SISTEM PATRIOT

SISTEM PATRIOT
Chapter 44 : Bahagia dan Duka


__ADS_3

Pagi ini Ghali tengah sarapan bersama dengan para Istrinya, hari ini sesuai rencananya mereka akan kembali pulang bersama menuju Bandung.


Nampak di luar villanya itupun telah bersiap para pengawal pribadinya dan juga anggota Biro Keamanan Dalam Negeri yang turut membantu kepindahan Ghali.


Usai 30 Menit mereka sarapan kini Ghali beserta Istrinya memasuki mobil yang telah disiapkan untuk mereka. Sebanyak 10 Mobil mengiringi perjalanan Ghali menuju mansionnya.


Ghali yang saat ini dengan perasaan yang bahagia sebab, hari ini Dia kembali akan bertrmu dengan Ibu Ratna dan juga orang-orang tersayangnya.


Hal tersebutpun juga sama dirasakan oleh Nancy dan Anisa, setelah beberapa bulan menemani Ghali bertugas akhirnya mereka kembali santai dalam kehidupan mereka semula.


"Sayang mereka sudah berkumpul di mansion" ujar Anisa sembari memainkan ponselnya, "Baiklah jalanan hari ini lumayan lancar jadi Kita akan tiba disana tepat waktu sebelum jam makan malam" ujar Ghali.


Disepanjang perjalanan Ghali lebih banyak memilih tidur sebab selama beberapa hari terakhir Dirinya kurang mendapatkan istirahat yang cukup.


Tidak terasa kini Ghali dan rombongan telah sampai di mansion miliknya itu. Ghali dan yang lain keluar dari mobilnya.


Sembari menghirup udara panjang "Huuuuu..... Akhirnya kembali juga kesini" ujar Ghali sembari berjalan memasuki mansion tersebut.


Kedatangan Ghali mengundang perhatian orang-orang yang sudah berkumpul disana.


Ghali


Ghali


Nak


Kakak


Seru mereka semua, Ghali dan para Istrinya pun menghanpiri dan menyapa mereka satu persatu.


"Ibu, Ayah, Mama bagaimana keadaan kalian" ujar Ghali kepada mereka.


"Kami baik-baik saja kok, Bagaimana programmu untuk membuat cucu untuk Kita semua apakah berjalan lancar" ujar Pak Syarif sembari menampilkan senyum menggoda Ghali.


Seketika Pipi Ghali, Anisa dan Nancy dibuat memerah malu, "Ishhhh papa apa-apaan sih ngomongin yang begituaan" ujar Anisa sembari berdecih sebal kepada papanya itu.


Hahahaha


Tawa renyah semua orang, Ehemmmm ! Ghali berdehem "Sebaiknya Kita makan malam ayo" ujar Ghali terlihat mengalihkan pembicaraan.


Mereka pun makan malam diselingi canda tawa, kebahagian terpancar dari raut wajah mereka masing-masing, namun disaat semua orang tengah tertawa Nancy nampak berlari srmbari menahan mulutnya itu.


Hoek !

__ADS_1


Nancy saat ini tengah memuntahkan makanannya di wastafel dapur, Ghali dan orang-orang yang ada disana pun seketika panik melihat Nancy seperti itu.


"Nancy Kamu kenapa gak enak badan ?" ujar Ibu Ratna sembari menepuk-nepuk tengkuk Nancy, "Eughhh, Aku gak tau bu akhir-akhir ini Aku kehilangan nafsu makan" ujar Nancy sembari mengusap mulutnya.


Ghali pun memegang nadi tangan Nancy 'Aktifkan scanner' gumam Ghali sembari memandang perut Nancy, Dirinya pun tersenyum sembari mengusap kepala Nancy.


"Sebaiknya Aku panggilkan dokter saja, Ibu temani Nancy kekamarnya ya" ujar Ghali, disisi papa Syarif dan mama Aulia "Apa jangan-jangan Nancy hamil ya....?" ujar mama Aulia.


"Sebaiknya Kita tunggu dokter aja mah,pah" saut Ghali sembari tersenyum, Ghali pun tak lupa juga melihat perut Anisa dan mengecek nadinya, meskipun Anisa terlihat masih sehat-sehat saja.


Ghali pun tersenyum ke arah Anisa "Sebaiknya Kau juga harus diperiksa sama dokter nanti" ujar Ghali, "Lah.... Tapi kan Aku tidak sakit, Sayang" ujar Anisa nampak heran.


huuusss !


"Tidak ada penolakan turuti saja kata-kataku ini" ujar Ghali, mama Aulia dan papa Syarif menatap heran anak dan menantunya itu, "Ayo Aku antar ke kamar" ujar Ghali sembari menggenggam tangan Anisa menuju kamar yang sama dengan Nancy.


*


Kini mereka semua tengah duduk sembari melihat dokter yang tengah memeriksa Nancy, setelah beberapa saat Dokter Jannet dari MW Hospital tersenyum kearah mereka yang kini tengah duduk "Selamat kini nyonya Nancy tengah mengandung, usia kandungannya diperkirakan berusia 3 Bulan" ujar dokter Jannet kepada mereka.


Haaaaaaaa !!!


Semua orang nampak kaget kecuali Ghali, "Akhirnya Ibu akan punya cucu" ujar Ibu Ratna sambil menangis haru, hal yang sama pun terjadi dengan mama Aulia dan papa Syarif.


Ghali kemudian menarik tangan Anisa mendekat ke dokter Jannet "Dok periksa Dia juga" ujar Ghali, "Haaaaa, A...Apa Anisa juga......" ujar mama Anisa sembari menutup mulutnya.


Dokter Jannet pun menyuruh Anisa berbaring disebelah Nancy dan memeriksanya, saat ini raut wajah tegang dari papa dan mama Anisa terlihat jelas dan tidak sabar menunggu hasilnya.


"Selamat Tuan, nyonya Anisa juga kini sedang mengandung usia kandungannya juga sama dengan nona Nancy" ujar dokter Jannet.


Sontak saja mama Aulia dan Papa syarif memeluk Anisa dan Nancy dengan bahagia, "Papa ucapkan selamat kepada kalian yang sebentar lagi akan menjadi orang tua" ujar Papa Syarif.


"Papa juga ucapkan selamat kepadamu Ghali, dan jaga mereka berdua" ujar Papa Syarif sembari menahan genangan air mata bahagianya, "Eummmm, tentu Pa" jawab Ghali singkat.


Ibu Ratna pun ikut berbahagia sembari memeluk Ghali "Sebentar lagi Kamu akan menjadi seorang ayah, Ibu tidak menyangka waktu berlalu begitu cepat" ujar Ibu Ratna, Ghali pun mengusap punggung Ibu Ratna "Iya bu Aku janji akan menjadi ayah yang baik buat anak-anak ku nanti" ujar Ghali sembari melepaskan pelukannya.


"Tuan Ghali, sebaiknya untuk nyonya Nancy dan Nyonya Anisa, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter kandungan" ujar dokter Jannet.


"Tentu dok terima kasih atas bantuannya, oh ya dok kebetulan Aku memang sedang mencari dokter pribadi untuk bekerja di mansion ku apakah dokter mau ?" ujar Ghali.


Sejenak Jannet berpikir, "Tak usah khawatirkan masalah biayanya dok Aku akan menggajimu dengan bayaran yang pantas, apakah 100 Juta Rupiah per bulan cukup dok ?" ujar Ghali.


Ughuk !!

__ADS_1


Jannet terkejut mendengar nominal yang ditawarkan, "Baiklah, berapa nomor rekeningmu dok ?" ujar Ghali tanpa basa basi mengeluarkan ponselnya, Jannet pun menyebut nomor rekeningnya, tak menunggu waktu lama Ghali sembari memperlihatkan Ponselnya.


[ting] 'Tranfer dana Keluar sebesar Rp 100.000.000 dari akun bank anda bernomor 88725xxxx -Berhasil-'


[ting] 'Sisa saldo akun bank Anda Rp. 9.999.900.000.000 '


"Sudah ya dok, silahkan dicek kembali" ujar Ghali sembari memasukkan ponselnya kembali, Jannet pun tertegun sejenak "Tuan..... Saya permisi dahulu untuk membereskan barang Saya dikantor, besok Saya akan kembali dan mulai bekerja disini" ujar Jannet dengan nada gugup.


"Baiklah Jannet, Aku tunggu dirimu besok" saut Ghali, kemudian Jannet pun pamit kepada orang-orang yang ada disana.


Hari ini adalah hari yang paling bersejarah dari hidup seorang pemuda yang baru akan menginjak usia 19 Tahun, diusianya yang saat ini tanggung jawab dan peranannya semakin bertambah yang hanya dalam hitungan beberapa bulan lagi Dirinya akan menjadi seorang ayah.


Namun disisi bahagianya sang pemuda, terdapat juga kekhawatiran Dirinya kepada wanita yang kini ntah dimana keberadaannya, sang pemuda mengkhawatirkan kondisi sang wanitanya tersebut sebab, Dirinya yakin saat ini juga wanita tersebut mengalami hal yang sama dengan yang dialaminya saat ini.


'Isel dimana engkau, apakah Kamu baik-baik saja ?, bagaimana keadaan anak Kita..... Nak Papa mohon jangan pernah bikin susah Mama mu itu. Papa janji akan menemui kalian dan membawa kalian pulang kembali.' gumam Ghali yang saat ini tengah duduk di halaman belakang mansion miliknya itu.


Disisi lain Fylan tengah memperhatikan adik sepupunya itu, Dia hanya menghela napasnya 'Heuhhhhh, Ghali maafkan Aku.... Semoga Kau dapat memahami kondisi saat ini suatu saat nanti' gumam Fylan sembari menatap Ghali dari kejauhan.


*


Pagi ini Ghali yang baru saja selesai melaksanakan misi harian sistem, tengah melakukan peregangan di halaman mansionnya ditemani ole Fylan.


Hosh... hosh... hosh


Fylan nampak tengah mengatur napasnya "Huuuufhh, setelah ini aku harus meningkatkan porsi latihan ku" ujar Fylan sembari menyeka keringatnya.


"Kak Aku kedalam dulu ya" ujar Ghali, Dirinya saat ini mengambil sebuah amplop diatas meja kerjanya kemudian pergi menuju kamarnya di lantai dua.


"Sayang, Honey kalian udah lama bangunnya" seru Ghali sembari meletakkan amplop tadi di atas ranjang.


Nancy yang sembari menguap membuka amplop itu "Honey apa ini.... Tiket ke Eropa" ujar Nancy dengan kaget, sontak saja hal tersebut mengundang Anisa, sembari nimbrung "Sayang benarkah ini" sambil menunjukkan tiketnya.


"Hemmm, Aku mengajak kalian liburan ke Eropa minggu depan, sebaiknya kalian mandi dulu hari ini Kita pergi ke dokter kandungan" ujar Ghali.


"males, nanti aja Aku masih pengen tidur" ujar Nancy sembari memejamkan matanya, "Sama Aku juga" timpal Anisa, "Baiklah kalau begitu mandi sekarang !, atau Kita batal ke Eropa !!" ujar Nancy sembari menatap tajam mereka berdua.


Isssssshhhhhhh !!


GHALI JAHAT !!!


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2