SISTEM PATRIOT

SISTEM PATRIOT
Chapter 24 : Menuju Klinik Kecantikan NM Beauty


__ADS_3

Ghali yang baru saja bangun pagi hari ini, dengan suasana yang amat bahagia. Kini semangat hidupnya semakin membuncah. Hal itu terjadi bukan tanpa sebab, karena seharian kemarin dia dipuaskan oleh salah satu bidadarinya, yang kini masih tertidur pulas disampingnya.


Tidurnya seorang Nancy, tetap tidak bisa menggerus nilai kecantikannya saat ini meskipun saat ini, wajah Dirinya sangat natural tanpa dempulan make up.


Ghali menatap Nancy dengan penuh kekaguman, Dirinya kemudian merapikan rambut Nancy yang terlihat tidak teratur, kemudian mengecup kening bidadarinya itu.


Dirinya pun bergegas membersihkan diri kemudian melanjutkan rutinitas paginya seperti hari-hari biasa.


Waktu pun berlalu selama beberapa menit, terlihat disana Ghali yang telah selesai melakukan olahraga rutinnya tengah melakukan peregangan.


[DING] 'Misi Harian terlaksana'


'Selamat Tuan Mendapatkan 100.000.000 Poin sistem. Poin tuan saat ini berjumlah 201.016.056.000'


[DING] 'Misi Terpicu, [Hasilkan Omset Rp 10.000.000.000 lewat penjualan produk kecantikan NM Beauty], [Hadiah : 1x kartu upgrade sistem, Helikopter EC-175 VIP Class], GAGAL [Hukuman: Jumlah Poin berkurang 60%], [Waktu : 10 Hari]'


Sumringah dari wajah Ghali kini tidak bisa ia sembunyikan lagi, sebab melihat hadiah dari misi tersebut sangatlah besar.


Fylan yang kini memperhatikan Ghali dari jauh semakin curiga dengan adik sepupunya itu yang semakin hari semakin aneh. Bukan hanya sekali saja Fylan melihat hal tersebut, akan tetapi kejadian tersebut terjadi didepan matanya selama beberapa kali.


'Apakah dia semakin stress saat ini, gara-gara terlalu sibuk memikirkan bisnisnya.... hadeuh, memikirkan ini membuat kepala ku semakin pusing' gumam Fylan sembari mengusap tengkuk lehernya itu.


Ghali yang menyadari keberadaan Fylan didekatnya pun kemudian memanggilnya "Kak kemarilah !" teriak Ghali sembari melambai tangannya.


Kini Fylan sudah berdiri dihadapannya "ada apa dik ?" tanyanya penuh selidik. "kak apakah kamu punya seseorang yang bisa mengendarai helikopter ?" ujar Ghali yang seketika membuat Fylan terkaget.


uhukk...uhukk...uhukk


Bugh... Bugh...


Fylan terbatuk sembari menepuk dadanya "kamu dik ada-ada aja... setau ku, aku tidak mengenal siapapun yang bisa melakukan hal tersebut, kalaupun ada tentunya mereka adalah para perwira aktif militer yang tentunya, akan sangat sulit merekrutnya, sebab mereka pastinya tidak akan di izinkan keluar dari militer, mengingat keberadaan mereka yang sangat diperlukan." ujar Fylan


"oh iya dik satu lagi... mulai saat ini dan seterusnya Aku, Tigh, dan beserta 9 anggota tim inti akan mengawal mu selama 24 jam full dimanapun kamu berada" ujar Fylan dengan tegas.


Ghali yang mendengarnya tampak keberatan, namun dia tidak ingin menolak perintah kakaknya itu sebab, Dirinya sangat mengetahui ketika Fylan dibantah untuk urusan-urusan yang bersifat prinsip.


"Hufhhh.... baiklah kak" jawab Ghali lesu, kini dirinya pergi meninggalkan Fylan menuju kedalam mansionnya.


Pada saat dirinya sudah berada dikamarmya nampak sudah tidak terlihat lagi Nancy di sana, tetapi pada saat Dirinya pergi menuju kamar mandinya, ternyata dia menemukan Nancy yang tengah mandi disana.

__ADS_1


Merasa ada yang memeluknya dari belakang, Nancy terlonjak kaget, ketika didapati ternyata orang tersebut adalah Ghali.


"Kenapa Honey... apakah aku tidak boleh mandi bersamamu ?" goda Ghali, dengan gagap Nancy menjawab "a..ah..ahahaha, bukan itu maksud ku.... ah terserahlah".


"Tenanglah kita akan mandi saja, tidak akan ada hal lain" ujar Ghali berbisik di telinga Nancy. Mendengar hal tersebut Nancy hanya tertegun tanpa mengeluarkan satu patah kata sedikitpun.


Setelah beberapa saat kemudian, terlihat kini mereka berdua sudah berganti pakaian Ghali yang kini sangat rapi mengenakan tuxedo dan Nancy yang mengenakan blazer yang memiliki warna biru cerah serupa dengan Ghali.


Sebelum mereka keluar kamar Ghali menyerahkan satu kotak cincin dan kotak kalung, kepada Nancy "Honey ini untukmu pakailah aku ingin melihat kamu memakainya" ujar Ghali sembari menyerahkan barang tersebut kepada Nancy.


Pada saat Nancy membukanya, dirinya dibuat kagum terhadap keindahan cincin dan kalung tersebut. Itu adalah cincin dan kalung yang Ghali dapatkan dari sistem, tentu saja bahan yang digunakan untuk membuat cincin tersebut adalah barang yang sangat langkah, setiap orang yang melihat perhiasan tersebut pun pasti akan dibuat jatuh cinta akan keindahannya.


Dengan cepat Nancy berlari kedepan kaca untuk melihat perhiasan yang ia kenakan barusan, matanya semakin berbinar sembari menatap haru Ghali.


Nancy menghamburkan pelukannya memeluk Ghali "Honey terima kasih I Love You" ujar Nancy, "I Loved You Until Now " jawab Ghali.


"Ayo sudah saatnya kita sarapan sebelum pergi... aku akan menemanimu hari ini ke perusahaan" ujar Ghali sembari menggenggam tangan Nancy.


Sesampainya di ruang makan kedatangan mereka berdua mengundang tatapan heran dari Anisa dan Isel yang sudah berada disana.


ehemmmmmm


"Kayaknya ada yang curi start nih" ujar Isel sarkas, kata-katanya barusan sangat syarat akan makna tersirat. Nancy tentunya bukanlah orang bodoh, Dirinya tau dengan jelas bahwa Isel tengah menggodanya saat ini, seketika wajah memerah malunya pun kini tidak dapat ditutupi lagi.


Ibu Ratna yang juga melihat hal tersebut hanya bisa menghela napas "GHALI !!" pekik Ibu Ratna, seketika membuat semua orang yang ada disana terkaget, untung saja si kembar sudah berangkat sekolah terlebih dahulu.


Dengan langkah cepat Ibu Ratna menuju kearah Ghali, sesampainya di dekat Ghali Ibu Ratna melayangkan beberapa pukulan mengenai badan Ghali.


awww


"Awwww... ibu ampuni aku" pekik Ghali sembari menangkis pukulan yang dilayangkan kepadanya, dari pukulan tersebut berubah menjadi aksi kejar-kejaran diantara keduanya.


"Ibu apa salahku aku mohon hentikan...." ujar Ghali memohon sembari menangkupkan kedua tangannya.


"DASAR ANAK BANDEL !!, beraninya kau menyentuh anak ibu" ujar Ibu Ratna sambil berdecak pinggang. Nancy yang melihat hal tersebut pun hanya bisa pasrah sembari menggigit bibirnya.


Ibu Ratna yang kemudian melihat Nancy, kini Nancy ikut juga terkena imbasnya.


Aaaawwwwww..... sakit bu !

__ADS_1


Pekik Nancy yang kini tengah dijewer oleh Ibu Ratna. "ibu aku mohon jangan sakiti kak Nancy" ujar Ghali.


Seketika Ibu Ratna mengerlingkan matanya menatap tajam Ghali "Apaaaa.... jadi setelah kalian tidur bersama kau masih menganggapnya sebagai kakak mu !" ujar Ibu Ratna dengan nada lantang.


"sekarang kau juga ikut ibu" ujar Ibu Ratna sambil berjalan tanpa melepaskan jewerannya pada telinga Nancy.


Ghali dan Nancy kini nampak tengah duduk berdampingan, saat ini mereka berada di ruangan kerja Ghali.


"Kalian sudah sadar apa kesalahan kalian !" ujar Ibu Ratna penuh penekanan, Ghali dan Nancy kini bagaikan anak kucing yang sangat patuh kepada induknya, mereka berdua hanya menganggukan kepalanya, masing-masing dari mereka menatap Ibu Ratna dengan memelas.


Ibu Ratna memijit pelipisnya akibat melihat ulah anak-anaknya itu "Nancy bukankah Ibu sudah bilang untuk tidak melakukannya sebelum kalian menikah" ujar Ibu Ratna.


Sejenak Nancy terdiam "Ibu maafkan Nancy... Aku telah melanggar pesan Ibu" ujar Nancy lirih, "Tidak.... Bu jangan salahkan kakak ini memang salahku" potong Ghali.


"Diam Ghali... ibu sedang tidak berbicara denganmu, mulai saat ini kamu harus mengingat pesan Ibu juga, mulai detik ini jaga Nancy dengan sepenuh hatimu kalian harus saling melindungi satu sama lain, Ibu tidak ingin terjadi apa-apa kepada kalian hanya itu yang ibu khawatirkan" ujar Ibu Ratna kepada mereka berdua.


"Ibu jangan khawatir.... aku akan menjaga Nancy dengan sepenuh jiwa dan ragaku" ujar Ghali sembari menggenggam erat tangan Nancy.


Cihhhh


Ibu Ratna berdecih geli melihat kelakuan Ghali "dasar anak bandel" ujar Ibu Ratna dengan tersenyum kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.


Ghali dan Nancy pun kembali melanjutkan sarapan yang tertunda, tidak berselang lama mereka telah menyelesaikan sarapan mereka. "Sayang setelah ini kalian berdua akan kemana ?" tanya Ghali kepada Isel dan Anisa.


"Kayaknya aku harus segera kekantor saat ini ada beberapa hal yang harus aku urus terkait dengan pinjaman dana proyek jalan tol" ujar Isel.


"maafkan aku sayang hari ini aku harus mengurus pemberkasan daftar ulang kuliah ku" jawab Anisa.


"Yasudah kalau begitu kita pergi dulu ya, bye" ujar Ghali yang kemudian mengecup singkat bibir Isel dan Anisa.


Ghali dan Nancy pun kini berlalu pergi sesampainya mereka di depan nampak saat ini Tigh, Fylan beserta sembilan orang lainnya telah bersiap mengawal Ghali hari ini.


"hufhhhh...... kak apakah harus seperti ini, menurut ku ini sangat berlebihan" protes Ghali kepada Fylan


"tidak... turuti saja kata-kata ku pikirkan Nancy saat ini" ujar Fylan dengan nada datar, Ghali pun hanya pasrah sebab, percuma berdebat dengan Fylan tidak akan ada ujungnya.


Iring-iringan pengawalan Ghali saat ini sudah selevel dengan tingkat pengamanan kepala Negara. Hal yang tidak disukai Ghali adalah kedatangan dirinya akan mengundang perhatian banyak orang.


.

__ADS_1


.


Bersambung..


__ADS_2