
Usai mereka membahas kartel narkoba el-nino, kini hari menunjukkan pukul 00:10, merekapun memutuskan mengakhiri pembahasannya dan akan melanjutkan besok, Fylan kini yang sudah beranjak terlebih dahulu untuk mempersiapkan anak buahnya untuk menyusun rencana yang akan mereka lakukan selanjutnya.
Kini disisi Ghali yang tengah akan terlelap tiba-tiba kamarnya diketok dari luar
tok
tok
tok
Ghali pun bergegas membuka pintu kamarnya, kini Isel tengah berdiri dihadapannya "sayang boleh aku masuk" tanya Isel dengan nada lesu. Ghali pun kemudian memberi jalan untuk Isel agar masuk ke kamarnya tak lupa dirinya menutup kembali pintu kamarnya.
Kini Ghali sudah berada ditepian ranjang bersama Isel "sayang ada apa" tanya Ghali. Isel pun memeluk hangat Ghali dan menyandarkan kepalanya pada bahu Ghali "Sayang aku sedikit cemas,.... apakah kita akan berhasil melewati cobaan ini" ujar Isel dengan nada cemas.
"sayang jangan khawatir dengan hal tersebut aku akan menyelesaikannya" ujar Ghali, "sejak dari awal juga aku benci dengan orang-orang yang melakukan kejahatan seperti ini bukan tidak sedikit teman-teman yang seumuranku yang menjadi korban kejahatan narkoba." ujar Ghali.
"aku percaya padamu sayang, kau pasti bisa mengatasinya" ujar Isel sembari menengok wajah Ghali. "iya sayang,... daripada over thinking, kayak begitu lebih baik kita istirahat aja yuk" ajak Ghali sembari berbaring.
Ghali memang tidak terlalu khawatir memikirkan hal tersebut, sebab dirinya yang kini sudah ada sistem bersamanya, tidak ada masalah yang tidak bisa diatasi oleh dirinya, bahkan kalau orang awam mendengar cerita ini sangat mustahil orang-orang akan mempercayainya. Tetapi itulah fakta yang tidak bisa dibantah saat ini tengah terjadi pada Ghali.
sebelum tidur dirinya mengirimkan pesan kepada Nancy untuk bertemu besok, karena besok Ghali akan menyerahkan produk-produk kecantikan yang sebelumnya ia beli dari shop sistem, tepat sebelum dirinya mengupgrade sistem.
*
Keesokan harinya Ghali yang baru selesai melakukan aktifitas olahraga rutinnya, meskipun kini dirinya tidak mendapatkan hadiah dari sistem, namun hal tersebut sudah jadi rutinitas dirinya.
__ADS_1
Usai dirinya berolahraga Ghali yang kini terlihat baru selesai berganti pakaian kini dirinya pergi ke ruang makan di lantai 1 mansion, sesampai disana tak lupa dirinya menyapa orang-orang yang ada disana.
Isel yang terlebih dahulu menyelesaikan sarapan pamit terlebih dahulu kepada Ghali "sayang aku berangkat kerja dulu ya" jujar Isel sembari mencium pipi Ghali. "Tigh ikutlah bersama Isel mulai saat ini, dampingi dia" ujar Ghali. "baik tuan muda, mari nona" ujar Tigh kemudian mengajak Isel berangkat.
"sayang apakah ini tidak berlebihan aku bisa jaga diri kok" bisik Isel kepada Ghali. "kamu tenang aja Isel akan membantu pekerjaan kamu kok sama halnya Tristan sebelum ia mengurus MW Group di Ibu kota, kini Olympus Capital aku percayakan kepada kalian" jawab Ghali sembari tersenyum. "oke pak boss" jawab Isel sembari membulaktan tangannya.
Setelah kepergian mereka kini disana Ghali dan Fylan tengah menikmati sarapannya tanpa berkata sepatah katapun hingga 10 menit berselang kini mereka sudah menyelesaikan sarapannya "hufffh... sebentar lagi sebaiknya aku pergi ke apartemen menemui kak Nancy" ujar Ghali sembari menepuk-nepuk perutnya.
Ghali yang tengah asik memainkan ponselnya tiba-tiba dikagetkan dengan suara tembakan dari halaman depan mansionnya.
dor
dor
dor
"kapten mansion didatangi secara paksa dari sekelompok orang yang mengaku sebagai keluarga anggoro" ujar salah satu pengawal kepada Fylan.
"jangan biarkan mereka masuk tahan mereka dipintu gerbang, lakukan segala upaya jika mereka berani menerobos" perintah Fylan kepada seluruh pengawal.
"ada apa kak, tadi suara tembakan dari mana" tanya Ghali. "keluarga Anggoro mendatangi kita, saat ini mereka sedang dihadang pengawal dipintu depan mansion" ujar Fylan sembari mengeluarkan Pistol dari pinggangnya.
"mari kita temui apa maunya mereka" ujar Ghali dengan nada dingin, Fylan pun kemudian mengikuti Ghali keluar dari dalam mansion dan berjalan menuju gerbang depan.
Disana telah ramai antara pengawal keluarga Anggoro dan pengawal Ghali yang saling todong-todongan pistol. "Hentikan !!!" teriak Ghali seketika mata semua orang tertuju padanya "bisakah kita membicarakan masalah ini baik-baik" ujar Ghali.
__ADS_1
clap...clap...clap
Terdengar suara tepuk tangan dari pria yang baru saja keluar dari sebuah mobil diluar gerbang. pria tersebut terlihat memiliki umur diawal 60 an tetapi masih terlihat sangat gagah dengan tongkat yang melekat ditangan kanannya. "Maafkan aku telah lancang tuan Ghali Martin, pertama-tama perkenalkan namaku Suryo Anggoro ayah dari Jacob... apakah kau masih ingat kepada Jacob ?" ujar pria tua tersebut yang diketahui dia Suryo Anggoro, Tuan besar keluarga Anggoro.
'ternyata dia orang tua pria brengsek tersebut' gumam Ghali mengingat kejadiannya pada saat di Ibu kota beberapa hari yang lalu' gumam Ghali. "lalu apa tujuanmu kemari pak tua, kalau kau datang kesini, hanya membikin keributan maka jangan salahkan aku ketika pengawalku akan bertindak lebih jauh daripada ini" ujar Ghali penuh ketegasan.
'hemm... anak ini sangat cerdas, dia tak segan-segan menunjukkan taringnya' gumam Suryo, "baiklah anak muda, nampaknya kau tidak mempunyai niat untuk menyelesaikan masalah diantara kita, kalau begitu sebaiknya aku pergi... tapi jangan salahkan aku kalau kedepannya aku akan mengambil tindakan lebih kejam daripada ini" ujar Suryo dengan nada sarat dengan ancaman.
"pengawal mundur" perintah Suryo kepada para pengawalnya kemudian mereka pun berlalu pergi meninggalkan mansion Ghali.
'hadeuh ternyata mereka datang hanya untuk mengancamku' gumam Ghali kemudian dirinya menoleh kepada Fylan "kak apakah kau mengetahui rekam jejak keluarga Anggoro, aku penasaran dengan mereka nampaknya setelah ini kita akan diserang oleh segerombolan hama pengganggu" ujar Ghali.
"sebaiknya kita bicarakan masalah ini didalam" ujar Fylan, kemidian dirinya menoleh kearah para pengawal yang masih berada disana "kalian jangan izinkan orang yang tidak dikenal masuk Mansion segera hubungiku kalau ada kejadian serupa.... apakah JELAS" ujar Fylan
Siap jelas Kapten (Jawab para pengawal serempak).
Ghali dan Fylan saat ini sudah berada didalam ruangan kerjanya "keluarga Anggoro akan melakukan apa saja, kepada siapa saja yang menghalangi kesenangan mereka, mereka sudah terbiasa menghancurkan bisnis saingannya dengan cara-cara kotor seperti pembunuhan karakter saingan bisnis, hal itu mudah saja mereka lakukan sebab mereka sendiri punya media" ujar Fylan.
"ternyata begitu ya, wajar saja pewarisnya saja bersikap arogan seperti itu, ternyata memang sejak dari awal keluarga itu memang bermasalah" ujar Ghali.
"itu betul dik.... aku curiga setelah ini dari sisi bisnis yang baru kau buat akan diobrak-abrik oleh mereka" ujar Fylan sembari melipat kedua tangan didadanya. "aku juga sependapat kepadamu kak, daripada kita yang bertahan, meskipun aku percaya dengan kemampuan Tristan tapi lebih baik kita yang menyerang terlebih dahulu, kerajaan bisnis yang dihuni oleh para mafia harus disingkirkan secepatnya" ujar Ghali dengan nada dingin.
.
.
__ADS_1
Bersambung..