset ratusan triliunan ini di bilang usaha kecil-kecilan.
David pun akhirnya memutuskan untuk menyapa Theo setelah melihat sandiwara ini semakin membuat dia ingin pingsan.
"Selamat pagi Tuan Muda, selamat datang kembali" ucap David sambil membungkukkan badannya ke arah Theo.
dan mereka ber empat yang mendengar David seorang manager utama dari perusahaan ini memanggil Theo dengan sebutan Tuan Muda pun sangat tercengang dan mereka langsung berteriak.
"TUAN MUDAAA?!!" Teriak mereka ber empat langsung di depan Theo dan itu membuat Theo sambil menutup telinganya serta teriakan meraka di dengar oleh karyawan Theo.
"Apaan sii kalian berisik bangettt teriak gitu lebayy bangett" ucap Theo kesal karena teriakan mereka yang sangat kencang.
mereka yang menyadari bahwa teriakan meraka sangat kencang pun langsung diam dan ke tiga gadis itu pun langsung mencubit dan menjewer kuping Theo.
"kamuuu dasarr pembohongan bilang nya usaha kecil-kecilan tapi taunya kamu pemilik perusahaan besarrr iiihhhh" ucap rose yang mencubit perut Theo dengan keras.
__ADS_1
"kenapa kamu bohong hah? mauu sok-sok an kaya novel-novel yang lelaki tidak terlihat kaya gituu hah!?" ucap Jasmine yang menjewer kuping kiri Theo.
"dasar laki-laki sama saja suka bohonggg, biar apa kamu berbohong hah? biar keliatan surprise gituu?" ucap lily yang juga menjewer kuping kanan theo sampai merah.
Theo yang benar-benar di serang oleh ke tiga gadis ini udah di cubit, di jewer, di marah-marahin sekarang malahan di tuduh tuduh lagi, dia pun hanya bisa menjelaskan ke tiga gadis ini agar santai terlebih dahulu.
"udah lah lepasin ih sakitt tauu, lagian kalian juga tidak nanya sama aku usaha apaan gitu" ucap Theo mencoba melepaskan diri dari mereka dan membela diri juga. namun hal itu malahan membuat mereka semakin kenceng melakukannya seragan itu.
"DASARR PEMBOHONG!!" ucap mereka bersamaan dengan semakin mengencangkan cubitan dan jeweran mereka sambil memelototi Theo.
Theo yang melihat ekspresi marah dan memelototi meraka bukannya takut malahan lucu karena muka mereka sangat menggemaskan.
"hahaha iya iyaaa maaaf yaa aku lupa memberi taunya okee, lepasin ya sakit nihh" ucap Theo sambil masih tertawa melihat ekspresi mereka ini.
mereka bertiga pun akhirnya melepaskan Theo namun dengan muka yang masih kesal dan cemberut karena merasa di bohongi oleh Theo.
om Sigit yang mengetahui bahwa Theo adalah pemilik dari perusahaan ini pun sangat bingung karena tidak menyangka bahwa pemuda seperti Theo yang terlihat tampan dan suka bermain perempuan merupakan seorang pemilik perusahaan raksasa di Indonesia dan dunia.
"Ohiya kalian ngapain kesini dongg? apa kalian bertiga mau kerja disini? tapi setau ku kita lagi ga buka lowongan pekerjaan tuh?" tanya theo kepada ke tiga gadis ini dan mencoba mencairkan suasana agar mereka tidak marah lagi terhadap Theo.
"kami kesini karena di ajak papah, dia bilang perusahaan ini dulunya punya om David sahabat nya papah namun sekarang udah di beli dan di ganti namanya" ucap jasmine menjelaskan maksud kedatangan nya.
"kami juga mendengar katanya perusahaan ini sekarang adalah perusahaan terbesar di indonesia dan di dunia karena pemilik perusahaan ini sama dengan pemilik perusahaan Google" ucap rose melanjutkan penjelasan dari jasmine.
"tapi kita tidak menyangka ternyata pemilik perusahaan sebesar ini ternyata seorang pria pembohong seperti kamu wuuuu" ucap lily yang masih kesal dengan di bohongin Theo.
"oahahhaa iyaa sudah maaf atuh jangan di marahin mulu akunya" ucap Theo sambil cengengesan dan menggaruk bagian belakang kepalanya.
"Ya sudah gini saja sekarang kita ke kantor ku, terus nanti aku traktir pesenin makanan yaa buat kita ngobrol-ngobrol di kantor ku" ucap theo mencoba membujuk ketiga gadis ini agar tidak marah lagi sama theo.
ternyata caranya berhasil mereka pun langsung setuju dan pergi ke lantai tertinggi bersama-sama, om Sigit dan David pun hanya mengikuti ke empat orang itu dalam diam
om Sigit diam karena dia masih tidak menyangka ternyata Theo bukan pemuda biasa, karena Theo adalah seorang pemilik perusahaan raksasa dan Theo pun adalah orang yang di takuti oleh jafar yang merupakan seorang wakil ketua Staff kepresidenan.
.
.
.
__ADS_1
Terima kasih sudah selalu support dengan like, komen dan sarannya. mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam pengetikan dan mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam pemilihan kosa kata.