SISTEM PATRIOT

SISTEM PATRIOT
Chapter 32 : Semuanya Tentang Cuan !


__ADS_3

Pagi ini Ghali berencana untuk menemani Nancy pergi ke NM Beauty, usai mereka bersama-sama melakukan sarapan "Dek, hari ini Kamu sibuk apa ?" tanya Nancy kepada Anisa.


Anisa berpikir sejenak "Gak ada kok kak emangnya ada apa ?" tanya Anisa, "Kamu mau ikut Kita klinik sekarang ?" ujar Nancy sembari menunjuk Ghali.


"Ehmmmmm..... Nggak deh kak, Aku di rumah aja istirahat, habis.... Badan Aku pegel-pegel di buat suami kita itu" ujar Anisa yang tanpa filter itu.


Uhukk...


Uhukk...


Ghali yang mendengar Anisa seketika tersedak, melihat suaminya itu Nancy kemudian menyodorkan air minum kepada Ghali, usai Ghali menenggak minumnya "Jangan berisik Nis ntar didengar kak Fylan" ujar Ghali sembari menatap sebal Anisa.


"Ehemmmmm !..... Udah tau kok dari tadi" Saut Fylan dari kejauhan sembari tersenyum kepada Ghali, "Ehhh.... Kakak udah sarapan ?" tanya Anisa.


"Udah kok tadi dengan para pengawal yang lain.... Gimana malam pertama kalian seru gak" tanya Fylan sembari memberikan seringai mengejeknya kepada Ghali.


Anisa dan Nancy pun hanya tersenyum, "Apaan sih.... Kalau mau tau nikah sana" saut Ghali jengkel.


Hihihihihi


Fylan terkekeh melihat Ghali seperti saat ini, "Yasudah yuk... Saatnya Kita berangkat kebetulan Tristan akan ikut juga bersama Kita" ajak Fylan, yang kemudian mereka berlalu pergi.


Selama di perjalanan Ghali nampak masih kepikiran terhadap keberadaan Isel dirinya yang kini tengah merenung sembari menghadap keluar jendela samping mobil.


Nancy yang melihat suaminya itu kemudian mengusap hangat punggung Ghali sembari berkata "Sudah.... Tak usah dipikirkan Isel, cepat atau lambat pasti akan ditemukan kok." Ghali pun hanya menjawabnya dengan anggukan tanpa kembali menatap Nancy.


'Patriot, apakah Kamu bisa melacak keberadaan Isel ?' tanya Ghali memanggil sistem.


[DING] 'Mohon maaf Tuan, saat ini kemungkinan besar Isel sudah berada di luar Negeri.'


'Lokasi tepatnya dimana Patriot ?'


[DING] 'Sistem tidak tau Tuan, sebab Isel sepertinya sudah tidak menggunakan perangkat elektronik, oleh karena itu sistem tidak dapat melacaknya.'


Ghali hanya menghela napasnya, tidak terasa kini mereka telah sampai di NM Beauty, seperti hari-hari sebelumnya, kini NM Beauty mulai dikenal masyarakat. Hal itu terlihat dari semakin meningkatnya jumlah pengunjung klinik dari hari ke hari.


Ghali dan Nancy pun langsung saja pergi menuju ruangannnya, disepanjang perjalanan mereka, tak luput dari sorotan para pengunjung yang ada disana, yang melihat sepasang pengantin baru itu.


Usai Nancy mengantar Ghali ke ruangannya, Dirinya kemudian berpamitan kepada Ghali untuk melayani pasiennya dan menuju ruang prakteknya.


Ghali yang kini tengah sendirian disana kemudian mengecek status sistem.


'Patriot tampilkan status'


[DING] 'Status'


PATRIOT : V.14


IDENTITAS


Nama : Ghali Martin


Umur : 18 Tahun


Pekerjaan : Pembisnis / Mercenary Leader


Pasangan :



Anisa Syifa Wiharja (100%)


Nancy (100%)


Isel Triastika / Rania Salavenko (100%)


....



STATISTIK


Kekuatan : 337 / 500


Kecerdasan : 384 / 500


Kecepatan : 312 / 500


Intuisi : 348 / 500


Kharisma : MAX


Stamina : 320 / 500


...


KEPEMILIKAN


[51% PT. JET EXPRESS], [ 70% PT.Fortuna Oil and Gas], [ 100% PT.Olympus Capital], [80% MW Group], [100% PT.NM Beauty], [30% Lockheed Martin.Inc], [Triple Canopy Organization]


KENDARAAN


-Mobil :


.


[Mobil Pajero Sport tipe ultimate 4x4 AT], [Mercedes S-Class Guard 600], [Lamborgini Veneno Roadster], [3x BMW X7], [2x Audi RS Q8], [Tesla Model X], [Rolls-Royce Sweptail], [Porsche 918 Spyder], [2x Chevrolet Suburban], [Bugatti Centodieci]


.


-Motor :


[7x moge BMW R 1200 GS]


.


-Helikopter :


.

__ADS_1


-Pesawat :


.


...


...POIN SISTEM...


...301.216.055.990...


...


Skill : Bela Diri Kuno, Pialang, Atletik, Berkendara, Menembak, Bisnis, Menyelam, Militer


Inventory : [2x Pil Penyembuhan], [2x kalung topaz permata], [1x Kartu Upgrade Sistem]


...


MISI


◎ Misi Harian : [Lakukan Push up 1000x Lari sejauh 3 Km, Pull up 300x| Hadiah : 100.000.000 Poin Sistem] Setiap Hari


◎ Misi Utama : [Hancurkan Kartel Narkoba El-Nino], [Hadiah : 1x skill book Judo, 1x skill book Karate, 1x skill book Peretasan, 1x Kotak Tingkat Emas], [Hukuman: Sistem akan meninggalkan Tuan dan segala pemberian sistem yang tuan terima akan hilang], [Waktu : tak terbatas]


◎ Misi Terpicu : [Hasilkan Omset Rp 10.000.000.000 lewat penjualan produk kecantikan NM Beauty], [Hadiah : 1x kartu upgrade sistem, Helikopter EC-175 VIP Class], GAGAL [Hukuman: Jumlah Poin berkurang 60%], [Waktu : 7 Hari : 17 Jam : 5 Menit : 10 Detik]'


...※selamat mengerjakan misi tuan※...


...


[Hadiah V.20 : Rochdale Island]


[upgrade versi sistem selanjutnya : 15.000.000.000 Poin / 1x kartu Upgrade sistem]


...


...[Shop] [Scanner] [Converter]...


..._________...


'Baiklah Patriot gunakan kartu upgrade sistem yang Aku miliki'


[DING] 'Menggunakan 1x Kartu upgrade sistem '


[DING] 'V.14 → V.15 '


[DING] 'PERINGATAN !!!, SISTEM AKAN NONAKTIF UNTUK SEMENTARA WAKTU'


'Process.......1%.....2%..... Waktu selesai 59 Menit 55 Detik'


"Tris bisa keruangan pimpinan sekarang" ujar Ghali yang menelpon Tristan, kemudian menutup sambungannya.


Tak lama kemudian Tristan masuk kerungan "Duduklah Tris" ujar Ghali kepada Tristan. "Bagaimana kelanjutan Anggoro Group ?" tanya Ghali dengan nada datar.


"Iya Tuan sebagian perusahaan-perusahaan yang sebelumnya tergabung dalam Anggoro Group, kini satu persatu sudah berhasil Kita kuasai, namun sisanya juga Saya prediksi tidak akan bertahan lama, sebab hutang Anggoro Group terbilang sangat besar, sedangkan pemasukan mereka sekarang sudah tidak bisa menutupi beban hutangnya kini" ujar Tristan.


"Oke Tris, kerja bagus baiklah setelah ini Aku akan mentransfer sejumlah uang, ke rekening dana taktis MW Group untuk persiapan Kita mengakusisi Anggoro Group dan juga ambil alih project smart city" ujar Ghali.


[Ting] 'Transfer dana keluar dari akun bank Anda Rp 100.000.000.000.000 ke akun bank MW Group -Berhasil-'


[Ting] 'Sisa dana Anda saat ini Rp 10.876.765.000.000 '


"Silahkan nanti di cek Tris, untuk selanjutnya Aku serahkan kepadamu" ujar Ghali sembari meletakkan kembali ponselnya, "Baik Tuan" jawab Tristan.


"Bagaimana kondisi perusahaan saat ini ?" tanya Ghali kembali, "Kondisi perusahaan sejauh ini cukup baik Tuan, melihat dari akselerasi 43 Perusahaan yang dibawah naungan kita semuanya menghasilkan profit dalam neraca perdagangan tahun ini, bahkan prediksi Saya, sampai dengan akhir tahun ini ditambah dengan Lockheed Martin, Tuan akan mendapatkan kick back dikisaran 90%" terang Tristan.


Uhukkk....


Uhukkk....


Sontak saja Ghali tersedak mendengar penjelasan dari Tristan, "yang benar saja Tris..." ujar Ghali sembari mengusap mulutnya, "Itu benar Tuan" jawab Tristan dengan penuh kebanggaan.


'Ternyata robot juga bisa se exspresif itu' gumam Ghali sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


[DING] 'Tristan dan Tigh memang semi-robot Tuan '


'Iya bawel'


[DING] '(^_^.) '


'Patriot bisa hitung aset ku dalam bentuk kepemilikan saham'


[DING] 'Process.......10%…20%…30%…50%…70%…100%'


[DING] 'Aset Tuan berupa kepemilikan saham berjumlah Rp 320.000.000.000.000 / $ 22.857.142.857,143 USD '


*Uhukk....


Uhukk....


Uhukk*....


Ghali kembali dibikin Kaget oleh perhitungan oleh sistem, 'Sejak kapan Aku sekaya ini' gumam Ghali dengan mata berbinar, Dirinya tidak bisa lagi menahan kegembiraannya.


Uhuuuuuuuuuuuu


Yes yes yes


Hahahahahahahaha


Tristan yang melihat Tuannya berjingkrak-jingkrak seperti anak kecil itu, hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dirinya sudah terbiasa melihat perubahan emosi yang begitu cepat dari Tuannya jika mengenai masalah uang.


Seketika Ghali yang masih asik berselebrasi tersebut, tersedar bahwa di dalam ruangan tersebut masih ada Tristan.


Ehemmm


Ghali berdehem lalu kemudian Dirinya duduk kembali, "Baiklah Tris setelah ini aku punya rencana.... Setelah ini kita sebaiknya bersiap untuk pergi ke luar negeri usai akusisi Anggoro Group" ujar Ghali yang sudah kembali dengan ekspresi dinginnya.


"Baik Tuan" jawab singkat dari Tristan, pembicaraan mereka tiba-tiba diganggu dengan kedatangan Nancy yang tiba-tiba itu.

__ADS_1


Gubrakk !...


Honey......


Teriak Nancy sembari menghamburkan pelukannya dalam dekapan Ghali, "Sayang Aku ada berita bahagia untukmu ?" ujar Nancy sembari memberikan senyuman manisnya.


Ghali menatap Nancy heran "Apa itu honey " jawab Ghali dengan wajah bingung, "Omset Klinik ini sudah mencapai 11 M padahal belum genap 1 Minggu.... Aku sangat senang hari ini" ujar Nancy kemudian kembali memeluk erat Ghali.


Ghali kembali terkaget-kaget dibuatnya "A...Apa itu 11 M ?" ujar Ghali gagap.


[DING] 'Selamat Tuan upgrade sistem telah selesai, versi sistem saat ini berada dalam V.15 '


[DING] 'Selamat Tuan mendapatkan 1x Kotak tingkat perak '


[DING] 'Misi Hasilkan Omset Rp 10.000.000.000 lewat penjualan produk kecantikan NM Beauty -Berhasil-'


'Selamat Tuan mendapatkan 1x kartu upgrade sistem'


'Selamat Tuan mendapatkan Helikopter EC-175 VIP Class, Helikopter akan tiba 10 Menit lagi di helipad mansion milik Tuan'


Mendengar serangkaian notifikasi dari sistem membuat Ghali semakin berdecak kagum, spontan saja Dirinya yang masih memeluk Nancy melompat-lompat kegirangan.


Yeyeyeyeyeye.......


Hahahahaha


Sembari berputar-putar


Nancy yang merasa pusing dibuat Ghali, memekik keras.


GHALI HENTIKAN KEPALAKU PUYENG KALAU KAMU BEGINI TERUS!!!


Mendengar Nancy. Ghali kemudian menghentikan kegembiraannya itu sejenak, Nancy yang kini tengah berdiri menatap bumi yang dalam pandangannya seketika semuanya berputar dengan tergopoh-gopoh Dirinya berjalan menuju sofa yang ada di ruangan itu.


Nancy sejenak memejamkan matanya sembari memijit pelipisnya itu, Ghali yang melihatnya kemudian mendekati Nancy, "Honey... Kamu pusing" Tanya Ghali.


Pletak...


Awww.... Shttttttttttt


Ringis Ghali sembari memegang keningnya yang barusan disentil dari Nancy, "Yang namanya orang digituiin ya, puyeng lah dodol!!" ujar Nancy nampak sebal diulah Ghali.


Ghali pun hanya bisa nyengir "Hehe.... Maafin Aku honey, tadi itu reflek sebab hari ini ada banyak berita gembira yang aku dapatkan.... Oh ya dan juga aku punya kejutan buat Kamu nanti di rumah" ujar Ghali sembari tersenyum.


"Apaan itu ?, Kejutan Apa ?" tanya Nancy penasaran, "Ada deh rahasia.... Kalau dikasih tau namanya bukan kejutan lagi.... Sebaiknya kita pulang sekarang Ayo" ujar Ghali sembari menggenggam tangan Nancy, mengajaknya pergi dari sana.


Tristan Fylan dan yang lainnya pun mengikuti Ghali dan Nancy untuk kembali ke mansion mengingat memang hari sudah sore.


Di dalam perjalanan mereka Nancy semakin penasaran dengan kejutan yang tengah Ghali persiapkan itu, Dirinya menatap Ghali dengan penuh telisik 'Apalagi sih.... Yang dikerjaiin Dia, hingga Dirinya sebahagia itu. Padahal tadi pagi, boro-boro untuk tertawa, senyum pun tidak mau..... Dasar bipolar!! ' gumam Nancy.


Tidak terasa kini mereka telah sampai di mansionnya itu, mobil yang ditumpangi Ghali berdiri tepat di depan helikopter.


Wowwwwwwww


Nancy yang melihat helikopter tersebut seketika membulatkan mulutnya, "Apa ini honey.... Sungguhkah ?" tanya Nancy dengan mata berbinar.


"Hemmm" jawab Ghali dengan anggukan, "Apakah kamu ingin menaikinya ?" ujar Ghali kemudian.


"Hemmm.... Tentu saja, tapi tunggu sebentar sebaiknya Aku memanggil Anisa dulu ke dalam" ujar Nancy yang kemudian bergegas meninggalkan Ghali disana.


Sembari menatap kepergian Nancy, kemudian Ghali dihampiri oleh Tigh bersama dengan seseorang pria paruh baya disampingnya "Tuan" sapa mereka berdua.


Ghali kemudian menatap orang yang bersama Tigh tersebut dengan penuh telisik "Dia siapa Tigh ?" tanya Ghali sembari menunjuk ke arah orang tersebut, "Mohon maaf sebelumnya Tuan, Perkenalkan nama saya Matias. Saya adalah pilot helikopter pribadi Tuan" ujar Matias memperkenalkan diri.


'Ternyata sistem memberikan hadiah paket kumplit.... aktifkan scanner' gumam Ghali seketika muncul layar di atas kepala Matias yang menunjukan identitas dirinya, dan juga tingkat loyalitasnya yang terpampang disana dengan persentase loyalitas sebesar 90%.


'Patriot kenapa loyalitasnya tidak 100%'


[DING] 'Itu karena Matias hanya menganggap sebatas hubungan pekerja dan majikan, bukan sebagai orang kepercayaan Tuan. Tapi Tuan jangan khawatir dengan tingkat loyalitas seperti itu tidak mungkin untuk Dirinya mengkhianati Tuan.'


Ghali hanya mengangguk-angguk, kemudian Dirinya menonaktifkan scanner dan kembali menatap Matias. "Aku ucapkan selamat datang Matias dan semoga betah" ujar Ghali sembari menyalami Matias, "Terima kasih tuan atas kepercayaannya" ujar Matias.


Tak lama kemudian Nancy dan Anisa menghampiri Ghali, "Oke Matias saatnya kita berkeliling" seru Ghali yang kemudian dijawab dengan anggukan oleh Matias.


"Kak... Kami akan pergi sebentar, sebaiknya kakak dan pengawal yang lain hari ini bersenang-senang" ujar Ghali sembari membuka ponselnya.


[ting] 'Transaksi keluar dari akun bank anda sebesar Rp 400.000.000 ke rekening bank 29338839xxxx -Berhasil-'


[Ting] 'Sisa dana anda saat ini Rp 10.876.365.000.000 '


Notif dari aplikasi m-banking dari ponsel Ghali, kemudian Dirinya menyimpan kembali ponselnya.


"Periksalah rekening mu kak, Aku sudah mentransfer sejumlah uang disana. Habiskan semuanya kalau bisa jangan bersisa" ujar Ghali sembari tersenyum.


Dengan cepat Fylan membuka ponsel miliknya,


Uhukkk....


Uhukkk....


What The F**k...


Fylan terkaget melihat nominal uang yang ditransfer oleh Ghali. "Gak usah kaget begitu kak.... Uang segitu tidak akan membuatku jatuh miskin" ujar Ghali, mendengar Adiknya itupun Fylan membelalakan bola matanya kaget.


'Apa uang segini bukan masalah baginya' gumam Fylan yang kini semakin tidak bisa berkata-kata lagi, "Haaaaa.... Baiklah kak Aku pergi dulu" ujar Ghali sembari menghela napas.


Fylan yang menatap kepergian Ghali dengan helikopter itu semakin penasaran dibuatnya, 'Siapa sesungguhnya orang dibalik pemuda itu seakan-akan Dia memang bukan berasal dari zaman ini' gumam Fylan heran.


*


Disisi Ghali yang saat ini, sedang menikmati pemandangan sore hari dari dalam hdlikopter. Dirinya beserta para Istrinya itu semakin dibuat kagum dengan pemandangan yang terlihat dari atas sana, terus terang saja bahkan Anisa pun yang sejak dari awal memang orang kaya belum pernah sekalipun naik helikopter seperti ini, apalagi Ghali dan Nancy.


"Wah.... Indahnya pemandangan kota kalau dari atas sini ya kak." ujar Anisa dengan penuh kekaguman, "Emmmm.... Tentu saja Dek ini adalah salah satu pengalaman terindah sepanjang hidupku" ujar Nancy sembari menatap penuh senyum kearah Ghali.


"Iya, Aku juga.... Coba saja kalau Kak Isel ada bersama Kita pastinya rasa ini akan lengkap" ujar Anisa spontan, yang tanpa Ia sadari perkataannya tersebut kembali mengingatkan Ghali dengan Isel.


Nancy yang melihat perubahan raut wajah Ghali pun, kemudian menggenggam erat tangan Ghali sembari tersenyum.


.

__ADS_1


.


Bersambung..


__ADS_2