SISTEM PATRIOT

SISTEM PATRIOT
Chapter 11 : Olympus Capital dan Rencana Expansi Bisnis


__ADS_3

Hari ini menunjukan pukul 22:00 WIB. Terlihat Ghali yang baru sampai di kediamannya, setelah memarkirkan kendaraannya.


Terlihat kondisi mansion yang nampak sepi hanya aktifitas beberapa asistant rumah tangga 'hem... nampaknya mereka sudah tertidur' gumam ghali. kemudian dirinya berjalan ke lantai atas dan menuju kamarnya, tanpa berlama-lama ghali pun menuju kamar mandinya guna membersihkan diri.


kini nampak ghali yang tengah bersandar ditepian ranjang sembari menatap layar sistem yang menampilkan status miliknya.


[DING]


-Status-


PATRIOT : V.3


- IDENTITAS


Nama : Ghali Martin


Umur : 18 Tahun


Pekerjaan : Pelajar/-


____________________


Kekuatan : 110 / 500


Kecerdasan : 107 / 500


Kecepatan : 197 / 500


Intuisi : 144 / 500


Kharisma : 197 / 500


Stamina : 198 / 500


______________________


- ASET


uang : Rp 20.699.000.000


- Bangunan : [Apartemen Skywalk Bandung tipe presiden suit], [Mansion Setra Dream Land]


- Kendaraan : [Mobil Pajero Sport tipe ultimate 4x4 AT], [Mercedes S-Class Guard 600], [Lamborgini Veneno Roadster],


- Saham : [51% PT. JET EXPRESS], [ 70% PT.Fortuna Oil and Gas]


___________________________


- FITUR SISTEM


[SHOP] ¦ [SCANNER]


Poin : 16.071.000


- Skill : Bela Diri Kuno, Pialang, Atletik, Berkendara, menembak,


- Inventory :


___________


-barang : 2x Pil Penyembuhan |


- senjata : 2x asistant robot, SIG SAUER, GLOCK-17 GEN 5.


____________________________


- MISI :


◎Misi Harian : [Lakukan Push up 1000x Lari sejauh 3 Km, Pull up 300x] | [Hadiah : 1.000.000 Poin Sistem, Uang Rp. 1.000.000.000] -setiap hari- [Reset 22 Hari]


◎Misi bulanan : [Habiskan Uang Sebesar Rp 50.000.000.000 ] | [Hadiah 10x kartu upgrade sistem, +10 poin all kemampuan]-waktu 22 Hari, 12 Jam, 30 Menit- (5.080.450.000/50.000.000.000)


◎Misi Utama : [Bentuk Perusahaan] | [Hadiah : Uang Rp 10.000.000.000, 1.000.000.000 Poin Sistem, Skill Ahli Bisnis] -29 Hari, 2 jam, 30 Menit, 22 Detik- [Hukuman : Reset poin sistem menjadi 0]


[next V.10 : Kotak Misteri, +50 poin kekuatan, konverter uang ke poin (lock)]


[upgrade versi sistem selanjutnya V.4 : 100.000.000 Poin / 1x kartu Upgrade sistem]


※selamat mengerjakan misi tuan※


______________________________

__ADS_1


Kemudian Ghali mengecek item-item yang tersedia di shop sistem, disana dirinya melihat berbagai macam barang-barang langkah, kemudian matanya tertuju dengan benda yang berbentuk cincin tersebut.


'Patriot bisa kau jelaskan tentang barang ini'


[DING] 'Cincin Alepo adalah cincin yang berasal dari kota Alepo dibuat oleh seorang alchemists pada masa lampau tepatnya 1000 tahun silam. Cincin ini dapat menetralkan segala jenis racun dan memberikan efek kebal bagi penggunanya. keistimewaan cincin ini, hanya bisa dipakai oleh tuan sendiri ataupun kepada orang yang tuan kasih'


'menarik sebaiknya aku berikan cincin ini kepada para wanitaku sebagai mahar pernikahan nantinya' gumam Ghali.


'Patriot bisa kau belikan 2 cincin ini'


[DING] 'memotong 2.000.000 poin, sisa poin 14.071.000 '


'memproses permintaan.......10%…20%…30%…50%…70%…100% '


'berhasil, barang telah dikirim kedalam Inventory sistem '


'ternyata harganya lumayan juga' Ghali pun melanjutkan perselancarannya di dalam shop sistem, tiba-tiba dia kepikiran sesuatu 'nampaknya setelah ini aku harus mendirikan perusahaan dibidang kecantikan'.


Wajar saja Ghali berpikiran seperti itu sebab pada saat di shop sistem tadi ia melihat berbagai macam produk kecantikan seperti bedak, shampo, bathbomb dan masih banyak lagi kini dirinya kepikiran untuk mendiskusikan hal ini kepada kak nancy.


Ghali kemudian membuka ponselnya untuk berkirim pesan kepada nancy.


Ghali : (hai kak... ini ghali, kakak udah tidur ?)


Nancy : (oh ya...ada apa ?, belum kok)


Ghali : (bagaimana kondisi kakak saat ini udah baikan)


Nancy : (udah kok cuman besok kakak di suruh off dulu tapi)


Ghali : (ok... besok ghali ke apartemen ya kak, barang-barang kakak udah dipindahin semua kan ?)


Nancy : (ehh.. udah kok tadi diurusin sama Ibu)


Ghali : (baiklah kalau begitu, sampai ketemu besok)


Nancy : (okey 😘)


Nampak diseberang sana seorang wanita yang tengah mengutuk kebodohan dirinya sendiri 'duhh bagaimana ini, aku harus bagaimana menghadapi dirinya besok' gumam nancy sambil menutup mukanya dengan bantal "AGGGGHHHHHH" teriak Nancy tanpa sadar membangunkan Ibu Ratna yang ada disampingnya "nak ... kamu kenapa teriak begitu". "ehhh tidak apa-apa kok bu" jawab nancy sambil nyengir kuda. "yasudah nak lanjutin istirahatnya udah malam" jawab Ibu Ratna Nancy pun menanggapinya dengan senyuman.


Disisi Ghali yang kini masih bermain dengan ponselnya "cihh , ternyata kakak bisa juga bertingkah seperti ini". Ghali pun langsung meletakkkan ponselnya diatas nakas disebelah ranjangnya itu, kemudian dirinya tidur.


-


Seperti biasanya aktifitas pagi harinya kini diawali dengan olahraga rutin untuk menyelesaikan misi dari sistem.


[DING] 'misi harian berhasil dilaksanakan '


'selamat tuan mendapatkan 1.000.000 Poin, Total Poin sistem saat ini 15.071.000 '


'selamat tuan mendapatkan Rp 1.000.000.000 Uang, Total Uang saat ini 21.699.000.000 '


Sesampainya Ghali didalam mansionnya terdengar suara Isel menyeru "sayang kesini... kita sarapan bersama dulu". "tunggu sebentar aku akan keatas dulu untuk membersihkan diri" saut Ghali kemudian bergegas menuju kekamarnya.


15 Menit berlalu, kini dirinya yang telah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian. Kini dirinya tengah berjalan menuju meja makan, dirinya pun mengajak Isel dan Tristan sarapan bersama, namun disela-sela sarapan mereka Isel yang sejak dari kemarin tidak melihat keberadaan Tigh, kemudian bertanya "sayang apakah kamu melihat Tigh" ujar Isel.


"Tigh sedang berangkat ke Jakarta untuk mengurus sesuatu" jawab Ghali datar. Isel pun yang tidak ingin terlalu penasaran hanya meng iyakan apa yang disebut oleh ghali.


setelah mereka semua menyelesaikan sarapannya kemudian Isel dan Tristan pun pamit pergi, karena hari ini mereka akan meninjau pembangunan panti dan juga mengurus pendirian perusahaan baru, ditambah hari ini seleksi calon pegawai perusahaan akan dilaksanakan hari ini oleh Tristan.


'sepertinya aku harus pergi juga sekarang, mengunjungi kak Nancy' gumam Ghali kemudian dirinya bergegas melajukan mobilnya keluar dari mansion.


Kini dirinya terlihat keluar dari mobilnya sesampainya di loby apartemen dirinya disambut oleh pak Kori satpam apartemen tersebut "eh... nak Ghali dari mana aja lama gak keliatan". "iya pak saya udah gak tinggal disini lagi, sekarang tempat ini ditinggali oleh Ibu saya" saut Ghali dengan senyuman.


"wahh... hebat yah nak Ghali, masih muda tapi udah sesukses ini, salut bapak jadinya" Ujar Pak Kori. "ahh pak Kori biasa aja" ujar Ghali sembari merogoh dompet dikantong celana belakangnya kemudian dirinya mengeluarkan uang pecahan 100 ribu sebanyak 5 lembar dan memberikannya kepada pak Kori "ini pak ambil... buat bapak ngopi sama temen-temen" ujar ghali sembari menyerahkan uangnya.


"wahh... gini nih yang bapak suka dari nak Ghali udah kaya baik lagi, hahaha... sering-sering aja main kesini nak biar bapak kecipratan terus yang kayak beginian" ujar pak Kori dengan senyum sumringahnya. "yeeeeeee itu mah maunya bapak aja" balas Ghali kemudian tertawa hahahaha "yasudah pak saya keatas dulu yah". "oh ya silahkan nak ghali dan terima kasih atas pemberiannya semoga rejekinya lancar" ujar pak Kori. Ghali menjawab dengan senyumannya.


Sesampai di unit apartemennya Ghali disambut oleh Bi Idah (ART) yang bekerja di apartemen milik ghali "ehh... den ghali ada apa kemari monggo masuk dulu den" ujar Bi Idah. "biasa Bi mau jenguk Ibu... oh ya kak Nancy nya ada Bi ?" tanya Ghali kepada Bi Idah.


"tunggu sebentar ya den bibi panggilkan dulu Non Nancy nya" ujar Bi Idah kemudian dirinya pergi menuju kamarnya Nancy. Tak lama kemudian pun Nancy turun dan menghampiri Ghali.


Kini Ghali menatap Nancy tanpa berkedip, Nancy yang ditatap seperti itupun merasa salah tingkah, sontak saja hal tersebut membuat pipinya memerah padam "ehemmm.... kamu kenapa menatap ku seperti itu kek liat jurig aja" ujar Nancy dengan sewot khas dirinya.


Ghali yang tersadar pun menjawab "yaelah kak kukira tadi bidadari kayangan, habisnya kak Nancy cantik banget, emangnya mau kemana sih kak....?. oh atau jangan-jangan kakak mau pergi sama pacarnya ya kak. cie...cie" ledek ghali sembari menyolek-nyolek hidung Nancy.


"cihhhh.... apaan sih mana ada pacar jangan ngaco lah" Ujar Nancy sambil menahan malunya. "tuh kan ayolah kak jujur kepada adikmu ini... boleh dong dikenalin pacarnya kepadaku" goda Ghali kembali. "ihhhh... apaan udahlah jangan bahas itu" pekik Nancy yang nampak mulai jengkel akibat ulah tengil Ghali.


'ghali tanpa kamu sadari sebenarnya aku suka kepadamu, aku hanya berharap kepadamu seorang, sulit rasanya hati ini untuk berpaling darimu' gumam Nancy. "hello...hello kak...kak Nancy apakah kau mendengarku" Ujar Ghali sembari menjentikkan jarinya di depan Nancy. "ehh...maaf li akhir-akhir ini aku banyak pikiran karena pekerjaan" jawab Nancy.


"hemmm.... begini kak sebenarnya aku ingin berdiskusi kepadamu tentang produk kecantikan yang aku produksi sendiri. Rencananya aku juga kedepannya akan membuka klinik kesehatan... apakah nantinya kakak bersedia membantu ku ?" Ujar ghali. Di sisi Nancy yang dari tadi menyimak perkataan Ghali dirinya pun menyanggupi hal tersebut "bisa sih li... cuman untuk membuka klinik kesehatan membuhtuhkan modal yang tidak sedikit....." belum selesai Nancy berkata, langsung saja dipotong dari ghali "kalau untuk masalah biaya itu tidak masalah bagiku kak, berapa perkiraan modal yang dibutuhkan ?" Ujar ghali dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


"10 Milyar aku rasa sudah lebih dari cukup li, itu sudah termasuk dengan sewa gedung nantinya" Ujar Nancy. "baiklah kak aku transfer sekarang uangnya ke rekening kakak, aku berharap kakak bisa menjalankannya"


[ting] 'Debit dana sebesar Rp 20.000.000.000 dari akun bank anda -Berhasil-"


[DING] 'Saldo Terpotong Rp 20.000.000.000, sisa saldo Rp 1.699.000.000 '


[DING] 'Misi Mendirikan Perusahan Berhasil Dilaksanakan '


'Selamat Tuan Mendapatkan uang Rp 10.000.000.000.000 , Sisa saldo Rp 10.001.699.000.000 '


'Selamat Tuan Mendapatkan 1.000.000.000 Poin, Total Poin Sistem saat ini 1.015.071.000 '


'Selamat Tuan Mendapatkan Skill Book Ahli Bisnis, Barang sudah dikirim kedalam Inventory Sistem '


Sederet notifikasi sistem bermunculan bahwa misi mendirikan perusahaan telah selesai. 'nampaknya mereka sudah berhasil melaksanakannya ' gumam Ghali.


Tak lama dari itu kemudian ponsel Ghali berdering terlihat disana tertera nama Isel kemudian dia mengangkat teleponnya.


"hallo Ghali aku ingin mengabarkan bahwa izin perusahaan kita sudah terbit" ujar Isel dari seberang sana.


"Kerja bagus Isel lanjutkan sesuai agenda yang telah kita bahas sebelumnya, karena kedepannya Wiharja group akan ikut bergabung juga dengan kita. Untuk detailnya aku akan bahas nanti dirumah" Ujar Ghali kemudian dia menutup teleponnya.


'apa rumah?, wanita?, apakah itu pacarnya?, apakah mereka tinggal satu rumah ?' gumam Nancy, seketika air matanya jatuh tanpa permisi.


"Kak ada apa denganmu ?" Ujar ghali dengan nada panik, dirinya pun kemudian mendekap pipi Nancy kemudian mengusap air mata Nancy dengan ibu jari Ghali.


Nancy pun kemudian menepis tangan Ghali "tidak kok, kamu jangan khawatirkan aku sebaiknya kita selesaikan urusan kita saat ini" Ujar Nancy dengan nada sendu.


"untuk uangnya sudah aku transfer yah kak" ujar Ghali sembari memperlihatkan layar ponselnya. "ya ampun Ghali ini terlalu banyak" ujar Nancy kaget melihat nominal yang tertera disana. "tidak apa-apa kak, lebihnya kakak atur-atur saja dengan bijaksana" Ujar Ghali "baiklah kak kalau begitu aku izin pamit pulang dulu karena ada urusan yang harus aku selesaikan hari ini" pamit Ghali kepada Nancy kemudian dirinya beranjak pergi.


Nancy yang melihat punggung Ghali pun hanya bisa memendam perasaannya untuk saat ini, namun disisi Ghali hanya menganggap Nancy sebagai kakak nya. *ntahlah


1 Jam Kemudian


Terlihat Ghali saat ini tengah berkutat dengan alat fitness di mansionnya tersebut, kemudian dirinya dihampiri Anisa yang ikut juga bergabung dengan dirinya. "ehhh... bikin kaget aja, kamu bagaimana bisa tau aku sedang disini ? lalu pakaianmu" Ujar Ghali sembari menunjuk Anisa "ini baju Kak Isel aku meminjamnya karena aku kesini tidak bawa gantian, hemmm.... sebaiknya hari ini kau jadi personal trainer ku ya" jawab Anisa dengan senyuman manjanya.


hufffthhhh "baiklah" jawab Ghali singkat. mereka pun fitness bersama tanpa terasa oleh mereka berdua hari mulai sore ntah berapa lama mereka sudah melakukan hal itu. "Baiklah Nis... hari ini cukup sampai disini saja latihannya, sebaiknya kita membersihkan diri setelah ini karena, sebentar lagi Isel dan Tristan pasti sudah pulang, aku masih ada urusan dengan mereka setelah ini, termasuk juga kamu" ujar Ghali yang kemudian dibalas Anisa dengan anggukan.


Kini terlihat 4 orang yang tengah duduk melingkar di salah satu ruangan mansion tersebut. Terlihat kini mereka tengah membahas tentang rencana expansi bisnis kedepannya "tris bagaimana perekrutan kali ini apakah ada kendala ? tanya Ghali.


"sejauh ini dari sejumlah orang yang mendaftar hanya 100 orang yang memenuhi kualifikasi dari berbagai bidang yang kita butuhkan nantinya, namun secara keseluruhan menurut hemat saya itu sudah lebih dari cukup tuan" pungkas Tristan.


Ghali yang mendengarnya mengangguk-anggukan kepalanya "baiklah tris aku rasa itu sudah cukup, untuk masalah pegawai akan kita pikirkan sembari berjalannya perusahaan ini" ujar Ghali. Namun disela-sela diskusi mereka tiba-tiba notifikasi m-banking muncul dari ponsel Ghali.


[ting] 'Debit dana sebesar Rp 100.000.000.000 dari akun bank PT.Fortuna Oil and Gas ke akun anda bernomor 88725xxxx -Berhasil-'


[ting] 'Debit dana sebesar Rp 35.210.000.000 dari akun bank PT.JET EXPRESS ke akun anda bernomor 88725xxxx -Berhasil- '


'hemmm, waktu yang tepat' gumam ghali.


[ting] 'Transaksi Keluar dari akun bank anda ke akun bank atas nama Olympus Capital sebesar Rp 200.000.000.000 -Berhasil-'


Sambil memperlihatkan layar ponselnya "aku sudah menyuntikkan dana awal ke rekening perusahaan kalau kurang, segera kabari aku" Ujar Ghali kepada Isel. "siap pak bos... akan aku laksanakan secepatnya" Jawab Isel sembari menunjukan sikap hormat benderanya kepada Ghali.


"kemudian satu lagi, kedepannya aku ingin membangun Tower yang nantinya akan di isi oleh perusahaan dari Olympus Group termasuk Olympus Capital dan perusahan-perusahaan Wiharja Group akan ikut tergabung didalamnya... aku mempunyai tujuan kedepannya akan membawa Olympus Group berjaya yang menguasai segala macam sektor bisnis diseluruh penjuru negeri" tutur kata Ghali terlihat dari sorot matanya mewakili tekad semangat yang kuat.


Mereka yang ada disana pun terkagum-kagum dengan sosok Ghali seperti itu selain umurnya yang masih muda akan tetapi pemikirannya sudah jauh kedepan.


"tuan apakah boleh aku menyampaikan sesuatu" ujar Tristan mengintrupsi. "ya katakan tris" jawab Ghali. "terkait dengan rencana tuan sebelumnya, kebetulan saya mendapatkan informasi bahwa di ibu kota sedang dibangun tower yang memang dikhususkan untuk area perkantoran kini mereka pun nampak kesulitan untuk menjual tower tersebut, ditengah kondisi inflasi saat ini" ujar tris.


"berapa harga yang mereka tawarkan tris ?" ujar Ghali. "harganya 3 triliun rupiah tuan" jawab tris dengan singkat.


[ting] 'Transaksi Keluar dari akun bank anda ke akun bank atas nama Olympus Capital sebesar Rp 3.000.000.000.000 -Berhasil-'


"baiklah tris kita ambil tower tersebut aku yakin pilihanmu tersebut tidak akan mengecewakanku, dan untuk uangnya kamu tinggal ambil dari rekening perusahaan saja aku sudah mentransfer dana kesana" Ujar Ghali kemudian menyimpan kembali ponselnya.


Sontak saja ucapan Ghali mengagetkan Isel dan Anisa. 'gila dia mengeluarkan uang triliunan hanya dengan satu kedipan mata saja... hemmmm Ghali ternyata kamu manusia penuh dengan misteri' gumam Anisa. 'apa?.... uang 3 Triliun? semudah itu dia memberikannya !!!' gumam Isel.


"baiklah tuan kalau begitu saya undur diri besok akan saya urus secepatnya" Ujar tristan kemudian beranjak dari ruangan tersebut, nampak kini disisi Anisa dan Isel yang terheran menatap Ghali.


"li... apakah kamu tidak berpikir dahulu sebelum mengeluarkan uang sebanyak itu" Ujar Anisa dengan nada setengah panik. Ghali hanya menggelengkan kepalanya "no...no.... uang bukanlah masalah bagiku, itu hanyalah deretan angka-angka saja". "Apa !!!! kau berkata seperti itu emangnya seberapa banyak uang mu sayang" sentak Isel.


"mau seberapa banyak apapun itu, tenang saja kalian jangan mengkhawatirkan hal tersebut" Ujar Ghali. "baiklah apapun itu asal membuatmu senang aku akan mendukungmu" Ujar Isel pasrah dengan kelakuan Prianya tersebut. "ya... aku juga"ujar Anisa kemudian.


"baiklah, sebelum itu aku ingin memberikan kalian sesuatu" Ujar Ghali sembari mengeluarkan dua kotak cincin dari dalam saku celananya yang sebelumnya ia ambil dari inventory sistem.


"ya ampun sayang terima kasih" ujar mereka serentak sembari memeluk Ghali. "setelah ini aku akan memutuskan menikahi kalian, setelah rencana ini selesai. Apakah kalian mau menikah denganku ?" Ujar Ghali yang mengundang rona bahagia diantara wajah mereka. "terima kasih sayang tentunya kami mau lah..." ujar mereka kembali memeluk Ghali dengan tangis bahagia.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2