
Pagi hari ini Ghali yang tengah berada dikamarnya masih fokus terhadap layar sistem dihadapannya.
Dirinya hari ini, berniat untuk membeli barang-barang produk kecantikan yang akan dijual kembali lewat perusahaan yang digarap oleh Nancy.
[DING] 'Memotong 15.000 poin, sisa poin Tuan saat ini berjumlah 200.816.056.000 '
Suara notifikasi sistem, yang menandakan bahwa barang tersebut sudah dibelinya.
'Patriot kirimkan langsung barang-barang tersebut, ke gudang belakang mansion'
[DING] 'Permintaan selesai'
"Sebaiknya aku menjalankan misi harian sistem terlebih dahulu" ujar Ghali. Dirinya kemudian bergegas keluar menuju halaman mansion, untuk melakukan olahraga rutinnya.
[DING] 'Misi Harian terlaksana'
'Selamat Tuan Mendapatkan 100.000.000 Poin sistem. Poin tuan saat ini berjumlah 200.916.056.000'
Ghali kembali bergegas kembali untuk membersihkan dirinya setelah selesai berolahraga.
Pada saat Ghali memasuki kamarnya, Dirinya dikagetkan oleh Nancy yang tampak menunggu kedatangannya dari tadi.
Sembari mengelus dadanya "Duh.... kak bikin kaget aja" ujar Ghali, "Apakah kamu lupa dengan panggilan kita ?." saut Nancy tampak jengkel.
Ghali pun tidak dapat berbuat apa-apa, kini dirinya mengutuk kebodohannya sendiri. "Maafkan aku honey" ujar Ghali sembari mengecup singkat bibir Nancy.
Seketika Nancy pun melupakan rasa jengkelnya terhadap kekasihnya itu. Ketika wanita dihadapkan dengan Ghali kayaknya, tidak ada yang bisa menolak pesona ketampanan dirinya.
Baru saja Ghali akan beranjak, tiba-tiba langkahnya ditahan oleh Nancy, Ghali pun menatap heran Nancy.
Dengan sekuat tenaga Nancy menarik Ghali agar duduk ditepian ranjang. Tidak sampai disitu saja, ntah apa yang merasuki pikiran Nancy saat ini kini dirinya tanpa aba-aba mengecup nikmat bibir Ghali.
heummphh
Terdengar suara yang tertahan akibat pertarungan saliva mereka berdua, hingga beberapa saat kemudian Ghali melepaskan pag*t*nnya dari bibir Nancy.
Terdengar deru napas Nancy yang memburu, tetapi terlihat dari sorot matanya dirinya menginginkan lebih dari ini.
"Honey apa yang kamu lakukan barusan" tanya Ghali basa-basi. Merah semerkah menahan gejolak asmara kini sudah tidak dapat lagi ditahan oleh Nancy, Ghali yang menangkap sinyal tersebut pun berbisik kepada Nancy "Honey, setelah ini aku tidak akan mau lagi menahannya, apakah kamu siap dengan akibatnya."
Seketika suara Ghali yang mengalun didekat telinga kanan Nancy menjadi stimulus gairah tersendiri bagi dirinya, tanpa lagi mimikirkan hukum sebab-akibat. Dengan polosnya Dia mengangguk dan itu tentunya membuat peluang bagi singa yang kini berada diatasnya.
Ghali kembali memagut bibir Nancy, meskipun terasa memang Nancy baru pertama kali melakukan hal seperti ini namun, dirinya mencoba berusaha mengikuti permainan lawan jenisnya tersebut.
Suara merdu yang mewakili deklarasi cinta diantara keduanya kini sudah tidak dapat tertahan lagi, nampak terlihat kedua insan tersebut semakin terbuai dengan nafsu mereka yang selama ini saling tertahan.
Tanpa melewatkan satu jengkal sedikit pun setiap wilayah tubuh Nancy yang sudah polos itu, tak luput mendapat absenan dari Ghali.
__ADS_1
Nancy yang baru pertama kalinya dirinya meresakan sensasi getaran tersebut yang sangat sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, Dirinya hanya mencoba menikmatinya.
Ghali yang merasa dirinya sudah cukup melakukan penetrasi kini berusaha mengarahkan rudalnya menuju target. Dengan langkah perlahan tapi pasti, setelah beberapa saat Dirinya berhasil mendobrak pertananan terakhir Nancy.
hiks...hiks... sakit honey
Rengek Nancy, diikuti oleh bulir bening yang jatuh dari pelupuk matanya. Ghali pun kemudian mendekap hangat wajah kekasihnya tersebut, di usap dengan perlahan air matanya itu dengan menggunakan ibu jarinya "tunggu sebentar lagi, memang awalnya akan terasa sakit nanti setelahnya, kamu akan terbiasa" ujar Ghali kemudian mengecup singkat pipi Nancy.
Dengan gerak perlahan Dirinya memaju mundurkan menggesek dinding labirin Nancy, hal tersebut terus dilakukan oleh Ghali, yang seketika memberikan rasa nikmat tersendiri bagi keduanya.
Setalah hampir bergulat 1 Jam dengan permainan tersebut kini yang awal suara lenguhan nancy terdengar sayup-sayup, semakin lama suara tersebut semakin brutal.
eungh....yaaah disitu honey
eungh...yaahhh honey aku udah gak tahan, aku mau keluar....argh!
Sontak saja tubuh Nancy mengejang sangat hebat, setelah dirinya mencapai pelepasnnya kini terlihat dirinya nampak enggan untuk membuka matanya lagi sembari menatap lirih Ghali "Honey... Aku udah gak kuat lagi kita stop aja ya..." pinta Nancy.
Tentunya hal tersebut tidak akan begitu saja dituruti oleh Ghali "Dari tadi aku sudah peringatkan, tetapi dirimu yang memaksa... kini tidak ada lagi pengampunan, cukup nikmati saja sekarang" ujar Ghali sembari menggigit telinga Nancy.
Permainan pun kembali dilanjutkan, hingga berbagai formasi pun dikeluarkan selama hampir 2 jam, meskipun Nancy sudah berada diambang batasnya namun Dirinya masih tetap menjaga kesadarannya.
"Honey aku mau keluar...." ujar Ghali yang tengah berbalapan dengan deru nafasnya sendiri. Mendengar hal tersebut Nancy kemudian mengunci posisi Ghali dari bawah dengan kedua kakinya menyilang sembari berkata "Aku mau punya bayi honey, jangan dibuang ketempat lain."
Ghali yang mendengar hal tersebut pun semakin memacu kencang lokomotifnya hingga pada akhirnya mereka berdua pun sama-sama mencapai pelepasan.
huu...huu...huu...hufh...
Deru napas mereka berdua saling memburu. Nancy yang kini terbaring di sebelah Ghali, Dirinya kemudian memeluk hangat Ghali hingga tertidur pulas.
Ghali yang kini melihat cairan diatas kasur yang telah bercampur dengan noda darah, kembali menatap lirih Nancy yang kini tengah tertidur sebelahnya.
Ghali pun ikut tertidur juga sembari mendekap hangat bidadarinya tersebut. Di lain sisi terlihat seseorang yang melihat dua insan tersebut tengah tertidur pulas kini mengurungkan niatnya untuk membangunkannya.
Tanpa terasa kini hari sudah menunjukan pukul 5 Sore, kondisi mansion saat ini pun semakin ramai dengan lalu orang-orang mengingat, sebentar lagi sang Tuan rumah akan melangsungkan pernikahan, di sana terlihat Fylan yang ditugaskan sebagai penanggung jawab acara ini tengah sibuk mengatur beberapa persiapan.
"Pada saat seperti ini, bocah itu malah sibuk enak-enakan dengan kekasihnya, sungguh sial Diriku hari ini, melihat mereka seperti itu" ujar Fylan sembari mengusap kasar matanya.
Salah satu pengawal mansion yaitu Gendhis terlihat berjalan menuju kearah Fylan sesampainya dihadapan Fylan, Dirinya memberikan hormat militer kepada Fylan "Gendhis Hubolt izin melapor kapten, sejauh ini perintah memperketat pengamanan acara sudah dilakukan mulai saat ini kami sudah membatasi setiap pergerakan dalam radius 1 Km dari mansion, di tiap-tiap blok pun sudah kami pasang Cctv tambahan, Laporan Selesai." ujar Gendhis dengan tegas.
"Pertama jangan bersikap seperti itu, karena kita sudah tidak berdinas di militer lagi, dan kedua lanjutkan pekerjaan kalian, jangan biarkan diri kalian lengah barangkan sedetik pun" Ujar Fylan sembari mengacungkan jari telunjuknya kearah Gendhis.
"Herden, Loys, Emir, Victor, Saleh, Badri, Zulu, Ten kemarilah.... Kita akan briefing sebentar." panggil Fylan kepada mereka.
Siap Kapten!
Jawab mereka serempak, mereka pun berjalan memasuki mansion dan menuju ruangan pertemuan di dalam mansion, "Baiklah ada beberapa hal yang akan aku jelaskan tetapi ini yang paling penting" ujar Fylan sembari meletakan 4 buah photo orang yang berbeda diatas meja.
__ADS_1
Sejenak Fylan menarik napas "Mereka adalah Tim Black Death , salah satu tim paling mematikan dan paling elit di organisasi Triple Canopy, yang ini bernama Clay ketua Tim, Ordo ahli pertarungan jarak dekat, Norm ahli peledak, dan yang terakhir ini Filia ahli sniper." ujar Fylan sembari menunjuk foto tersebut satu persatu.
"Capt, apa hubungannya dengan kita saat ini ?." tanya Gendhis, sejenak Fylan menghela napas "Black Death Team, merupakan tim yang memang di operasikan oleh Triple Canopy untuk tugas tingkat tinggi dengan resistance level 9, menurut informasi dari intel kita, mereka saat ini berada di Indonesia, ada atau tidak hubungannya dengan kita, tapi yang dapat aku pastikan bahwa sebentar lagi akan terjadi kekacauan disini dan kita harus bersiap dengan segala kemungkinan" ujar Fylan dengan nada dingin.
"perketat keamanan, perintahkan seluruh pengawal MS&G (Martin Security & Guards) untuk mengawal tuan muda, kita harus bersiap-siap." perintah Fylan kepada semua orang yang berada disana. Mereka menganggukan kepalanya dan kemudian pergi.
Setelah beberapa saat nampak Tigh mendatangi Fylan yang tengah duduk sembari berfikir keras "Capt, persiapan acara sudah sepenuhnya selesai" ujar Tigh.
Fylan kemudian menoleh ke arah sumber suara sembari berkata "Tigh.... mulai saat ini kita harus mengawal Tuan Ghali kemanapun dia pergi, ada ancaman besar menanti di depan mata kita !." ujar Fylan sembari melempar 4 photo cetak sebelumnya.
Tigh pun sejenak menatap foto-foto tersebut tanpa banyak tanya, Dirinya hanya menganggukan kepalanya kepada Fylan, tanda bahwa dirinya setuju.
Kembali disisi Ghali saat ini, dimana dirinya baru tersadar setelah melihat jam dinding di kamarnya itu.
"ASTAGA !!, tamatlah nasib ku setelah ini" ujar Ghali kaget ketika melihat jam dinding menunjukan pukul 8 malam.
Mendengar suara Ghali yang lumayan keras pun, Nancy ikut terbangun sembari menguletkan badannya "ada apa ?" tanya Nancy dengan suara parau nya.
"Kita kesiangan" saut Ghali datar, seketika Nancy menolehkan pandangannya kearah jam dinding "AAAAAAHHHHHH !!, kita bukan kesiangan tapi kemalaman" saut Nancy tanpa rasa bersalah sedikit pun.
pletak
issssshhhhh..... awwww
Ghali menyentil jidat Nancy, hal tersebut membuat Nancy meringis kesakitan sembari mengusap-usap jidatnya yang kini memerah tersebut, "jahat !" ujar Nancy sembari mengerucutkan bibirnya.
Melihat Nancy yang seperti itupun membuat Ghali tidak tahan, Dirinya kemudian mendaratkan kecupan singkatnya pada bibir Nancy.
Cup
Sontak saja hal tersebut membuat Nancy tertegun sembari mengerlipkan matanya beberapa kali.
"Terima kasih, Honey" ujar Ghali sembari menangkupkan kedua tangannya di pipi kekasihnya itu. Nancy hanya menjawab singkat "Umm" kemudian membuang pandangannya.
Pada saat Nancy menoleh kesamping, seketika di leher dan bagian bahunya terlihat tanda kissmark yang kemerahan dibalik kulit putihnya, hal tersebut saja kembali memunculkan hasrat Ghali, di tambah saat ini tubuh Nancy hanya ditutupi oleh selimut saja.
Tanpa aba-aba Ghali kembali menyerang Nancy, lebih brutal dari pada sebelumnya. Nampak prinsip kehati-hatian Ghali menghilang begitu saja kini Nancy menjadi candu tersendiri bagi dirinya.
Kyaaaaaaa!!
Teriak Nancy namun nampak tak berpengaruh apa-apa lagi bagi Ghali, hingga pada akhirnya permainan ronde kedua pun dimulai.
Permainan mereka saat ini seketika menghangatkan ruangan itu, tampak pendingin ruangan sudah tidak ada pengaruhnya lagi bagi mereka berdua, peluh di antara keduanya semakin bercucuran, hampir tidak terasa permainan sudah berlalu selama 30 Menit, waktu begitu cepat berlalu bagi para pembaca, namun bagi mereka berdua, waktu saat ini adalah waktu yang sangat sakral dan keramat bagi dua insan yang tengah melaksanakan ritual percintaannya.
.
.
__ADS_1
Bersambung..