
Sesampainya di NM Beauty Ghali digegerkan dengan Bangunannya yang megah untuk sekelas klinik kecantikan.
"Wow... Amazing " ujar Ghali, "Selamat datang tuan dan nona mari masuk" ujar salah satu pegawai, Ghali dan Nancy memasuki gedung tersebut, mereka diantarkan sampai ke ruangan Nancy, selaku pemilik NM Beauty.
Ghali semakin kagum melihat ruangan tersebut yang tertata rapi. Bangunan 5 Lantai tersebut memberikan keunikan sendiri untuk daerah pinggir kota.
"Honey... aku tidak menyangka bangunannya bisa sebagus ini" ujar Ghali kagum, "Tentu... Ini dirancang oleh arsitek kenalan ku, waktu masih kuliah dulu" jawab Nancy.
Ghali dan Nancy yang tengah berbincang tersebut, Mereka di hentikan dengan kehadiran seseorang disana "Mohon maaf Tuan dan Nona, sudah saatnya kita rapat" ujar Reri sekretaris Nancy.
Mereka pun menjawab dengan anggukan, "Mari" ujar Reri sembari menuntun jalan ke ruangan rapat, sesampainya mereka disana, Ghali dan Nancy disambut hangat oleh para pegawai, hingga beberapa saat mereka duduk kembali.
Nancy membuka rapat tersebut. "Baiklah rekan-rekan sekalian ada 12 Item unggulan produk kita ini yang sudah lulus uji dari Badan pengawas Obat-obatan, dan sudah terbit izin edarnya, oleh sebab itu mulai besok kita akan melangsungkan promosi untuk setiap produk kita." ujar Nancy
Kemudian dirinya melanjutkan perkataannya "Untuk promosi kali ini kita akan memberikan potongan harga sebesar 50% dari harga normal......." kemudian perkataannya dipotong oleh Ghali.
"Jangan!, Lebih baik kalian tidak melakukan promosi seperti itu, sebaiknya lakukan promosi melalui tester, jadi setiap pelanggan yang datang kemari akan berkesempatan mencoba produk kita secara gratis diluar biaya layanan" ujar Ghali.
"Hal tersebut, lebih dapat menjaga kualitas produk kita dimata konsumen. Jadi sebaiknya kita lakukan pelayanan gratis untuk mencoba produk kita, untuk 100 Pelanggan pertama besok, lakukan untuk satu hari saja..... Kalian jangan takut produk kita tidak akan laku dipasaran, Konsumen akan memilih produk yang berkualitas meskipun harganya sangat mahal." ujar Ghali, seketika semua orang di ruangan tersebut merasa bersemangat dengan yang dikatakan Ghali barusan.
pok...pok...pok...pok
Riuh suara tepuk tangan diruangan tersebut, Nancy yang berada disamping Ghali tersenyum kagum kepadanya.
Kini para pegawai sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, usai mereka melakukan rapat sebelumnya.
Ghali dan Nanci yang kini tengah bersantai diruangannya, sembari menikmati cemilan yang ada di sana "Aku masih khawatir bahwa rencana kita tidak akan berjalan mulus" ujar Nancy dengan lirih.
Ghali yang melihat Nancy hanya tersenyum, sembari mengusap-usap pucuk kepalanya "Kamu tenang saja hal itu tidak akan terjadi. Yakinlah dengan usahamu" ujar Ghali dengan penuh semangat.
Nancy hanya menganggukan kepalanya namun terlihat dari dirinya, yang masih menyimpan ke ragu-raguan. Padahal tanpa Nancy sadari produk-produk tersebut adalah barang yang Ghali dapatkan dari sistem, yang tentunya kualitas dan khasiatnya tidak akan bisa seorang pun yang akan menyainginya.
Bahkan Nancy beserta tim penelitinya sempat membuat sampel serupa beberapa minggu yang lalu, namun hasilnya hanya mendekati persentase 70% dari produk aslinya dari sisi khasiatnya.
Semua orang yang ada disana pun semakin sibuk mempersiapkan rencana promosi mereka besok, bahkan Ghali pun terjun langsung ikut turut serta mempromosikan klinik yang dijalankan oleh Nancy lewat akun media sosialnya.
Ghali melakukan live streaming menggunakan laman media sosial miliknya itu, mengundang antusias para netizen, bahkan banyak dari para netizen yang memuji ketampanannya, streaming singkat itu mengundang hampir 1 juta viewer, Dirinya kian merasa tenang dan selanjutnya hanya bergantung pada hasilnya besok.
*
Hari ini Ghali kembali mengunjungi NM Beauty bersama Nancy untuk melihat perkembangannya. Yang kebetulan hari ini adalah kegiatan promosinya berlangsung, ada tersisa waktu sekitar 30 menit lagi sebelum klinik dibuka, nampak Ghali dan Nancy tengah berbincang-bincang.
Terlihat Nancy yang tengah mondar-mandir diruangan tersebut, Ghali pun heran melihat kekasihnya itu "Honey... tenanglah sedikit, tidak perlu ditakutkan" ujar Ghali.
Ghali yang semulanya duduk, kemudian bangkit dan mengajak Nancy keluar "Oke.... udah saatnya, mari kita lihat pertunjukan" ujar Ghali sembari tersenyum, "Pertunjukan, apa ?" tanya Nancy, "Udah.... Ayo nanti kamu lihat saja sendiri" seru Ghali sembari menggenggam tangan Nancy, Ghali pun membawa Nancy menuju lobi depan tempat penerimaan pengunjung kelinik tersebut dan.....
Betapa kagetnya Nancy, kini melihat pengunjung kliniknya yang begitu banyak, seketika jantungnya berdetak kencang
Wow
"Apakah ini mimpi ?" ujar Nancy sembari menangkupkan tangannya, "Tidak ini bukan mimpi" jawab Ghali "Sekarang, apakah kau sudah percaya dengan kekasihmu ini" ujar Ghali sambil menunjuk dirinya sendiri.
__ADS_1
Bugh
Nancy memukul pelan dada Ghali, hummmmphhhh "Sombong amat" ujar Nancy sembari menggembungkan pipinya, Ghali hanya terkekeh melihatnya.
"Honey, sepertinya wanitamu ini akan sibuk, lihat saja ada banyak calon pasien disini, sebaiknya kamu pulang dulu saja.... Sisanya serahkan kepadaku" ujar Nancy berbisik kepada Ghali.
Tanpa menunggu jawaban dari Ghali, Dirinya berlalu menuju ruangan kerjanya, 'Giliran udah kayak gini aku yang di anggurin hufhhhhhh' gumam Ghali.
Kehadiran disana tak luput dari perhatian para pengunjung disana.
"apakah dia ?, pengusaha muda yang sukses itu"
"Wawwww.... sangat tampan, dirinya aku pun akan rela jadi selingkuhannya"
"Udah ganteng, banyak duit lagi, jadi kekasihnya satu malam pun aku tidak akan menyesal"
"Sayang pacari aku dong..."
"Sayang, aku rela jadi yang kedua"
Seketika suasana menjadi riuh, para pengawal yang melihat hal tersebut pun bergegas mengamankan Ghali yang terlihat akan di kerumuni para gadis disana, Ghali pun di bawa keluar menuju mobil dan mereka pun pergi dari sana.
hufhhhhhh "Mereka itu sangat bar-bar" ujar Ghali sembari melonggarkan dasinya, "Salah siapa yang bikin acara live segala di medsos kemarin" saut Fylan yang duduk di kursi depan.
Sembari menghela napas "Iya deh... maaf kalau gak begitukan klinik gak bakalan rame, namanya juga bantu calon istri" saut Ghali.
"Iya deh... yang punya 3 calon istri, boleh dong di oper satu sama kakak mu ini dik" ujar Fylan meledek Ghali.
Fylan yang melihat adiknya dari kaca spion tengah itu hanya terkekeh, "Yaudah gitu aja marah, kayak cewek aja... habis ini kita kemana ?" ujar Fylan.
Ghali nampak berfikir sejenak "Bagaimana kalau kita mampir ke hutan raya sebentar, Aku sudah lama tidak jalan-jalan kesana" ujar Ghali, "Ide bagus baiklah" ujar Fylan yang kemudian memberi perintah kepada seluruh pengawal lain untuk pergi menuju hutan raya.
*
Ghali yang baru saja sampai di kawasan hutan tersebut berbicara kepada Fylan "Kak, untuk saat ini, Aku ingin jalan-jalan sendiri saja, aku tidak mau kedatangan ku kesini menarik perhatian pengunjung yang lain" ujar Ghali.
Fylan berpikir sejenak "Baiklah pengawal tidak akan ikut dan menunggu disini tetapi, Aku dan Tigh akan mengikuti mu" ujar Fylan, Hufhhhttt "Baiklah tapi dari jauh saja, jangan terlalu dekat, kayak permen karet" jawab Ghali dengan terpaksa, Fylan dan Tigh menyanggupinya.
Ghali yang saat ini tengah berjalan kaki sembari menikmati suasana hutan yang memang sejak dari kecil menjadi tempat favoritnya itu, ada banyak kenangan Ghali disini yang seakan-akan antara dirinya dan hutan ini memiliki hubungan yang sangat akrab.
Tidak jarang ketika dulunya dia tengah bersedih dia sering pergi kesini, hanya untuk melepas kesedihannya.
Ghali yang saat ini tengah menikmati momen-momen masa lalunya itu, tiba-tiba dia merasakan ada sekelompok orang yang amat mencurigakan berada disekitarnya itu namun hal tersebut bukan berasal dri Tigh dan Fylan, merasa aneh dengan hal tersebut, Dirinya kemudian beranjak pergi dengan tetap menjaga ketenangannya.
Ghali yang kini berjalan semakin dalam memasuki kawasan tengah hutan, dan keberadaan sekelompok orang tersebut pun masih terus mengawasinya, namun hal yang tidak disangka-sangka kelompok tersebut ketika mereka kehilangan jejak Ghali.
Kelompok tersebut pun nampak mengumpat "Shitttt, kenapa kita bisa kehilangan dia seperti itu, cepat kalian cari... Aku yakin dirinya masih berada disekitar sini" ujar salah seorang yang dilihat dia adalah ketua kelompok tersebut.
Plok...plok...plok
"Ternyata kalian memang benar membuntuti ku" ujarnya sembari bertepuk tangan, sontak saja suaranya tersebut membuat 4 Orang disana nampak kaget, sebab melihat Ghali yang kini sudah berada di belakang mereka, tanpa mereka sadari.
__ADS_1
*
Disisi Fylan dan Tigh. "Gawat!!! Tigh... Tuan dalam bahaya cepat kemari" ujar Fylan sembari berlari ke arah Ghali yang diikuti dari Tigh dibelakangnya.
dor
dor
dor
Tembakan yang di arahkan ke udara keluar dari pistol yang milik Fylan, sontak saja suara tembakan tersebut ikut mengundang reaksi dari 4 orang tadi mereka pun ikut mengeluarkan pistol mereka dan menodongkan kearah Fylan dan Tigh.
"Ohoooyyy..... Ternyata kalian punya pistol juga!!, siapa yang menyuruh kalian katakan ?" ujar Ghali, yang kini berdiri di belakang Fylan.
"Tenang turunkan senjata kalian!!!" ujar pemimpin dari 4 orang tersebut, seketika perkataan Dirinya tadi mengundang kebingungan dari Ghali, Fylan dan Tigh.
Kemudian Fylan menoleh kebelakang "dik.... Mereka adalah orang-orang dari Triple Canopy, Aku sudah lama menyelidiki mereka tetapi aku tidak menyangka kita bisa bertemu mereka disini.... Ternyata dugaan ku tidak salah" ujar Fylan dengan suara pelan.
Ghali yang mendengar penjelasan Fylan, kini Dirinya mulai paham kenapa kakak sepupunya itu mengawal ketat dirinya.
"Kak, Tigh turunkan juga senjata kalian" perintah Ghali, tentu saja hal tersebut membuat Fylan dan Tigh sangat kaget "AP......" belum selesai Fylan berkata "Mereka adalah orang-orang ku juga" saut Ghali santai, kini Fylan semakin kaget dibuatnya.
"Mohon maaf tuan kami memang di perintahkan oleh Komandan Yorven untuk mengawal Tuan diam-diam.... Perkenalkan nama saya Clay, Ordo, Filia dan Norm, Saya juga Ketua Black Death Team " ujar Clay sembari memperkenalkan Dirinya beserta teman-temanya itu, mendengar perkataan Clay Fylan pun ikut menurunkan senjatanya.
'Ternyata Dia memang keras kepala' gumam Ghali. "Mohon maaf Tuan membuat mu jadi salah paham seperti ini" ujar Clay menundukkan kepalanya.
huuuuuhhhh
Ghali menghela napas "Lain kali jangan seperti ini, untung saja pengawal ku tidak menembak anak buah mu" ujar Ghali, "Baik Tuan maafkan saya, Kita tidak akan mengulanginya lagi" ujar Clay.
"Dik.... Maksud mu apa barusan" tanya Fylan yang masih nampak kebingungan, "Seperti yang Kamu lihat Kak, mereka adalah orang-orang ku" ujar Ghali.
"Ya... Betul mereka adalah orang-orang dari Triple Canopy, organisasi tentara bayaran. Saat ini Triple Canopy tengah menghadapi krisis, Aku di kenalkan oleh kolega ku, sampai pada akhirnya Aku menolong mereka menghadapi krisis tersebut, sebagai gantinya Aku menjadi pemimpin organisasi tersebut" ujar Ghali, sontak saja penjelasan Ghali membuat Fylan semakin terkaget-kaget.
'Apa pemimpin organisasi tentara bayaran, sungguh Dirinya menyimpan banyak sekali misteri.... Tetapi tunggu.... Siapakah koleganya itu Aku jadi semakin penasaran ?' gumam Fylan sembari mentap Ghali penuh telisik.
Ghali yang melihat kakaknya itu, membiarkan Dirinya kalut dalam pikirannya sendiri, kini Ghali kembali menatap Clay "Clay saat ini kalian tinggal dimana ?" tanya Ghali.
"Saat ini kami tinggal di safe house (rumah aman) milik organisasi di kota ini Tuan" jawab Clay, "Baiklah Clay mulai saat ini Kau dan teman-teman mu itu ikutlah tinggal bersama ku, Kau dan teman-teman mu itu akan jadi pengawal ku dan saat ini juga Aku akan menganggap kalian semua sebagai saudaraku" ujar Ghali, tentu saja Dirinya mengatakan hal tersebut melalui pertimbangan yang sangat matang, berkat fitur Scanner yang dimilikinya untuk mengukur tingkat loyalitas Clay dan teman-temannya yang berada di angka 100%.
Serentak mereka menjawab "Siap Tuan", kemudian Ghali kembali menatap Fylan "Kak, sebaiknya simpan pikiran negatif mu terhadap ku, sebab ada beberapa hal yang tidak akan bisa Aku beritahu kepada mu, sebaiknya Kamu tidak perlu menanyakan hal tersebut" ujar Ghali dengan nada datar.
Mendengar perkataan Ghali, Fylan pun mengurungkan niatnya untuk bertanya kepadanya.
Sembari melihat jam di ponselnya "Berhubung hari sudah sore, sebaiknya Kita kembali pulang menjemput Nancy" ujar Ghali yang dijawab dengan anggukan oleh semua orang di sana.
Mereka pun pergi meninggalkan hutan raya. Setelah 30 Menit perjalanan kini Ghali telah sampai di depan klinik, tengah menunggu Nancy keluar, tanpa keluar dari mobil. Namun tidak lama kemudian Nancy masuk kedalam mobil yang ditumpangi Ghali dengan wajah gembira, "Baiklah kak mari kita pulang" ujar Ghali kepada Fylan.
.
.
__ADS_1
Bersambung..