SISTEM PATRIOT

SISTEM PATRIOT
Chapter 34 : Deklarasi dan Kompensasi


__ADS_3

[DING] 'Status'


PATRIOT : V.17


IDENTITAS


Nama : Ghali Martin


Umur : 18 Tahun


Pekerjaan : Pembisnis / Mercenary Leader


Pasangan :



Anisa Syifa Wiharja (100%)


Nancy (100%)


Isel Triastika / Rania Salavenko (100%)


....



STATISTIK


Kekuatan : 410 / 500


Kecerdasan : MAX


Kecepatan : 445 / 500


Intuisi : MAX


Kharisma : MAX


Stamina : 478 / 500


...


KEPEMILIKAN


[51% PT. JET EXPRESS], [ 70% PT.Fortuna Oil and Gas], [ 100% PT.Olympus Capital], [80% MW Group], [100% PT.NM Beauty], [30% Lockheed Martin.Inc], [Triple Canopy Organization]


KENDARAAN


-Mobil :


.


[Mobil Pajero Sport tipe ultimate 4x4 AT], [Mercedes S-Class Guard 600], [Lamborgini Veneno Roadster], [3x BMW X7], [2x Audi RS Q8], [Tesla Model X], [Rolls-Royce Sweptail], [Porsche 918 Spyder], [2x Chevrolet Suburban], [Bugatti Centodieci]


.


-Motor :


[7x moge BMW R 1200 GS]


.


-Helikopter :


[Euro Copter-175 VIP Class]


.


-Pesawat :


.


...


...POIN SISTEM...


...302.316.055.990...


...


Skill : Bela Diri Kuno, Pialang, Atletik, Berkendara, Menembak, Bisnis, Menyelam, Militer, Medis Kuno, Medis Modern


Inventory : [2x Pil Penyembuhan], [2x kalung topaz permata], [2x Kotak tingkat emas]


...


MISI


◎ Misi Harian : [Lakukan Push up 1000x Lari sejauh 3 Km, Pull up 300x| Hadiah : 100.000.000 Poin Sistem] Setiap Hari

__ADS_1


◎ Misi Utama : [Hancurkan Kartel Narkoba El-Nino], [Hadiah : 1x skill book Judo, 1x skill book Karate, 1x skill book Peretasan, 1x Kotak Tingkat Emas], [Hukuman: Sistem akan meninggalkan Tuan dan segala pemberian sistem yang Tuan terima akan hilang], [Waktu : tak terbatas]


◎ Misi Terpicu : -


...※selamat mengerjakan misi tuan※...


...


[Hadiah V.20 : Rochdale Island]


[upgrade versi sistem selanjutnya : 20.000.000.000 Poin / 1x kartu Upgrade sistem]


...


...[Shop] [Scanner] [Converter]...


..._________...


Seringai bahagia terpancar dari wajah Ghali ketika melihat panel status nya yang hampir maksimal itu.


'Menarik sekali, baiklah setelah ini sebaiknya Aku akan fokus untuk acara konfrensi pers besok.' gumam Ghali sembari tersenyum.


[DING] 'Misi Terpicu, [Bangun kembali perumahan untuk 110 Kepala keluarga yang menjadi korban penggusuran 2 Tahun silam], [Hadiah : 1x kotak tingkat misteri, Pesawat Pribadi Boeing 767-33A/ER], [Hukuman: -], [Waktu : -]'


Ghali mengerenyitkan kepalanya melihat hadiahnya yang kini semakin besar saja untuk sekelas misi dadakan.


Dengan rasa penasaran Dirinya kemudian mencari informasi seputar pesawat yang akan dihadiahkan oleh sistem tersebut.


Ughuk...ughuk


Alangkah terkejutnya Dia ketika mengetahui nilai harga pesawat tersebut ditambah dengan nilai fasilitas yang ada didalamnya.


Wowwwwwwww


Hahahaha


Ghali sangat bahagia sekali dengan gerak cepat dirinya menelpon Tristan, "Tris ajak yang lain, Aku punya tugas untuk kalian. Segera Kamu cari keberadaan 110 Kepala keluarga korban penggusuran dari Anggoro Group 2 Tahun silam. Setelah ketemu, undang mereka besok setelah acara konfrensi pers" ujar Ghali dengan nada senangnya, Tristan pun menyanggupinya dan kemudian menutup sambungan teleponnya, Ghali kemudian memejamkan matanya untuk beristirahat.


*


Pagi ini Ghali baru saja bangun dengan suasana yang lebih berbeda, hari ini Dirinya tengah bersiap untuk melaksanakan agendanya kini Dirinya sedang berbincang dengan Tristan.


"Bagaimana Tris, dengan tugas yang Aku berikan kepadamu semalam ?" ujar Ghali, "Sudah Tuan saat ini mereka sudah kita kumpulkan dalam ruang rapat" ujar Tristan, mendengar perkataan Tristan, Dirinya hanya mengangguk paham.


Kini Ghali terlihat tengah memasuki ruang konfrensi, kedatangannya diiringi jepretan dari kamera paparazi yang telah hadir untuk meliput berita yang akan disampaikan.


Tuk...tuk


Perkataan Ghali mengundang antusiasme dari paparazi tentunya mereka sangat kaget dengan kejadian ini sebab mereka tidak menyangka bahwa Anggoro Group yang begitu besar bisa jatuh di tangan Ghali.


"Untuk itu rekan-rekan sekalian perlu saya sampaikan bahwa terkait dengan tanggung jawab tanggungan yang saat ini dibebabankan terhadap Anggoro Group, akan Kami ambil alih dan akan Kami lunasi secepat-cepatnya.


Saya juga sangat menyayangkan dengan kejadian yang menimpa 110 Kepala keluarga yang menjadi korban perampasan lahan yang dilakukan oleh Anggoro Group 2 Tahun silam.


Tentunya perbuatan tersebut tidak dapat dibenarkan, syukurlah pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut telah mendapatkan ganjaran hasil perbuatannya.


Terkait bersamaan dengan pengembangan Smart City yang akan saya ambil alih. Saya juga akan membangun kembali rumah untuk 110 Keluarga korban penggusuran, yang nantinya masuk juga kedalam kawasan Smart City.


Untuk itu saya mohon doa dan dukungannya dari seluruh masyarakat untuk suksesi rencana kami ini.


Sekian dan terima kasih."


Ghali kemudian pergi dari ruangan tersebut dengan penuh wibawa walaupun umur yang masih terbilang sangat muda.


Saat ini Dirinya tengah berjalan menuju tempat dimana 110 Keluarga tersebut telah berkumpul, kedatangan Ghali mengundang tatap haru dari mereka semua.


Ghali bagaikan malaikat bagi mereka tempat mereka menitipkan harapan, disaat tidak ada yang peduli dengan nasib mereka sebelum-sebelumnya, kehadiran Ghali menghadirkan secerca harapan bagi mereka.


"Baiklah Ibu Bapak sekalian, sesuai dengan janji saya barusan saat ini sehubungan dengan pengembangan Smart City. Tentunya saya akan membangun perumahan sebagai kompensasi untuk kalian dan juga kalian tak usah khawatir dengan kelanjutan hidup kalian" seketika Dirinya menghentikan perkataannya.


"Sebab kami juga akan memfasilitasi pendidikan untuk anak-anak kalian, siapapun yang memiliki potensi, akan mendapatkan kesempatan program beasiswa sampai dengan perguruan tinggi sesuai dengan bidang keilmuannya. Dan juga kami akan menawarkan pekerjaan untuk bapak/ibu sekalian di perusahaan kami secara khusus." ujar Ghali dengan penuh keyakinan


Terima kasih Tuan, Kau adalah malaikat penyelamat kami


Terima kasih Tuan, Semoga dirimu diselimuti keberlimpahan


Terima kasih Tuan kami akan mengingat jasamu itu


Untaian rasa bahagia mereka kini tidak bisa digantikan dengan apapun, Ghali yang melihat rona kebahagian mereka, ikut juga merasa bahagia. 'Ternyata hal terkadang sederhana bagi Kita, tetapi bagi orang lain itu bisa membuat mereka bahagia' gumam Ghali yang kini menatap bahagia mereka.


*


Ghali yang saat ini telah berada diruangannya, sedang berbincang dengan Tristan, Marco dan Kurnia kini mereka tengah sibuk membahas agenda kelanjutan pembangunan Smart City.


"Marco apakah Kamu punya seseorang yang bisa Kita percayai untuk menjalankan project kita ini ?" tanya Ghali kepada Marco, "Ada Tuan, kebetulan orang tersebut saat ini menjabat sebagai CEO MW Construction Dia adalah Mike" jawab Marco.


"Bisa panggilkan kesini Marco" ujar Ghali, "Tunggu sebentar Tuan" ujar Marco kemudian mengambil ponsel dari balik saku jasnya untuk menelpon Mike.


Beberapa menit kemudian seseorang yang terlihat masih muda kisaran umur baru mau menginjak 30 tahunan, masuk kedalam ruangan kemudian Dia menyapa orang-orang yang hadir disana.

__ADS_1


'Scanner Aktif' gumam Ghali sembari menelisik seseorang dihadapannya yang bernama Mike itu, "Tuan inilah orang yang barusan Aku sebutkan tadi" ujar Marco sembari menunjuk Mike.


"Baiklah Tuan Mike silahkan duduk" seru Ghali kemudian Mike pun duduk tak jauh disebelah Ghali.


"Tuan Mike Aku ingin berdiskusi denganmu terkait dengan rencana kita untuk meneruskan pembangunan Smart City ini, untuk itu bisakah kamu memperkirakan berapa kisaran biaya yang dibutuhkan untuk hal tersebut ?" tanya Ghali.


"Tuan untuk pembangunan Smart City sendiri tentunya membutuhkan biaya yang sangat besar dan kalau kita mengukur dari kemampuan Kita saat ini, tentunya sudah bisa namun tetap harus ada proyek-proyek lain yang harus Kita korbankan" terang Mike.


"Katakan kepada ku berapa biayanya ?" tanya Ghali tanpa basa-basi, "Untuk anggarannya sendiri menurut perkiraan kasar saya dengan sisa pembangunan yang sudah ada sekarang akan menelan biaya kurang lebih sebesar 879,5 Triliun Rupiah Tuan" ujar Mike dengan getir.


Ghali hanya tersenyum mendengarnya, Marco dan Kurnia pun sangat kaget mendengar nominal yang diutarakan oleh Mike.


"M.....Mike apakah Kamu serius" ujar Kurnia dengan gagap, Mike pun hanya bisa tersenyum getir.


Kemudian Marco dengan tiba-tiba berbicara kepada Ghali "Tuan apakah sebaiknya kita batalkan saja proyek ini karena menurut hemat Saya hal tersebut akan sangat beresiko jika dilanjutkan.... Pondasi perusahaan Kita belum cukup kuat Tuan" terang Marco dengan nada getir.


Ghali tersenyum remeh mendengar anak buahnya itu "Apakah Kamu meragukanku Marco ?, perlu kalian ingat Aku tidak suka dengan orang yang selalu bersikap pesimis" ujar Ghali dengan nada datar, seketika peluh mengucur didahi Marco, Dirinya pun tertunduk malu.


"Maafkan Saya Tuan....." belum selesai Marco berkata, "Baiklah Kita lanjutkan proyeknya dengan uang pribadi ku, dan untuk perusahaan biarkan saat ini fokus saja dengan proyek-proyek yang lain tetapi aku ingin pembagian dari keuntungan 50:50 bagaimana Mike ?" ujar Ghali dengan penuh sumringah.


"Tu...tu...Tuan Sungguhkah ?" tanya Mike dengan gagap, Ghali pun menjawabnya dengan anggukan, reaksi Ghali seketika mengundang kaget orang-orang yang ada disana.


'Patriot konversi 8.795.000.000 Poin kedalam bentuk uang'


[DING] 'Memotong 8.795.000.000 Poin, sisa poin Tuan saat ini 293.521.055.990 '


'Mengkonversi Process.......10%…20%…30%…50%…70%…100% '


[ting] 'Transfer dana masuk ke rekning Anda sejumlah Rp. 879.500.000.000.000 , Total Dana akun bank anda saat ini berjumlah Rp. 890.376.365.000.000 '


Kemudian Ghali mengambil satu buah cek kosong dan menuliskan nominal Rp. 880.376.365.000.000 dan memberikannya kepada Mike.


"Ambillah Mike pergunakan uang itu untuk pembangunan Smart City, Aku menantikan hasil kerja kerasmu" ujar Ghali, dengan tangan bergetar Mike mengambil cek tersebut dari tangan Ghali.


"Tu....Tuan Aku tidak akan mengecewakan Anda" ujar Mike kemudian Dirinya berlalu pergi meninggalkan orang-orang disana.


'Gila.... Siapakah Dia sebenarnya mengeluarkan uang segitu banyaknya saja tanpa berkedip sungguh pria muda yang menyeramkan' gumam Kurnia sembari menatap takjub Ghali.


'Aku tidak menyangka Dia sekaya ini yang bahkan orang terkaya di negeri ini pun tidak akan semudah itu, mengeluarkan uang sebanyak itu, sunghuh penampilannya yang sederhana itu sangat menipu' ujar Marco yang ikut juga menatap takjub Ghali.


"Bersikaplah biasa saja tak usah menatap ku seperti itu" ujar Ghali kepada Marco dan Kurnia. Seketika mereka berdua pun terkerenjap dalam lamunannya kini mereka nampak salah tingkah.


"Tris sepertinya setelah ini kita harus ke luar negeri untuk mengurus sesuatu" ujar Ghali kepada Tristan, "Baik Tuan" jawab Tristan singkat.


Tiba-tiba handphone Ghali berdering terlihat yang memanggil disana tertulis paman Richard. 'Ada apa Dia memanggilku' gumam Ghali, namun kemudian Dirinya mengangkat teleponnya itu.


"Hallo Paman ada apa ?" tanya Ghali, "Ghali sebaiknya Kamu ke kantor departemen pertahanan sekarang, ada sesuatu yang mendesak kemarilah !" ujar paman Richard dari seberang telepon, "Baik Paman, Aku akan segera kesana" jawab Ghali kemudian memutus sambungan teleponnya.


Kemudian Ghali beranjak pergi untuk menemui pamannya itu ditengah-tengah perjalanan, tiba-tiba notiffikasi bank muncul dari ponselnya.


[Ting] 'Transfer dana keluar dari rekning Anda sejumlah Rp. 880.376.365.000.000 , Total Dana akun bank anda saat ini berjumlah Rp. 10.000.000.000.000 '


'Ternyata cepat juga kerja mereka' gumam Ghali sembali tersenyum. Sesampai Dirinya disana setelah melakukan pemeriksaan yang ketat yang bahkan para pengawal Ghali tidak diperbolehkan membawa senjata masuk kedalam, mereka pun masuk kesana yang terlihat sudah ditunggu oleh paman Richard ditemani seseorang disampingnya.


"Paman" ujar Ghali sembari berjabat tangan, "Masuklah" seru paman Richard mengajak Dirinya masuk.


Setelah hening beberapa saat kemudian paman Richard menghela napasnya dengan kasar "Huffffffffhhhh.... Ghali apakah Kamu baru-baru ini pernah melakukan transaksi ratusan triliun rupiah ?" ujar paman Richard.


Ghali pun menjawabnya dengan anggukan "Itu betul Paman, barusan aku menyuntikkan dana dari rekening pribadiku kepada MW Construction, untuk pembangunan Smart City" terang Ghali.


Ehemmmmm


Nampak seseorang yang saat ini berada disebelah paman Richard berdehem "Baiklah Tuan Ghali... Perkenalkan namaku Carlian Saya adalah kepala pengawas Otoritas Keuangan Nasional yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden" ujar Carlian.


"Transaksi Anda sebelumnya mengundang perhatian Kami sebab nominal transaksi yang Anda lakukan memang terbilang sangat besar, untuk itulah Saya memanggil Anda kemari" teran Carlian.


Ghali pun paham apa yang dimaksud oleh Carlian, "Baiklah Tuan Carli lalu apa masalahnya ?" tanya Ghali penuh telisik.


"Tidak, Tuan hal tersebut tentunya bukanlah sebuah masalah, yang memang sebelumnya kami menduga uang tersebut adalah hasil kejahatan.... Namun setelah Saya dan tim menelusuri asal-usul uang tersebut Kami tidak menemukan kejanggalan dibaliknya.... Saya berada disini, mewakili atas nama pemerintahan berterima kasih kepada Tuan Ghali yang telah berhasil mendatangkan uang dari luar negeri untuk di investasikan di negara Ini" ujar Carlian sembari tersenyum.


Ghali pun terkekeh mendengar penjelasan Carlian yang sedemikian panjang itu, "Tidak masalah Tuan, uang itu juga Saya pergunakan untuk membangun kawasan Smart City di pantai utara Jakarta yang sebelumnya sempat tertunda, serta sampaikan juga salam baikku kepada Presiden jika berkenan Saya juga bersedia menemui beliau kapanpun" ujar Ghali.


"Baik Tuan Ghali terima kasih atas dukungannya" ujar Carlian sembari berjabat tangan dengan Ghali.


Disisi paman Richard pun terkagum-kagum menatap keponakannya itu, Dirinya semakin bangga terhadap Ghali, sebab diumurnya yang masih muda Dia sudah mampu terlibat dalam hal-hal yang sangat besar untuk negara ini.


Tak lama setelah kepergian Carlian kini paman Richard dan Ghali tengah berbincang-bincang yang saat ini mereka berada di dalam ruangan kepala departemen pertahanan, ruangan paman Richard itu sendiri.


"Ghali Aku tau itu ulahmu, kejadian seminggu yang lalu terkait dengan penggagalan upaya pengiriman narkoba yang dilakukan oleh kartel narkoba el-nino di kota Bandung" ujar paman Richard sembari memijat pelipisnya.


"Hehehehe..... Maafkan Aku paman" ujar Ghali sembari tertawa yang nampak dipaksakan, "Sebaiknya kalau ingin melakukan sesuatu hal yang lebih besar... Alangkah baiknya terlebih dahulu Kamu harus mendapatkan kekuasaan sehingga Dirimu tidak akan gampang digoyang / diintimidasi" ujar paman Richard.


"Begitu banyak di negara ini Ghali, orang-orang yang melakukan tindakan benar akan tetapi nasibnya tidak sesuai sebagaimana yang diharapkan" ujar paman Richard.


"Aku akan mengingat nasehatmu paman, Aku juga sempat kepikiran demikian" ujar Ghali, Pamannya pun mengangguk-anggukan kepalanya "Kini namamu sudah mulai dikenal publik sebaiknya Kamu lebih berhati-hati" ujar paman Richard sembari memegang pundak Ghali.


Setelah puas berbincang dengan Pamannya itu kemudian Dirinya pamit pergi, saat ini Dia sudah sangat rindu dengan suasana mansionnya yang selama beberapa hari Dirinya tinggal pergi.


.

__ADS_1


.


Bersambung..


__ADS_2