
1 jam berlalu tidak terasa mereka sudah sampai di kawasan perumahan elit tersebut mereka pun menjalani pemeriksaan oleh satpam kemudian kembali melanjutkan perjalanannya. namun disisi lain Anisa "Ghali kenapa kita berkencan disini.... apakah kau mengajak kita berkencan dirumahku ? " ujar Anisa dengan nada heran. "haaa... rumahmu... ada didekat sini juga ternyata" sontak Isel Kaget mendengar Anisa. "hehehe... tenang aja kita sudah sampai kok ini, mansion ku, ayo kita masuk" ujar Ghali sembari terkekeh melihat Anisa yang nampak kaget
Ghali... (Anisa)
sayang... (Isel)
"bagaimana ini sayang indah sekali" ujar Isel kagum. "Ghali... rumah ini sangat indah aku tidak percaya ternyata rumah termahal disini dimiliki oleh dirimu, bahkan keluargaku pun tidak terbayangkan untuk menghabiskan uang ratusan miliyar hanya untuk membeli satu buah rumah..." ujar Anisa memuji dengan nada kaget.
*ilustrasi Mansion Setra Dream Land Punya MC.
@ sumber photo by : pinterest
Ghali yang melihat kedua wanitanya terkagum-kagum, hanya terkekeh dibuat mereka. mereka yang tengah berdiri dihalaman depan mansion tiba-tiba disambut oleh 12 Pelayan yang berjejer rapi keluar dari dalam mansion, Ghali yang melihat hal tersebut pun heran terkaget sedangkan Tigh dan Tristan seketika mereka maju kedepan tuannya sebagai langkah pencegahan.
'hem patriot siapakah mereka ?' gumam Ghali kepada sistem.
[DING] 'mereka adalah pelayan yang sudah sistem siapkan untuk tuan ketika tuan mendapatkan mansion ini'
'lalu siapa sebenarnya mereka'
[DING] 'tuan disini sebetulnya ada 30 pelayan mereka semuanya adalah robot seperti kedua asistant tuan saat ini hanya saja mereka memang tidak diprogram untuk bertarung, mereka hanya diprogram untuk mengurus rumah dan segala macam kebutuhan yang berkaitan dengan rumah, bahkan dari segi durability mereka lebih cepat kehabisan daya dibandingkan kedua asistant tuan'
'baiklah sistem lalu disini ada apa lagi'
[DING] 'fasilitas dimansion ini sudah lengkap tuang tidak perlu lagi membeli peralatan lainnya, bahkan untuk kendaraan pun sudah sistem siapkan, untuk lebih lengkapnya silahkan tuan cek sendiri'
Wajah Ghali seketika berseri mendengar jawaban dari sistem, seketika dirinya merasa sebagai orang paling beruntung didunia. setelah beberapa waktu nampak seorang pria paruh baya tengah menghampiri dirinya "aku ucapkan selamat datang tuan perkenalkan namaku jon aku yang bertanggung jawab mengurus mansion tuan muda Ghali ini" ujar sang kepala pelayan sambil membungkuk hormat kapada Ghali.
__ADS_1
Tristan dan Tigh yang melihat sikap yang ditunjukan Jon pun kembali ke belakang Ghali. namun Ghali yang masih belum beranjak dirinya berkata "baiklah paman jon mulai sekarang aku akan memanggilmu paman jon, dan untukmu kau tidak perlu membungkuk berlebihan seperti itu cukup sapa diriku saja, hal tersebut berlaku untuk semuanya..." sejenak Ghali terdiam kemudian melanjutkan kata-katanya "sekarang paman jon silahkan tunjukan jalannya aku akan berkeliling keseluruh area mansion ini". "mari tuan ikuti saya" jawab paman jon.
kemudian mereka pun nampak tengah berkeliling keseluruh bagian mansion Ghali dan kedua wanitanya serentak kaget ketika mereka sampai di bagian garasi yang sangat luas berada di basement mansion, nampak berbagai jenis mobil sport terparkir rapi didalam sana yang ditotal-total terdapat 10 mobil sport dari berbagai tipe dan ada 7 moge BMW R 1200 GS.
'ini sangat menakjubkan' gumam Ghali wajahnya seketika berbinar. "sayang.... apakah ini semua punya mu ?" ujar Isel kepada Ghali. Ghali pun menjawabnya dengan anggukan. Hal tersebut membuat kedua wanitanya terkaget-kaget melihat aset-aset yang dimiliki oleh Ghali.
setelah selesai berkeliling nampak 3 orang yang tengah duduk dihalaman belakang mansion sembari menikmati minuman mereka. "Sayang aku ada tugas untukmu... setelah ini bisakah kamu memimpin proyek renovasi panti asuhan Peduli Kasih untuk alamatnya barusan aku kirim ke WA mu... nanti pekerjaanmu akan dibantu oleh Tristan, tinggal nanti kamu koordinasikan dengan dia" ujar Ghali kepada Isel. "baiklah sayang aku tidak akan mengecewakanmu" jawab Isel sembari mencium singkat bibir Ghali
chup...
"baiklah aku akan menemui Tristan terlebih dahulu" ujar Isel yang masih merangkul kedua tangannya di leher Ghali. Ghali yang tengah memainkan ponselnya kemudian menunjukkan layar ponsel kearah Isel di barengi dengan suara Notifikasi sistem.
[DING] 'saldo terpotong sebesar Rp. 5.000.000.000 , Total sisa saldo Rp. 21.640.000.000 '
"sayang, untuk dana proyek renovasi panti sudah aku transfer ke rekeningmu, jika ditengah perjalanan nantinya kamu kekurangan dana, kembali kabari aku" ujar Ghali sembari memasukkan ponsel kedalam kantong celananya. "oke baiklah sayang aku tinggal dulu" jawab Isel pergi meninggalkan mereka berdua.
Kini disana menyisahkan Ghali dan Anisa yang tengah duduk santai, tiba-tiba Ghali dikagetkan oleh tindakan Anisa dari arah sampingnya.
Terdengar suara pukulan yang ternyata itu dilakukan oleh Anisa yang tengah memukul lengan Ghali, "eh.... ehhhh.... awww... nis...nis apa yang kau lakukan" teriak Ghali sambil menangkis-nangkis pukulan Anisa. "hummph" Anisa yang menggembungkan pipinya kemudian membuang pandangannya dari arah Ghali. "kamu tuh ya, ngapaiin sih nunjukin kemesraan sama kak Isel didepanku sedangkan aku didiemin dari tadi" nampak Anisa yang sedang dilanda api cemburu.
Ghali yang melihat kekasihnya itupun langsung menarik lengan Anisa seketika, nampak Anisa sedang menduduki paha Ghali. Sontak saja hal tersebut membuat Anisa kaget dan gugup diperlakukan seperti itu oleh Ghali apalagi kini lengan Ghali sudah melingkari pinggul Anisa. "ahh... itu Ghali apa yang sedang kau lakukan" ujar Anisa sembari menahan malunya terlihat pipinya yang mulai merah merona. "hemm... bukankah ini yang kau mau" goda Ghali kepada Anisa. jantung Anisa pun semakin berdegup kencang "ahh... tidak Ghali aku tidak ber........... heumpphhhh" belum selesai Anisa menyelesaikan perkataannya, Ghali kemudian ******* bibirnya dengan rakus.
heeumph....
heumphhhh.
Anisa hanya mengeluarkan suaranya yang terdengar abstrak, namun nampak dirinya tidak menunjukan penolakan setelah mengalami pelumatan "ha...ha...ha Ghali apakah kita akan melanjutkannya" sontak saja perkataan Anisa mengundang gelak tawa Ghali.
wahahhahahahahhahha
__ADS_1
Anisa yang melihat Ghali kembali merasa sebal dengan ulahnya "heumphhhhh... kenapa kau tertawa seperti itu" ujar Anisa sembari menggembungkan pipinya. "ahh... tidak untuk hari ini cukup sampai disini saja Anisa, aku belum ingin melakukannya padamu, kita masih bersekolah" jawab Ghali sembari mengusap pipi chuby Anisa. "heumphhhh.... aku juga ingin merasakannya seperti yang kak Isel rasakan sayang" jawab Anisa sambil menggembungkan pipinya. "ah...it..itu darimana kau mengetahuinya" tanya Ghali terbata-bata. "itu tentunya kak Isel yang memberitahuku" jawab Anisa santai.
Mendengar jawaban Anisa seketika membuat Ghali kaget uhukkk...uhukkk 'sialan Isel beraninya dia menodai pikiran polos Anisa, awas saja nanti akan aku kasih pelajaran dia' gumam Ghali kemudian nampak seringai jahatnya.
"mmmmmmmm.... Ghali bisakah selanjutnya kita saling memanggil dengan sebutan sayang" tanya Anisa sambil menggaruk belakang kepalanya. "tentu saja sayang... karena kau juga adalah wanita ku".
Anisa pun langsung memeluk hangat Ghali "baiklah sayang berhubung hari sudah sore aku ingin pamit pulang kebetulan rumah ku masih berada dilingkungan perumahan ini" ujar Anisa kepada Ghali. "ahh... bagaimana aku lupa akan hal itu" jawab Ghali sembari memukul jidatnya "baiklah sayang hati-hati dijalan nanti kapan-kapan aku akan mampir kerumahmu" lanjut Ghali.
"ah...sungguhkah..... terima kasih sayang, sebaiknya besok kita berangkat bareng saja" ujar Anisa kemudian mereka berdua berdiri.
"tentu..." jawab Ghali. kemudian Ghali mendekatkan wajahnya kearah telinga Anisa "kalaupun kau menginginkan hal itu sekarang aku tidak akan menolaknya" bisik Ghali dengan nada menggoda Anisa.
seketika Anisa bergidik ngeri melihat perlakuan kekasihnya itu "ahh... dasar Ghali Mesum" teriak Anisa berlari meninggalkan Ghali, dirinya tertawa puas telah mengerjai Anisa.
"hem sebaiknya setelah ini aku akan kembali kepanti untuk mengatur kepindahan mereka untuk sementara waktu" ujar Ghali kemudian dirinya mengajak Tigh untuk pergi menuju panti, menjemput ibunya beserta adik kembarnya untuk tinggal diapartemen.
"ibu aku pulang" sapa Ghali yang tengah berjalan mendekati Ibu Ratna. "iya nak... eh itu siapa" tanya Ibu Ratna sembari menunjuk kearah Tigh. "oh... ini kenalin bu ini Tigh temanku... dan kenalin Tigh ini Ibu Ratna" ujar Ghali saling memperkenalkan mereka. baiklah kalian duduk dulu ibu membuatkan teh sebentar.
"ehemmm.... bu jadi terkait dengan rencana pembangunan ulang panti, yang sebelumnya aku bicarakan, bahwa pembangunan kemungkinan akan dilaksanakan besok kemungkinan sebentar lagi ada orang yang akan membantu membereskan barang-barang untuk mengungsi ke tempat sementara, Ghali sudah mengatur semuanya, dan untuk Ibu sebaiknya juga berberes karena mulai saat ini ibu akan tinggal di apartemen ku" ujar Ghali. Ibu Ratna yang mencerna perkataan Ghali dari tadi kemudian berkata "nak... terima kasih atas semuanya semoga kebaikanmu mendapat balasan yang setimpal... baiklah kalau seperti itu ibu akan memanggil para pengasuh yang lain untuk bersiap-siap, serta ibu minta tolong juga kepadamu buat bantu ibu bereskan barang-barang si kembar Mita dan Mira". "Oke....bos" jawab Ghali dengan penuh semangat.
seketika suasana panti menjadi riuh, nampak disana orang-orang tengah mengemasi barang-barangnya. Kini suasana panti diliputi oleh kesibukan setiap orang yang saling membantu
kegiatan tersebut berlangsung selama 2 jam kini anak-anak panti sudah dipindahkan ke bangunan yang tak jauh dari panti saat ini, sedangkan Ibu Ratna dan si kembar Mita dan Mira tengah santai diruang tengah apartemen milik Ghali. "ibu nanti cek rekeningnya yah... Ghali sudah mengirim beberapa uang untuk keperluan belanja bulanan sama keperluan si kembar... nanti kalau kurang kabari Ghali kembali ya bu" ujar Ghali setelah mentransfer sejumlah uang kepada Ibu Ratna
[DING] 'saldo terpotong sebesar Rp. 20.000.000 , Total sisa saldo Rp. 21.620.000.000 '
"terima kasih banyak nak" ujar Ibu Ratna sembari mendekap tangan anaknya itu. "baiklah Bu... aku akan pulang dulu untuk hari ini Tigh akan tinggal sementara disini sambil besok menunggu kedatangan ART yang akan bekerja disini" ujar Ghali sambil menunjukan senyumannya. "Ibu tidak menyangka ternyata kau sudah mempunyai rumah juga" ujar Ibu Ratna kagum. "ibu.... tenang saja nikmati semuanya aku akan sering mengunjungi ibu, jangan khawatir" jawab Ghali sembari berpamitan dengan ibunya, kemudian dirinya pergi menuju mansionnya.
-
__ADS_1
Bersambung..