
Ghali yang kini sedang dalam perjalanan pulang menuju bandung bersama dengan rombongannya.
'Patriot buka semua kotak hadiah yang Aku miliki'
[DING] 'Membuka 2x kotak emas, Process.......10%…20%…30%…50%…70%…100% '
'Selamat Tuan mendapatkan 10.000.000.000 Poin. Poin Tuan saat ini berjumlah 303.521.055.990 '
'Selamat Tuan mendapatkan 2x kartu upgrade sistem '
'Selamat Tuan mendapatkan skill book ahli Intelijen '
'Bagus sekali, baiklah Patriot pasangkan skill yang barusan Aku peroleh dan kemudian lakukan upgrade sistem' gumam Ghali, sebab Dirinya harus bergerak cepat untuk mengungkapkan misteri dibalik V.50 sistem.
[DING] 'Memasang skill ahli Intelijen process.......10%…20%…30%…50%…70%…100%'
[DING] 'Berhasil'
[DING] 'Menggunakan 2x Kartu upgrade sistem '
[DING] 'V.17 → V.19 '
[DING] 'PERINGATAN !!!, SISTEM AKAN NONAKTIF UNTUK SEMENTARA WAKTU '
'Process.......1%.... Waktu selesai 2 Jam 59 Menit 58 Detik.'
Chiiiiiiittttttt.....
Gubrak !!!
"Awwwwwwwww, sssssshhhhhtttttt " ringis Ghali sembari memegangi kepalanya usai mobil yang ditumpanginya mengerem secara tiba-tiba.
"Tuan, kita dijegal dari sekolompok orang yang tidak dikenal" ujar Clay kepada Ghali dengan nada panik.
"Periksalah Clay, siapa mereka" seru Ghali, kemudian Clay pun turun dari mobilnya sembari menodongkan pistolnya kepada sekelompok orang didepan sana.
"Mau apa kalian, siapa kalian ?" ujar Clay dengan nada tinggi, sekelompok orang nampak terlihat keluar dari mobil tersebut, sembari mengangkat kedua tangannya keatas.
Berhenti !!!
Pekik Clay semakin waspada seiring dengan langkah orang tersebut pengawal Ghali yang lain pun ikut juga waspada untuk mengantisipasi kemungkinan yang bakal terjadi.
"Tenang Kita bukan orang jahat" ujar pria tersebut sembari melemparkan id card nya kepada Clay.
Clay yang mengambil id card itupun seketika mengerenyitkan keningnya, Dirinya kemudian pergi dan memberikan id card tersebut kepada Ghali.
"Tuan lihat lah ini" ujar Clay sembari menunjukkan id card orang tersebut, Ghali yang melihat hal tersebut "Biro khusus pengawal presiden" ujar Ghali membaca tulisan yang tertera disana.
'Ada kepentingan apa mereka ?, sehingga seperti ini' gumam Ghali penasaran, kemudian Dirinya menoleh kepada Clay kembali, "Clay bawa mereka kemari" perintah Ghali yang kemudian diangguki oleh Clay.
Setelah beberapa saat Clay datang kembali kepada Ghali sembari membawa salah seorang dari Biro pengawal tersebut.
"Ada kepentingan apa kalian sehingga mengganggu perjalanan ku ?" ujar Ghali tanpa basa-basi.
"Perkenalkan tuan nama saya Arya, saya ditugaskan Bapak Presiden untuk menjemput Anda menuju kediamannya" ujar Arya.
"Ada kepentingan apa beliau memanggil Saya dengan cara yang seperti ini ?" ujar Ghali dengan nada risih, "Mohon maaf Tuan untuk alasannya saya tidak mengetahuinya, Saya hanya ditugaskan untuk menjemput Anda saja" ujar Arya setengah tertunduk.
Setelah sejenak berpikir kemudian Ghali kembali menatap Arya "Hufhhhhh.... Baiklah mohon tunjukan jalannya" ujar Ghali sembari menghela napas.
Kemudian mereka berlalu pergi mengikuti Arya yang berada di mobil paling depan, disepanjang perjalanan Clay semakin khawatir dengan kondisi yang saat ini menyangkut keselamatan Tuannya itu.
"Tuan, apakah tidak masalah untuk mengikuti mereka ?" ujar clay menoleh kebelakang menghadap Ghali, "Tenanglah Clay tidak akan terjadi apa-apa mereka tidak akan berani macam-macam dengan kita" saut Ghali dengan nada datar.
Clay pun nampak pasrah mendengar jawaban dari Tuannya itu, selama hampir 1 Jam perjalanan kini mereka sampai di sebuah villa yang berada dikawasan puncak, nampak setiap parameter villa tersebut sangat dijaga ketat oleh ratusan penjaga disana.
Kedatangan Ghali pun disambut hormat oleh para pengawal disana, Dirinya yang mendapatkan pelakuan seperti itu pun semakin bingung dengan apa yang kini tengah Ia alami.
Kendaraan Ghali tepat berhenti di depan pintu masuk villa bahkan sang presiden pun ikut menyapa dirinya.
"Selamat datang Nak Ghali, selamat malam" ujar Bapak Presiden sembari menjabat tangan Ghali, "Selamat malam juga Pak" saut Ghali dengan senyuman, kemudian Dirinya diajak masuk oleh presiden.
Ghali yang saat ini tengah dijamu Presiden di kediaman pribadinya itu semakin menatap penuh telisik kepada Bapak Presiden, Bapak Presiden yang melihat Ghali seperti itu pun hanya terkekeh melihat exspresi Ghali yang saat ini tengah menatap heran Dirinya.
"Tenanglah nak Ghali jangan menatap ku securiga itu.... Tujuan Aku memanggilmu kemari, bahwa saat ini Aku tengah kesulitan untuk menyelesaikan beberapa kasus, Aku pun saat ini telah menerima kecaman dari publik untuk menuntaskan kasus ini" ujar Presiden dengan nada lesu.
"Pak.... Apakah tidak ada orang lain selain Diriku pak" ujar Ghali, Presiden kini semakin menghela napas panjangnya "Aku mempunyai penilaian khusus nak dan Aku yakin Kamu bisa menyelesaikannya" ujar sang Presiden sembari memperlihatkan sebuah video yan tertampil dari tablet elektronik itu.
Disana terlihat video Ghali yang tengah menyerang kartel narkoba El-Nino pada kejadian satu minggu silam, kemudian dilanjutkan dengan video Dirinya yang tengah menyiksa Andreas sampai pada akhirnya Andreas dilepaskan.
Sembari menatap Ghali, Pak Presiden berujar "Inilah alasanku memlihmu Nak" sembari menunjuk kearah tablet tersebut.
Huuuuffffhhhhhhhh
Ghali menghela napasnya "Lalu apa yang bisa Aku lakukan untukmu pak ?" tanya Ghali kemudian, "Pimpinlah Biro Keamanan Dalam Negeri" jawab Presiden singkat.
Degh...!
Sontak saja hal tersebut membuat Ghali sangat kaget mendengar hal tersebut, "Apa.... Tidak salah Pak Presiden ?" tanya Ghali dengan nada kaget.
Pak Presiden pun menggelengkan kepalanya "Tidak nak, ambillah tanggung jawab tersebut aku yakin kamu bisa menjalankannya" ujar Pak Presiden.
"Tentunya, pasti akan banyak penolakan nantinya pak apakah tidak masalah untukmu ?" ujar Ghali, seketika Presiden diam sejenak nampaknya tengah berpikir.
"Sudah saatnya generasi muda yang memimpin, agar Kita bisa menjawab tantangan zaman" ujar Pak Presiden, Ghali yang mendengarnya pun mengangguk pelan.
"Baiklah Pak Aku sepakat dengan usulanmu itu" ujar Ghali dengan penuh keyakinan, "Baiklah Nak, tugas pertamamu adalah berantas kartel narkoba El-Nino yang sejak lama sudah meresahkan ini, dan ungkap siapa saja yang terlibat terhadap operasi mereka" ujar Presiden.
"Baiklah Pak, akan Aku laksanakan perintahmu, dan secepat mungkin akan Aku selesaikan" saut Ghali.
Kini semakin banyak tanggung jawab yang harus dipikulnya. Sebagai seorang suami, sebagai seorang pengusaha, dan barusan sebagai kepala Biro Keamanan Dalam Negeri (BKDN), yang dimana tentunya tugas tersebut tidaklah mudah, namun Ghali tidak akan menyerah begitu saja.
Biro Keamanan Dalam Negeri adalah Biro yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden tanpa perantara dimana tugasnya untuk menjaga keamanan dalam negeri dari berbagai macam tindak kejahatan luar biasa yang mengancap kedaulatan negara.
Usai Ghali menghabiskan hidangan serta berbincang-bincang kepada Pak Presiden kini, Dirinya pamit undur diri, mengingat hari sudah malam.
__ADS_1
"Sampai bertemu kembali nak, Saya nantikan hasil kerja kerasmu" ujar Pak Presiden sembari berjabat tangan dengan Presiden.
"Baiklah Pak, sama-sama Aku tidak akan mrngecewakanmu" saut Ghali yang kemudian beranjak pergi dari sana.
'Bukan Anak muda sembarangan' gumam Presiden sembari mentap kagum kepergian Ghali dari kediamannya itu.
"Clay mampirlah di villa ku saja untuk Kita beristirahat malam ini sebab, ada tugas yang harus Aku kerjakan besok" ujar Ghali.
"Baik Tuan" jawab Clay, kemudian mereka beranjak pergi menuju villa miliknya,yang kebetulan tak jauh dari sana, perjalanan mereka menuju villa tersebut ditempuh dalam waktu 30 Menit saja sebab kondisi jalan yang menanjak dan berkelok-kelok.
Sesampainya Disana Ghali dibuat kagum dengan villa megah yang dimilikinya tersebut. Sejak mendapatkan villa tersebut dari sistem Dirinya pun belum pernah sekalipun mengunjungi villa miliknya ini.
Wow....
Ghali mdmbulatkan mulutnya setelah masuk kedalam villa tersebut Dirinya kemudian disambut oleh pelayan disana yang sebetulnya pelayan tersebut, mirip dengan pelayan Dia yang ada di mansionnya.
"Selamat datang Tuan Ghali, selamat beristirahat" ujar ramah salah satu pelayan tersebut, Ghali pun kemudian melajukan langkahnya menuju kamar lantai 2, usai Dirinya membersihkan Diri, tak lupa Dirinya menghubungi para Istrinya itu bahwa Ia belum bisa pulang saat ini.
[DING] 'Selamat Tuan upgrade sistem telah selesai, versi sistem saat ini berada dalam V.19 '
[DING] 'Selamat Tuan mendapatkan 8.000.000.000 Poin sistem, Total poin Tuan saat ini 311.521.055.990 '
'Patriot, buka kotak hadiah yang Aku miliki'
[DING] 'Membuka 1x kotak misteri, Process.......10%…20%…30%…50%…70%…100% '
'Selesai'
'Selamat Tuan mendapatkan 1.000.000.000.000 Poin sistem, Total poin Tuan saat ini 1.311.521.055.990 '
'Selamat Tuan mendapatkan Skill book kemampuan Profiling '
'Selamat Tuan mendapatkan Skill book Ahli Peledak '
'Selamat Tuan mendapatkan 80% Kepemilikan Saham PT. Joys Mining '
'Selamat Tuan mendapatkan Jam Tangan Phatek Philippe Limited Edition '
Ghali pun semakin senang bukan main setelah mendapatkan Hadiah yang begitu banyak dari sistem, tak lama kemudian telepon Ghali berdering, Dirinya kemudian mengangkat panggilan dari nomor yang tidak dikenalinya itu.
"Hallo"
"Ya.... Apakah betul saat ini Saya berbicara dengan Tuan Ghali" ujar suara lembut yang sepertinya seorang wanita dari seberang sana.
"Ya, Betul"
"Baik Tuan Perkenalkan nama Saya Jihan Priambudi saya adalah CEO dari PT. Joys Mining, barusan Saya menerima laporan dari anak buah Saya, bahwa Tuan telah membeli sebanyak 80% saham milik Kami, untuk pertama saya ucapkan selamat kepada Tuan. Kemudian apakah Tuan ada perintah khusus terkait dengan permasalah ini" ujar Jihan lembut dari seberang telepon sana.
"Tidak Jihan, Aku tidak akan terlibat dalam manajemen dan Aku hanya minta pembagian deviden ku saja. Terkait dengan segala keputusan manajemen akan Aku serahkan sepenuhnya kepadamu" ujar Ghali.
Ada kelegaan disisi Jihan sebab kini posisi Dirinya aman, hal yang biasa terjadi dalam pergantian kepemilikan saham dominan yang selalu saja merombak manajemen perusahaan.
"Terima kasih Tuan, Aku tidak akan mengecewakan kepercayaanmu" ujar Jihan kemudian Ghali menutup sambungan teleponnya.
Ghali sejenak termenung nampak Dirinya duduk memancang dengan kuda-kudanya. Usai ditariknya napas secara mendalam
'Patriot pasangkan semua skill yang Aku miliki'
[DING] 'Memasang Skill Profiling dan skill ahli Peledak'
Process.......10%'
Ghali yang memang sudah bersiap sebelumnya kini mengepal erat tangannya untuk menahan sakit yang kini dialaminya.
Semakin lama semakin memucat tangannya itu "Argggghhhhh !, Sial sakit sekali " ujar Ghali sembari menggertakkan giginya.
[DING] 'Pemasangan Skill selesai '
Seketika pengalaman-pengalaman terkait dengan profiling segala macam kasus kejahatan hadir terekam didalam kepalanya begitu juga dengan pemasangan skill ahli peledak.
Usai menyetabilkan napasnya Ghali kembali bergumam
'Patriot cek status'
[DING] 'Status'
PATRIOT : V.19
IDENTITAS
Nama : Ghali Martin
Umur : 18 Tahun
Pekerjaan : Pembisnis / Mercenary Leader / Kepala Biro Keamanan Dalam Negeri
Pasangan :
Anisa Syifa Wiharja (100%)
Nancy (100%)
Isel Triastika / Rania Salavenko (100%)
....
STATISTIK
Kekuatan : MAX
Kecerdasan : MAX
__ADS_1
Kecepatan : MAX
Intuisi : MAX
Kharisma : MAX
Stamina : MAX
...
KEPEMILIKAN
[51% PT. JET EXPRESS], [ 70% PT.Fortuna Oil and Gas], [ 100% PT.Olympus Capital], [80% MW Group], [100% PT.NM Beauty], [30% Lockheed Martin.Inc], [Triple Canopy Organization], [80% PT. Joys Mining]
...
KENDARAAN
-Mobil :
.
[Mobil Pajero Sport tipe ultimate 4x4 AT], [Mercedes S-Class Guard 600], [Lamborgini Veneno Roadster], [3x BMW X7], [2x Audi RS Q8], [Tesla Model X], [Rolls-Royce Sweptail], [Porsche 918 Spyder], [2x Chevrolet Suburban], [Bugatti Centodieci]
.
-Motor :
[7x moge BMW R 1200 GS]
.
-Helikopter :
[Euro Copter-175 VIP Class]
.
-Pesawat :
.
...
...POIN SISTEM...
...1.311.521.055.990...
...
Skill : Bela Diri Kuno, Pialang, Atletik, Berkendara, Menembak, Bisnis, Menyelam, Militer, Medis Kuno, Medis Modern, Intelijen, Profiling, Peledak.
Inventory : [2x Pil Penyembuhan], [2x kalung topaz permata], [1x Jam Tangan Phatek Philippe].
...
MISI
◎ Misi Harian : [Lakukan Push up 10000x Lari sejauh 5 Km, Pull up 1000x| Hadiah : 500.000.000 Poin Sistem] Setiap Hari
◎ Misi Utama : [Hancurkan Kartel Narkoba El-Nino], [Hadiah : 1x skill book Judo, 1x skill book Karate, 1x skill book Peretasan, 1x Kotak Tingkat Emas], [Hukuman: Sistem akan meninggalkan Tuan dan segala pemberian sistem yang Tuan terima akan hilang], [Waktu : tak terbatas]
◎ Misi Terpicu : -
...※selamat mengerjakan misi tuan※...
...
[Hadiah V.20 : Rochdale Island]
[upgrade versi sistem selanjutnya : 100.000.000.000 Poin / 1x kartu Upgrade sistem]
...
...[Shop] [Scanner] [Converter]...
..._________...
Netra mata Ghali pun semakin berbinar melihat statistik dirinya yang sudah mencapai dalam batas maximal itu, 'Apa sebaiknya Aku upgrade sampai V.25 saja ya pakai poin ?' gumam Ghali kepada Dirinya sendiri.
[DING] 'Apakah Tuan akan mengupgrade sistem ke V.25, biayanya sebesar 1 Triliun poin sistem Tuan '
Ughuk...ughuk....ughuk...ughuk
Sontak saja hal tersebut membuat Ghali tersedak 'Apakah Kamu sedang memerasku Patriot sungguh mahal sekali, Huuuuuu.... sebaiknya Aku mencari kartu upgrade saja dalam misi-misi selanjutnya' gumam Ghali sebal kepada sistem.
'Patriot keluarkan jam tangan dari inventory' gumam Ghali.
[DING] 'Process.......10%…20%…30%…50%…70%…100% '
'Jam tangan telah berada di atas nakas sebelah ranjang Tuan'
Ghali pun mengambil jam tangan tersebut sungguh indah jam tersebut yang menganut gaya klasik temporer dengan kemewahan berlapis emas dan berlian di atasnya.
Ghali pun tidak bisa menahan kekagumannya itu "Woooooowwwww, sungguh luar biasa sekali, berapa ya kira-kira harga jam tangan ini ?" ujar Ghali yang kemudian menyalakan ponselnya untuk mencari informasi jam tangan tersebut.
Setelah beberapa saat Dirinya terperanjat kaget "What !!!, apa ini tidak salah 1 Buah jam tangan seharga 500 Milyar Rupiah" pekik Ghali sembari memutar-mutar jam tangannya itu.
[DING] 'Itu Betul Tuan Jam tangan Tuan adalah jam tangan limited edition yang dimana hanya di buat 2 Buah untuk seri khusus yang tuan punya saat ini. Dimana salah satunya dimiliki oleh Putra Makhota negara Kuwait Prince Arsyad Naser Al-Walid bin Muhammad Hatim Naser Al-Walid '
'Hemmm ternyata hal tersebut yang membuatnya mahal' gumam Ghali sembari menopang dagunya sembari mentap jam yang digenggam Dirinya saat ini.
Kemudian Ghali menaruh jam tersebut di atas nakas sebelah ranjangnya, kemudian Dirinya memejamkan matanya untuk beristirahat.
.
__ADS_1
.
Bersambung..