
Ghali kini tengah merenung diruang kerjanya kini disadarkan oleh dering ponselnya diatas meja kerjanya.
Terlihat disana nama Nancy yang melakukan panggilan suara, Ghali pun mengangkat teleponnya. "hallo kak"
"kau dimana, aku menunggumu sejak tadi"
Ghali nampak kini memukul jidatnya sembari mengutuk kebodohannya "Shittt kenapa aku bisa lupa begini" ujar Ghali kini menjauhkan ponselnya.
"hallo, li apakah kau masih disana"
"iya,kak mohon maaf aku lupa, karena aku masih mengurusi beberapa hal, aku masih di mansion ku kak"
"yasudah sebaiknya biar aku saja yang menghampirimu kesana"
"iya kak kemarilah, aku tunggu"
Ghali kemudian menutup teleponnya sambil mengusap kasar wajahnya 'haaaaaa.... akhir-akhir ini aku sulit berkonsentrasi apa yang sebetulnya terjadi kepadaku, apakah aku terlalu banyak masalah ?, apakah aku kurang bahagia?' gumam Ghali yang dia sendiripun bingung apa yang terjadi dengan dirinya saat ini.
Ghali kemudian memutuskan untuk berenang dikolam yang berada di halaman belakang mansionnya itu sekedar untuk merefreshing otaknya. Tidak terasa hampir 30 Menit dia melakukan aktifitas tersebut.
Kini terlihat Nancy sudah menunggunya ditepian kolam, pada saat Ghali memunculkan kepalanya kepermukaan pandangannya disambut dengan sosok Nancy yang tengah berjongkok, mereka pun saling bertukar pandangan, seketika terlintas ide usil dari Ghali.
Kyaaaaaaaa (pekik Nancy)
byurrrrrrrrrr
Seketika Nancy sudah basah kuyup tercebur ke kolam akibat ditarik oleh Ghali, nampak gelak tawa lepas dari mulut Ghali.
wahahahahahaha
Nancy yang kini tengah berusaha berenang ketepian, setelah sampai dirinya kemudian duduk dipinggir kolam "Ghali.... kau sengajakan melakukannya, kau tau aku tidak bawa baju ganti" ujar Nancy dengan nada sebal.
Bukannya merasa bersalah, Ghali kemudian tertawa kembali wahahahahahaha "biarin" bleekkk ujar Ghali sembari menjulurkan lidahnya mengejek Nancy.
Nancy yang mendapatkan respon tersebut pun semakin jengkel dibuat Ghali "kau selalu saja meledekku seperti itu dari dulu" ujar Nancy sembari mengerucutkan bibir tipisnya.
Ghali pun berenang mendekati Nancy dan ikut duduk disamping Nancy di pinggir kolam "ayolah kakakku yang cantik jangan ngambek kayak begitu" ujar Ghali sambil menyenggol bahu Nancy dengan badannya itu.
Nancy yang tengah menatap Ghali, kemudian matanya membelalak, menatap kagum barisan otot-otot yang tersusun sangat rapi di tubuh Ghali tersebut.
glekk
Nancy menelan salivanya dengan kasar 'sejak kapan dia punya badan sebagus ini.... gawat!!!!, ini akan membuatku semakin tergila-gila kepadanya... aaaaaahhhhhhhh'ujar batin Nancy menjerit seketika, rona pipinya berubah kemerahan.
Ghali yang menangkap perubahan raut wajah Nancy pun merasa geli hati dibuat kakaknya itu. "kak apakah aku begitu menggoda dimatamu ?" goda Ghali sambil menampilkan senyum simetrisnya.
"a..a..apa... dasar Ghali mesummm" jawab Nancy gelagapan sambil membelalakan matanya, dirinya mencoba lari dari sana namun seketika lengannya ditahan oleh Ghali "mau kemana kak disini aja dulu jangan berlarian kedalam rumah dengan pakaian basahmu itu" ujar Ghali sembari tersenyum
kini giliran jantung Nancy berdetak hebat merasa mendapat perhatian seperti itu dari Ghali.
Ghali kemudian memanggil pak sayuti "pak tolong suruh pelayan wanita untuk mengambil pakaian santai Isel dikamarnya ya plus pakaian dalamnya" ujar Ghali "baik tuan"jawab pak Sayuti kemudian berlalu pergi.
Nancy yang mendengar Ghali menyebut pakaian dalam pun berteriak kepada Ghali "Kyaaaaaaa.... apa maksudmu" pekik Nancy. Ghali pun yang sambil tersenyum berkata "untuk sementara pakailah pakaian Isel dulu kak, lagian ukuran dada kalian gak jauh berbeda kok" ujar Ghali tanpa dosa sembari menunjuk kearah dada Nancy.
Seketika Nancy membelalakan matanya sembari menutup area dadanya dengan kedua tangan menyilangnya "Ghali MESUMMMMMMM" teriak Nancy dengan sangat keras, Ghali yang mendengarnya pun sampai menutup telinganya dengan kedua tangannya itu "aaaaaaaa.... bisa gak kak jangan teriak terus" protes Ghali yang tidak mau kalah.
'ehh... tunggu Isel ????, wanita yang dulu sempat menelpon Ghali pada saat diapartemen bersamaku, berarti wanita tersebut tinggal satu rumah dengan dirinya' gumam Nancy. Sontak saja hal tersebut membuat Nancy menatap Ghali dengan tatapan penuh telisik.
__ADS_1
"jadi kamu selama ini tinggal dengan perempuan asing ya disini.... ohhhhh atau jangan-jangan kau jadi simpanan dia selama ini" ujar Nancy sarat terdengar kata-kata Nancy mewakili perasaan cemburunya.
"ahhhahahaha... apa maksudmu kak, Isel adalah kekasihku dia bekerja sebagai asistant ku saat ini juga dia mengelolah salah satu perusahaan ku Olympus Capital sebagai CEO nya, jadi singkirkan dulu prasangka kakak yang mengatakan bahwa aku pemuas nafsunya itu" ujar Ghali tanpa dosa.
Nancy yang mendengar penjelasan dari Ghali pun merasa batinnya sangat tersayat bahwa kini ia mengetahui sebuah fakta, kini lelaki yang dicintainya sejak lama sudah memiliki kekasih.
'apakah pada akhirnya rasa ini tak berbalas ???, bagaimana ini, kini semakin sirna harapanku untuk bersamanya. Tidak bisa diri ini menggantikan dirinya dengan pria lain, tuhan izinkanlah aku bersama dengan dirinya meskipun pada akhirnya mengharuskan diriku untuk berbagi.... asalkan dengan dirinya aku terima' gejolak batin Nancy yang dilanda kebimbangan antara berbagi atau merelakannya.
"kak.... hello" seru Ghali sembari melambai-lambaikan tangannya dihadapan Nancy, dirinya kemudian tersadar dari lamunannya.
"duhh kak Nancy lagi mikirin apa sih kak" ujar Ghali sambil berjalan mengambil orange jus dimeja yang tak jauh dari tempat mereka duduk.
"li aku boleh jujur gak sama kamu ?" tanya Nancy. "hemmm" jawab Ghali singkat sembari meneguk jusnya. "aku jatuh cinta sama kamu sudah sejak lama" ujar Nancy.
brrrrruuuuuuusssssss
uhuk...uhuk...uhuk
Jus yang tengah ghali tenggak terkeluar dari dalam mulutnya dengan paksa akibat kaget mendengar perkataan dari Nancy.
"kak, kamu bercandanya ada-ada aja" ujar Ghali mencoba menenagkan perasaannya. "tidak... aku serius li" jawab Nancy tanpa ragu. "kak, aku ini adikmu kak" jawab Ghali yang tidak disangka-sangkanya selama ini kakaknya tersebut punya perasaaan terhadapnya.
"aku tidak tahu Ghali meskipun ini salah, aku mengungkapkan perasaan ini disaat dirimu sudah mempunyai kekasih,....aku tau...aku tau itu salah" ujar Nancy sembari menahan derai air matanya. "namun semakin kutahan rasa ini aku semakin sakit li... aku juga bingung dengan diriku yang sekarang hiks...hiks...hiks" ujar Nancy yang kemudian menangkupkan kedua tangan menutupi wajahnya dengan tertunduk.
Ghali yang melihat hal tersebutpun merasa tergerak hatinya untuk memastikan perasaannya dirinya kemudian memeluk Nancy yang tengah seperti itu dan menenagkannya.
"aku mohon berhentilah menangis kak.... terus terang saja, dulu juga aku mempunyai perasaan yang sama seperti yang kak Nancy rasakan saat ini... namun perasaan tersebut aku tepis jauh-jauh sebab kak Nancy adalah kakakku meskipun anatara kakak dengan diriku tidak memiliki ikatan darah apapun" ujar Ghali sembari mengusap-usap punggung Nancy.
Nancy yang mendengar hal tersebutpun sontak saja langsung mendongkakan kepalanya keatas menatap Ghali "Ghali apa ini berarti kau menerimaku sebagai pacarmu" ujar Nancy dengan penuh harap.
"aku tidak mau menjadi pacarmu tapi aku mau kakak menjadi salah satu Istriku... apakah kakak mau" ujar Ghali kemudian. Nancy yang mendengarnya pun seketika tangisannya pecah, kini kesedihannya berubah menjadi kebahagiaan.
Setelah beberapa saat Nancy kini yang sudah mengelap air matanya memandang Ghali dengan getir "li... bagaimana nantinya dengan kekasihmu" tanya Nancy.
Ghali pun menanggapinya dengan senyuman sembari mengelus-elus pucuk kepala Nancy "dia pasti setuju kok, kakak jangan khawatir dengan hal tersebut.... sebetulnya ada satu lagi calon Istriku selain Isel" ujar Ghali.
whatttttt
Pekik Nancy tidak percaya. "iya kak kini calon istriku ada Isel, Anisa dan terakhir kak Nancy, memang sebelum ini dalam waktu dekat kami akan melangsungkan pernikahan setelah kelulusanku dan Anisa. Apakah kak Nancy keberatan dengan itu ?" ujar Ghali. "berarti kamu memiliki 3 calon istri termasuk diriku, apapun itu aku tidak keberatan kok" jawab Nancy tanpa keraguan sedikitpun. "hemmm, baiklah kalau begitu" jawab Ghali singkat.
"apakah kakak tidak masalah dengan berbagi seperti ini" tanya Ghali kembali memastikan, maklum saja saat ini dirinya tidak bisa memakai fitur scanner dari sistem dikarenakan sistemnya masih dalam proses upgrade. nampak Nancy diam sejenak "aku tidak masalah berbagi, asalkan itu dirimu, asalkan kamu bisa berlaku adil terhadap kami semua dan bertanggung jawab" jawab Nancy tanpa ragu, "tapi apakah mereka siap untuk berbagi ?" tanyanya.
"jangan khwatirkan mereka kak, mereka akan menerimamu, mereka juga siap untuk berbagi denganku asalkan saudari barunya ini tulus mencintaiku tanpa memandang harta dan kedudukanku" ujar Ghali sembari mencolek hidung mungil Nancy.
"aku mencintaimu apa adanya... my honey" jawab Nancy. Ghali pun tersenyum mendengar nama panggilan barunya itu.
cup
Seketika Nancy merasakan panas dikeningnya itu karena mendapatkan kecupan dari Ghali, Nancy pun tersenyum behagia dengan memeluknya.
Tanpa mereka sadari Isel yang telah lama memperhatikan mereka tersenyum melihatnya kemudian Isel berjalan mendekati mereka.
"Sayang.... apakah ini saudari ku yang baru lagi" ujar Isel sembari tersenyum bahagia. Sontak saja suara Isel mengagetkan Nancy namun tidak dengan Ghali yang memang dari awal Isel datang, dirinya sudah menyadari keberadaannya.
Nancy pun tertunduk lemas, pipinya memerah, seketika keberaniannya hilang. Isel pun ikut duduk didepan Nancy kemudian menggapai kedua tangan Nancy dan menangkupnya "kak, kenalin aku Isel Triastika salah satu saudarimu" ujar Isel sembari memberikan senyuman kepada Nancy.
Nancy yang mendengar hal tersebut pun merasa tenang kini dirinya ikut membalas senyuman Isel "kenalin juga namaku Nancy senang berkenalan denganmu Isel" jawab Nancy sembari bersalaman.
__ADS_1
mereka bertiga pun saling mengakrabkan diri satu sama lain hanya dalam waktu singkat Nancy dan Isel sudah sangat akrab, namun disela-sela obrolan mereka Isel menghubungi Anisa untuk datang ke mansionnya.
2 Jam berlalu
Kini saatnya mereka akan makan malam bersama. Ghali kini yang baru saja turun dari kamarnya pun menghampiri mereka bertiga yang tengah asyik mengobrol satu sama lain "nisa sayang, kapan kamu datang" ujar Ghali, yang kemudian mereka bertiga melihat kearahnya.
"barusan belum nyampe 10 menit" jawab Anisa kemudian mereka mengabaikan Ghali dan melanjutkan obrolan mereka. Ghali yang merasa diabaikan pun berlalu menuju meja makan 'giliran udah dikumpulin semua akunya dicuekin cihhhh' gumam Ghali nampak sebal dengan tingkah para kekasihnya tersebut.
Beberapa kali Ghali memanggil mereka untuk makan malam bersama namun mereka tidak mengindahkannya. Sampai pada akhirnya Ghali sudah sampai puncak kesabarannya dirinya mengetuk-ngetuk piring dengan menggunakan sendok yang ia pegang terdengar bunyi yang sangat nyaring hingga terdengar di telinga mereka bertiga.
Teng teng teng teng teng teng
MAKAN MALAM SUDAH SIAP, KEMARILAH UNTUK MAKAN MALAM BERSAMA
Teriak Ghali kepada mereka. Dengan cepat para kekasihnya bergegas menuju meja makan, dengan sekejap mereka bertiga pun telah duduk dengan rapi bagaikan anak Tk yang tengah menunggu jam istirahat makan.
Melihat hal tersebut Ghali hanya bisa ngendumel "cihhh.... disuruh makan bersama aja susahnya minta ampun" ujar Ghali bak Ibu Kos yang tengah datang bulan.
Mereka bertiga pun kompak mengerucutkan bibirnya, kemudian para pelayan pun ikut menyajikan makanan mereka, disela-sela aktifitas tersebut Isel berbisik dengan Anisa dan Nancy "seumur-umur aku tinggal bersamanya baru kali ini aku melihat dirinya ngomel-ngomel gak jelas kayak Ibu kos" ujar Isel kepada Anisa dan Nancy yang suaranya masih terdengar ditelinga Ghali. "Sayang aku mendengarmu.... tenanglah ketika sedang makan, jangan bikin kegaduhan" ujar Ghali sembari menatap tajam Isel. "tuh kan apa ku bilang" bisik Isel kemudian Anisa dan Nancy pun tersenyum simpul melihat Ghali yang seperti itu.
*
kini mereka semua pun telah menyelesaikan makan malamnya Anisa yang kemudian memiliki sebuah ide, berbicara "Kakak... bagaimana kalau hari ini kita nonton film horor, kasihan tuh ruang bioskop mansion ini gak pernah digunaiin sama si doi, daripada dianggurin" ujar Anisa kepada Isel dan Nancy, Ghali yang mendengarnya pun kemudian membuka suara "yaudah deh kalau gak ngajak, lebih baik aku pergi saja" ujar Ghali sembari pergi beranjak dari tempatnya.
Mereka bertiga yang melihat Ghali pun hanya terkekeh "yaudah yuk... kita nonton sekarang" ajak Isel kepada keduanya.
Kini Ghali yang tengah berada dikamarnya sembari memainkan ponselnya sembari melihat jam 'humpphh.... sudah dua jam mereka disana tapi belum ada tanda-tanda kembali, apa sebaikanya ku susul saja ya... ahh ngapaiin biarin aja toh cuman nonton juga' gumam Ghali kemudian meletakkan handphone nya diatas nakas sebelah ranjangnya.
Baru saja dirinya mau tidur tiba-tiba dirinya dikagetkan oleh suara pintunya yang terbanting.
duarrrr
Sayang
Sayang
Honey
Pekik mereka bertiga sembari berhamburan memeluk Ghali. Dirinya yang tengah tidak siap pun seketika tubuhnya tertindih mereka bertiga "eee....eehhh" pekik Ghali sembari melepaskan kungkungan mereka.
hosh hosh hosh
"ada apa sih bikin gaduh aja" ujar Ghali nampak sebal. serempak mereka menunjukkan senyuman imutnya masing-masing. "honey izinkan kami tidur bersama mu ya... malam ini" ujar Nancy mewakili mereka bertiga. cihhh "bilang aja kalau kalian ketakutan setelah nonton film horor kan ?" ujar Ghali sembari berdecih.
hehehehehehehe
seringai kuda mereka bertiga. hufffthhh.... "ya sudah tidurlah dengan tenang, kalau begitu" ujar Ghali pasrah. Kini posisinya berada ditengah-tengah diantara Nancy dan Isel sedangkan Anisa memeluk dari atasnya.
"nis bergeserlah kesamping itu terasa sesak" ujar Ghali menggeliat. huuummmmphhh Anisa menggembungkan pipinya "gak mau aku takut kalau tidur diujung" ujar Anisa semakin mempererat pelukannya.
'ya tuhan bagaimana aku bisa tahan dengan godaan ini kini diriku kau uji dengan 3 sosok bidadari sekaligus.... tolong kuatkan lah diriku tuhan' gumam Ghali merutuki kondisi yang tengah dialaminya saat ini.
.
.
Bersambung..
__ADS_1