SISTEM PATRIOT

SISTEM PATRIOT
Chapter 20 : Bermain Dengan Kerugian


__ADS_3

Setelah acara kelulusannya di sekolahannya kemarin kini Ghali tengah melakukan rapat bersama Tigh, Tristan, dan Fylan. "bagaimana kak terhadap persiapan kita ?" tanya Ghali kepada Fylan.


"selama beberapa bulan terakhir sesuai instruksimu, kini kita terus melakukan pembelian saham hingga sekarang, untuk selanjutnya tinggal menunggu instruksi darimu" ujar Fylan.


"bagaimana kondisi pasar saham saat ini kak....?" tanya Ghali, "kondisi pasar saham saat ini relatif stabil" jawab Fylan, "baiklah... mari kita berangkat ke Olympus Capital" ujar Ghali kepada mereka semua.


siap


baik tuan muda


Mereka berempat pergi menuju Olympus Capital yang jaraknya menempuh waktu sekitar 30 menit dari kediaman Ghali.


Sesampainya mereka di Olympus Capital, kedatangan mereka disambut oleh Isel yang kebetulan sudah menunggu disana "tuan... mari ikut saya" ujar salah satu pegawai memandu jalan menuju ruang Trading pada departemen perdagangan Olympus Capital.


Pada saat Ghali melangkah masuk keruangan tersebut dirinya dibuat tercengang dengan fasilitas yang ada diruangan tersebut perasaan kagum kini tidak bisa Ghali sembunyikan dari wajahnya, seketika dirinya memandang Isel dan Tristan dengan tatapan haru "kerja bagus.... aku bangga terhadap kalian" ujar Ghali.


Terima kasih tuan muda


Ujar mereka berdua sembari menundukkan kepalanya, kedatangan Ghali disambut dengan hormat dari orang-orang yang berada disana, ada sekitar 20 orang pegawai yang berada diruangan tersebut mereka semua memandang Ghali yang berada di lantai atas ruangan tersebut dengan tatapan kagum.


Ghali yang kini sudah duduk didepan mejanya memberikan instruksi kepada mereka "baiklah, berapa total saham yang kita miliki terhadap perusahaan Anggoro construction".


"ada 38% tuan" ujar Lambert kepala departemen perdagangan, "oke.... lepas 20% kepemilikan saham kita disana sekarang" ujar Ghali.


Seketika mereka mematung termasuk Lambert "mohon maaf Bos apakah aku tidak salah dengar kenapa kamu ingin menjualnya.... saaat ini saham Anggoro construction sedang naik dan akan terus mengalami kenaikan" ujar Lambert, seketika ekspresi Ghali berubah masam.


"Lambert siapa disini bosnya.... kamu atau aku" ujar Ghali dengan tatapan dingin. Seketika keringat mengucur dari kepala Lambert wajahnya memucat dengan gagapnya Lambert menjawab "maaf....kan a...aku bos".


"perhatian semuanya saat ini.... ikuti saja perintah ku apapun yang terjadi. sebab hari ini kita tidak akan mengejar keuntungan" ujar Ghali dengan nada tegas "dan satu lagi yang melanggar perintah akan menerima akibatnya", seketika orang-orang yang ada disana menegang mendengar perkataan Ghali.


Ghali hanya tersenyum melihat mereka "baiklah mari kita lanjutkan pekerjaan kita" ujar Ghali sembari tersenyum, orang-orang di departemen perdagangan kembali fokus terhadap layar dimeja mereka masing-masing.


"oke gais.... saatnya jual ambil posisi jual instan batasi hingga poin 1200" perintah Ghali, seketika saham Anggoro construction terjun bebas -30% berdasarkan akumulasi perhari.


Keringat bercucuran dari orang-orang yang berada diruangan tersebut, bukan tanpa alasan mereka seperti itu, wajar saja kepemilikan 20% saham dilepas sekaligus dalam waktu yang bersamaan tentunya akan menimbulkan depresi terhadap pasar.

__ADS_1


*


Disisi lain terlihat seorang pria paruh baya dengan perawakan tinggi besar dengan perut yang buncit, memukul meja dengan keras ketika menerima laporan dari sekretarisnya "sialannnnnn!!!...... bagaimana bisa itu terjadi, hubungi para pemegang saham katakan kepada mereka untuk tidak khawatir, sebaiknya kita adakan rapat darurat sekarang !" ujar Jacob kepada sekretarisnya.


Kembali disisi Ghali kini dirinya nampak tenang meskipun kondisi saham Anggoro construction sedikit mengalami kenaikan setelah pelepasan pertama tadi dari 1200 kini bertambah 20 poin "jual sisa kepemilikan saham kita semuanya" perintah Ghali kemudian. Tanpa ingin bertanya lagi pegawai departemen perdagangan pun kembali melakukan transaksi jual terlihat pada layar besar disana kembali saham anggoro construction turjun semakin dalam kini harganya hanya sekitar 990/ lembarnya.


Ghalipun nampak tersenyum puas. Akibat aksi jualnya menyebabkan para pemain saham lain ikut serta melakukan aksi jualnya demi meminimalisir tingkat kerugian mereka.


Melihat hal tersebut Ghali semakin tersenyum kini niatnya untuk mengambil alih anggoro construction semakin dekat "baiklah.... Lambert ada berapa dana tidak terpakai yang kita punya di akun saham kita ?" tanya Ghali kepada lambert.


"ada sekitar 11.5 Triliun Rupiah bos" jawab Lambert dengan penuh ketegangan, Ghali hanya tersenyum melihat ekspresi Lambert "tenang Lambert untuk saat ini mari kita bermain dengan kerugian, ada tujuan yang lebih besar di masa depan.... aku akan mengganti seluruh kerugian kita lewat perdagangan saham dimasa depan" ujar Ghali, seketika kata-katanya menjadi semangat tersendiri bagi lambert dan anak buahnya "baik bos aku.... siap menunggu perintahmu selanjutnya" jawab Lambert tanpa mengurangi rasa hormatnya kepada Ghali meskipun umurnya lebih tua dari Ghali.


Ghali hanya tersenyum sembari menganggukan kepalanya. kini harga saham anggoro construction semakin terjun lebih dalam, bahkan para pemain besar turut ikut menjual sahamnya dalam jumlah yang sangat besar.


*


Disisi Jacob dirinya semakin panik melihat kondisi perusahaannya saat ini banyak para pemegang saham menjual kepemilikan saham diperusahaannya.... dirinya semakin pusing memikirkan hal tersebut "bos.... apakah sebaiknya kita menjual saham kita untuk meminimalisir kerugian boss" ujar sekretaris Jacob.


Kini Jacob nampak sedang berpikir sembari mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya, setelah beberapa saat "baiklah kita lepas saham kita seluruhnya" ujar Jacob dengan terpaksa.


*


Bingo


Ujar Ghali, seketika Lambert dan anak buahnya merasa heran dengan kelakuan bosnya itu 'orang kaya memang beda, dirinya saja menganggap remeh uang 200 M terbuang sia-sia' gumam Lambert.


"Lambert ini saat ini gunakan 1 triliun rupiah ambil posisi beli di poin 770" ujar Ghali, "baik bos" jawab lambert dengan cepat kemudian pegawai departemen perdagangan pun mengikuti perintah Ghali, setelah beberapa saat transaksi tereksekusi sepenuhnya.


Selama beberapa saat setelah itu, nilai saham anggoro construction kembali mengalami kenaikan 5% dari titik 770, "oke kembali jual instant" ujar Ghali. Hal tersebut sontak saja membuat para pegawai tertegun sejenak.


"Hei !!!!, tunggu apa lagi cepat lakukan" ujar Ghali dengan suara keras. semua orang yang melihat tingkah bosnya itupun hanya bisa pasrah.


Harga saham yang semula naikpun kembali jatuh, tanpa bisa dikendalikan lagi sampai pada akhirnya waktu perdagangan pada bursa hari ini ditutup.


Aksi buy and sell Ghali saat ini seketika menimbulkan efek depresi pada perdagangan di bursa saham hari ini. Banyak dari kalangan para investor yang mengalami kerugian sangat besar, Hingga setelahnya banyak berita nasional yang memberitakan jatuhnya harga saham anggoro construction dan efeknya terhadap pengembangan smart city di pantai utara jakarta, begitulah kira-kira tagline berita pada hari ini yang diberitakan hampir seluruh media nasional.

__ADS_1


*


Disisi Jacob kini dirinya semakin mengutuk dirinya yang saat ini tengah menerima pukulan dari Suryo.


Bugh...bugh...bugh


"Dasar anak tidak berguna!" pekik Suryo. Sembari mencoba bangkit Jacob meringis menahan sakit disekujur badannya "maafkan aku ayah...." ujarnya sembari memegang pipinya yang nampak sudah memar.


"kau tahu tindakan mu itu akan membunuh Anggoro Group secara keseluruhan dasar tidak berguna !" ujar Suryo dengan nada penuh emosi, "gara-gara kamu kerajaan bisnis yang aku bangun selama puluhan tahun hancur dalam satu hari" ujar Suryo sembari menunjuk kearah Jacob.


'aku yakin pasti anak muda itu yang melakukannya.... cihhhh tidak kusangka dia akan senekat ini menyerangku' gumam Suryo. "ayah selanjutnya apa yang harus kita lakukan" ujar Jacob, "haaaaa..... saat ini kita batalkan saja mega project smart city kita. tidak ada lagi yang bisa kita lakukan saat ini... selanjutnya fokuslah pikirkan caranya untuk menutupi hutang kita selama ini" ujar Suryo kemudian meninggalkan Jacob dari ruangan tersebut.


*


"oke gais..... untuk saat ini cukup sampai disini dulu.... Lambert berapa total kerugian kita saat ini?" ujar Ghali, dengan senyum getir Lambert menjawab "jumlah kerugian yang kita alami hari ini 220,5 Milyar rupiah boss", sontak saja semua orang yang ada diruangan itupun kaget mendengar penjelasan Lambert termasuk Isel dan Fylan.


Ghali hanya tersenyum, hal tersebutpun mengundang kebingungan diantara orang-orang yang berada disana. "oke jangan khawatirkan masalah kerugian itu, karena tujuan utama kita adalah mengambil alih Anggoro Group" ujar Ghali dengan tenang.


Sontak saja hal tersebut bikin geger orang-orang disana "ma....af tuan apakah aku tidak salah dengar" ujar Lambert, "iya aku serius apakah kalian tahu saat ini Anggoro construction sedang membangun mega project smart city di pantai utara jakarta... tentunya apa yang kita lakukan hari ini akan berdampak sangat besar terhadap Anggoro Group kedepannya, dan tidak dapat dipungkiri tingkat kepercayaan para pemegang saham pada perusahaan-perusahaan Anggoro Group akan berkurang.... dan pengembangan smart city dengan terpaksa diberhentikan, dan ketika saat itu tiba kita akan mengambil alih Anggoro Group dengan harga murah... tentu saja nilai kerugian yang saat ini kita derita tidak akan sebanding dengan apa yang akan kita dapatkan pada masa depan tentunya akan jauh lebih besar" Ujar Ghali dengan penuh ketegasan.


Kata-kata Ghali membuat semua orang yang ada disana semakin mengaguminya. Bermain dengan kerugian ? aku rasa tidak, ternyata meskipun masih muda pikiran Ghali maju lebih jauh kedepan, anak muda yang gila. Begitulah kira-kira pandangan orang-orang yang melihatnya saat ini.


'ternyata aku tidak menyangka bos akan berfikir sejauh itu, kini aku semakin mengaguminya, untuk kedepannya aku tidak akan mengecewakan dirinya lagi' gumam Lambert sembari menatap kagum Ghali.


Ghali yang kini melihat Lambert menatapnya seperti itu, merasa risih "hei....Lambert kau jangan menatap ku seperti itu, nanti yang ada kamu jatuh cinta kepada diriku" ujar Ghali.


wahahahahhahahahahahaha


Perkataan Ghali seketika mengundang gelak tawa semua orang. Setelah beberapa saat Ghali mengangkat tangannya dan suasana kembali hening "baiklah semuanya.... sampai bertemu dilain waktu, karena mulai saat ini departemen perdagangan akan dibawah pengawasanku secara langsung.... kamu tenang saja Lambert, kamu tetap akan memimpin para pegawai di departemen ini kedepannya" ujar Ghali kemudian berlalu pergi meninggalkan ruangan departemen perdagangan, yang diikuti oleh Fylan dan Isel.


Ghali yang saat ini berada di mobil, duduk berdampingan bersama Isel "sayang kau sangat hebat saat ini" ujar Isel dengan senyum semerkah, Ghali yang mendengar pujian dari Isel tidak kuasa menahan rasa harunya kemudian dirinya memeluk Isel hangat "terima kasih sayang" jawab Ghali sembari mendekap wajah Isel dengan kedua tanganya.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2