SISTEM PATRIOT

SISTEM PATRIOT
Chapter 27 : 2M 2H


__ADS_3

Usai melakukan pertempuran malam hari kini mereka tengah tertidur pulas, meskipun hari sudah menunjukan pukul 8 pagi, namun belum ada tanda-tanda mereka akan bangun, namun beberapa saat Nancy di kejutkan dengan getaran ponsel di atas nakas tepat disebelah kepalanya.


Dengan malas, dirinya menggerakkan badan untuk mengambil ponsel miliknya itu, dirinya mengangkat telepon setelah melihat nama yang tertampil pada layar ponselnya, selama beberapa saat dia berbicara dengan sekretarisnya itu kemudian kembali menutup ponselnya.


Memang pada hari ini mereka sudah bersepakat untuk tidak beraktifitas keluar rumah, dirinya yang masih ngantuk pun kembali melanjutkan tidurnya.


Hari pun semakin siang, saat ini jam sudah menunjukkan pukul 10 siang, Ghali mengerenyitkan matanya ketika matanya tersorot sinar matahari.


eughhhhh


Suara Ghali sembari menguletkan badannya, Dirinya merubah posisinya, dan duduk di atas ranjangnya, sembari melihat 3 Bidadari yang tengah tidur, Dirinya menatap mereka satu persatu dengan penuh rasa sayang, 'Nancy si paling sabar, Isel si paling tangguh meskipun cengengnya minta ampun, dan Anisa si paling cemburuan namun mereka punya kesamaan.... Sama-sama suka Aku' gumam Ghali yang kemudian terkekeh.


Dirinya dengan hati-hati untuk bangkit dari ranjang, agar tidak membangunkan mereka, Dirinya pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan rasa lengket di badannya itu, setelah beberapa saat dirinya telah selesai membersihkan diri, kini rasa tubuhnya kembali fresh.


'Astaga hari ini aku lupa, untuk menjalankan misi harian sistem duhhh ' gumam Ghali sembari menepak jidatnya.


[DING] 'Asik bercinta sih jadinya lupa (^。^) '


Sontak saja perkataan sistem membuat Ghali mengutuk dirinya sendiri.


Anjirrr


"Kenapa Aku jadi begok kayak gini sih" ujar Ghali, yang tengah merutuki kebodohannya.


[DING] 'Udah tau bodoh, masih aja bilang orang lain, situ mau sombong atau gimana sih?'


'Patriot bedebah... Jadi selama ini elu ngelihat Gue hah!...?'


[DING] 'Tentu saja, lumayan dapat live streaming gratis (▰˘◡˘▰)'


'Dasar Patriot mesummmm'


Gumam Ghali sembari menjambak rambutnya itu, Arggggghhhhh teriak Ghali, tentu saja teriakannya itu, ikut membangunkan ketiga bidadarinya itu


Aaaaaahhhhhhhhh !!!


Aaaaaahhhhhhhhh !!!


Aaaaaahhhhhhhhh !!!


"Apa, kucing,kambing, tikus, apaan" latah Anisa sembari melihat-lihat sekeliling, kemudian mereka menatap Ghali berbarengan, "Ada apaan sih bikin kaget aja !" saut Isel nampak jengkel kepada Ghali.


Ghali pun dengan tersenyum paksa "hehehe.... Maaf" jawabnya sembari menggaruk belakang kepalanya itu, "kalian udah bangun ?" tanya Ghali basa-basi mengalihkan topik pembicaraan, "Ya.... kami bangun gara-gara kamu!!" saut Nancy dengan nada jengkel.

__ADS_1


Ghali pun memajukan langkah dan memeluk mereka bertiga "Maaf ya para bidadariku" ujar Ghali sembari mengusap-usap belakang punggung mereka.


Mau sebesar apapun kesalahan Ghali, para wanitanya itu mudah saja luluh dengan perlakuannya itu, sebab sangat sulit bagi mereka untuk lepas dari Ghali yang dimata mereka lelaki yang paling sempurna.


Usai Ghali melepaskan pelukannya "Aku akan keluar sebentar untuk mengecek persiapan acara pernikahan kita, setelah ini bersihkan dulu diri kalian dan jangan lupa makan" ujar Ghali yang kemudian di jawab dengan anggukan dari mereka.


Dirinya kini tengah berada di halaman depan mansion melihat orang-orang yang tengah bekerja di sana sembari menyeruput segelas kopi, "Selamat siang Tuan" sapa Tigh dari arah belakang Ghali, Dirinya pun menoleh kearah Tigh "Iya Tigh... Bagaimana keadaan mu" "Sangat baik Tuan... Saya ingin melaporkan sesuatu kepada Anda" ujar Tigh, "Apa itu katakan" saut Ghali.


"Ini terkait dengan pergerakan kartel narkoba el-nino Tuan, saya dapat informasi bahwa malam ini akan ada barang masuk ke kota ini sebanyak 2 Ton tuan" ujar Tigh.


Brusssssshhhhhhhh


uhuk...uhuk


Seketika Ghali tersedak mendengarnya "Apa-apaan itu Tigh, apakah barang-barang haram sebanyak itu tidak tercium dari para polisi" ujar Ghali keheranan, "Mungkin... Hal tersebut belum tercium oleh mereka Tuan" ujar Tigh.


"Apa yang kalian bicarakan!" seru Fylan, yang kini berjalan mendekati Ghali di ikuti dibelakangnya oleh Clay, Norm, Ordo, Gendhis dan Filia, mereka yang ikut menyampari Ghali mengangguk kecuali Fylan.


"Tigh coba, katakan apa yang barusan kalian bicarakan, mulai saat ini jangan menutup-nutupi sesuatu dari Diriku lagi Dik" ujar Fylan dengan penuh ketegasan, seketika Tigh menoleh kearah Ghali.


Melihat Tigh seperti itu, Ghali menganggukkan kepalanya, kemudian Tigh menceritakan informasi yang barusan dia dapatkan kepada Fylan.


Fylan yang barusan mendengar penjelasan dari Tigh, "Haaaaaa..... Sudah kuduga kini kau terlibat lagi dengan permainan yang amat berbahaya" ujar Fylan sembari menghela napas.


"Baiklah aku akan ikut dalam rencanamu, tetapi biarkan aku untuk menyusun rencananya.... sebaiknya kita bicarakan ini di kantor MW S&G, sekalian kita mengambil peralatan disana." ujar Fylan kemudian dijawab Ghali dengan anggukan.


"Apakah kalian akan ikut saya atau tidak ?" tanya Ghali kepada The Black Team dengan menggunakan bahasa Inggris, sebab mereka belum bisa menggunakan bahasa Indonesia saat ini.


"Kami akan ikut Tuan, kemanapun Tuan pergi" ujar Clay mewakili mereka, "Kak nanti jelaskan kepada mereka tentang apa yang akan kita lakukan saat ini" ujar Ghali kepada Fylan, hal itu di jawab Fylan dengan anggukan.


"Tigh, Gendhis ambillah mobil, saat ini kita pakai 2 mobil Chevrolet Suburban, sebab mobil itu mempunyai fitur anti peluru, kuncinya minta sama Pak Sayuti" ujar Ghali, "Baik Tuan" jawab Tigh kemudian di ikuti oleh Gendhis.


Kini mereka semua berlalu pergi menuju kantor MW S&G, di sepanjang perjalanan Fylan menjelaskan tentang apa yang akan mereka lakukan kepada Clay.


Clay yang mendengarnya pun hanya mengangguk-anggukan kepalanya, kini Dirinya paham apa yang akan mereka lakukan nanti.


*


Di sisi lain, di dalam mansion nampak Nancy sedang menerima telepon dari Reri sekretarisnya, seketika matanya berbinar bahagia "benarkah itu Ri ?" ujar Nancy kemudian menutup mulut dengan salah satu tangannya itu.


Dirinya semakin senang di buatnya, "Baiklah Reri terima kasih atas laporannya besok aku akan pergi kesana" ujar Nancy yang kemudian menutup sambungan teleponnya itu.


Yes yes yes yeyeyeyeyeye

__ADS_1


piuh piuh piuh


Nancy yang tengah kegirangan sembari bersiul-siul didalam rumah dengan langkah lenggak-lenggoknya, Ibu Ratna yang tak sengaja berpapasan dengan Dirinya itu kemudian meneggur Nancy "Eiii... Nak gak boleh bersiul di dalam rumah, pamali" ujar Ibu Ratna, Seringai kuda Nancy mendengar perkataan Ibu Ratna.


"Emangnya apa yang membuat mu sebahagia itu ?" tanya Ibu Ratna, Nancy pun mengajak duduk Ibu Ratna, "Ibu aku sangat senang hari ini sebab hari ini penjualan omset produk kecantikan ku tembus 2 M dalam dua hari ini" ujar Nancy dengan sangat antusias.


Seketika mata Ibu Ratna pun ikut berbinar "Apa!!...." kaget Ibu Ratna sembari menangkupkan tangannya, "Apakah kamu sungguh Nak ?" ujar Ibu Ratna.


"Itu betul bu, barusan aku dapet kabar dari sekretaris ku" jawab Nancy, "Syukurlah nak, Ibu ucapkan selamat kepadamu.... Tinggal kini Kamu fokus saja kasih cucu buat Ibu" ujar Ibu Ratna


uhuk...uhuk...uhuk...


Nancy seketika tersedak, mendengar Ibu Ratna barusan. "Apa-apaan sih Bu, masih jauh kali..." ujar Nancy sembari membuang pandangannya.


Ibu Ratna pun menggeleng-gelengkan kepalanya "Tidak-tidak, tentu kalau kamu melakukannya berkali-kali akan cepat membuat perutmu itu membuncit, semalam saja kalian juga melakukannya kan ?" ujar Ibu Ratna sembari mencolek hidung Nancy.


Seketika pipi Nancy memerah, Dirinya begitu kaget di buat Ibunya, yang mengetahui malam panas mereka.


Aaaaaaaaaaaaaahhhhhhh


Teriak Nancy sembari berlari meninggalkan Ibu Ratna, melihat hal tersebut Ibu Ratna hanya terkekeh sembari menghela napasnya 'Mereka tetap saja masih anak-anak, yang bandel' gumam Dirinya.


Gubrak


Bunyi pintu kamar yang kini dibuka oleh Nancy, Isel dan Anisa yang berada di sana pun terkaget dibuatnya.


Hosh...hosh...hosh


Napas Nancy nampak tersengal-sengal, "Apaan sih kak bikin kaget aja" protes Anisa, "i...ini...ini gawat....Ibu mengetahui kegiatan kita semalam" ujar Nancy dengan napas tersengal-sengal.


Sontak saja Anisa dan Isel ikut kaget, "Bagaimana mungkin" ujar mereka serempak, Nancy pun hanya menjawabnya dengan anggukan.


"Aku juga tidak tau, Dia tau darimana" ujar Nancy, "Sepertinya aku tau" ujar Isel sembari menopang dagunya, Nancy dan Anisa pun menatap dirinya dengan rasa penasaran.


"Kita berteriak terlalu keras dan pintu kamar tidak tertutup rapat" ujar Isel kemudian menutup wajahnya dengan bantal karena menahan malu, Anisa dan Nancy pun bereaksi sama.


"Oh.. Iya apakah kalian dapat menghubungi Ghali" tanya Nancy yang kemudian di jawab Isel dan Anisa dengan gelengan kepala, "Aku juga barusan menelponnya tapi tidak di angkat, sepertinya Dia lagi sibuk, biarin aja nanti juga pasti pulang" ujar Isel.


'hummmpphhh.... Di saat seperti ini entah dimana Dirinya, menyebalkan' gumam Nancy sembari menggembungkan pipinya.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2