SISTEM PATRIOT

SISTEM PATRIOT
Chapter 40 : Akhir dari Sebuah Kartel


__ADS_3

Slruuuupppp...... Ahhhh mantap


Ujar Ghali sembari menyeruput secangkir kopi pagi hari ini, seketika lelahnya semalaman tergantikan dengan kenikmatan pagi ini yang tiada tara.


Pagi ini Ghali dengan para anggotanya memang sengaja bermalam di kantor demi menyelesaikan tugas mereka, seperti yang dijadwalkan pagi hari ini mereka akan menerima barang bukti hasil penyitaan yang mereka kumpulkan dari berbagai provinsi.


"Tuan mohon maaf ganggu waktunya, Barang buktinya barusan telah sampai kesini" ujar Tigh, "Baiklah Tigh terima kasih laporannya" saut Ghali.


Usai menghabiskan kopinya Ghali pun menuju Gudang penyimpanan barang bukti dari kejauhan Ghali melihat satu buah truk kontainer yang sedang menurunkan muatannya, nampak orang-orang dari divisi operasional sedang menerunkan muatan bersama dengan divisi pengawas internal.


"Bagaimana, apakah sudah semuanya ?" ujar Ghali yang baru saja menghampiri orang-orang yang ada disana, "Izin Pimpinan, barang bukti yang berhasil kita sita mengalami penambahan usai operasi yang dilakukan tim dari wilayah Provinsi Timur dan kemungkinan barang buktinya akan sampai kesini paling telat besok pagi." ujar Yofie


"Kerja bagus, lanjutkanlah pekerjaan kalian" ujar Ghali, kemudian Dirinya yang tengah memantau kerja anggotanya itu membuka ponsel genggamnya tak lupa Dirinya memberitahu para Istrinya itu untuk sekedar memberikan kabar dirinya saat ini, setelahnya Ia menutup kembali ponselnya dan kembali pergi menuju ruangannya.


Sesampainya disana Dirinya kini tengah merenung 'Tidak terasa sudah, waktu begitu cepat berlalu ternyata sudah tiga hari Aku lewatkan bahkan Diriku belum pernah pulang kerumah... Bisa-bisa kalau seperti ini terus Aku bakalan diusir dari mereka' gumam Ghali sambil membayangkan marahnya kedua singa betinanya itu.


'Baiklah Aku harus cepat menyelesaikan misi ini supaya Aku bisa kembali pulang' gumam Ghali penuh tekad.


Dirinya kemudian berlalu pergi menuju ruang kontrol misi, "Selamat pagi semuanya" ujar Ghali menyapa para anggotanya yang ada disana.


Dengan kaku para anggotanya menjawab "Pagi Pimpinan" jawab mereka sambil heran menatap Ghali.


'Ntah angin apa yang memasukinya tidak biasanya Dia menyapa duluan.'


'Tumben Pimpinan seperti itu, hemmm.... Firasatku tidak baik dengan situasi ini.'


'Syukurlah Pimpinan menyambut pagi dengan lebih ramah.'


Gumaman masing-masing orang yang ada disana, merasa Dirinya diperhatikan Ghali pun berdehem.


Ehemmmm !


"Kenapa kalian melihat Aku seperti itu ?, ada yang aneh kah." tanya Ghali sembari mengusap belakang tengkuknya itu.


"A...Ahh, tidak Pimpinan, tidak ada yang aneh kok" kini Zaid yang menjawab pertanyaan Ghali itu sembari Dirinya tersenyum yang nampak dipaksakan itu.


Disisi Ghali kemudian mengacuhkan sikap anggotanya itu, 'Terserahlah mereka mau berpikir apa yang penting sebentar lagi Aku akan pulang yuhuuuuu ' gumam Ghali sembari tersenyum-senyum sendiri.


Zaid yang melihatnya pun semakin ngeri dengan Ghali, yang sikapnya itu tiap hari selalu berubah-ubah kadang ramah, terkadang cuek bahkan bisa emosian.


'Hufhhhhhh..... Pimpinan yang aneh' gumam Zaid. Ditengah aktifitas mereka saat ini tiba-tiba Layar besar ruang misi itu berkedip dan menampilkan sebuah notifikasi terlihat disana salah satu dari agen lapangan menghubungi mereka.


Dengan cepat Zaid pun mengangkat panggilan tersebut "Ada apa Bravo ?" ujar Zaid mengawali panggilan video itu. "Izin Pimpinan, Saya akan melaporkan hasil pengamatan Saya baru-baru ini Dominic terlihat pergi menuju salah satu tempatnya yang berada di dekat pantai Aloha." ujar Bravo.


Ghali pun kemudian berdiri dari duduknya mendekati Zaid, "Bravo terus pantau Dominic jangan sampai lepas Kami akan kesana sekarang" ujar Ghali tegas, "Dimengerti Pimpinan" kemudian sambungan dimatikan Bravo.


"Zaid, Aku percayakan disini kepadamu, Aku akan terjun langsung kelapangan bersama Rock" ujar Ghali berlalu pergi tanpa sempat Zaid menjawab.


Zaid pun hanya menghela napas pasrah. Kini kembali kesisi Ghali tengah berlari menuju tempat tim taktis berada.


Gubrak !!


Tim Bersiaplah, gunakan pealatan dan persenjataan lengkap, sepuluh menit lagi kumpul di balai prajurit !!!


Siap Laksanakan !


Ujar Ghali kepada mereka yang tengah berkumpul, dengan cepat ratusan orang tersebut berlari untuk memakai perlengkapan mereka masing-masing, hal yang sama pun terjadi dengan Ghali hanya dalam waktu lima menit saja Ghali sudah siap dengan peralatan tempurnya.


Rock kemudian mendekat kearah Ghali "Maaf Pimpinan emangnya ada apa ?" tanya Rock, "Lokasi Dominic telah ditemukan" ujar Ghali.


Dengan cepat Rock ikut bersiap, kini Dirinya beserta anggotanya yang lain telah berkumpul di balai prajurit.


Ghali yang kini maju kedepan dihadapan lima ratus anggota tim taktisnya itu, kemudian Dirinya memberikan pengarahan dan rencana penyerangan mereka, serta medan lokasi yang kini akan mereka tuju.


"Apakah sampai disini jelas ?" ujar Ghali dengan nada tegas.


Siap jelas !!!


Jawab para anggota serentak, kemudian mereka berlalu menuju kendaraannya masing-masing, berbeda dari operasi biasanya kini Ghali beserta anggotanya menggunakan kendaraan lapis baja, mengingat memang operasi yang mereka lakukan, operasi dengan tingkat resistance cukup tinggi, mengingat musuh yang mereka hadapi pun mempunyai persenjataan cukup lengkap.


Iring-iringan perjalanan mereka memecah kemacetan Ibu Kota, wajar saja seperti hari biasa yang namanya jalanan Ibu Kota akan selalu ramai pengendara di saat jam sibuk seperti siang hari ini.


Ghali yang saat ini berada didalam mobil terus saling terhubung dengan Bravo dan juga pusat kontrol. Bravo terus melaporkan perkembangan menurut informasi terbaru dari Bravo, bahwa ada penjagaan di tempat Dominic saat ini dari jarak radius 500 Meter, jadi akan lebih aman bagi mereka untuk melumpuhkan penjaga musuh di garis pertahanan terluar mereka terlebih dahulu.


Ghali dan para anggota yang lainnya telah sampai ke lokasi setelah memakan waktu satu jam perjalanan.


Kini Dirinya bersama anggota mulai bergerak untuk melumpuhkan penjaga terdepan musuh.


Pehss...Pehss...Pehss...Pehss


Bunyi tembakan yang terdengar sudah memakai peredam suara, setelah melumpuhkan seluruh penjaga musuh kini regu penyerang memasuki kawasan musuh, pertama kali melaju adalah Rantis baja sebagai tameng pendobrak pertahanan musuh.


"Perintah..... Untuk semua anggota saat ini Kita sedang perang, tembak langsung musuh jika terlihat kalian diizinkan untuk membunuh" perintah Ghali lewat HT nya itu.


Rantis baja yang didepannya itu dengan satu operator senapan mesin yang berada diatasnya mulai menembaki musuh-musuh yang terlihat.


Dredetdetdetdetdetdet...Dredetdetdetdet


Dor dor dor dor dor dor dor


Suara tembakan dari senapan mesin dan senapan serbu pun saling bersahut-sahutan, kini para anak buah Dominic kocar kacir usai menerima serangan mendadak tersebut, hanya dalam waktu sekejap Dominic kehilangan dua puluh anak buahnya.

__ADS_1


*


Gubrak !!!


"Tuan Biro Keamanan Dalam Negeri menyerang kemari" ujar salah satu anak buahnya melapor kepada Dominic.


"Keluarkan semua senjata-senjata Kita lawan mereka" ujar Dominic, sang anak buah pun berlalu pergi untuk menjalankan perintahnya.


Kini kembali dari sisi Ghali, para anggota pun mulai menyebar kesegala penjuru mengepung kediaman Dominic tersebut.


Kemudian Rock nampak menghampiri Ghali "Pimpinan kenapa Kita tidak langsung saja masuk menyerang ?" tanya Rock.


"Jangan bertindak gegabah Rock lapangan golf itu terlalu luas ntah jebakan apa yang menanti kita didepan, kalaupun maju yang ada Kita akan diserang balik dari musuh dari berbagai penjuru." ujar Ghali


Tak lama berselang Helikopter serbu datang membantu tim penyerang, tanpa menunggu lama heli membombardir sekelompok musuh yang berada disana.


Boooom....


Boooom....


Helikopter melesatkan rudalnya dan seketika musuh bertumbangan


Disisi Dominic yang saat ini Dirinya mulai terdesak uhuk....uhuk....uhuk "Sial mereka bahkan memakai helikopter..... Long !!!" pekik Dominic sembari menutup mulutnya menahan debu akibat reruntuhan bangunan.


"Tuan..... Tuan apakah Kamu tidak apa-apa ?" ujar Long sembari memeriksa tubuh Dominic, "Aku tidak apa Long kumpulkan anak buah yang tersisa, sebaiknya Kita kabur saja" ujar Dominic, "Baik Tuan" jawab Long singkat.


Kini kembali kesisi Ghali, Dirinya bersama para anggotanya sedang terlibat baku tembak dengan para penjahat.


Dor dor dor dor dor dor dor


Dor dor dor dor dor dor dor


Dor dor dor dor dor dor dor


Satu persatu musuh bertumbangan bahkan bukan hanya dari pihak musuh saja. Dari pihak Ghali pun sebanyak dua puluh orang gugur sepanjang penyerangan ini.


Dor... Tembakan dari pesniper musuh.


"Rock !!! " Pekik Ghali.


Ughuk....ughuk


Rock memuntahkan darah segar dari mulutnya itu usai terkena tembakan pada bagian lehernya, "Rock....Rock !!" pekik Ghali, " Ughuk.... Pi pimpinan maa afkan a ku yang tidak bisa menemanimu sampai akhir" ujar Rock terbata-bata.


"Bertahanlah Rock..... MEDIS !!!" pekik Ghali namun tak lama berselang Rock meregang nyawa, seketika Ghali terkujur kaku untuk kali pertamanya Ia kehilangan rekan di medan perang.


BAJINGAN !!


Dor dor dor dor dor dor dor


Dor dor dor dor dor dor dor


Kemudian salah satu anggotanya menarik dirinya untuk berlindung dibalik tembok.


Hosh...hosh...hosh


"Pimpinan jaga logika mu, Kau membahayakan nyawamu sendiri" ujar Flexi.


Ghali pun tersadar bahwa betapa bodoh Dirinya barusan bahkan bukan hanya membahayakan nyawanya sendiri, hampir saja akibat kebodohannya itu membuat anggotanya yang lain mati.


Ghali yang sudah mulai tenang melihat satu persatu posisi musuhnya, namun pada saat Dia sedang mengamati, Dirinya kemudian melihat Dominic dan para anak buahnya yang lain berlari nampak akan kabur.


"Flexi bawa anggota yang lain ikut Aku cepat, Dominic akan kabur" ujar Ghali sembari berlari mengejar Dominic.


Dor


Dor dor dor dor dor dor dor


Tembakan saling berbalas-balasan, dari kudua kubu pun sedang berlindung dibalik tembok.


"Dommmmmmm...... Menyerahlah Kau sudah terkepung" teriak Ghali.


"Sial semuanya bunuh mereka" pekik Dominic.


Dor dor dor dor dor dor dor


Ghali dan anggotanya dihujani tembakan dari para penjahat.


"Flexi tembakan perlindungan" ujar Ghali kemudian Dirinya berpindah posisi.


Dor dor dor dor dor dor dor


Kini Ghali sudah berpindah dari posisi semula tanpa diketahui musuhnya, bahwa Dia saat ini sudah berada di garis belakang musuh.


Sangat jelas dari posisinya melihat Dominic yang tengah bersembunyi itu.


Dor dor dor dor dor dor dor


Kedua kubu sedang terlibat baku tembak namun disisi Ghali belum bergeming sedikitpun, Dia lebih memilih mengamati situasi saat ini.


Setelah beberapa saat kemudian Dirinya mulai bergerak 'Baiklah saatnya' gumam Ghali sembari mengarahkan senapangnya.

__ADS_1


Dor...dor


Arghhhhhhhhh !!!


Pekik Dominic memegangi lengannya yang tertembak, senjatanya pun jatuh dari genggamannya.


Dor dor dor dor dor dor dor


Ghali menembak satu persatu anak buah Dominic, dan kini tinggal menyisahkan Dominic sendiri.


Ghali pun berjalan mendekati Dominic, dan diikuti dari para anggotanya yang lain turut mengamankan lokasi disekitaran Ghali.


Bugh


Bogem mentah mendarat di rahang Dominic, belum sempat Dominic bangkit dirinya kemudian kembali menerima tendangan keras di perutnya.


Bugh...bugh


Arghhhhhh !!!


Ughuk...ughuk


"Cuih..... Awww sakit sekali" ringis Dominic sembari memuntahkan dara segarnya, "Apa Kau bilang sakit.... pukulan dan tendangan itu Aku wakilkan untuk Rania dan Andreas" ujar Ghali dengan nada datar.


Mendengar Ghali yang menyebut nama Rania, Dominic tersenyum, "Ternyata Kamu yang selama ini menyembunyikan Rania, bedebah !" ujar Dominic menatap kesal Ghali.


"Itu betul, Aku lah orang yang telah menyembunyikan Rania" ujar Ghali, kemudian Dirinya mencengkram luka tembak Dominic, sontak saja membuat Dominic berteriak kesakitan.


Arghhhhhhhhh !!!


Bahkan hal tersebutpun, membuat Dominic terkencing-kencing saking sakitnya rasa itu.


"Tamatlah riwayatmu pak tua, dan terimalah hukuman mu selanjutnya" ujar Ghali, yang kemudian Dirinya memerintahkan anggotanya untuk membawa Dominic.


Ghali yang kini tengah berdiri ditepian tebing yang berbatasan dengan laut itu, 'Isel.... Aku harap Kamu mendengar berita ini dari sana, semoga Kita bertemu di masa depan' gumam Ghali lirih merindukan kekasihnya itu.


Setelah puas Dirinya berada disana, Ghali kembali ke rumah bekas persembunyian Dominic, terlihat disana para Anggotanya tengah mengevakuasi mayat-mayat dari para penjahat maupun tekan sesama anggota yang gugur.


Raut sedih terpancar dari masing-masing orang disana. 'Akan kupastikan di kemudian hari kejadian ini tidak akan terulang lagi' gumaman Ghali penuh tekad.


Ghali yang tengah berdiri sembari menatap para mayat kemudian Flexi melapor kepadanya "Izin Pimpinan, seluruh anggota yang gugur telah di evakuasi dan anggota yang terluka sudah dilarikan kerumah sakit terdekat." ujar Flexi.


"Berapa jumlah anggota Kita yang gugur ?" ujar Ghali tanpa memandang Flexi, "Anggota hang gugur di pihak Kita berjumlah tiga puluh dua orang pimpinan" saut Flexi lesu.


"Usai dari sini lakukan pemakaman untuk mereka dan beri santunan kepada keluarga yang ditinggalkan" ujar Ghali, "Siap laksanakan Pimpinan." Saut Flexi


[DING] 'Misi Utama : [Hancurkan Kartel Narkoba El-Nino] '


'Selamat Tuan Mendapatkan Skill book judo'


'Selamat Tuan Mendapatkan Skill book Karate'


'Selamat Tuan Mendapatkan Skill book Peretasan'


'Selamat Tuan Mendapatkan 1x kotak tingkat Emas'


'Patriot buka kotak emas'


[DING] 'Membuka kotak Emas process.......10%…20%…30%…50%…70%…100% '


'Selamat Tuan Mendapatkan 1x kartu upgrade sistem '


'Selamat Tuan Mendapatkan 1.000.000.000.000 Poin sistem '


'Selamat Tuan Mendapatkan 1x jam tangan Rolex Split-Seconds Chronograph 4113 '


'Selamat Tuan Mendapatkan 1x Mobil Range Rover Defender, Mobil telah berada di parkiran basement Biro Keamanan Dalam Negeri '


Usai Ghali membuka kotak hadiah sistem Dirinya kembali pulang ke markas Biro Keamanan Dalam Negeri.


1 Jam berselang...


Ghali yang baru saja usai mandi kini tengah duduk di sofa ruangannya itu, 'Patriot keluarkan kunci mobilnya dan jam tangan yang baru saja Aku dapatkan' gumam Ghali.


[DING]


Ghali pun merogoh kantongnya, didapati kunci mobil dan jam tangan, Dirinya kemudian memakai jam tangan yang sangat elegan tersebut dan terkesan mewah itu.


'Baiklah Patriot pergunakan kartu upgrade sistem '


[DING] 'Menggunakan 1x Kartu upgrade sistem '


[DING] 'V.19 → V.20 '


[DING] 'PERINGATAN !!!, SISTEM AKAN NONAKTIF UNTUK SEMENTARA WAKTU '


'Process.......1%.... Waktu selesai 3 Jam 59 Menit 58 Detik.'


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2