SISTEM PATRIOT

SISTEM PATRIOT
Chapter 28 : Menyerang


__ADS_3

Di sisi Ghali saat ini dirinya tengah berada di suatu ruangan dalam markas MW S&G usai mengatur rencana mereka saat ini.


"Baiklah saatnya kita mengambil peralatan" ujar Fylan kemudian mereka pergi menuju ruang senjata, sesampainya di sana Clay dan teman-temannya dibuat kagum, dengan koleksi senjata yang dimiliki, semuanya lengkap tersusun rapi dari mulai pistol hingga berbagai jenis laras panjang dan sniper.


"Tigh ambil ini" ujar Fylan sembari melempar senjata mesin ringan MP-5 Hybrid, "Kalian pilihlah senjata yang kalian suka dan bawa amunisi yang cukup untuk membunuh 100 orang, karena menurut perkiraan ku jumlah musuh yang kita hadapi kurang lebih sebanyak itu" ujar Fylan kemudian diangguki mereka semua.


Tak lupa mereka memakai rompi beserta peralatan lainnya, Ghali pun kini tengah memasang rompi anti peluru beserta alat komunikasi yang ia sematkan di telinganya.


"Dik kenapa kamu tidak mengambil senjata disini ?" tanya Fylan, "Aku sudah punya kak" ujar Ghali mengeluarkan senjatanya dibalik koper tenteng yang selalu Ia bawa.


"Baiklah jangan lupa pakai ini" ujar Fylan sembari memberi peredam suara untuk pistol, Ghali lebih senang mdnggunakan 2 pistol sekaligus ketimbang senjata-senjata lain meskipun dia juga bisa menggunakannya.


Setelah beberapa saat, nampak semuanya sudah bersiap, kemudian Fylan berdiri didepan mereka, tampak mereka semua pun menggunakan penutup wajah agar tidak dikenali musuh, "Rencana kita kali ini akan dibagi menjadi 2 Regu dan 1 Observer dimana Regu A terdiri dari : Ghali, Tigh, Gendhis dan Saya sendiri, kemudian Regu B akan dipimpin oleh Clay, Norm, dan Ordo sedangkan Filia sebagai Observer, Regu B akan menjadi regu pertama yang akan menyerang dari arah timur laut, sedangkan regu A akan menyerang dari pintu utama dibantu oleh Observer, dan juga Aku sudah menyiapkan tim cadangan jika keadaan diluar prediksi kita" ujar Fylan kemudian mereka berangkat menuju lokasi yang sebelumnya sudah mereka ketahui.


Sesampainya di sekitar lokasi mereka memarkirkan kendaraannya agak jauh dari target "Baiklah saatnya bergerak" ujar Fylan kemudian diangguki oleh mereka.


Saat ini mereka sudah memasuki kawasan hutan, sebab memang lokasi target saat ini berada di daerah sekitaran lereng pegunungan, Regu B yang berjalan didepan Ghali seketika menghentikan langkahnya sembari memberi sinyal berhenti, mereka pun menunduk.


Clay memberikan instruksi kepada Ordo untuk membereskan musuh dihadapan mereka dengan senyap, Ordo pun melangkah dengan pelan dan sangat hati-hati agar tidak ketahuan musuh yang kini berada didepannya, setelah sudah sampai jarak serang dengan gerak cepat Ordo mengeluarkan pisaunya dan berlari kearah musuh.


Bugh... Bugh... Slash.


Satu musuh tumbang dengan urat leher terputus.


Bugh... slerb...slerb...slerb...slerb...slerb...Slash...


Musuh terakhir tumbang dengan beberapa luka tusukan dibagian perut dan urat leher yang terputus, kemampuan Ordo pun mendapat pujian dari dalam hati Fylan, sebab hanya dalam waktu beberapa detik saja Dia bisa melumpuhkan dua musuh tanpa perlawanan.


Mereka kemudian melanjutkan perjalanannya mendekati lokasi setelah beberapa menit lokasi target sudah terlihat, Clay dan Fylan memantau tempat tersebut menghunakan teropong, terlihat disana orang-orang berlalu lalang memindahkan barang dari dalam truk kontainer, terlihat juga disana semua orang memang dipersenjatai.


'Ini diluar perkiraan ku SIAL!!!' gumam Fylan, Tigh pun ikut melihat kesana setelah Dirinya mengedarkan pandangannya selama beberapa saat, tiba-tiba dia dikagetkan dengan salah seorang yang sempat Ia temukan dulu, dia adalah Andreas, salah satu orang kepercayaan paman Dom untuk mengatur distribusi barang haram tersebut.


Tigh kemudian memberi tahukan hal tersebut pada Ghali "Baiklah urusan Andreas, biar serahkan saja kepadaku" ujar Ghali kepada mereka semua.


"Filia, segera cari visual" perintah Clay kemudian diangguki oleh Filia, selama beberapa saat sejak kepergian Filia mereka kemudian mendengar suara Filia lewat sambungan komunikasi zzzrrrtt "Letnan, aku sudah mendapat visual" ujar Filia dari seberang sana.


Setelah mereka mendapat konfirmasi dari Filia, dengan segera mereka bergerak dengan formasi yang telah ditentukan.


Regu A masuk dari sisi pintu utama, satu persatu penjaga disana mereka lumpuhkan


Tesh...tesh...tesh


Bunyi tembakan dari senjata yang memakai peredam, penjaga yang diatas menara pun belum sempat bereaksi keburu dilumpuhkan Filia dari jarak jauh.


Kini mereka sudah berada didepan pintu masuk tengah bersiaga kemudian Fylan memberikan Instruksi kepada tim cadangan yang terdiri dari Herden, Loys, Emir, Victor, Saleh, Badri, Zulu, Ten untuk masuk.


Tidak lama kemudian sebuah truck lapis baja memasuki markas tersebut, seketika membuat kaget orang-orang yang ada disana.


KITA DISERANG !!!


Dor dor dor dor dor dor dor dor

__ADS_1


Bunyi tembak menembak yang saling bersautan antara orang-orang Ghali dengan para penjahat.


Dor dor dor dordor dor dor dordor dor dor dordor dor dor dor


Bunyi tembakan kian memanas, hingga satu persatu penjahat disana bertumbangan, kini hampir separuh jumlah penjahat tewas seketika dalam waktu cepat.


*


Disisi para penjahat Andreas kini terlihat menghujat para penyerangnya " SIAL!!!, siapa sebenarnya mereka" pekik nya sembari menembak-nembakan senjatanya.


Dor dor dor dor dor dor dor


"Bos kita kehilangan banyak orang bagaimana ini bos, alangkah baiknya kita kabur sekarang" ujar salah satu anak buahnya, merasa kesal dengan anak buahnya.


Dor


Seketika kepala anak buahnya tersebut berlubang "Dasar anak buah tidak becus!" umpat Andreas, "SEMUANYA BUNUH MEREKA JANGAN MUNDUR, YANG MUNDUR AKAN AKU BUNUH !!!!" Teriak Andreas kepada seluruh anak buahnya disana, setelah itu dirinya yang bersembunyi dibalik tembok pun ikut dihujani tembakan dari para penyerang.


*


Kembali ke sisi Ghali mendengar teriakan dari arah depan. Dirinya mengetahui bahwa itu pasti Andreas "BUNUH PARA PENJAHAT JANGAN BIARKAN SATU ORANG PUN HIDUP!!!" pekik Ghali yang tidak kalah kencang.


Dor dor dor dor dor dor dor dor dor dor dor dor dor dor


Seketika suasana semakin memanas, Ghali yang melihat para penjahat terdesak kemudian menerjang maju.


Tesh...tesh...tesh


Tesh...tesh...tesh


Ghali berlari sembari menembak-nembakkan senjatanya mengenai target tanpa meleset, Fylan yang melihat hal tersebutpun terpukau dengan Adik sepupunya itu 'Holy ****.... aku tidak menyangka ada orang yang bisa menembak dengan sangat akurat sambil berlari seperti itu' gumam Fylan.


Bugh


Bogem mentah mendarat telak di wajah Andreas, yang dilayangkan dari Clay, bahkan senjata yang dipegang Andreas pun ikut terpental entah kemana.


Awwwwwww


Sialan!!!


Umpat Andreas sembari memegang kepalanya, Ghali yang baru datang bernapas lega melihatnya "Bawa Dia Clay ke ruangan itu" ujar Ghali sembari menunjuk salah satu ruangan yang ada di sana.


Clear...Clear...Clear


Ujar para pengawal Ghali yang terdengar dari balik HT, "Kak, Tigh kemarilah" ujar Ghali memanggil mereka lewat HT.


Kini diruangan tersebut nampak berdiri Ghali, Tigh, Clay, Norm dan Ordo. Mereka semua menatap Andreas yang tengah terduduk dengan posisi tangan terikat ke belakang.


"Haha... mau apa kalian kemari Hah!..... Hahaha jangan harap aku akan memberi Informasi, kepada kalian" ujar Andreas meremehkan, mendengar hal tersebut pun Ghali berseringai dibalik penutup wajahnya kini jarak wajahnya dengan wajah Andreas hanya berjarak satu jari saja.


"Siapa bilang aku ingin informasi darimu, Aku hanya...... Emmmmm, mungkin Aku ingin bermain-main denganmu sebentar saja" ujar Galih dengan nada datar, Andreas yang mendengarnya pun sontak dibuat bergidik ngeri seketika keringat dingin mengucur, badannya terasa gemetar sembari menatap Ghali 'Sial.... Dia lebih dari sekedar pisikopat' umpat Andreas dari dalam hati.

__ADS_1


Hahahahahahaha


"Tigh siapkan mainan kita" ujar Ghali kemudian Tigh pergi mengambil koper dan meletakkannya di atas meja yang ada disana, satu persatu, alat-alat seperti Tang, pencapit kuku, pisau, gunting, besi tapal, dan yang terakhir cambuk.


Andreas melihat hal tersebut pun, seketika matanya melotot kearah Ghali, "Brengsek!!!, apa yang kau lakukan, lepaskan aku".


"Tenang saja aku akan melepaskan ini ke neraka, jadi bersabarlah" ujar Ghali, kemudian Dirinya mengambil pilihan pertama yaitu cambuk, sembari mengibasnya ke lantai.


cpes...cpes


Bunyi yang sangat nyaring dari cambuk tersebut, Andreas pun tertegun melihat Ghali, kini dirinya semakin takut dengan Ghali, "Baiklah, jika kau bisa menjawab pertanyaan ku dengan baik dan benar maka kamu akan lolos dari satu hukuman, bagaimana apakah Kamu siap untuk bermain brother" ujar Ghali.


Cuih..


JANGAN HARAP!


"Baiklah kau yang memintanya, Kita lihat sejauh mana Dirimu bertahan" ujar Ghali kemudian mencambuk keras Andreas.


CPESH


CPESH


AWWW


CPESH


AWWW... A...AMPUN, AMPUN YA.... AKU SALAH AKU AKAN IKUT PERMAINAN MU


"huffffhhhh..... Padahal aku belum puas, baiklah pertanyaan pertama" ujar Ghali sembari mengganti cambuk dengan tang, "Ada berapa banyak para pemuda yang kau rusak masa depannya akibat bisnis barang harammu itu ?, jawablah dengan baik dan benar" ujar Ghali sembari memainkan tang kearah Andreas.


Kini peluh semakin bercucuran di sekujur tubuh Andreas "Ma....maafkan aku tuan aku tidak mengetahuinya" jawab Andreas dengan lirih.


"Tigh pegang tangannya" ujar Ghali, Tigh pun melebarkan tangan Andreas, kemudian Ghali mencapit ujung kuku telunjuk Andreas.


TIDAK TIDAK, HENTIKAN


ARRRGGHHHHHH


Zlerb....


Seketika kuku telunjuk Andreas terlepas usai dicabut secara paksa, Dirinya pun menangis sebab tidak kuasa menahan siksaan yang diterimanya.


Di sisi Fylan, Clay, Ordo, Norm yang kini turut menyaksikan hal tersebut bergidik ngeri dibuatnya, bahkan melihat Tuannya yang seperti itu sekilas, mereka tidak mengenali sosok Ghali yang seperti biasanya dimana Ghali yang dikenal sebagai sosok yang sopan, periang, meskipun sedikit agak kaku. Kini ada dihadapan mereka itu, lebih tepatnya sesosok Iblis yang tanpa mengenal rasa iba.


'Aku tidak tau Dik, apa yang merubahmu hingga seperti ini, pengalaman apa yang Kau alami, sehingga Kau sebegitu kejamnya terhadap kejahatan tanpa pandang bulu, tanpa rasa iba, bahkan Kau rela mengorbankan dirimu sendiri untuk terlibat dalam masalah, yang seharusnya tidak perlu kau tangani' gumam Fylan sembari mentap lirih Ghali dari balik penutup wajahnya itu.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2