Sistem Kekayaan Dunia

Sistem Kekayaan Dunia
62. TERNYATA


__ADS_3

...Selamat membaca dan menikmati...


.


.


.


Theo yang mendengar semua cerita yang di ceritakan oleh Jim pun sangat terkejut, karena ternyata Jim merupakan salah satu orang yang berada di pasukan yang saat itu Theo hancurkan dan bantai tanpa ampun.


dan Theo pun sedikit lucu ketika mendengar Jim yang memberi julukan kepada orang yang menyerang dan membantai semua rekan-rekannya di pasukan nya pada saat itu. Theo tahu yang di maksud oleh Jim itu tentu saja dia. karena hanya dialah yang mendapat kan julukan White Fang di dunia ini.


Theo pun tidak menyangka karena dia dia tidak mengira bahwa ada orang yang selamat dalam penyerangan nya malam itu. namun Theo pun cukup mengapresiasi keinginan hidup yang dimiliki oleh Jim. dia rela menderita karena melihat teman-temannya di bantai oleh musuhnya.


"tidak paman Jim, bagiku hidup lebih baik dari pada kebodohan yang menuruti keinginan egois dari pemerintah. lebih baik di cap menjadi pengecut dari pada kita hanya menjadi tumbal untuk pemerintah yang tidak tahu akan kejam nya perang" ucap Theo seolah-olah tidak mempermasalahkan Jim bersikap pengecut seperti itu. namun ketika dia berbicara seperti itu Jim langsung menatap Theo dengan serius karena dari ucapan Theo barusan seperti Theo adalah orang yang pernah hidup di kejamnya peperangan.


"Nak kau tahu apa tentang perang?" tanya Jim dengan serius kepada Theo. Theo yang mendengar Jim bertanya seperti itu dia merasa bodoh karena mulutnya berbicara dengan sembarangan saja. bisa saja Jim menjadi curiga kepada Theo.


"Tidak paman Jim, aku berbicara seperti itu karena menurut sejarah di negara ku juga kan pernah di jajah jadi aku sedikit tahu dari buku sejarah" ucap Theo yang langsung gugup dan sambil cengengesan mencoba menjelaskan kepada Jim.


Jim yang mendengar itu pun berpikir bahwa omongan Theo memang benar adanya karena Jim tahu negara Theo pernah di jajah sampai ratusan tahun oleh salah satu negara Eropa dan Asia.


namun Theo sedikit iseng dan inget sedikit becanda dengan kepada Jim dengan mempertanyakan apa yang terjadi kalau tiba-tiba White Fang ada di depannya.


"Yo paman Jim, apa yang akan kamu lakukan jika White Fang itu ada di depan mu?" ucap Theo sambil dengan nada yang becanda.


"hahaha kalau si iblis putih itu ada di depan ku ya aku lari lah hahaha. buat apa melawan iblis kematian seperti dia, itu sama aja bunuh diri bodoh" jawab paman Jim sambil tertawa tapi dia menjawab dengan sangat tulus, seakan dia memang trauma dengan kehadiran white Fang di hidupnya.


Theo sampai berpikir bagaimana kalau paman Jim tahu kalau dia lah White Fang atau yang dia panggil iblis putih itu?. mungkin akan lucu sekali pastinya ketika melihat ekpresi Jim yang tahu kebenaran siapa dalang di balik pembantaian itu.

__ADS_1


namun sekali lagi Theo tetap bungkam karena memang dia tidak terlalu ingin mengekspos jati diri nya kepada orang lain. dia sadar walaupun dia kuat namun di bumi ini banyak orang-orang licik yang akan membahayakan keluarga atau orang-orang terdekat nya.


"Ya sudah lah nak Theo aku akan turun terlebih dahulu untuk membantu kakek Xavier ke kamarnya. kau cukup istirahat saja kakek Xavier akan aman bersama ku" ucap Jim yang mencoba meyakinkan Theo untuk tidak usah terlalu di pikiran kan tentang kakek Xavier.


"Terima kasih banyak paman Jim, kamu dan keluarga mu akan selalu ku ingat kebaikan nya. dan pasti akan ku balas suatu saat nanti" ucap Theo dengan sangat berterima kasih kepada Jim.


"hahaha tidak perlu di pikiran anak muda. kau cukup hidup dan kembali saja dari hutan itu sudah cukup bagi ku" ucap Jim dengan santai dan langsung pergi meninggalkan Theo di kamarnya.


Jim yang pergi meninggalkan Theo pun langsung ke ruang makan lagi, ternyata sudah pergi semua kecuali kakek Xavier yang masih menunggu nya.


ketika Jim dan kakek Xavier sedang berdua, paman Jim langsung mendorong kakek Xavier ke salah satu ruangan kerja nya untuk berbicara empat mata dengan si kakek. dan pada saat mereka berdua sudah di dalam dan pintu sudah dikunci oleh Jim.


"Salam Hormat Tuan Morgan!" ucap Jim yang dengan sangat hormat menggunakan postur tangan terkepal kanan dan di tempelkan di dada kirinya sambil sedikit membungkuk untuk memberi hormat yang layak.


"sudah lah Jim tidak perlu formal seperti itu, inget kau bukan lagi anak buah ku." ucap kakek Xavier dengan lembut dan ramah mencoba membuat Jim tidak perlu formal.


"Terima kasih Tuan Morgan sudah mau berkunjung ke rumah ku, suatu ke hormatan bagi ku dan keluarga" ucap Jim yang tetap berbicara sangat formal


"Mohon maaf Tuan Morgan kalau saya bersikap lancang mengikut campur urusan Tuan, tapi apakah saya boleh tahu hubungan Tuan Morgan dengan Theo itu apa dan kenapa Tuan sampai melakukan hal seperti ini di Bukares" tanya Jim kepada kakek Xavier karena dia sangat penasaran sekali dan bingung dengan pola pikir mantan Tuan nya ini.


"ya sejujurnya apa yang aku cerita kan kepada Theo adalah akal-akalan ku saja untuk melihat jati diri dari anak itu. dan sebenarnya aku dan Theo tidak memiliki hubungan apapun namun aku merasa ketika aku berada di dekat anak itu, aku merasa bahwa kesepian di dalam hati ku sangat terobati"


"makanya karena itu aku mengikuti dia sampai ke sini, aku pun melihat anak ini sangat baik sekali dia berhati lembut dan tidak pandang buluh untuk berbuat baik kepada yang membutuhkan. namun ada hal lain yang membuat ku sangat tertarik dari anak ini"


"Yaitu ketika aku berada di dekatnya samar-samar aku merasakan hawa kematian dan bau darah yang sangat kental dari dalam dirinya. aku juga merasa kalau anak ini bukan lah anak biasa pada umumnya. dia memiliki keyakinan yang kuat di matanya, kepercayaan dengan dirinya, dan aku melihat di matanya bahwa dia akan menjadi seorang penguasa yang baik dan adil suatu saat nanti"


"dan tujuan ku melakukan hal ini di Bukares adalah karena pada suatu saat aku pernah bermimpi, di dalam mimpi ku aku bertemu suatu sosok yang tidak bisa ku jelaskan karena aku tidak melihat apapun namun aku mendengar suaranya."


"sosok itu berbicara kepada ku untuk menyuruh ku ke Bukares dan melakukan hal seperti itu. sosok itu bilang jika aku ingin menemukan sosok penerus nya yang benar-benar layak dan mampu adalah ketika aku di sana"

__ADS_1


"Sosok itu pun menjelaskan ciri-ciri dari orang yang di maksudnya dengan rambut putih keperakan dan mata biru. namun yang paling spesifik dia menjelaskan bahwa orang yang yang akan menjadi penerusnya akan memiliki tujuan ke hutan Hoia baciu"


"jadi aku menyimpulkan bahwa Orang yang di maksud oleh sosok itu adalah Theo. karena aku sadar hidup ku tidak akan lama lagi dan aku tidak memiliki siapapun untuk ku warisi semua harta yang ku punya".


" aku memang memiliki banyak orang yang bisa ku percaya namun orang yang layak untuk ku warisi tidak ada. makanya ketika aku mendengar anak itu beneran mau ke Hutan Hoia baciu aku benar-benar melarangnya karena aku takut kalau calon penerus ku akan hilang dan tidak kembali" ucap kakek Xavier menjelaskan semua nya kepada Jim. karena kakek Xavier percaya kepada orang seperti Jim tidak akan membicarakan hal yang seperti ini kepada orang lain.


kakek Xavier juga sangat mengenal karakter dari Jim yang merupakan mantan anak buah nya dulu. Jim memutuskan untuk keluar dari bawahannya dan tidak membawa uang hasil kerja nya sepersen pun karena dia ingin hidup mengasingkan diri bersama keluarga nya.


Dan kakek Xavier pada awalnya sangat sedih dan merasa kehilangan karena Jim merupakan salah satu orang terpenting serta terpercaya di sisi nya. namun kakek Xavier pun mengerti bahwa keluarga adalah nomor satu bagi Jim, dan itu lah yang berada di dalam Perjanjian ketika Jim di rekrut untuk menjadi anak buah nya.


Jim yang telah mendengar semua penjelasan dari mantan tuannya pun akhirnya sangat mengerti dengan tujuan nya. namun dia pun masih bingung kenapa kakek Xavier malahan memilih Theo, tapi dia menghiraukan saja karena menurut nya Theo juga memang layak sih.


bukan hanya karena dia tampan namun karena kebaikan hati nya yang selalu menganggap semua manusia itu sederajat bahkan dia yang terlihat kaya pun tidak menyombongkan dirinya kepada orang lain. jadi kepribadian Theo ini sama persis dengan kepribadian kakek Xavier.


"Jadi Tuan Morgan ingin menjadikan Theo sebagai penerus? apakah yang lain tahu akan ini tuan? karena aku takut akan banyak orang yang menentang keputusan ini tuan." ucap Jim yang menyampaikan pendapat nya.


"tenang saja aku yakin mereka semua pasti sudah tahu dan akan setuju dengan keputusan ku. karena aku ketika disana menjadi tunawisma tidak sendirian, aku di temani oleh jacob yang menyamar menjadi penjual makanan disana. dan untuk orang yang menentang keputusan ku jelas jawabannya adalah kematian" ucap kakek Xavier dengan tenang menjawab pertanyaan dan keraguan dari Jim


"baiklah aku mengerti Tuan, namun apakah ada perintah untuk ku Tuan? walaupun aku sudah mengundurkan diri dari bawahan mu namun ketika di butuhkan dan aku mampu menjalankan tugas, aku siap membantu Tuan" ucap Jim dengan tegas karena kakek Xavier lah yang menolong dan menyelamatkan nya ketika dia akan di hukum militer karena dia bersikap pengecut pada waktu itu.


"Terima kasih Jim atas bantuan dan jasa mu. aku hanya memberi mu tugas mudah yaitu untuk tetap merahasiakan identitas ku kepada anak itu, tidak memanggilku dengan nama asli ku cukup Xavier saja, dan tunggu lah anak itu sampai dia kembali dari hutan."


"aku kemungkinan akan segera kembali ke Amerika ketika anak itu masuk ke dalam hutan. dan ketika anak itu kembali tinggal kau jelaskan saja bahwa aku sudah menghubungi keluarga ku untuk di jemput. nanti tinggal kau beri alamat saja rumah ku yang di New Jersey dan bilang aku akan menunggu nya disana" ucap kakek Xavier yang memberi beberapa tugas kepada Jim.


.


.


.

__ADS_1


Terima kasih sudah selalu mensupport dengan like, komen dan sarannya. mohon maaf apa bila masih terdapat beberapa kesalahan dalam pengetikan dan kesalahan dalam pemilihan kosa kata yang kurang cocok.


__ADS_2