
...Selamat Membaca dan Menikmati...
.
.
.
ketika theo pergi keluar lah satu orang dari balik mobil di sekitar situ, dan terlihat lah bahwa orang itu adalah penjual yang ingin berterima kasih kepada theo. namun sesuatu yang mencuriga pun terjadi karena ketika dia melihat theo pergi bersama kakek Xavier, dia langsung seperti menelfon seseorang dan melaporkan apa yang dia lihat.
tentu saja theo mengetahui bahwa dia sedang di awasi oleh penjual makanan itu namun theo menghiraukan saja, karena dia tidak merasakan aura jahat dari si penjual itu. setelah melaporkan apa yang dia lihat dan dengar penjual itu pun segera kembali ke food truck nya dan menutup jualannya.
kembali ke MC kita, yang sedang mendorong kursi roda kakek Xavier dengan tersenyum karena dia tidak sabar melihat transformasi yang di dapatkan oleh si kakek ketika sudah mandi dan berganti pakaian di barbershop yang di tuju.
sesampai disana theo pun menyuruh salah satu pegawai untuk melakukan perawatan terbaik untuk si kakek, theo pun langsung membayar dan memberikan mereka tip agar mereka merawat si kakek dengan sangat baik. theo tidak ingin di remehkan atau dihina karena dia membawa kakek Xavier yang terlihat sangat menyedihkan.
sejujurnya theo tidak mempermasalahkan penampilan kakek Xavier namun dia sangat tidak bisa menahan emosi kalau orang-orang nya ada yang dihina atau di remehkan.
"kakek aku tinggal dulu ya sebentar mau ke sebelah memberi beberapa kebutuhan ku, hei aku titip kakekku dan rawat dia dengan baik ketika aku kembali" ucap theo yang awalnya lembut ketika berbicara dengan kakek Xavier namun terlihat dingin ketika berbicara kepada pegawai disana.
si kakek yang melihat kelakuan theo pun menggeleng kan kepalanya karena theo terlihat sangat protective sekali untuk dirinya.
"ya sudah kamu pergi saja sana nak." ucap si kakek dengan lembut menyuruh theo pergi saja tidak perlu ragu.
theo pun segera keluar dari salon itu dan masuk ke supermarket disana. dia pun langsung membeli beberapa peralatan untuk melakukan survival seperti kompor kecil, parafin, dan sebagai nya.
theo juga tidak lupa membeli beberapa logistik selama dia disana, namun dia tidak beli terlalu banyak karena menurut nya logistik di butuhkan apa bila di sana tidak hewan yang bisa di buru. lagian juga theo akan tetap bisa hidup walaupun dia tidak membawa logistik, karena dia pernah di latih untuk hidup di hutan dengan hanya memodalkan satu pisau belati saja.
theo juga tidak lupa membeli tas carrier, sepatu hiking dan peralatan lainnya. theo merupakan orang yang sangat profesional terhadap pendakian atau survival di alam. makanya dia mengerti apa saja yang di butuhkan dan apa saja yang tidak dibutuhkan.
setelah membeli beberapa barang yang dia butuhkan theo pun langsung membayarnya dinkasir lalu membawa barang-barang yang baru saja dia beli ke mobil nya untuk di masukan.
lalu ketika sudah memasukkan semua barang bawaannya di bakasi mobil theo pun segera kembali ke barbershop dimana dia menitip kan kakek Xavier untuk di rawat.
dan ketika dia sampai disana dia pun sudah melihat bahwa kakek Xavier sudah selesai juga perawatan nya. theo melihat wajah kakek Xavier sudah bersih dan rapih dengan setelan yang tentu saja baru.
__ADS_1
theo yang melihat ini pun langsung senang karena dia sudah melihat kakek Xavier yang tadinya sangat menyedihkan sudah kembali normal.
Ilustrasi kakek Xavier yang sudah di make over.
"woww kekk kamu terlihat sangat tampan dan keren sekali hahaha" ucap theo dengan bahagia dan tertawa senang yang langsung memeluk si kakek.
"hahaha ini semua berkat mu nak theo, Terima kasih ya anak muda" ucap kakek Xavier yang ikut tertawa dan membalas pelukan si kakek.
"ya sudah kek let's Go kita, nanti semakin kemaleman sampai di rumah kenalan ku" ajak theo ke si kakek sambil mendorong kursi roda nya. namun sebelum pergi theo memberikan satu buah bingkasan yang di dalamnya ada wine yang tadi dia beli ke pegawai barbershop .
sesampainya di mobil theo membuka kan pintu mobil dan mengendong si kakek untuk masuk ke dalam mobil. lalu theo pun izin sebentar ke si kakek kalau dia mau ke toilet terlebih dahulu mau ganti baju. karena dia baru saja tadi beli baju di supermarket, jadi theo mau mencoba sekalian berganti pakaian yang lebih sopan karena dia mau kerumah jim.
theo pun kali ini memakai baju lengan panjang berwarna merah hati, dengan celana jeans hitam dan sepatu boots nya. theo lebih suka berpakaian ala eropa ketika dia ada di luar negeri, namun ketika di Indonesia dia lebih memilih setelan kasual biasa anak-anak muda di Indonesia.
ilustrasi pakaian theo kali ini.
"Mantapp keren mobilnya, keren juga orang yang ngebawanya" ucap si kakek sambil memberikan jempol ke arah Theo.
"Mantap keren juga orang yang di bawanya" jawab theo membalas ucapan si kakek dengan gestur memberi jempol dan tertawa. si kakek juga ikut tertawa karena merasa lucu dengan apa yang di ucapkan Theo, yang memberikan arti bahwa si kakek juga ga kalah keren dari mobil dan theo.
selama perjalanan theo dari Bukares menuju ke Transylvania bersama kakek Xavier di penuhi dengan obrolan, canda dan tawa. mereka berdua layaknya seorang kakek dan cucu nya yang sedang melakukan perjalanan panjang.
waktu yang di tempuh sekitar enam jam, dan theo berhenti dua kali di rest area untuk mengisi bensin mobilnya dan ke kamar mandi. di perjalanan Theo bercerita tentang sedikit kehidupan nya di Indonesia yang sering gonta-ganti wanita, bahkan dia tidak segan-segan untuk meniduri guru-gurunya atau dosen-dosen nya ketika sekolah atau kuliah.
si kakek hanya tertawa yang mendengar bahwa theo sangat nakal kepada wanita, si kakek juga bercerita ketika dia muda juga sama seperti theo cuma bedanya dia selalu memanggil wanita-wanita itu karena dari yang di ceritakan si kakek bahwa dia pernah mengalami kecelakaan mobil yang membuat kaki nya jadi tidak bisa di gunakan.
theo yang tahu ini awalnya ingin memberikan bantuan pengobatan, karena dia juga merupakan ahli tingkat tinggi dalam pengobatan kan. namun si kakek menolaknya, karena dengan dia memiliki keterbatasan seperti ini dia bisa melihat mana yang kawan mana yang lawan
theo yang mendengar alasan si kakek pun tidak bisa membantah apapun kalau memang ini keinginan kakek Xavier dia hanya bisa menuruti.
singkat cerita theo dan kakek Xavier pun akhirnya sampai di alamat yang tertulis di kartu nama milik jim. pada saat itu keadaan sudah malam sekitar jam 8 malam.
__ADS_1
sesampainya dia di sana Theo pun keluar terlebih dahulu dan mengambil kursi roda milik kakek Xavier, lalu setelah itu dia membuka kakek Xavier dan menggendong si kakek untuk duduk di kursi rodanya.
theo pun lalu mendorong kursi roda kakek Xavier ke depan rumah nya jim, kerena rumah jim memiliki tangga di depan rumahnya Theo pun berbicara kepada si kakek untuk mohon menunggu nya sebentar, lalu membunyikan bell di rumah jim. dan terdengar suara orang berjalan ke depan pintu lalu membukakan pintu. terlihat lah bahwa jim yang membuka kan pintunya
"Yoo nak Theo akhirnya kau sampai juga haha" ucap jim sambil memeluk Theo seakan mereka adalah teman lama yang baru saja bertemu kembali.
"hehehe selamat malam paman jim, senang bisa bertemu dengan mu kembali" ucap Theo sambil membalas pelukan jim.
"ohaha hayu Theo kita masuk kedalam, kebetulan sekali istriku baru saja selesai masak untuk makan malam. kita makan bersama saja oke" ucap jim. yang langsung mengajak Theo untuk ikut makan bersama mereka.
"iyaa paman jim tentu saja, ohiya paman jim perkenalkan ini kakek Xavier yang siang tadi ku cerita kan dan kakek ini adalah paman jim orang baik yang mau menolong kita" ucap Theo yang tentu saja menyetujui ajakan jim dan Theo juga tidak melupakan untuk memperkenalkan mereka berdua.
paman jim dan kakek Xavier yang pun saling melihat satu sama lain, namun mereka berdua pun memasang ekspresi yang sangat terkejut satu sama lain. paman jim dan kakek Xavier merupakan orang yang saling kenal satu sama lain tapi itu di masa lalu.
kakek Xavier memberikan gestur untuk menyuruh jim untuk tetap diam, jangan sampe Theo tau. jim. yang di beri intruksi untuk tetap diam pun akhirnya merubah ekpresi nya kembali seperti biasa nya saja.
namun Theo tidak memperhatikan ekpresi dan gestur dari ke dua orang ini, karena Theo pada saat ini sedang di alihkan fokusnya dengan sebuah notifikasi dari jarvis yang memberi tahu Theo bahwa Hutan Hoia Baciu yang menjadi tempat tujuannya ternyata sudah ada di depan mata.
(DING!!)
SEKILAS INFORMASI HUTAN HOIA BACIU TEMPAT TUJUAN THEO BERADA 2 KILOMETER DARI TEMPAT YANG SAAT INI SEDANG DI SINGGAHI.
Theo yang mendengar notifikasi ini pun cukup senang karena dia tidak perlu jauh-jauh lagi untuk ke hutan itu, dia benar-benar merasa cukup beruntung bertemu dengan jim.
namun lamunan Theo terganggu karena mendengar suara jim yang tiba-tiba bersuara mengajak Theo dan kakek Xavier untuk masuk ke rumahnya.
Theo yang kembali tersadar pun akhirnya mengangkat kakek Xavier bersama kursi rodanya untuk melewati tangga depan rumah nya jim.
.
.
.
Terima kasih sudah selalu mensupport dengan like, komen dan sarannya. mohon maaf apa bila terdapat beberapa kesalahan dalam pengetikan dan kesalahan dalam pemilihan kosa kata yang kurang cocok.
__ADS_1