SISTEM PATRIOT

SISTEM PATRIOT
Chapter 48 : Menuju Prancis


__ADS_3

Siang hari ini waktu London...


Ghali yang saat ini tengah bersiap-siap membereskan barang-barang bawaannya itu, kemudian turun menuju lobi hotel.


Ting


Bunyi pintu lift terbuka terlihat disana para pengawalnya telah menunggunya, bedanya kali ini adalah adanya keberadaan Joy yang memang ikut juga menemani Ghali.


"Joy, Kau serius memakai pakaian seperti ini" ujar Ghali sembari menatap Joy dari ujung kaki sampai ujung kepala.



*Visual Joy Baltimore @sumber Photo by : pinterest


Joy pun tertawa tidak nyaman sembari mengusap tengkuk lehernya "Maaf kak, Aku belum sempat membeli pakaian, ini juga adalah pakaian terbaikku" ujar Joy dengan malu.


"Hufhhhhhh, Baiklah setelah nanti sampai di Paris sebaiknya kau ikut Aku berbelanja, sekalian membeli pakaian yang pantas untukmu.... Jangan bersedih Kita akan bersenang-senang nanti" ujar Ghali sembari memegang bahu Joy.


Joy pun hanya mengangguk mendengar perkataan Ghali, seketika Dirinya merasa hangat dalam hatinya bahkan Dirinya kini memang telah menganggap Ghali sebagai kakak kandungnya. Mereka pun keluar hotel dan pergi menuju bandara untuk berangkat ke Paris.


*


Kini Ghali beserta rombongannya telah berada didalam pesawat, setelah beberapa saat pintu pesawat pun tertutup menandakan pesawat akan segera lepas landas.


Baru saja pesawat berhasil mengudara tiba-tiba Joy merasakan mual-mual diperutnya.


Hoek....hoek


Joy memuntahkan isi perutnya kedalam kantung keresek yang memang telah dipersiapkan, disisi Ghali yang melihatnya pun terkekeh melihat Joy yang sepertinya baru pertama kali menaiki pesawat.


Hihihihi


'Dasar bule udik' gumam Ghali merundung Joy, Anisa pun merasa iba melihat Joy yang seperti itu.


Bugh...


"Isssshhh, Kamu tuh bukan ditolongin malah diketawaiin" ujar Anisa merasa jengkel kepada Ghali.


"Iya iya deh, ini Aku tolongin" ujar Ghali sembari mengurut leher Joy, kemudian Ghali membuka tas kecilnya dan mengambil obat pereda mabuk dan memberikannya kepada Joy, "Minumlah ini" ujar Ghali sembari memberikan air mineral kepada Joy.


"Eughhhhhh, maafkan Aku kak, baru kali ini Aku merasakan naik pesawat" ujar Joy, Ghali pun terkekeh mendengarnya "Hihihi, Tak usah Kau jelaskan sudah istirahat saja nanti akan Aku bangunan kalau sudah sampai Paris." ujar Ghali.


*

__ADS_1


1 Jam 20 Menit berselang...


Pesawat yang ditumpangi Ghali baru saja mendarat di bandara Charles de Gaulle, Ghali pun membangunkan Joy dan memberitahunya bahwa mereka telah sampai.


Setelah beberapa saat Ghali dan rombongannya pun keluar dari area bandara menggunakan taksi limousine, Joy yang begitu banyak mengalami pengalaman pertama semenjak mengikuti Ghali pun merasa senang.


Setelah beberapa menit perjalanan mereka tiba disebuah Hotel bintang 5 di negara bermenara eiffel itu.


Kedatangan Ghali disambut hangat oleh resepsionis, melihat Ghali yang datang dengan taksi tersebut, bahkan Ghali dilayani dengan standar pelayanan VIP hotel itu.


Tak menunggu waktu lama Ghali pun telah dapat kamar menginap yang tentunya di kelas yang paling tertinggi.


Namun di hotel kali ini Ghali memilih kamar terpisah dengan para istrinya sebab ada Joy, didalam kamar Joy terus memperhatikan Ghali tanpa berkedip sedikit pun.


"Kau kenapa melihatku seperti itu !" ujar Ghali dengan risih, "Hehehe, Tidak apa-apa Kak Aku hanya mengagumi mu" jawab Joy dengan khasnya yang cengengesan.


"Cihhhhhhh, Aku sudah beristri lagian juga kita sejenis" ujar Ghali dengan jengkel, "Isssshhhh, bukan itu maksudku Kak..... Argghhhh yasudahlah susah bercanda sama Kamu" ujar Joy sembari berguling-guling diatas kasur.


"Joy jangan tidur dulu, kemarilah ikut Aku berbelanja" ujar Ghali, dengan cepat Joy berdiri mendengar kata berbelanja.


Yeeayyyyyyyyy !


"Ayo Kak" ujar Joy sembari melambaikan tangannya, 'Cihhhhhh, anak ini' gumam Ghali sembari mengikuti Joy yang sudah terlebih dahulu keluar kamar.


Mereka pun menuju kesalah satu mall terkenal di kota itu yang menjual produk-produk untuk kalangan atas.


Meskipun Joy miskin tapi Dia sangat mengetahui barang fashion, bahkan dulunya Ia pun sering diminta oleh para temannya untuk mengecek originalitas barang-barang branded.


Ghali pun menarik tangan Joy kesalah satu toko yang menjual Jas dan setelan formal, dengan segera Ghali mengambil satu persatu pasang pakaian yang ada disana untuk dicoba oleh Joy "Cobalah semuanya" ujar Ghali sembari memberikan beberapa helai pakaian.


Dengan segera Joy pun pergi menuju fitting room, setelah beberapa saat Pria yang memiliki tinggi 180 cm dengan struktur badan proposional itu tampil dengan gagahnya dihadapan Ghali.


Ghali pun sejenak ternganga melihat Joy, "Waaaawww, Oke coba lagi yang lainnnya Joy" ujar Ghali sembari bertepuk tangan.


Joy pun agak sedikit bingung dengan Ghali barusan, namun Dia tetap menuruti perkataan Ghali.


Dicobanya setelan tersebut satu persatu, setelah beberapa setel yang dicobanya semua nampak pas dibadannya.


Ghali pun memanggil pelayan toko "Bungkus yang ini, itu, itu, itu, itu dan itu bungkus semuanya" ujar Ghali berbahasa Prancis, sembari menunjuk pakaian-pakaian tersebut.


Sang pelayan pun merasa senang melayani Ghali saat ini, sebab Dirinya akan mendapatkan bonus dari penjualan tersebut, ditambah lagi wajah Ghali yang memang cowok bule tersebut.


[ting] 'Pembayaran Berhasil, sisa saldo Anda saat ini berjumlah Rp. 9.978.900.000.000 '

__ADS_1


Bunyi mesin edc tersebut, sang pelayan toko barusan pun berusaha menahan Ghali dengan gaya centilnya, berusaha menarik perhatian Ghali.


Joy yang melihatnya pun tertawa terpingkal-pingkal, namun Ghali menolak ajakan sang pelayan yang memang cantik nan bohay tersebut dengan halus, "Mohon maaf nyonya, Aku sangat sibuk sekali hari ini.... Maaf" ujar Ghali tanpa menunggu jawaban Dirinya pun menarik Joy untuk keluar dari toko tersebut.


Setelah agak menjauh dari toko Ghali mengelus dadanya "Huuuffhhhh, selamat" ujar Ghali pelan, "Kak, kenapa Kau menolaknya bukankah yang tadi itu sangat seksi" goda Joy berbicara dekat telinga Ghali.


Bugh....


"Kalau Kau mau ambil saja sana !" saut Ghali dengan jengkel, Joy yang sembari mengelus lengannya "Iya deh, gitu aja marah. Oh ya habis ini Kita kemana ?" ujar Joy.


"Ada, ikut Aku" ujar Ghali sembari berjalan menuju toko yang menjual jam tangan mewah dan aksesoris tersebut.


"Joy pilihlah sesukamu" ujar Ghali sembari mendorong Joy kearah meja pelayan toko, Joy pun menanyakan beberapa merek jam yang memang sudah lama diinginkannya, setelah beberapa saat Joy menjatuhkan pilihannya kepada jam tangan bergaya classic yang berpenggerak kinetik tersebut.


"Kak udah ini aja satu" ujar Joy sembari mengangkat jam tangan pilihannya itu, Ghali pun mendekat kearanhnya, kemudian Ghali memilih beberapa aksesoris yang lainnya sebab Joy berkaca mata, Ia pun memilih kaca mata model limited edition tersebut "Bungkus yang ini juga" ujar Ghali sembari memberikan black cardnya.


[ting] 'Pembayaran Berhasil, sisa saldo Anda saat ini berjumlah Rp. 9.978.400.000.000 '


Sang pelayan pun dengan tersenyum mengembalikan black card Ghali "Terima kasih telah berbelanja di toko kami Tuan, jangan lupa mampir di lain hari" ujar sang pelayan tersebut ramah.


Ghali dan Joy pun tidak hanya berbelanja disitu saja, bahkan Joy juga dibelikan smartphone baru dari Ghali.


Tentu saja hari ini adalah hari yang terindah bagi Joy dalam hidupnya, bertemu orang asing yang menolong Dia sebelumnya, bahkan kini hubungannya semakin dekat layaknya adik kakak.


*


Kini mereka baru saja kembali ke hotel tempat mereka menginap "Joy, Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu ?" tanya Ghali.


"Apa itu kak, katakanlah" ujar Joy sembari merapikan barang belanjaannya. "Maukah Kamu menjadi asistant pribadiku ?" ujar Ghali.


Sontak saja Joy pun terkaget bukan main mendengarnya, ada rasa bahagia namun bercampur dengan kesedihan "Apakahbitu berarti Aku akan mengikutimu juga ke Indonesia ?" tanya Joy dengan nada datar.


"Hemmm, yaa" jawab Ghali sembari mengangguk, "Maaf Kak sepertinya Aku tidak bisa.... Lantas siapa yang menjaga nenek kalau tidak ada dan Aku juga tidak sanggup pergi jauh darinya" ujar Joy.


Ghali pun sadar dengan sisi dilematis yang kini tengah dialami Joy sembari memegang pundak Joy "Tidak apa-apa Joy kalau kau tidak mau dan kau juga tidak perlu meninggalkan negaramu, Kau akan menjadi orang kepercayaanku untuk mengurusi bisnis ku di Eropa nanti" ujar Ghali.


Seketika mata Joy berlinang air mata Ia sangat terharu dengan yang terjadi kepadanya saat ini "Terima kasih kak, Aku akan mempersiapkan diri untuk hal itu" ujar Joy sembari memeluk Ghali.


[DING] 'Misi Tersembunyi selesai, [Jadikan Joy sebagai orang kepercayaan Tuan] '


[DING] 'Selamat Tuan mendapatkan hadiah [1x kartu upgrade sistem, 1x Kotak Misteri, 10.000.000.000 Poin sistem] '


.

__ADS_1


.


Bersambung..


__ADS_2