
Saat ini Ghali tengah mengerenyitkan keningnya mencoba untuk bangun. Terlihat disana jam dinding menunjukkan pukul 10 Siang, kemudian pandangannya dialihkan kearah bidadari disampingnya itu, yang kini tengah memeluknya dengan tubuh polosnya.
Ghali kemudian mengecup gemas mata yang tengah terpejam Isel kemudian Dirinya mengusap pipi gadisnya itu dengan lembut, hal tersebut membuat Isel mengerenyitkan matanya sambil berusaha membuka matanya "Kau sudah bangung" ujar Isel pertama kali sembari mengucak-ucak matanya.
"Isel" panggil Ghali dengan suara terdalamnya, sehingga membuat Isel mendongkakan kepalanya melihat wajah lelakinya "Hemm" jawab Isel singkat kemudian ia memindahkan sandaran kepalanya diatas dada bidang Ghali, yang menurut Isel itu adalah tempat Favoritnya saat ini
Ghali yang tengah mengelus-elus kepala Isel kemudian mengajak Isel bersandar ditepian ranjang, dengan posisi Isel dan Ghali yang setengah duduk, Isel yang berada diatas Ghali yang masih dalam posisi berbaring.
"Isel apakah Kau puas semalam" celetuk Ghali yang tiba-tiba sontak membangunkan gerak reflek Isel
Bugh...
Seketika tinjuan yang lumayan keras mendarat diperut Ghali hingga hampir saja membuat Ghali mati tersedak.
Uhukkk...uhukkk
Isel menggembungkan pipinya "Humphhhh.... apanya yang puas Aku rasanya ingin mati dibuatmu, bahkan untuk sekedar bernafas pun aku tidak diberi kesempatan... Kau dan pedang pembunuhmu sangatlah menyiksaku... Huft " Isel ngomel sambil mengalihkan mukanya kearah lain.
Ghali hanya terkekeh geli melihat perlakuan Isel, kemudian Ghali memencet hidung Isel yang mungil tersebut sambil menggoyang-goyangkannya "Tapi Kau senang kan" lanjut goda Ghali, "Apaan sih" cibir Isel sambil mengedutkan bibirnya
merasa sebal terhadap godaan Ghali, Isel berinisiatif turun ranjang, namun baru saja akan berdiri "Esssstttttttttt..... awwwww...hiks sakit" ringis Isel nampak keluar air matanya.
Ghali yang melihat hal tersebutpun kembali mendekati Isel "Sayang kau mau kemana ?" tanya Ghali. "Aku mau membersihkan diri ke kamar mandi" jawab Isel dengan nada lirih.
seketika Ghali langsung membopong tubuh Isel sontak membuat Isel kaget "Yachhhhh......Ghali apa yang Kau lakukan" pekik Isel.
"Sudah jangan banyak memberontak kita akan membersihkan diri bersama-sama" seketika jawaban Ghalimembuat diri Isel pasrah.
30 menit berlalu tanpa kegiatan lain yang mereka lakukan dikamar mandi kemudian Ghalikembali membopong tubuh Isel ke dalam wardrobe untuk berganti pakaiannya. Ghali yang setelah mengantar Isel tersebut, kemudian bergegas kekamarnya yang tepat bersebelahan dengan kamar Isel.
Hingga beberapa saat kemudian, Ghali sudah keluar dari kamarnya kemudian berjalan menuju kamar Isel, disana terlihat Isel yang sudah rapi dengan pakaian barunya masih berada di ruangan wardrobe.
Ghali tanpa banyak tanya mengajak Isel turun ke lantai bawah langsung membopongnya ala bridal.
sesampainya dilantai bawah mereka langsung disambut oleh tristan dan tigh yang kini tengah memakai pakaian santainya yang sebelumnya mereka beli bersama Ghali menyambut mereka berdua "Selamat siang Tuan muda" ucap mereka serempak "Selamat siang Nona muda" ucap Tristan dengan tersenyum.
Isel yang mendengar hal tersebut hanya tertunduk malu Ghali yang mendengarnya pun terkekeh geli "Baru satu hari kau dirumah ini Kau sudah dipanggil nona muda" goda Ghali, nampak terlihat Isel yang tengah menggembungkan pipinya.
"Tuan, makanan untuk Anda dan Nona muda sudah siap" ujar tristan, "Baiklah sebaiknya Kita makan terlebih dahulu sebelum Kita melanjutkan pertempuran selanjutnya" goda Ghali yang nampak berbisik di telinga Isel.
Sontak saja mendengar hal tersebut Isel bergidik ngeri pasalnya belum juga tuntas rasa perih yang dialaminya tetapi dirinya setelah ini akan dipaksa bertempur lagi 'Ihhhhhh.... sungguh menyeramkan dirinya terbuat dari apakah manusia ini, seakan-akan staminanya tidak ada habis-habisnya' gumam Isel sembari menatap ngeri kearah Ghali.
Ghali kemudian menyuapi Isel makan hal itu dilakukan sebagai bentuk rasa sayangnya kepada wanita yang baru ditemuinya tersebut. dengan lahap Isel menghabiskan makanan yang disuapi Ghali. Kemudian Ghali beres-beres membersihkan bekas makanannya.
Setelah selesai Ghali memanggil Tristan dan Tigh "Tristan habis ini kamu pergilah berbelanja untuk kebutuhan dapur, serta pakaian dan ponsel untuk Isel sebelum ia mulai bekerja, dan satu lagi tristan mulai sekarang kau dampingi Isel untuk mengurus segala macam bisnisku patuhi perintahnya seperti kau mematuhiku hal itu berlaku sama untukmu tigh" ujar Ghali kepada keduanya setelah itu Ghali menyerahkan kartu Atm nya kepada tristan untuk berbelanja.
"Tris... Kedepannya kalau bisa Kau carikan asistant rumah tangga untuk membersihkan apartemen ini 2 orang... Lebih cepat, lebih baik" ujar Ghali kembali memberi perintah kepada tristan. Setelah itu mereka berdua pamit meninggalkan apartemen.
Kini disana hanya menyisahkan dua insan yang tengah kasmaran yang tengah duduk didalam kamar kini mereka berdua berada dikamar Ghalisebab kamar isel belum dibersihkan setelah kejadian semalam..
Nampak Isel membuka pembicaraan "Lantas menurutmu Ghalibagaimana dengan posisi kita saat ini ?" sejenak Ghalinampak mengerutkan keningnya namun dia tahu maksud arah pembicaraan Isel kemana.
Ghali mendekati Isel yang tengah duduk di tepian ranjang sembari memegang kedua tangan Isel berkata "Saat ini kau adalah wanitaku karena kau telah memberikan hal yang sangat berharga kepadaku, aku tidak akan pernah sekalipun meninggalkanmu, dan akan menjagamu selalu."
Mendengar perkataan Ghali nampak terlihat genangan air mata dipelupuk mata Isel yang siap jatuh kapan saja, Ghali mengusap pipi wanita tersebut dengan lembut, wanita itupun langsung memeluk Ghali.
"Hiks...hiks... Terima kasih karena sudah mau menjagaku sayang" ujar Isel penuh haru.
Ghali kemudian melanjutkan perkataannya kepada Isel "Sayang... Aku ingin jujur kepadamu sebetulnya wanita yang Aku cintai bukan hanya dirimu saja ada wanita lain yang Aku cintai, akupun tidak bisa melepaskan salah satunya anatara dririmu dan dirinya, selanjutnya Aku ingin memastikan perasaannya kepadaku nantinya" seketika kata-kata Ghali membuat Isel menatap Dirinya dengan tatapan penuh telisik "Siapa wanita itu, kenapa tidak Kau pertemukan dia dengan Aku..." ujar Isel
Ghaliyang mendengar jawaban Isel nampak sedikit heran "Nanti kalau sudah waktunya akan kupertemukan Dirimu dan Dirinya" ujar Ghali sambil tersenyum getir.
"Asalkan Dia mencintaimu tulus apa adanya tanpa memandang unsur yang lain, Aku tidak mempermasalahkan jika harus berbagi, asalkan Kamu bisa berlaku adil terhadap Kita berdua, lagian untuk menghadapimu juga Aku yakin jika Kami berduapun masih belum cukup." jawab Isel sambil memeluk Ghali
Mendengar jawaban Isel ghalipun membalas pelukan Isel seketika terkekeh "Apakah nona manja ini ingin merasakannya lagi, nampaknya Dirimu sudah mulai ketagihan.." goda Ghali sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Isel. seketika wajah Isel menjadi pias.
"Hummmphhh.... Aku bilang hentikan dulu punyaku masih terasa nyeri sekali untuk berjalan normal juga diriku hampir tidak bisa" sungut Isel dengan sebal terhadap Ghaliyang selalu menggoda dirinya.
Ghali hanya terkekeh, seketika Ghali membaringkan Isel diranjangnya kemudian menutup tubuhnya dengan selimut sembari mengecup pucuk kepala Isel "Istirahatlah pulikan tenagamu Aku akan keluar sebentar" ujar Ghali sambil mengusap pucuk kepala Isel
Melihat Ghali yang akan pergi meninggalkan Dirinya seketika isel memegang tangan Ghali "Aku mohon temaniku tidur, Aku takut sendirian" ujar Isel lirih.
"Isel Aku tidak yakin dapat menahan hal itu ketika bersamamu seperti ini" ujar Ghali memberikan pengertian kepadanya.
Melihat hal tersebut Ghali yang tidak tega melihat kekasihnya seperti itu kemudian ikut berbaring disebelah dirinya, seketika Isel sudah terlelap nampak terdengar dengkuran halus sayup-sayup.
Ghali yang tengah tersandar diranjangnya masih fokus menatap layar hologram dihadapannya 'Patriot pasangkan skill menembak yang baru saja aku dapatkan serta buka kotak hadiah yang telah aku dapatkan'
[DING] 'Memasang skill menembak' process.......10%…20%…30%…50%…70%…100% '
[DING] 'Skill berhasil terpasang'
[DING] 'Membuka kotak perak'
[DING] 'Selamat Tuan Mendapatkan 70% Saham PT. Fortuna Oil and Gas'
[DING] 'Selamat Tuan Mendapatkan 1 unit mansion setra dream land seharga Rp. 200.000.000.000 '
__ADS_1
'Patriot untuk segala macam dokumen kepemilikan pindahkan seluruhnya dari dalam inventory sistem kedalam ruang penyimpanan apartemen ini'
[DING] 'Process.......10%…20%…30%…50%…70%…100% '
'Permintaan berhasil dilaksanakan'
[DING]
'Misi harian baru : [Lakukan Push up 1000x Lari sejauh 3 Km, Pull up 300x| Hadiah : 1.000.000 Poin Sistem, Uang Rp. 1.000.000.000] -setiap hari-
'Misi bulanan baru : Habiskan Uang Sebesar Rp 50.000.000.000 ], [Hadiah 10x kartu upgrade sistem, +10 poin all kemampuan]-waktu 30 Hari-
'Patriot cek status'
[DING]
-Status-
PATRIOT : V.3
-IDENTITAS
Nama : GhaliMartin
Umur : 18 Tahun
Pekerjaan : Pelajar/-
Kekuatan : 110 / 500
Kecerdasan : 107 / 500
Kecepatan : 197 / 500
Intuisi : 144 / 500
Kharisma : 197 / 500
Stamina : 198 / 500
-ASET
Uang : Rp 20.699.725.000
- Bangunan : [Apartemen Skywalk Bandung tipe presiden suit], [Mansion Setra Dream Land]
- Saham : [51% PT. JET EXPRESS], [ 70% PT.Fortuna Oil and Gas]
-FITUR SISTEM
[SHOP] ¦ [SCANNER]
Poin : 9.071.000
- Skill : Bela Diri Kuno, Pialang, Atletik, Berkendara, menembak
-INVENTORY
___
- Barang :
- Senjata : 2x asistant robot
___
-MISI
◎Misi Harian : [Lakukan Push up 1000x Lari sejauh 3 Km, Pull up 300x| Hadiah : 1.000.000 Poin Sistem, Uang Rp. 1.000.000.000] -setiap hari-
◎[Misi bulanan : Habiskan Uang Sebesar Rp 50.000.000.000 ], [Hadiah 10x kartu upgrade sistem, +10 poin all kemampuan]-waktu 30 Hari-
[Next V.10 : Kotak Misteri, +50 poin kekuatan, konverter uang ke poin (lock)]
[Upgrade versi sistem selanjutnya V.4 : 100.000.000 Poin / 1x kartu Upgrade sistem]
※Selamat mengerjakan misi tuan※
______________________________
'Ternyata ada misi baru' gumam Ghali sembari tersenyum tidak lama dari itu.
[ting] 'Transaksi keluar dari rekening anda sebesar Rp 59.725.000 ke rekening bank BATARA No rek : 296363****** -berhasil-'
[DING] ' Sisa saldo anda sebesar Rp 20.640.000.000 '
Hal tersebut menandakan bahwa kedua asistant nya itu sudah membelanjakan uangnya, kemudian Ghali melanjutkan aktifitasnya tersebut tengah melihat-lihat barang dishop kemudian Ghali tertarik untuk membeli sepasang pistol. Satu pucuk Pistol Glock-17, membeli satu pucuk SIG SAUER P226
__ADS_1
[DING] 'Memotong 1.000.000 Poin'
[DING] 'Sisa poin 8.071.000 '
'Barang telah dikirim kedalam inventory sistem'
Setelah berbelanja pada shop sistem kemudian Ghali keluar dari kamarnya dengan hati-hati agar tidak mengganggu Isel yang tengah istirahat disana
Dring...dring
Ponsel Ghali berdering kemudian Ghali mengangkatnya "Selamat sore tuan perkenalkan saya kurnia CEO PT. Fortuna Oil and Gas apakah betul ini dengan Tuan Ghali"
"Ya betul"
"Pertama saya ucapkan selamat kepada Tuan atas kepemilikan saham di perusahaan ini, untuk selanjutnya apakah Tuan Ghali ada permintaan lain ?" Tanya pria diseberang telepon sana.
"Baiklah Pak Kurnia, Aku harapkan bapak kelola lah perusahaan dengan baik seperti biasanya, paling Saya hanya meminta pembagian Deviden pertahun saya, dalam waktu dekat Saya akan mampir ke perusahaan untuk waktunya akan saya kabari nanti" ujar Ghali.
"Baiklah Tuan Ghali, Saya akan menjalankan amanat seperti yang Tuan sampaikan nah, untuk pembagian devidennya akan kami serahkan besok beserta dengan laporan perusahaan" jawab kurnia dari seberang telepon.
"Baiklah Aku menunggu hasil kerjamu" ujar Ghali lalu menutup teleponnya.
Di tempat lain disebuah perusahaan, nampak terlihat seorang pria tengah bernafas lega karena dirinya masih diberikan kepercayaan untuk mengelolah perusahaan, kini Dirinya bertekad untuk tidak mengecewakan tuan barunya tersebut.
*
Disisi lain terlihat Ghali tengah menuruni tangga menghampiri Tristan dan Tigh yang barusan datang dari berbelanja "Tigh, Tristan habis ini Aku mau pulang ke panti, tolong jaga Isel saat Aku tidak ada, kalau ada hal yang mendesak segera hubungi Aku" ujar Ghali kemudian akan melangkah keluar tiba-tiba berbalik lagi "Oh ya... Satu lagi nanti kalau ada barangku datang segera taruh saja di ruang kontrol" ujar Ghali kembali.
"Baik Tuan" jawab mereka serempak, kemudian Ghali berjalan pulang menuju panti.
20 Menit dalam perjalanan akhirnya Ghali sampai didepan panti kemudian Ghali membuka pintu
Ceklek....
Kehadiran Ghali sudah disambut dengan tatapan tajam Ibu Ratna "Nak darimana saja Kamu...?". Ghali kaget bahwa Ibu Ratna terlihat sudah lama menunggu kedatangannya.
"Ahh...a...k...u tentunya dari rumah hendri ibu" jawab Ghaligugup, seketika keringat dingin mengucur dikepalanya.
"Ada apa dengan wajahmu nak...?, apakah Kau berbohong" ujar Ibu Ratna dengan nada yang ditekan dengan tatapan penuh selidik.
Seketika Ghali terdiam, kemudian terdengar bunyi suara telepon yang berdering memecahkan suasana tegang diantara keduanya 'Huft.... Syukurlah' gumam Ghali.
Kemudian Ibu Ratna pergi meninggalkan Ghali dan mengangkat teleponnya, Dirinya pun menuju kamarnya juga, segera mengganti pakaiannya dengan pakaian olahraga, kemudian beranjak keluar panti untuk menjalankan misi hariannya menuju lapangan olahraga yang tidak jauh dari pantinya tersebut.
Ghali yang tengah melakukan akfifitasnya tersebut, seketika menjadi pusat perhatian para wanita yang ada disana.
Wajar saja hal tersebut terjadi sebab, Ghali yang memiliki paras tampan dan semenjak kehadiran sistem yang diperolehnya, membuat tubuh Ghali semakin proposional tentunya itu, akan menarik setiap lawan jenis yang memandangnya, hal tersebut menjadikan Ghali menjadi sosok yang terlihat sangat sempurna dimata kaum hawa.
Disisi Ghaliyang merasa jadi pusat perhatianpun merasa tidak nyaman dengan aktifitas yang tengah dilakukannya tersebut. Ghali yang sedang melakukan push-up kemudian berdiri
[DING] 'Misi harian telah dilaksanakan, hadiah telah dikirim kedalam inventory sistem'
Mendengar notifikasi dari sistem pun kemudian Ghali bergegas kembali pulang ke panti. sesampainya dipanti ia langsung menuju kekamarnya untuk membersihkan diri.
30 menit berlalu, hari mulai gelap Ghali menuju lantai bawah untuk makan bersama dengan Ibu Ratna dan adik-adik satu pantinya, kegiatan mereka pun berlangsung khidmat dibarengi ngobrol-ngobrol santai.
Setelah makan kini terlihat Ghali sudah berada dikamarnya tengah mempersiapkan peralatan untuk ujian hari pertamanya besok di sekolah "huft....akhirnya beres juga" ujar Ghali.
Tiba-tiba pintu kamarnya pun terbuka terlihat Ibu Ratna memasuki kamarnya "Ibu" ujar Ghalikemudian dirinya ikut duduk di tepi ranjang sebelah Ibu Ratna.
Ibu Ratna pun membuka suaranya "Ghali... Sebentar lagi Kau akan lulus SMA, Ibu mau tanya kepadamu menginap dimana kamu semalam, katakan Ibu sudah tau semuanya"
Deghhh...
Seketika jantung Ghali berhenti berdetak mendengar perkataan Ibu Ratna "Ibu apa yang Ibu maksudkan" jawab Ghali getir.
"Kau tidak menginap dirumah Hendri kan, lalu Kau tidur dimana semalam, Ibu tidak ingin Kau tertimpa masalah menjelang akhir sekolahmu Ghali..." cecar Ibu Ratna dengan nada yang sedikit dinaikan.
"Ibu... sebenarnya Aku semalam tidur di apartemen milikku untuk mengurus beberapa perusahaan yang baru aku akuisisi, akhirnya kegiatan tersebut mengharuskanku bekerja sampai larut malam..." Ghali terdiam sejenak kemudian melanjutkan kembali pembicaraannya "Sebenarnya selama ini Aku diam-diam berbisnis tanpa sepengetahuan Ibu dan sebagian penghasilannya aku belikan beberapa aset termasuk apartemen tersebut"
Ghali menjelaskan kepada Ibu Ratna dengan alasan bahwa dirinya menjalankan bisnis, hanya semata-mata untuk menutupi keberadaan sistem didalam dirinya tersebut yang tidak ingin orang lain tahu akan hal tersebut selain dirinya.
Terpaksa dia mengarang sedikit cerita untuk menjelaskan asal usul uangnya tersebut agar alasannya dapat diterima dari Ibu Ratna.
Ibu Ratna yang tengah mendengar penjalasan dari Ghali kaget tidak percaya "Ghali... sungguhkah."
Hal tersebut dijawab Ghali dengan anggukan "Itu benar ibu.... Bahkan setelah ini Aku memiliki rencana untuk merenovasi panti ini menjadi lebih besar dan menambah para pengasuh, sehingga nantinya Ibu tidak perlu repot-repot mengurus anak-anak yang ada di panti, dan segala macam kebutuhan panti ini kedepannya akan aku tanggung" ujar Ghali.
"Baiklah nak Ibu percaya padamu...., serta Ibu sangat terharu dengan tujuan muliamu semoga dengan keadaanmu yang sekarang tidak membuat dirimu menjadi sombong... Hargailah sesama manusia, bantulah orang-orang yang membutuhkan, lindungilah orang-orang dibawahmu" Ujar Ibu Ratna sembari meneteskan air mata bahagianya.
Ghali yang tengah mengusap-usap punggung Ibu Ratna berkata "baiklah ibu, Aku akan mengingat pesanmu ini, sudah saatnya ibu sebagai ketua panti sedikit mengistirahatkan diri guna menikmati hidupmu" jawab Ghalidengan tersenyum.
"Baiklah terima kasih atas perhatianmu nak Ibu sangat bangga memilikimu meskipun Kau bukan, anak yang Aku lahirkan dari rahimku sendiri" ujar Ibu Ratna sambil mengelap air matanya, kemudian beliau melanjutkan perkataannya "Kalau begitu samangat ujiannya... Semoga Kamu mendapatkan hasil terbaikmu nanti" ujar Ibu Ratna memberikan semangat kepada Ghali, kemudian dibalas Ghali dengan senyuman, Ibu Ratna pergi meninggalkan Ghali, supaya Dirinya dapat beristirahat saat ini.
.
.
__ADS_1
Bersambung..