SISTEM PATRIOT

SISTEM PATRIOT
Chapter 50 : Pusat Lelang Barang Antik


__ADS_3

Pagi hari ini Ghali yang tengah menikmati sarapan dihotel bersama Joy dan juga para istrinya.


"Sayang, Honey pakailah ini untuk kalian berbelanja nanti, aku sudah mengisi sejumlah uang disana" ujar Ghali sembari memberikan salah satu black cardnya.


"Hehehehe, tau aja Kita pengen belanja" ujar Anisa cengengesan sembari mengambil kartu tersebut.


Ghali pun ikut tersenyum "Ya, itukan bagian dari menyenangkan istri-istriku juga" ujar Ghali sembari menyuapkan makanan kemulutnya.


Anisa dan Nancy yang mendengarnya pun merasa hangat dalam hatinya, seketika wajah mereka berdua memerah.


Sayang, Honey terima kasih


Ujar mereka berdua sembari memeluk Ghali, "Ya nanti aja pelukannya masih banyak orang disini" ujar Ghali, Nancy dan Anisa baru sadar bahwa mereka diperhatikan dari beberapa pasang mata disana.


Ghali dan Joy yang baru saja menyelesaikan sarapannya, "Joy, Ordo ayo kita berangkat" ujar Ghali, kemudian Dirinya pun pamit kepada para Istrinya itu.


Mereka lebih memilih pergi menggunakan taksi "Avenue Du President Kennedy" seru Ghali kepada sopir taksi.


setelah beberapa saat, taksi yang ditumpangi mereka pun tiba di depan lobi apartemen tersebut, Ghali pun membayar ongkos taksi sebesar 10 Euro, namun Ia memberikan uang 50 Euro "Ambil saja kembaliannya untukmu Tuan" ujar Ghali sembari menyodorkan uangnya.


"Terima kasih banyak Tuan" jawab sopir taksi dengan penuh kegembiraan, kemudian mereka pun pergi sebentar ke griya tawang milik Ghali.


Namun betapa terkejutnya Joy dan Ordo melihat isi griya tawang tersebut, dengan gagapnya Joy, "Ka...Kakak, apakah griya tawang ini punyamu ?" tanya Joy.


Hemmmm


Jawab Ghali dengan anggukan, Ghali pun membuka isi tas tentengnya diatas meja, Joy yang melihat isi tas tersebut pun semakin kaget.


'Emangnya seberapa kaya Dia itu, bahkan uang sebanyak ini Ia membawanya tanpa beban' gumam Joy sembari menatap heran Ghali.


Ghali hanya tersenyum membalas tatapan Joy, kemudian Dirinya mengirim sebuah pesan kepada Jovanka untuk menemuinya saat ini, sembari menunggu Jovanka mereka pun menikmati kopi disana.


30 Menit berselang...


Jovanka memencet bel disana, Ordo pun membuka pintu dan mempersilahkan Jovanka masuk, hal yang sama terjadi dengan Jovanka. Ia pun keget melihat isi griya tawang milik Ghali dan berbagai ornamen klasik yang ada disana.


"Jovanka kemarilah" seru Ghali menyuruh duduk disampingnya, usai Jovanka duduk kemudian Ghali menggeser Tas sebelumnya disana "Bukalah ini uangnya" ujar Ghali.


"Baik Tuan, Aku akan membawanya nanti, disana juga setiap transaksi akan menggunakan chip yang setara dengan 10 Uero per chip." ujar Jovanka.


Ghali yang baru saja mengetahui aturan tersebut hanya mengangguk-angguk, yang berarti uang yang Ghali miliki saat ini bisa menjadi 1.032.030 Keping chip.

__ADS_1


"Baiklah Jovanka Aku percayakan semuanya kepadamu nanti. Baiklah saatnya Kita berangkat" ujar Ghali sembari memberikan kunci mobilnya kepada Ordo.


Mereka pun berjalan menuju basement komplek apartemen tersebut, pada saat Ordo menekan kunci mobilnya.


Bip bip


Terlihat mobil hitam yang gagah tersebut "Perfect " ujar Ordo sembari membuka pintu mobil untuk Tuannya dan juga Jovanka.


Mereka pun pergi menuju ke acara pusat lelang yang di selenggarakan di museum louvre, selama kurang lebih tiga puluh menit akhirnya mereka sampai ke tempat tujuannya.


Mereka pun pergi menuju meja pendaftaran, Jovanka menunjukkan form cetaknya kepada petugas lelang yang ada disana, tak lupa juga Ia menukar uang dollar tersebut kedalam bentuk chip, setelah menunggu beberapa saat Jovanka pun mengambil chip yang diperolehnya, "Ayo kita masuk Tuan" ujar Jovanka.


Mereka pun pertama kali masuk ke area pameran yang ada disana, Ghali yang tengah melihat-lihat barang-barang yang dipamerkan disana tidak henti-hentinya berdecak kagum.


'Sungguh hasil karya dari sang maestro memang berbeda' gumam Ghali sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


Setelah hampir satu jam berkeliling disana, mereka pun mendapat panggilan untuk memasuki ruangan lelang yang ada disana


Terlihat para pecinta seni maupun para kolektor seni seluruh dunia telah hadir disana, suara keremaian pun seketika hening ketika salah seorang MC yang akan memandu jalannya acara naik ke atas panggung.


"Baiklah, hadirin sekalian sebelum membuka acara lelang ini silahkan persiapkan chip kalian masing-masing diatas meja."


"Nanti Kita lihat saja kalau ada yang cocok" jawab Ghali datar. Para petugas lelang pun meletakkkan papan nomor di masing-masing meja.


Beberapa saat kemudian nampak tampil diatas panggung lukisan peninggalan dari kerajaan ottoman, lukisan yang menggambarkan perdamaian dan peperangan berhasil menarik perhatian Ghali.


"Baiklah penawaran dibuka dengan harga 10.000 chip" ujar pemandu acara lelang tersebut, nampak semua orang mengangkat papan nomornya sembari melakukan penawaran.


11.000 Chip


14.000 Chip


18.000 Chip


20.000 Chip


25.000 Chip


30.000 Chip


33.000 Chip

__ADS_1


44.000 Chip


Ghali pun belum bergeming, Dirinya hanya tersenyum melihat orang-orang yang ada disana.


Disisi lain seseorang tengah memperhatikan Dirinya dengan tatapan meremehkan 'Manusia yang tidak sadar tempat yang sebenarnya' gumam Giovanni, seorang pengusaha besar dari Italia.


"Baiklah apakah tidak ada lagi yang menawar ?" ujar sang pemandu sembari memegang palu keputusan, baru saja sang pemandu akan mengangkat palunya tiba-tiba dari meja nomor tiga.


100.000 Chip


Seketika suara Ghali barusan membuat suasana hening di dalam ruang lelang tersebut. Disisi Giovanni "Sial, sombong sekali anak muda itu apakah Dia tidak tau permainan dalam lelang ini.... Baiklah akan Aku tunjukan permainan sebenarnya, 200.000 Chip" ujar Giovanni sembari mengangkat papan nomornya.


Jovanka terlihat ingin mencegah Ghali untuk keluar dari penawaran ini, namun Ghali tidak berpikir demikian dengan senyum sinisnya Ghali yang mengarah ke meja no.9 Itu "300.000 Chip" ujar Ghali.


Seketika suasana menjadi riuh


Sungguh kali ini Kita tidak punya kemampuan untuk melawan orang kaya itu


Begitulah kira-kira anggapan orang-orang yang ada disana melihat pertarungan Ghali dan Giovanni saat ini.


'Sial' umpat Giovanni dalam hati, "400.000 Chip" ujar Giovanni sembari tersenyum remeh kepada Ghali.


Ghali pun membalas senyuman itu sembari menurunkan papan nomornya "Silahkan lanjutkan bung yang menawar harus membayar" ujar Ghali setengah berteriak kepada Giovanni.


Giovanni pun merasa dipermainkan oleh Ghali kini Ia semakin diselimuti emosi, tanpa Ia sadari bahwa Dirinya telah termakan oleh permainan yang Ia buat sendiri.


Di meja Ghali Jovanka pun semakin mengagumi Tuannya itu, "Aku kira Kau akan terbawa permainan pria gendut itu Tuan" ujar Jovanka sembari bergelayut dilengan Ghali.


Joy yang melihatnya pun merasa geli dengan adegan tersebut, "Jovanka singkirkan tubuhmu itu Aku tidak nyaman dengan suasana ini" ujar Ghali sembari melepaskan lengannya yang dipeluk Jovanka.


Hahahaha


Tawa Joy, yang seketika mengundang tatapan tajam dari Ghali "Hentikan Joy" ujar Ghali sembari menatap Joy dingin, reflek saja Joy langsung menutup mulutnya itu.


"Baiklah hadirin sekalian barang no.1 telah berhasil dimiliki dari Tuan di meja no.9 Saya ucapkan selamat atas kepemilikannya" ujar sang pemandu kemudian mengeluarkan barang selanjutnya.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2