SISTEM PATRIOT

SISTEM PATRIOT
Chapter 9 : Langkah Pertama Bidak Papan Catur


__ADS_3

*Mansion*


19:00 GMT-7


Ghali yang baru saja keluar dari kamar mandi didalam kamarnya itu dikagetkan oleh Isel yang sudah duduk disana. "astaga kau mengagetkan ku saja" ujar Ghali sembari mengelus-elus dadanya


Setelah dirinya mengganti pakaian santainya, dirinya menghampiri Isel untuk mengajaknya makan malam "ayo kebawa dulu kita makan" ujar Ghali sembari menggenggam tangan Isel.


Mereka pun makan malam tanpa melakukan aktifitas lainnya. Selesai makan Ghali langsung ke kamarnya untuk mempersiapkan ujiannya besok. "akhirnya selesai juga" sambil merebahkan badannya dan mencoba untuk tidur.


Tiba-tiba pintu kamar dibuka terlihat Isel yang telah mengenakan pakaian tidur menghampirinya dan langsung ikut tidur disebelah Ghali, "ehh...sayang apa yang kamu lakukan" ujar Ghali sembari melepas pelukan Isel.


"aku ingin tidur disampingmu aku tidak bisa tenang jika tidur sendiri" ujar Isel. 'ya tuhan cobaan apa lagi ini' gumam Ghali hufffff , "sayang aku tidak yakin bisa menahannya" Ujar Ghali memberi peringatan kepada Isel. "jangan ditahan langsung saja" jawab Isel santai.


Mendapat lampu hijau dari Isel dirinya pun langsung ******* bibir manis Isel heumphhhh... cup. "sayang aku tidak bermaksud..... heumpphhh ". "aku akan menghukummu hari ini karena dirimu telah merusak pikiran polos Anisa" ujar Ghali kemudian melanjutkan aktifitasnya, Isel hanya pasrah diperlakukan seperti itu.


malam panas itu berlangsung selama 2 jam, Isel yang sudah lemas digempur habis-habisan nampak terlihat diwajahnya tersenyum kepuasan, meskipun tubuhnya sudah tidak bisa digerakan lagi akibat sudah berapa kali mengalami pelepasan. Ghali pun kemudian pergi kekamar mandinya untuk membersihkan dirinya kemudian melanjutkan tidurnya.


Fajar menyingsing dari ufuk timur menyinari dua Insan yang tengah berpelukan diatas ranjang, Ghali dan Isel pun terbangun sambil menunjukan tatapan mesranya satu sama lain. "terima kasih sayang" ujar Ghali sambil mengecup singkat bibir Isel, kemudian dibalas dengan senyuman manisnya. Seperti biasa Ghali melakukan aktifitas Ghali dipagi harinya setelah selesai dirinya membersihkan diri.


Ghali yang tengah berjalan kearah ruang makan terlihat disana Isel yang tengah menyiapkan sarapan untuk Ghali, kemudian mereka melanjutkan aktifitasnya, Ghali pun sudah meninggalkan mansionnya untuk berangkat sekolah menggunakan motornya.


1 Minggu berlalu...


Ghali yang kini telah selesai melaksanakan ujian nya kini terlihat dirinya sedang main catur ditemani oleh pak sayuti, asistant rumah tangganya yang baru "tuan muda bisa kita mulai"."silahkan pak" merekapun tengah asyik bermain catur, kemudian Isel beserta dua asistant nya datang setelah selesai melakukan pekerjaannya "aku pulang" seru Isel.


Ghali yang sudah selesai bermain catur kemudian mendekati Isel,Tristan dan Tigh disana "sayang bagaimana perkembangan pembangunan panti ?".


"untuk pembangunan panti kini sudah selesai hampir 80%, kemungkinan minggu depan bangunan untuk panti sudah selesai untuk ditempati" jawab Isel. "kerja bagus... lanjutkan".


kemudian dirinya melanjutkan pembicaraan "sebetulnya aku ada Ide untuk membangun perusahaan dibidang Investasi, nantinya perusahaan ini akan menjadi perusahaan Induk dari perusahaan-perusahaan yang telah kumiliki saat ini" ujar Ghali kepada mereka,


[DING] 'misi terpicu bentuk satu perusahaan'


'Hadiah : Uang Rp 10.000.000.000.000, 1.000.000.000 Poin Sistem, Skill Ahli Bisnis'


'Hukuman : reset poin sistem jadi 0 , Waktu : 1Bulan (hitung mundur dimulai dari sekarang)'


'menarik ternyata ada misi yang kayak beginian, hadiahnya menakjubkan, sebanding dengan hukumannya yang sadis.... hedeuh ' Ghali tersenyum, kemudian dirinya melanjutkan pembicaraannya "untuk kamu tris setelah ini carilah pegawai yang dibutuhkan dan berkompeten dibidangnya, dan untuk kamu kak setelah ini lakukan pendaftaran perusahaan, untuk suntikan modal awal akan aku kirimkan ke rekening perusahaan jika sudah terbentuk nantinya" Ujar Ghali.


"Tuan, apakah tuan sudah punya nama perusahaan nantinya ?" tanya Tristan kepada Ghali "hemmmm...." Ghali yang tengah berpikir sambil menopang dagunya dengan telunjuk "bagaimana kalau namanya Olympus Capital" ujar Ghali. "baiklah tuan nama yang bagus" saut Tristan. "baiklah aku akan mengurus pendaftaran besok... dan akan aku kabari secepatnya" saut Isel, kemudian mereka pergi meninggalkan Ghali dan Tigh disana.

__ADS_1


"Tigh kemarilah" ujar Ghali kemudian langkahnya diikuti oleh Tigh. sesampainya mereka di halaman belakang mansion "Tigh aku punya tugas untukmu, mulai saat ini kamu selediki tentang jaringan narkoba el-nino selidiki ini diam-diam tanpa sepengetahuan Isel, setelah ini kamu pergilah ke Ibu kota dan mulai penyelidikannya dari sana" ujar Ghali dengan nada tegas "baik tuan muda aku akan menjalankan perintahmu" jawab Tigh kemudian dirinya pergi meninggalkan Ghali sendirian disana.


'huffffff sepertinya dengan begini misi bulanan akan selesai, kemudian permasalahan Isel aku berharap bisa menyelesaikan ini dengan cepat' gumam Ghali.


Ghali yang tengah duduk santai di halaman belakang tiba-tiba disadarkan suara notifikasi dari ponselnya, dirinya pun memeriksa ternyata Anisa mengirim pesan kepadanya untuk mengundangnya makan malam dirumahnya, Ghali pun memeberitahunya akan kesana nanti. "hemmm... mumpung masih ada waktu beberapa jam lagi untuk makan malam lebih baik aku mengunjungi ibu dan adik kembarku sudah lama aku belum bertemu mereka.


Ghali pun bergegas menuju garasi kemudian dirinya melajukan mobilnya keluar dari mansionnya. Sesampainya di apartemen dirinya langsung menuju tempat Ibu Ratna


ding...dong


Ghali menekan bel kemudian tak lama pintu dibuka terlihat disana Ibu Ratna menyambut kedatangan Ghali dan langsung memeluknya "nak... kemana saja kamu sudah lama gak jenguk ibu tuh liat adik kembarmu nampaknya murung kangen sudah lama tak bermain denganmu" ujar Ibu Ratna sembari menunjuk kearah Mita dan Mira.


Kemudian Ghali berjalan kearah dua gadis kecil itu "hai adik-adik kakak yang paling cantik" panggil Ghali kepada keduanya. "kakakkkk" jawab keduanya sembari berlari memeluk Ghali. "apakah kalian ingin ikut kakak jalan-jalan" ujar Ghali sambil mengusap pucuk kepala kedua adiknya itu. "mauuu" saut keduanya. "kalau begitu let's go" jawab Ghali dengan semangat. "ibu aku akan mengajak mereka jalan-jalan ke taman sebentar" pamit Ghali kepada Ibu Ratna. "baiklah nak... hati-hati".


Mereka yang tengah asyik bermain di taman tiba-tiba dikagetkan suara tembakan dari arah belakang mereka


dor...dor...dor


"Berhenti angkat tanganmu" terlihat beberapa polisi sedang mengarahkan pistolnya kepada seorang pria yang sedang menyandra wanita dengan pisau dileher wanita itu. "letakan senjata kalian kalau tidak akan ku gorok leher wanita ini" pekik pria penodong itu. Ghali yang melihat kejadian tersebut kemudian menyuruh adik kembarnya bersembunyi, Ghali pun bergegas mendekati sumber keributan.


Dengan pelan Ghali mengendap-endap dari arah belakang pria penodong tersebut, Ghali yang tidak ingin diketahui gerakannya pun memberi kode ke para polisi untuk mengalihkan perhatian pria penodong tersebut "okey baiklah tuan Albert kita mohon lepaskan wanita tersebut" ujar salah satu polisi sembari mengangkat pistolnya.


"kau kira aku bodoh apa.... wanita ini adalah jaminan keselamatanku dari tangan kalian" pekik pria penodong yang diketahui bernama Albert. Ghali yang sudah dalam jarak serangnya kemudian langsung memukul keras tengkuk pria tersebut


seketika pria tersebut tergeletak pingsan, polisi pun langsung mengamankan pria tersebut kemudian membawanya. Ghali yang melihat wanita tersebut terduduk lemas kemudian memapahnya menuju bangku taman tak jauh dari tempat mereka "apakah kamu baik-baik saja ?" ujar Ghali sembari memeriksa wanita tersebut namun pada saat Ghali melihat wajah wanita tersebut dan pandangan merekapun saling bertemu "k...kau..., Kak Nancy" Ujar Ghali dengan nada kaget, "Ghali... kamu..." Nancy terkaget melihat Ghali kemudian dirinya terisak sembari memeluk Ghali.


"hiks...hiks.... Ghali aku sangat takut"


Isak Nancy, Ghali mencoba menenangkan wanita yang dia kenalinya itu sejak lama. "ehem...permisi dik... sebelumnya kami atas nama polisi mengucapkan terima kasih kepada adik yang sudah membantu tugas kami menangkap Buronan kasus penculikan, wanita ini adalah salah satu korban penculikan pada saat kami menggrebek tempat persembunyiannya tak jauh dari tempat ini..." ujar pak polisi tersebut "baiklah kalau begitu kami permisi....setelah nona pulih kami harapkan nona bisa hadir memberi keterangan dari kasus ini" ujar pak polisi kemudian pergi dari hadapan mereka.


Ghali yang mendengar perkataan polisi tersebut, dibuat kaget "kak... apa yang sebetulnya terjadi kepadamu" ujar Ghali kemudian Nancy melepaskan pelukannya dari Ghali "aku diculik beberapa hari yang lalu saat aku pulang bekerja dari rumah sakit tiba-tiba sekelompok pria datang membawa ku dari tempat tinggal ku, seketika aku sadar sudah berada ditempat asing menurutku, selama beberapa hari ditempat itu psikisku tertekan, mereka sering mengancam membunuh siapa saja yang akan kabur dari tempat tersebut..., namun kejadian tak terduga terjadi tempat tersebut digrebek polisi kemudian pria tersebut membawa lari aku sampai pada akhirnya aku berada disini" jelas Nancy kepada Ghali kemudian dirinya kembali terisak sambil menelungkupkan tangannya menutupi wajah.


"sudah... kak jangan menangis untuk sementara kita pergi ke rumah sakit dulu untuk mengobati leher kakak" ujar Ghali menenangkan nampak disana leher jenjang Nancy yang tergores karena todongan pisau pria tersebut. Ghali dan Nancy pun berdiri, kemidian Ghali menjemput adik kembarnya dan mengajak mereka pergi bersama.


[DING] 'Misi tersembunyi berhasil dilaksanakan'


'Selamat Tuan Mendapatkan Mobil Lamborgini Veneno Roadster seharga 70 Milyar rupiah'


'hadiah sudah berada di garasi mansion tuan'


'hemm ternyata sistem mempunyai misi tersembunyi juga'

__ADS_1


[DING] 'itu benar tuan'


Ghali yang tengah mengendarai mobilnya kemudian bertanya kepada Nancy tentang kehidupannya, maklum saja Ghali dan Nancy memang sama-sama dibesarkan di panti asuhan, mereka berdua sejak dahulu memang sangat dekat satu sama lain, namun sudah hampir 5 tahun mereka berpisah.


Nancy meninggalkan pantinya untuk menempuh kuliah kedokteran di salah satu universitas negeri di ibu kota, kondisi keuangannya hampir mirip dengan Ghali namun, Nancy sama cerdasnya sehingga selama perkuliahan dirinya selalu mendapat beasiswa full, saat ini Nancy bekerja disalah satu rumah sakit swasta di kota bandung.



*Visual Nancy @sumber photo pinterest


"ngomong-ngomong kak bagaimana kesibukanmu saat ini ?" tanya Ghali. "kesibukanku ya...paling bekerja saja tidak ada kegiatan lain" jawab Nancy. "apakah kakak udah punya pacar sekarang" tanya Ghali tiba-tiba.


"uhuk...uhuk kamu ya..." seketika Nancy terbatuk mendengar pertanyaan Ghali, tak lama kemudian pipi Nancy memerah padam entah apa yang sedang dirasakannya. "Ghali lalu mereka itu siapa" tanya Nancy sembari menunjuk dua bocil yang tengah tertidur dibangku belakang.


"ohh itu adik-adik ku, sama anak-anak panti juga" ujar Ghali. "Imutnya mereka" ujar Nancy gemas. "iya Imut sama kayak kakak Imutnya" celetuk Ghali.


bugh... Nancy memukul lengan Ghali "apaan sih kamu....ooo sekarang udah berani ya godaiin kakaknya" ujar Nancy menahan pipinya yang semakin kemerahan. "issshhhh.... muji juga gak boleh" saut Ghali dengan nada sebal sembari mengusap-usap lengan yang terkena pukulan.


sesampainya dirumah sakit, yang kebetulan saat ini rumah sakit tersebut tempat Nancy bekerja. Nancy pun langsung mendapatkan perawatan kemudian dipindahkan ke ruang VIP. bocil kembar itupun berkenalan dengan Nancy, hanya dalam waktu dekat mereka sudah saling akrab. tak lama kemudian pintu kamar nampak dibuka seseorang.


Terlihat disana Ibu Ratna dengan tergesa-gesa menghampiri Nancy yang tengah terbaring "ya ampun nak apa yang sedang terjadi padamu" ujar Ibu Ratna dengan nada khawatir. "tidak apa-apa kok bu hanya musibah kecil dan untungnya ada Ghali disana menolongku" jawab Nancy menenagkan ibu asuhnya tersebut.


Ibu Ratna yang sebelumnya dihubungi oleh Ghali untuk menjenguk kak Nancy dirumah sakit, Ibu Ratna pun langsung bergegas kerumah sakit demi melihat anak asuhnya itu yang sudah lama mereka tidak bertemu. "nak sudah lama kau tidak mengunjungi ibu dan Ghali di panti" ujar Ibu Ratna mengusap kepala Nancy.


"maafkan anakmu ini ibu yang terlalu sibuk bekerja" ujar Nancy dengan nada bersalah. "tidak apa-apa nak kalau itu yang terbaik untukmu" jawab Ibu Ratna.


Beberapa menit berlalu kemudian perawat datang untuk mengecek kondisi Nancy, perawat tersebutpun kaget melihat Nancy "ehh... dokter Nancy kenapa disini ?, apa yang telah terjadi kepadamu dok ?" ujar perawat.


Nancy pun tersenyum dan menjawab sang perawat, Nancy menjelaskan kejadian yang sempat dialaminya, perawat yang mendengar cerita Nancy kemudian akan membantu menjelaskan kondisi Nancy kepada direktur rumah sakit, sebab sejak kejadian tersebut dirinya tidak pernah terlihat masuk kerja.


Ibu Ratna yang tengah menyimak percakapan Nancy dan perawat pun nampak khawatir dengan kondisi Nancy "nak bagaimana hal tersebut terjadi kepadamu" ujar Ibu Ratna khawatir. "tidak apa-apa bu, namanya juga musibah".


"setelah ini, sebaiknya kau tinggal bersama Ibu dan sikembar, kebetulan dirumah masih banyak kamar kosong" ujar Ibu Ratna. "apakah ibu sudah berhenti mengurus panti ?" tanya Nancy.


"tidak nak, ibu hanya berpindah tempat tinggal, namun ibu masih tetap mengurus panti, tempat tinggal ibu sekarang adalah pemberian dari Ghali" ujar Ibu Ratna. Nancy yang mendengar hal tersebut menatap Ghali dengan penuh kekaguman.


"tidak perlu menatapku seperti itu kak nanti yang ada, kau jatuh cinta kepadaku" saut Ghali dengan nada meledek. "Ghali... kamu tuh ya dari dulu suka aja menggoda kakakmu" ujar Ibu Ratna. berbeda halnya dengan Nancy kini wajahnya menunjukan ekspresi yang sulit untuk diartikan.


'aku tidak tau bagaimana setelah ini menghadapimu, namun yang pasti sejak dahulu aku sudah jatuh cinta kepadamu Ghali meskipun umurmu jauh lebih mudah 7 tahun dibawah ku' gumam Nancy.


"Ibu..., aku pamit pulang ya, karena aku ada beberapa hal yang harus aku kerjakan, kalau nanti ada masalah segera kabari aku, untuk biaya rumah sakit sudah aku selesaikan, kak Nancy dan Ibu jangan khawatir dengan hal tersebut" pamit Ghali kepada semua orang yang ada disana, kemudian dirinya beranjak pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


-


Bersambung..


__ADS_2