
[DING] 'Misi Harian terlaksana'
'Selamat Tuan Mendapatkan 500.000.000 Poin sistem. Poin tuan saat ini berjumlah 1.401.500.000.000 '
Pagi ini Ghali yang baru saja usai melaksanakan misi hariannya itu kemudian bergegas untuk membersihkan Dirinya.
Hingga 15 Menit berlalu...
Ghali yang baru saja selesai membersihkan Dirinya kemudian bergegas menuju kafetaria kantornya itu.
Sebab memang dari semalam Ia tidak pulang ke rumahnya. Kedatangan Ghali seperti biasanya selalu mendapat penghormatan yang menurut Dia itu sangat berlebihan, terkadang Dirinya pun agak risih diperlakukan seperti itu.
'Budaya yang seperti ini haruslah diubah, cukup dengan bersikap ramah kepada orang lain itu saja sudah cukup menurutku, tak perlu sampai seperti itu.... Budaya tentara memang terkadang aneh' gumam Ghali sembari menghela napasnya.
Dirinya yang saat ini tengah menikmati sarapannya kemudian disamperi oleh Tigh dan Rock yang baru saja bergabung disana.
Ghali pun menjawab hormat yang dilakukan Rock dengan anggukan "Cukup.... Duduklah Rock, kedepannya tak usah berlebihan seperti itu cukup hanya dengan sapa, salam itu sudah lebih dari cukup." ujar Ghali nampak setengah jengkel.
Rock pun tersenyum nampak dipaksakan, melihat atasannya itu, "Rock apakah kamu melihat Zaid ?" tanya Ghali sembari mengelap mulutnya dengan tisu.
"Belum Pimpinan, Aku belum melihatnya hari ini .... Nanti Aku cari Dia" saut Rock sembari mengunyah makanan yang nampak memenuhi mulutnya itu.
"Baiklah habis ini kumpulkan para petinggi di ruang misi. Ada misi yang harus kita kerjakan saat ini" ujar Ghali kemudian pergi menuju ruangannya kembali.
Tak lama bersalang Dirinya yang kini tengah berselancar di media sosial sembari menyapa para fansnya itu, tiba-tiba kehadiran seseorang memecah fokusnya.
Dan ternyata itu adalah Tigh yang memasuki ruangannya "Tuan, para petinggi telah berkumpul, kini mereka sedang menunggu Dirimu" ujar Tigh dengan nada datar kekhasannya.
"Alright Tigh, Kita kesana sekarang" ujar Ghali sembari mengantungkan kembali ponselnya.
Sesampai Dirinya disana "Tidak perlu bersikap berlebihan seperti itu" sanggah Ghali sembari mengangkat tangannya ketika Dirinya melihat orang-orang yang berada di ruangan tersebut, yang akan menyambut kedatangannya itu dengan hormat khas militer.
Seketika suasana pun menjadi kaku, nampak orang-orang disana tersenyum getir, Ghali yang menatap raut wajah tiap-tiap orang, seketika mengerenyitkan matanya.
"Bukan seperti itu.... Aku tidak marah kepada kalian, akan tetapi Aku risih ketika kalian memperlakukanku seperti itu" ujar Ghali.
Kemudian Dirinya membuka pertemuan tersebut dengan menampilkan sebuah peta negara yang terpampang pada layar besar dibelakangnya "Baiklah rekan-rekan Kita fokuskan dulu dengan misi Kita saat ini. Sudah sejak lama kejahatan pengedaran narkoba yang dilakukan oleh kartel narkoba El-Nino, dipimpin oleh Dominic Fernandez Salavenko."
"Kegiatan mereka yang sudah berlangsung sudah sangat lama bahkan hampir dua dekade ini, kini membuat mereka menjadi kartel narkoba terbesar se Asia Tenggara."
"Tindakan Kita yang terkesan abai selama ini, bahkan beberapa oknum birokrasi turut membantu kegiatan mereka sampai dengan saat ini" ujar Ghali sembari memberikan tiap-tiap orang salinan dokumen yang sebelumnya ia dapatkan dari Andreas.
"Kini tinggal sembilan orang antek Dominic yang belum terungkap aku minta kita berbagi tugas dalam hal ini."
"Kemudian menurut informasi yang telah Kita peroleh dari agen lapangan bahwa di beberapa provinsi telah ditemukan beberapa pabrik yang memang dipergunakan untuk memproduksi narkoba. Telah dikonfirmasi bahwa mereka berafiliasi dengan El-Nino."
"Untuk Itu bagilah tim untuk mengungkapkan pabrik-pabrik yang lainnya. Aku yakin masih banyak pabrik-pabrik mereka yang belum kita ketahui" ujar Ghali.
Semua orang disana membahas masalah ini sampai pada akhirnya setiap orang telah mendapatkan tugasnya masing-masing bahkan beberapa tim kini sudah terjun kelapangan terutama tim-tim intelijen yang dibawah perintah Zaid.
Gubrak !!
Bunyi pintu ruangan tersebut yang dibuka oleh Tigh dengan paksa, terlihat Tigh yang tergopoh-gopoh menyamperi Ghali kemudian dirinya berbisik kepada Ghali, "Tuan barusan Andreas mengirim informasi bahwa ada narkoba jenis baru New Psychoactive Substances (NPS) yang berasal dari Macau, kemungkinan akan tiba malam ini di Indonesia, tepatnya di pelabuhan utara."
Ghali pun seketika membulatkan matanya kaget dengan informasi yang dipaparkan Tigh barusan, "Baiklah Tigh, Aku paham dan bersiaplah segera panggil Rock untuk memobilisasi anak buahnya" ujar Ghali pelan.
Usai Tigh pergi meninggalkan ruangan, Ghali kemudian menatap Zaid, "Ada apa pimpinan ?" tanya Zahid.
"Suruh anggota yang lain untuk mengawasi pelabuhan utara, awasi diam-diam jangan mengundang kecurigaan pihak lain sebab Aku takut informasi ini bocor kepihak musuh" ujar Ghali.
Siap Laksanakan !
Kemudian Zahid terlihat pergi meninggalkan ruangan misi.
Tanpa seseorangpun yang menyadari Ghali kini diam-diam menghubungi Clay dan teman-temannya untuk ikut bersiap memback-up tim taktis Biro Keamanan Dalam Negeri.
*
Di tempat lain Clay terperanjat dari duduk santainya usai menerima pesan dari Tuannya itu, kemudian Dirinya pun bergegas memanggil teman-temannya yang lain untuk bersiap-siap.
"Gais..... Kemarilah Kita punya misi rahasia dari Tuan malam ini. Kita diberi tugas untuk mengamankan parimeter dan dukungan serang untuk operasi yang akan dilakukan oleh Biro Keamanan Dalam Negeri di pelabuhan utara malam ini.... Bersiaplah" ujar Clay kemudian membubarkan dirinya untuk bersiap-siap.
*
Kembali ke sisi Ghali yang kini masih tampak duduk dengan tenang sembari menatap layar besar dihadapannya itu yang menampilkan data-data informasi dan komunikasi video beberapa tim lapangan kepada pusat komando.
'Malam ini terimalah akibatmu Dom !!' gumam Ghali sembari tersenyum simetris, laporan terus bermasukan kepada Ghali dari tim lapangan dari berbagai daerah.
"Lakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan militer untuk menertibkan pabrik-pabrik tersebut" ujar Ghali kepada pusat kontrol.
Mereka yang ada disana pun meneruskan kembali perintah dari Ghali kepada tim lapangan.
4 Jam setelahnya....
*
__ADS_1
Terlihat disuatu tempat seseorang pria berbadan gempal tengah memaki-maki anak buahnya, "Kurang ajar bagaimana bisa seluruh pabrik kita diketahui oleh para polisi." pekik Dom
"Tuan kali ini bukan hanya polisi saja akan tetapi melibatkan juga pihak militer, bahkan operasi ini dibawah perintah langsung dari Biro Keamanan Dalam Negeri" ujar salah satu anak buah Dom.
Dor......
Letusan senjata api dari tangan Dom membuat salah satu anak buahnya tewas ditempat dengan kondisi kepala berlubang.
"Dengar kalian semua !!!, Aku membenci anak buah yang bodoh, kali ini Aku minta kalian cukup selesaikan masalah ini dan tak perlu melapor segalanya kepadaku, Aku tidak akan mentoleransi kegagalan sekecil apapun" pekik Dom.
Seketika wajah anak buahnya itu menjadi pias, mengingat kini nyawa mereka sudah berada di tenggorokan. Sebab mereka salah sedikit saja, maka nyawa mereka yang menjadi bayarannya.
Dibalik sikap Dominic yang kejam, akan tetapi hal tersebutlah yang bisa mempertahankan bisnis yang dilakukannya bisa bertahan sampai dengan saat ini.
*
Kembali kesisi Ghali saat ini, Dirinya semakin bangga atas kinerja yang dilakukan anggotanya itu.
"Baiklah rekan-rekan atas keberhasilan kita ini, Aku ingin memberikan insentif dari uang pribadiku kepada kalian semua. Yang masing-masing orang akan mendapatkan 10 Juta Rupiah, silahkan ambil uangnya usai operasi kita pada hari ini pada bagian keuangan. Kita juga akan lembur sampai malam" ujar Ghali.
Seketika suara riuh tepuk tangan menggema ruangan itu.
Terima kasin Pimpinan
Ujar anggotanya satu persatu. 'Patriot konversikan 500.000 Poin kedalam bentuk uang dan segera kirim ke rekening Biro Keamanan Dalam Negeri' gumam Ghali.
[DING] 'Mengkonversi 500.000 Poin, Jumlah poin tuan saat ini 1.401.499.500.000 '
[DING] 'Selesai uang sebesar Rp. 50.000.000.000 Berhasil terkirim '
Uang tersebut akan dibagikan secara merata untuk seluruh anggota Biro Keamanan Dalam Negeri yang berjumlah 5.000 Orang itu.
Tidak terasa kegiatan mereka saat ini akan berlangsung seharian penuh, namun nampak dari wajah tiap-tiap orang tidak ada menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
'Memang benar kata pepatah uang adalah segalanya' gumam Ghali sembari tersenyum menatap para anggotanya yang tengah fokus pada layar komputernya masing-masing.
Kini waktu telah menunjukkan pukul 9 Malam, sebagaimana waktu perkiraan barang tersebut tiba di pelabuhan utara sebentar lagi.
"Segera fokuskan pantauan Kita kepada tim yang berada di pelabuhan utara.... Kali ini Aku akan terjun kelapangan langsung bersama dengan tim taktis" ujar Ghali kemudian dijawab anggukan oleh mereka, kini pusat misi dialihkan kepada Kolonel Yofie kepala divisi pengawas intenal yang baru.
Ghali bersama tim taktis saat ini tengah bersiap memakai perlengkapan tak butuh waktu lama bagi mereka, melihat semuanya sudah siap Ghali bersama tim taktis yang dipimpin oleh Rock pergi menuju pelabuhan utara.
Kini mereka yang baru saja sampai di area sekitar pelabuhan didatangi salah seorang dari tim intelijen yang diterjukan sebelumnya, orang tersebut melaporkan situasi lapangan terkini kepada Ghali.
Mendengar penjelasan orang tersebut Ghali mengangguk paham dan kemudian bergerak menuju lokasi.
"Elang Masuk" saut Clay dari seberang sana.
"Dolphin bersama Banteng akan segera masuk status parameter" ujar Ghali.
"Parameter aman, Visual aman, Elang siap" ujar Clay.
Kemudian Ghali semakin masuk kedalam lokasi tersebut dengan 10 Orang bersenjatakan lengkap.
"Lakukan dalam sunyi, jangan biarkan mentari terbit" perintah Ghali kepada anggotanya tersebut yang memiliki arti bahwa mereka harus membunuh para penjahat diam-diam tanpa mengundang kegaduhan, sebab perbandingan antara jumlah mereka dengan para penjahat tentunya jauh berbeda.
Tim menyebar mengepung kerumunan penjahat itu. Tak lama bersalang sebuah kapal barang mendarat didekat mereka.
Ghali mencurigai kapal itulah yang membawa narkoba.
"Tim ledakkan" ujar Ghali.
Mereka pun membunuh para penjahat dan menembaknya satu persatu.
Piw...piw...piw...piw...piw
Bunyi tembakan yang teredam dari masing-masing mereka, satu persatu musuh pun tewas tanpa diketahui dari kawanan yang lainnya.
Namun hal tak terduga terjadi disisi Rock. Yang kini Dirinya tengah disambangi dari salah seorang yang sedang berpatroli dari kelompok penjahat tersebut.
Orang tersebut pun berjalan menuju kearah Rock.
**** !!
Umpat Rock dengan suara pelan, Dirinya kemudian mengeluarkan pisau nya tengah bersiap di balik kontainer.
Langkah demi langkah orang tersebut pun semakin mendekatinya, tak lama kemudian ketika orang tersebut sudah sangat dekat dengan dirinya.
Dengan gerak cepat Ia mendekap mulut orang tersebut dan menariknya kebalik kontainer.
Slerb...
Dalam waktu singkat penjahat tersebut tewas dengan leher tersayat.
"Banteng siap untuk melancarkan kejutan" ujar Rock lewat HT nya.
__ADS_1
Diterima !
Sahut seluruh orang.
"Filia lumpuhkan penjaga yang berada diatas gudang itu" ujar Ghali.
Piw...
Seketika penjaga diatas gudang berhasil dibunuh.
Kita Diserang, Kita Diserang !!!
Teriak salah satu penjahat seketika Ghali beserta timnya diberondong tembakan.
dor dor dor dor
dredetdetdetdetdet....
Suara tembakan dari pistol dan dari senapan serbu otomatis memberondong Ghali dan para anggotanya.
Piw...piw...piw...piw...piw...piw
Tembakan balasan dari anggota Ghali kembali berhasil melumpuhkan beberapa orang disana. Dirinya yang melihat kesempatan tersebut tidak menyia-nyiakannya, dengan cepat Dia mengeluarkan granat taktis yang memberikan efek kebutaan sementara.
Pring... (Bunyi pin granat yang terlepas)
Kemudian Ghali lemparkan kearah para penjahat.
Bang...bang...bang (Suara ledakan granat)
Arghhhhhhhh !!! Mataku.... Aku tidak bisa melihat apa-apa !!!
Teriak para penjahat sembari menangkup kedua matanya itu. Dengan cepat para anggota tim taktis Biro Keamanan Dalam Negeri mengamankan para penjahat, satu persatu senjata mereka dilucuti.
MENYERAHLAH KALIAN SUDAH TERKEPUNG, DAN ANGKAT TANGAN KALIAN !!!
Teriak Rock. Para penjahat pun berhasil dikalahkan seluruhnya, satu persatu dari mereka sudah diikat dengan borgol.
Clay dan ketiga rekannya itu keluar dari tempat persembunyiannya dan mendekat kearah Ghali.
"Good Job, Clay" ujar Ghali sembari mengacungkan jempolnya, kemudian Ghali memerintahkan Rock untuk menghubungi polisi, selang sepuluh menit bunyi sirine semakin mendekat, polisi pun tiba dilokasi.
"Selamat malam pimpinan, maafkan Saya yang telat mengetahui kejadian ini" ujar inspektur Furuyama blasteran jepang itu.
"Tidak apa-apa Inspektur, Aku memang sangaja baru menghubungi kalian, untuk mencegah informasi ini bocor." ujar Ghali sembari tersenyum.
Ada rasa kecewa dalam hati inspektur Furuyama mendengar perkataan Ghali, bahwa memang kini sangat sulit untuk mempercayai polisi apalagi menyangkut pembasmian para mafia besar seperti sekarang.
*
Disisi Dominic, Dia semakin frustasi terhadap masalah yang kini menimpanya bertubi-tubi, "Apa bagaimana bisa Long ?" ujar Dominic sembari memijat pelipisnya.
"Aku curiga ada mata-mata diantara Kita Tuan !" ujar Long. Dom pun tersadar dengan sesuatu 'Ya itu betul sekali pantas saja segala kedok operasi yang Aku buat, bisa tercium dari pihak Biro Keamanan Dalam Negeri' gumam Dominic sembari menggenggam tangannya.
Brack !!
Dominic menggebrak meja "Itu benar Long sebab yang mengetahui operasi penyeludupan ini hanya Kita bertiga Kamu, Aku dan..... Oh tidak mungkin.... Teganya Dia berkhianat kepadaku" ujar Dominic nampak teringat sesuatu.
"Panggil Andreas sekarang juga !!" pekik Dominic, Long pun dengan cepat pergi mencari Andreas.
Disisi Andreas yang saat ini tengah berada dikamarnya "Shittttt, Aku harus cepat-cepat lari dari sini" ujar Andreas sembari memasukan barang-barangnya ke kopernya.
Cetek...!
Bunyi pistol yang telah terkokang kini mengarah kepada Andreas "Sebaiknya Kau ikut sekarang pengkhianat !!!" ujar Long sembari menodongkan pistolnya ke kepala Andreas.
Andreas pun pasrah kini Dirinya sudah tidak bisa lari lagi, Dirinya dibawa oleh Long menuju ruangan Dominic.
Bugh...
Bogem mentah yang dilayangkan oleh Long, mendarat keras di pipi Andreas, Dirinya pun terhuyung beberapa langkah kebelakang.
Cuih....
Andreas meludah, terlihat disana air liur yang telah bercampur dengan darahnya itu.
"Sekarang terimalah akibatnya dasar pengkhianat" ujar Dominic dengan penuh emosi.
*
Kembali kesisi Ghali yang saat ini Dirinya yang baru saja sampai di markasnya, "Baiklah rekan-rekan operasi Kita hari ini cukup sampai disini saja dulu, Kita lanjutkan esok hari" ujar Ghali kepada para anggotanya itu.
.
.
__ADS_1
Bersambung..