
Hari ini terlihat Ghali yang tengah menikmati sarapan ditemani oleh Isel dan Fylan ditengah mereka yang sedang menikmati sarapan mereka tiba-tiba Tigh datang.
"hai Tigh lama tidak berjumpa, kamu kemana aja" tanya Isel kepadanya. "salam nona, salam tuan muda, saya kemarin menjalankan tugas penting dari tuan muda di ibu kota" ujar Tigh kepada Isel.
ehemmm..... "Tigh kamu masuklah dulu ke ruangan kerja ku, kita bicarakan disana" potong Ghali sambil menangkup tangannya didepan mulutnya. "baik tuan muda, saya permisi" ujar Tigh kemudian berlalu pergi.
'sebenarnya apa yang dikerjakan Tigh' gumam Isel sembari melihat ekspresi Ghali, 'nampaknya dirinya menyembunyikan sesuatu dari ku'.
"kak... kamu pergilah temui Tigh, nanti aku menyusul" ujar Ghali kepada Fylan, hal tersebutpun dijawab Fylan dengan anggukan kemidian pergi menuju ruang kerja Ghali.
'aku semakin penasaran dengan mereka, sebenarnya apa yang disembunyikan dariku' gumam Isel semakin curiga. "kau...kenapa melihatku seperti itu sayang" ujar Ghali kepada Isel.
Isel yang tertangkap basah sedang memperhatikan Ghali dengan tatapan penuh telisik, gelagapan dibuatnya, "ah...a...anu... sebaiknya aku berangkat dulu ke Olympus Capital, barusan diriku mendapat laporan bahwa ada 10 proposal yang masuk dengan total nilai project 20 M" jawab Isel.
hem "apakah uang perusahaan masih ada sayang ?" ujar Ghali. "masih kok, sebab sejauh ini belum ada project besar yang masuk kekita saat ini" jawab Isel. "baiklah kalau ada apa-apa segera kabari aku ya..." ujar Ghali, kemudian dibalas anggukan dari Isel.
"baiklah aku tinggal keruang kerja dahulu, ada beberapa hal yang akan ku urus bersama Tigh" ujar Ghali sambil berlalu meninggalkan Isel.
'hem...aku harus mencari tahunya ada yang gak beres disini' gumam Isel sembari menatap kepergian Ghali.
Sesampainya Ghali diruang kerja terlihat disana Tigh dan Fylan yang tengah mengobrol, kehadiran Ghali membuat mereka menghentikan pembicaraannya. Ghali kemudian ikut duduk bersama "jadi bagaimana Tigh hasil penyelidikan kamu ?" tanya Ghali tanpa basa-basi.
"baik tuan sejauh penyelidikan saya ternyata kartel narkoba el-nino mengusai pendistribusian narkoba diseluruh Indonesia bukan hanya di pulau jawa saja" terang Tigh.
"bagaimana hal tersebut tidak terdeteksi oleh pihak kepolisian Tigh ?" tanya Ghali heran. "tuan pihak kepolisian selalu melakukan operasi pemberantasan narkoba terhadap jaringan kartel narkoba el-nino, akan tetapi cara operasi mereka yang unik dan tidak biasa sehingga sulit bagi polisi untuk mengungkap siapa dalang dan pihak-pihak yang membantu peredaran gelap barang haram ini" jelas Tigh.
"tunggu...tunggu, apa maksudmu unik tadi Tigh ?" tanya Ghali. "mereka menyamarkan operasi peredaran gelap narkobanya, lewat aktifitas usaha bisnis sembako serta distribusi barang, sehingga barang-barang tersebut selalu saja lolos dari pemeriksaan para petugas wilayah, ditambah lagi beberapa aparat yang turut menjadi becking dalam bisnis haram mereka itulah yang menyebabkan barang ini sulit untuk dimusnahkan keberadaannya" pungkas Tigh.
"lalu terhadap keberadaan dominic apakah kamu mengetahuinya, Tigh ?" tanya Ghali. "mohon maaf tuan keberadaan Dominic sampai saat ini saya belum bisa mengetahuinya sebab dirinya sangat rapi dalam menutup identitasnya, bahkan beberapa anak buahnya yang bertanggung jawab sebagai pemimpin wilayah pun tidak pernah melihat wajah dominic bahkan suaranya juga disamarkan" ujar Tigh.
"lalu dimana sekarang keberadaan orang yang memberikan kamu informasi ini Tigh ?" tanya Ghali. "dia sudah mati tuan" jawab Tigh datar. "hadeuh... sudah kuduga" ujar Ghali "lalu bagaimana sekarang kita akan menyerang dominic, kalau keberadaannya saja tidak kita ketahui, aku tidak mau Rania terlibat dalam masalah ini" ujar Ghali sambil menangkupkan wajahnya.
Fylan yang tengah mendengar obrolan antara Tigh dan Ghali, keheranan "kenapa kau begitu tertarik untuk memberantas kartel narkoba ini cute boy " ujar Fylan.
huufthhh, Ghali hanya pasrah terus-terusan dipanggil seperti itu dari Kakak sepupunya tersebut. "ceritanya panjang kak, tetapi yang jelas mereka mengancam keselamatan orang yang aku sayangi" jelas Ghali dengan nada datar.
'hemmm orang yang dia sayangi, kalau aku pikir-pikir jangan-jangan nona Isel !, pantas saja aku selalu memandangnya berbeda dan penuh misteri' gumam Fylan sembari menopang dagunya. "ceritakan... dik bagaimana kamu bisa sampai berurusan dengan kartel narkoba ini" ujar Fylan menuntut penjelasan.
__ADS_1
Ghali pun kemudian bercerita bagaimana dia bertemu dengan Isel berawal dari pertemuan secara tidak sengaja disebuah mall saat itu Isel tengah diburu oleh anak buah paman Dom, bos kartel narkoba el-nino, sebab Isel kabur dari rumah paman dom dengan mengancam paman dom akan mengungkap bisnis haramnya tersebut, Isel yang dulunya adalah anak angkat paman Dom sebelum pada akhirnya Isel mengetahui bisnis haram ayah angkatnya tersebut hingga dirinya memutuskan meninggalkan paman Dom, pada akhirnya Rania Salavenko nama lamanya Isel sebelum aku merubah identitasnya demi menjaga keselamatannya, sampai pada akhirnya dirinya aku bawa untuk tinggal bersamaku.
Fylan yang tengah mendengarkan cerita Ghali kini dirinya paham kenapa Ghali sampai bertindak seperti ini namun ditengah-tengah pembahasan, mereka dikagetkan oleh suara yang cukup keras.
Gubrakk.... dar...
Pintu ruang kerja Ghali didobrak dan terlihat disana Isel yang mendobrak pintu tersebut, Isel yang kemudian masuk kedalam dengan sorot mata tajam mengarah kepada mereka bertiga yang ada disana.
glek
Glek
Glek
Seketika 3 orang dirungan tersebut menelan ludahnya dengan kasar diiringi keringat dingin yang mengucur dikening masing-masing dari mereka 'ini gawat' gumam Tigh. 'gilaaa... tenaga wanita ini kuat sekali' gumam Fylan. 'matilah aku setelah ini' gumam Ghali sembari menunjukan seringainya.
Isel yang masih menatap tajam mereka, mengarahkan pandangannya kepada Ghali. "Ghali !!!, apa maksudnya dari obrolan kalian tadi ?, kalian berencana menyerang kep*rat tua itu ?, DIBELAKANGKU !!!" pekik Isel dengan nada penuh penekanan. "tidak sayang aku bisa jelaskan sekarang" ujar Ghali menenangkan sembari memegang pipi Isel.
Pesssss, Isel menepis tangan Ghali
plakk, kemudian Isel menampar Ghali
shittt
"Isel tunggu... sel...SEL" seru Ghali sambil mengikuti Isel dari belakang nampak Isel pergi menuju kamarnya, "Sel... aku mohon ini salah ku " ujar Ghali kemudian memeluk erat Isel dari belakang, seketika tangis Isel semakin pecah.
hiks...hiks...hiks
"kau pembohong Ghali kenapa kau menutupi semuanya dariku" ujar Isel sembari memukul-mukul dada bidang Ghali, Ghali kemudian membawa Isel duduk di tepian ranjangnya, "Isel ini salahku... aku mohon tenangkan dirimu dahulu aku akan menjelaskannya" ujar Ghali sembari mengelus lembut kepala Isel.
"apakah kau sudah tidak menganggapku lagi li.... apakah kamu sudah tidak percaya lagi li..." ujar Isel dengan nada tersedu-sedu. Ghali pun melepaskan pelukannya kemudian mengangkat dagu Isel "sayang mohon maaf kalau aku menutupi ini semua darimu,... aku hanya saja tidak ingin melibatkanmu dalam hal-hal berbahaya, apa lagi mengancam nyawamu sendiri, aku tidak tahan melihatmu terluka, my honey" jelas Ghali dengan tenang kepada Isel.
"kau sudah mengetahuinya kan... kalau aku tidak suka orang yang aku percayai berbohong kepadaku, kenapa kau tidak jujur kepadaku" ujar Isel yang belum surut rasa kekesalannya.
"tidak sayang dari awal maku tidak berbohong kepada...." ujar Ghali kemudian dipotong dari Isel " ya !!!! kau tidak berbohong, kau hanya menutupinya dariku dan itu sama saja !!!" ujar Isel dengan nada tinggi dibarengi rengekannya.
"iya... aku minta maaf kepadamu, adakah yang harus aku lakukan kepadamu agar kau memaafkanmu" ujar Ghali sembari menyolek hidung wanitanya tersebut. "tidak... kau hanya perlu berjanji kepadaku, untuk selalu memegang kejujuranmu" ujar Isel sembari memberikan jari kelingkingnya "janji", "ya aku janji" jawab ghali sembari mengaitkan kelingkingnya.
__ADS_1
Namun tiba-tiba wajah Isel kembali berubah menyeramkan "kau.... jika nanti berani lagi berbohong maka jangan salahkan aku ketika burung pipitmu aku potong" ujar Isel dengan tatapan membunuh yang diarahkan kepada sebuah benda dibalik celana Ghali.
Ghali yang menyadari hal tersebut seketika bergidik ngeri, kemudian dirinya reflek menangkupkan kedua tangannya menutupi burungnya yang berharga itu.
glekkk
'membayangkan saja aku sudah tidak kuat rasanya aku akan terkencing-kencing jika hal itu benar-benar terjadi' gumam Ghali yang seketika peluh sudah membasahi punggungnya.
Isel yang melihat hal tersebutpun tersenyum, kemudian dirinya pergi menuju nakas yang ada dikamarnya itu sembari mengeluarkan setumpuk dokumen, kemudian menyerahkannya kepada Ghali.
"ini ambillah, semua itu adalah bukti penting terkait operasi peredaran gelap narkoba yang dilakukan oleh kartel el-nino" ujar Isel sembari memberikannya kepada Ghali. "sayang apa maksudnya ini, kau tidak marah kepadaku" ujar Ghali kaget.
"sejak awal aku tidak marah kepadamu ketika aku tahu kau akan memberantas kartel narkoba el-nino yang dipimpin oleh ayah angkatku" ujar Isel berhenti sejenak kemudian melanjutkan perkataannya "aku hanya marah karena ketidak jujuranmu itu. padahal kalau dipikir-pikir ini sejak dari awal adalah masalahku juga" ujar Isel.
"baiklah sayang aku akan membahasnya nanti bersama kak Fylan dan Tigh" ujar Ghali. Bughhh "kamu....kan, ajak juga aku ikut dalam rencanamu ini" ujar Isel setelah memukul dada Ghali.
"iya iya iya deh.... tapi nanti kau harus menuruti semmua perkataanku ya..." jawab Ghali sebel yang tak ingin memperpanjang masalah dengan Singa betinanya itu.
"baiklah sekarang mari kita temui kak Fylan dan Tigh" ajak Isel kemudian dijawab Ghali dengan anggukan.
Ternyata sedari tadi waktu hampir berlalu 1 jam, kini terlihat Ghali dan Isel datang bersama menuju ruang kerja Ghali, nampak disana Fylan dan Tigh masih belum beranjak, kemudian pandangan mereka pun diarahkan memandangi kedatangan Ghali dan Isel menuju mereka.
"tuan" seru Tigh dengan ekspresi heran
"dik" seru Fylan dengan ekspresi cemas
huffffhhhh
Ghali menghela nafasnya dengan kasar "Isel akan ikut dalam rencana kita dan ini" ujar Ghali sambil meletakkan tumpukan dokumen tersebut keatas meja "itu adalah informasi lengkap tenntang kartel narkoba el-nino" ujar Ghali kemudian duduk diikuti oleh mereka yang ada disana
Fylan dan Tigh menatap Isel heran, "kalian tidak perlu menatapku seperti itu... itu memang benar informasi yang berhasil aku dapatkan sebelum kabur dari rumah terkutuk itu" ujar Isel.
"baiklah kita mulai pembahasannya......"
.
.
__ADS_1
Bersambung..