
"Apakah Kamu masih bersedia untuk ke permainan selanjutnya ?" ujar Ghali, "Ampuni aku Tuan" ujar Andreas yang mulai lemas.
"Tidak tidak, begini saja jawab pertanyaan ku kali ini maka kamu akan aku lepaskan bagaimana ?" ujar Ghali sembari berseringai.
Andreas pun hanya menjawabnya dengan anggukan, kini Dirinya sudah tidak mampu berbuat apa-apa lagi, entah apa yang terjadi selanjutnya kepada dirinya.
"Oke.... pertanyaan kedua" ujar Ghali kini Dirinya mengambil pisau, kemudian memain-mainkannya di telinga Andreas.
"Kalau kamu gagal menjawab pertanyaan ku maka akan aku potong salah satu telinga mu" ujar Ghali datar.
glek...
Andreas menelan kasar salivanya. "Pertanyaan kedua, sudah berapa banyak kamu membunuh orang" tanya Ghali, seketika keringat dingin semakin mengguyur tubuh Andreas.
Terlihat kini dirinya tengah mengingat-ingat namun, karena Dirinya dibawah tekanan seketika hal tersebut membuat dirinya tidak bisa berpikir jernih.
"Aku Tidak tau........"
Aaaaaaarrrrrrghhhhhhh..... AMPUN !!!
Andreas meronta-ronta menahan sakit nya kini, telinga sebelah kirinya sudah terlepas. Ghali pun menggoyang-goyangkan telinga Andreas yang sudah terpotong itu dihadapan wajahnya.
Dasar Iblissssss!!!
Pekik Andreas, bahkan kini Dirinya sampai terkencing-kencing karena menahan sakit yang dideritanya itu.
"Ya.... Aku memang iblis bagi orang-orang seperti mu" ujar Ghali masih dengan nada datar. "Kau mau tau sebuah rahasia ?.... Mau seberapa baik Dirimu, Aku tidak akan mengampunimu, pada akhirnya Aku akan menuntunmu ke jalan kematian yang paling amat menyakitkan!!!" ujar Ghali pelan didekat telinga Andreas.
Siapa yang bakal, tahan dengan menahan siksaan yang seperti itu, Aku rasa semua orang tidak akan mampu menahannya, mau setangguh apapun orang tersebut.... Pada akhirnya pasti akan menyerah juga. Begitulah kira-kira pemikiran para pengawal Ghali yang saat ini tengah menyaksikan adegan penyiksaan tanpa belas kasihan yang dilakukan oleh Dirinya.
"Tigh lucuti pakaiannya, jangan sisahkan sehelai benang pun pada Dirinya" ujar Ghali sembari menunjuk kearah Andreas. Tigh pun mematuhi perintah Tuannya dengan cepat Dirinya menggunting pakaian yang kini dikenakan Andreas, kini Tampil Andreas yang duduk polos tanpa mengenakan pakaian sehelai pun.
Terlihat kini Ghali yang tengah memanaskan besi tapal diatas tungku api, sembari memutar-mutarkan gagangnya.
"Andreas mari Kita masuk ke permainan inti yang sebenarnya, sebab yang barusan tadi adalah pemanasan.... Kali ini aturannya berbeda, Kau akan Aku lepaskan ketika kau mempunyai informasi yang menurutku menarik, jadi pikirkanlah hal tersebut, sembari menunggu besi tapal ini panas" ujar Ghali sembari memanggang besi tapal tersebut.
Setelah beberapa saat besi tersebut pun sudah memanas, hal itu terlihat dari besinya yang telah berubah warna menjadi kemerahan, Ghali mengangkat besi itu sembari memain-mainkannya di hadapan Andreas.
Tuan...Tuan....Tolong ampuni Aku
Tuan...Tuan
Mohon lirih Andreas, namun nampak Ghali tidak menggubrisnya.
"Andreas... Sudah kah Kamu memikirkan penawaranku barusan ?" tanya Ghali, nampak tidak ada tanda-tanda Andreas akan menjawab Ghali kemudian "Baiklah Kau cukup merasakan ini, hingga Dirimu dapat mengira-ngira panasnya api neraka" ujar Ghali yang kemudian menempelkan besi panas itu pada pangkal paha Andreas.
ARGHHHHHHHHHHHHHHHHHHH !!!
BIADAB !!!
AMPUN...AMPUN...AMPUN !!!
Wosh...Wosh...Wosh
Teriak Andreas ketika besi Panas itu mengisap kulit pahanya yang agak kecoklatan itu. Kini bekas tapal tersebut tampak melepuh, Terlihat disana daging Andreas yang tampak terlihat seperti sirloin steak setengah matang.
"Tu...tuan, tolong lepaskan Aku......Aku punya informasi terkait 12 Daftar nama para pelindung kartel narkoba El-Nino, hal tersebut Aku simpan pada brankas di lantai dua gedung ini.... sandinya 807468, file tersebut berada dalam diska lepas yang ada dalam brangkas itu" ujar Andreas dengan nada tersengal-sengal karena menahan sakitnya.
Mendengar hal tersebut pun Ghali langsung memandang Clay. Clay pun langsung mengerti maksud dari tuannya itu, kemudian dia pamit untuk mengambil diska lepas itu bersama dengan Norm.
"Apakah Kamu, yakin dengan hal tersebut ?. Sedikit saja Kamu berbohong maka akan Aku cincang Dirimu" ujar Ghali sembari mendekap tengkuk Andreas.
Andreas spontan menggeleng-gelengkan kepalanya "Ti...Tidak tuan, bahkan apapun yang Kamu suruh Aku akan mematuhinya" ujar Andreas tanpa ragu.
"Apakah Kamu yakin dengan apa yang Kau katakan barusan...?" tanya Ghali dingin. "Iya Tuan" jawab cepat Andreas, kini tampak Ghali tengah berpikir.
"Apakah Kau ingin pengampunan dari ku ?" tanya Ghali, dengan ragu Andreas mengangguk sebab Dirinya merasa akan terjadi suatu hal yang buruk setelah ini.
Ghali yang tengah menunggu jawaban dari Andreas kemudian dialihkan dengan kedatangan Norm dan Clay yang sudah kembali dengan membawa diska lepas itu.
"Clay periksa lah... Apakah benar informasi itu" perintah Ghali, dengan cepat Clay membuka tablet khususnya dan mengecek file-file yang ada disana, alangkah terkejutnya Clay file-file yang ada disana bukan hanya menunjukkan 12 Daftar nama saja, termasuk juga transaksi rekening, skema pengiriman uang dan metode money laundering yang mereka gunakan agar tidak terlacak.
"Tu...Tuan ini diluar perkiraan Saya lihatlah" ujar Clay sembari menunjukkan file-file yang tertampil dilayar tabletnya itu, Ghali pun yang tengah melihatnya ikut-ikutan terkejut, "Kerja bagus Clay segera salin datanya kemudian kembali serahkan kepada Andreas" perintah Ghali.
Kini Ghali kembali menatap Andreas "Andreas... Jika kamu ingin pengampunan kembalilah ke kartel narkoba El-Nino dan jadilah informan ku, berikan informasi sekecil apapun kepada Tigh, sekaligus sebagai bentuk upaya penebusan dosa mu selama ini" ujar Ghali.
Lega, itulah kira-kira kata-kata yang tersirat dalam hati Andreas saat ini "Baiklah Tuan Aku akan melakukan hal tersebut" jawab Andreas cepat.
[DING] 'Pembelian berhasil, memotong 10 Poin Sisa Poin saat ini 201.016.055.990 '
Ghali membeli pil penyembuhan tingkat tinggi pada shop sistem, Dirinya lalu mengeluarkan pil tersebut dan kini sudah didalam genggamannya.
"Telanlah ini.... Ini akan menyembuhkan lukamu" ujar Ghali sembari memberikan pil tersebut kepada Andreas.
Andreas pun nampak ragu, namun kini Dirinya tidak bisa membantah perintah Ghali, dengan ragu Dirinya menelan pil tersebut.
Glek
__ADS_1
Seketika Dirinya merasakan panas disekujur tubuhnya, luka-luka bekas cambukan dan tapal besi panas pun kian menghilang tanpa bekas, dan juga telinga yang semulanya terpotong kini kembali tumbuh seperti semula.
Orang-orang yang melihat hal tersebut pun, tercengang kaget dibuatnya, sebab hal tersebut sangat mustahil ada di dunia ini. Seakan-akan kehadiran Ghali selalu mematahkan pakem hukum alam, seolah-olah hukum alam tidak berlaku pada Dirinya itu.
'Aku tidak mengabdi pada tuan yang salah' gumam Clay, hal tersebut pun kurang lebih sama yang dilikirkan oleh Fylan, Norm dan Ordo.
"Baiklah Andreas, sebaiknya kamu pergi dari sini dan lakukan perintahku tadi, sebab sebentar lagi Polisi akan datang" ujar Ghali sembari melepaskan ikatan Andreas.
"Tigh sebelum pergi beri dia sepasang pakaian.... Tidak mungkin dirinya pergi dengan kondisi seperti ini, yang ada nanti burung pipitnya terbang bebas" ujar Ghali datar.
Namun Fylan yang mendengar hal tersebut pun terkekeh geli dibuatnya, sedangkan Andreas menengkuk pandangannya dengan menahan rasa malu.
Ghali pun kemudian meninggalkan ruangan tersebut bersama dengan Fylan,Norm dan Ordo, Kini dirinya menuju kelapangan tengah markas tersebut, terlihat beberapa anak buah kartel narkoba yang menyerah kini mereka dikumpulkan ditengah lapang dengan kondisi tangan terikat.
Ghali beserta Timnya pun pergi keluar dari lokasi tersebut yang tak lama setelah kepergian Ghali polisi tiba di tempat tersebut, kemudian mereka mengamankan para penjahat disana yang dibantu oleh tim cadangan.
*
Disisi lain disebuah ruangan setelah kejadian semalam terlihat Andreas yang tengah menghadap Dominic untuk melaporkan kejadian tersebut.
@sumber photo by pinterest visual : Dominic Fernandez
Setelah mendengar laporan dari Andreas pun membuat Dominic sangat marah "Sialan... Katakan siapa dalang dibalik kejadian ini Andreas !!" pekik Dominic.
Andreas pun hanya tertunduk tidak berdaya "Saya tidak mengetahuinya tuan, sebab mereka menutup wajahnya, akan tetapi melihat dari perlengkapan yang mereka gunakan sepertinya mereka berasal dari salah satu pasukan khusus" ujar Andreas.
ARGHHHHHHHH!!!
Trank...trank...Brak!
Dominic marah besar sembari melempar barang-barang yang ada di mejanya, Dirinya mencoba mengatur napasnya sembari menunjuk Andreas dan Long yang ada disana "Kalian cari tahu siapa pelakunya, jika ketemu bunuh mereka semua, lakukan sekarang !!" pekik Dominic sembari mengusap kasar wajahnya.
Mereka pun hanya mengangguk kemudian pergi meninggalkan Dominic tanpa berkata sepatah kata pun.
'Sial... Setelah kepergian Anak berandal itu kini, Diriku ditimpa berbagai masalah, apa jangan-jangan Anak itu ada dibalik ini semua, tunggu saja Anak nakal, Aku akan mencarimu' gumam Dominic sembari menggebrak meja.
Gubrakk!
*
Kembali kesisi Ghali yang semalam usai melaksanakan operasi memberantas kartel narkoba dirinya baru saja bangun tidur di sebuah ruangan istirahat para anggota MW S&G .
Dirinya memang sengaja tidak pulang ke mansionnya, untuk menghindari pertanyaan dari para wanitanya yang akan membuat mereka khawatir, Tiba-tiba ruangan dibuka oleh Fylan.
Kini terlihat Ghali sedang meninjau latihan para anggota MW S&G di lapangan tembak yang berada tak jauh di belakang markas, Dirinya yang tengah berdiri didatangi oleh Tigh.
"Tuan barusan aku mendapat info dari Andreas, kalau Dominic saat ini sedang mencari pelaku yang menyerang mereka" ujar Tigh, Ghali pun nampak mengangguk-anggukan kepalanya, "Tetap awasi mereka Tigh, setelah ini kita akan menumpas mereka sampai ke akar-akarnya" ujar Ghali.
[DING] 'Misi Tersembunyi selesai, [Menggagalkan penyeludupan narkoba yang dilakukan kartel narkoba el-nino]'
[DING] 'Selamat Tuan Mendapatkan 1x kartu upgrade sistem, Skill Book Militer, dan 100.000.000.000 Poin, Poin saat ini 301.016.055.990'
[DING] 'Misi Utama Terpicu, [Hancurkan Kartel Narkoba El-Nino], [Hadiah : 1x skill book Judo, 1x skill book Karate, 1x skill book Peretasan, 1x Kotak Tingkat Emas], [Hukuman: Sistem akan meninggalkan Tuan dan segala pemberian sistem yang tuan terima akan hilang], [Waktu : tak terbatas]'
'Baiklah Patriot pasangkan skill yang barusan Aku dapatkan'
[DING] 'Memasang Skill Militer process.......10%…20%…30%…50%…70%…100%'
[DING] 'Skill berhasil terpasang'
'Patriot Status'
[DING] 'Status'
PATRIOT : V.14
IDENTITAS
Nama : Ghali Martin
Umur : 18 Tahun
Pekerjaan : Pembisnis / Mercenary Leader
Pasangan :
Anisa Syifa Wiharja (100%)
Nancy (100%)
Isel Triastika / Rania Salavenko (100%)
....
__ADS_1
STATISTIK
Kekuatan : 337 / 500
Kecerdasan : 384 / 500
Kecepatan : 312 / 500
Intuisi : 348 / 500
Kharisma : MAX
Stamina : 320 / 500
...
KEPEMILIKAN :
[51% PT. JET EXPRESS], [ 70% PT.Fortuna Oil and Gas], [ 100% PT.Olympus Capital], [80% MW Group], [100% PT.NM Beauty], [30% Lockheed Martin.Inc], [Triple Canopy Organization]
Kendaraan :
-Mobil :
.
[Mobil Pajero Sport tipe ultimate 4x4 AT], [Mercedes S-Class Guard 600], [Lamborgini Veneno Roadster], [3x BMW X7], [2x Audi RS Q8], [Tesla Model X], [Rolls-Royce Sweptail], [Porsche 918 Spyder], [2x Chevrolet Suburban], [Bugatti Centodieci]
.
-Motor :
[7x moge BMW R 1200 GS]
.
-Helikopter :
.
-Pesawat :
.
...
...POIN SISTEM...
...301.016.055.990...
...
Skill : Bela Diri Kuno, Pialang, Atletik, Berkendara, Menembak, Bisnis, Menyelam, Militer
Inventory : [2x Pil Penyembuhan], [2x kalung topaz permata], [1x Kartu Upgrade Sistem]
...
Misi :
◎ Misi Harian : [Lakukan Push up 1000x Lari sejauh 3 Km, Pull up 300x| Hadiah : 100.000.000 Poin Sistem] Setiap Hari
◎ Misi Utama : [Hancurkan Kartel Narkoba El-Nino], [Hadiah : 1x skill book Judo, 1x skill book Karate, 1x skill book Peretasan, 1x Kotak Tingkat Emas], [Hukuman: Sistem akan meninggalkan Tuan dan segala pemberian sistem yang tuan terima akan hilang], [Waktu : tak terbatas]
◎ Misi Terpicu : [Hasilkan Omset Rp 10.000.000.000 lewat penjualan produk kecantikan NM Beauty], [Hadiah : 1x kartu upgrade sistem, Helikopter EC-175 VIP Class], GAGAL [Hukuman: Jumlah Poin berkurang 60%], [Waktu : 7 Hari : 17 Jam : 5 Menit : 10 Detik]'
...※selamat mengerjakan misi tuan※...
...
[Hadiah V.20 : Rochdale Island]
[upgrade versi sistem selanjutnya : 15.000.000.000 Poin / 1x kartu Upgrade sistem]
...
...[Shop] [Scanner] [Converter]...
..._________...
Note : Barang yang bukan aset bila tidak disimpan dalam inventory sistem tidak akan tercatat oleh sistem. Kemudian aset yang bukan berasal dari pemberian sistem tidak akan tercatat pada tampilan status sistem
.
.
__ADS_1
Bersambung..