SISTEM PATRIOT

SISTEM PATRIOT
Chapter 12 : Keluarga Martin dan Deklarasi MW Group


__ADS_3

Kini nampak Ghali yang tengah terlelap kemudian dihampiri Isel dan Anisa masuk kekamarnya sembari memperlihatkan cincin yang mereka pakai. "sayang dari mana kau mendapatkan benda se indah ini" Ujar Isel. "ah itu aku memesannya dari salah satu kenalanku" Jawab Ghali singkat.


Lagi-lagi dia harus berbohong karena benda tersebut didapatkannya dari shop sistem, agar tidak membuat mereka curiga terhadapnya. Tanpa permisi Isel dan Anisa pun ikut berbaring disisi kanan dan kiri Ghali.


"ehhhhhh kalian, apa yang kalian lakukan" Ujar Ghali sembari bangkit dari rebahannya. heummmph mereka kompak menggembungkan pipinya "sayang tentunya kami ingin tidur bersamamu malam ini" ujar Isel dengan nada menggoda. 'aduh.... nasib-nasib bagaimana ini' gumam Ghali.


huffffth Ghali yang menghembuskan nafas dengan kasar "baiklah kalau seperti itu terserah kalian saja. hanya tidur tidak ada aktifitas lain yah..." ujar Ghali sambil mengangkat jari telunjuknya. kemudian hanya dijawab mereka dengan anggukan dari keduanya, mereka bertiga pun tidur tanpa melakukan aktifitas yang lainnya.


Ghali seketika terbangun nampak dari dalam kamar mandinya terdengar suara orang yang tengah mandi kemudian dia mengetuk pintu kamar mandi "Sel ngapaiin" Panggil Ghali nampak tidak ada jawaban dari dalam kemudian tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka menampilkan sosok Isel yang tanpa mengenakan pakaian sehelai pun


Ghali pun ditarik Isel kedalam kamar mandi tanpa menunggu Ghali berbicara dirinya pun langsung melayangkan ciuman panasnya kepada ghali heummpphh dan terjadilah adegan bercocok tanaman yang dilakukan mereka berdua.


Mereka melakukan hal tersebut cukup lama, bahkan mereka pun saling bertukar lenguhan yang keluar dari mulut mereka masing-masing, yang menandakan kenikmatan duniawi yang kini tengah dirasakan mereka berdua, kini pertarungan tersebut berjalan hampir 2 jam berlangsung nampak Isel yang mulai merasa tidak kuat lagi kemudian Ghali yang telah mencapai puncaknya barusan mengakhiri permainan mereka saat ini.


merekapun kemudian bersama-sama membersihkan diri dan kembali tidur bersama. terlihat rona bahagia Isel yang tidur sembari memeluk kekasihnya itu.


*


*


Malam itu terlihat di suatu tempat lain orang-orang tengah berkumpul disebuah ruangan yang kalau dilihat mereka sedang mendiskusikan sesuatu "nampaknya anak itu sudah mulai bergerak sudah saatnya kita bergerak juga" ujar seorang pria paruh baya yang ada diantara kumpulan orang-orang tersebut.


*


*


Kini kembali ke sisi Ghali hari ini menunjukan pukul 6 pagi seperti biasa dirinya melaksanakan misi hariannya dihalaman mansionnya.


[DING] 'misi harian berhasil dilaksanakan '


'selamat tuan mendapatkan 1.000.000 Poin, Total Poin sistem saat ini 1.016.071.000 '


'selamat tuan mendapatkan Rp 1.000.000.000 Uang, Total Uang saat ini 6.937.909.000.000 '


Ghali yang saat ini tengah menikmati sarapan ditemani oleh dua orang wanitanya "habis ini kamu mau kemana nis ?" tanya Ghali kepada Anisa. hemmn nampak anisa yang tengah berpikir "pulang mungkin, habis mau kemana lagi" jawab Anisa. "oke... nanti aku antar ya" jawab Ghali, disela-sela mereka makan Isel yang telah selesai duluan kemudian pamit kepada Ghali sambil cipika-cipiki, Anisa yang melihat kejadian tersebut memberikan komentarnya "Hummmph.... kalian seperti ini kayak orang yang sudah bersuami istri saja" ujar anisa sambil mengembungkan pipinya, perkataan Anisa mengundang gelak tawa mereka.


hahahahaha


"yasudah aku berangkat dulu ya... dah sayang dah adek" pamit Isel kepada keduanya. Kini diruangan tersebut menyisakan Ghali dan Anisa.


cup


Kecupan Ghali mendarat dikening Anisa, hal tersebut membuat Anisa tersenyum. "yaudah ayo, anterin aku pulang" ujar Anisa, kemudian dijawab Ghali dengan anggukan.


Kini mereka telah sampai di kediaman keluarga Wiharja mereka berdua pun masuk kedalam rumah, Anisa pun berseru "mama... papa... Kemana mereka". kemudian lewat didepan mereka salah satu ART "maaf non tuan sudah berangkat kerja, sedangkan nyonya pergi jalan-jalan keluar, katanya kumpul arisan dirumah temannya non" ujar sang ART tersebut.


"baiklah bi terima kasih" jawab Anisa, kemudian ART tersebut berlalu meninggalkan mereka, "emmmmm.... sayang hari ini kamu ada acara ?" ujar Anisa sembari mengulum bibirnya. "sejauh ini sih tidak ada" jawab Ghali singkat. "baiklah kalau begitu temani aku disini ya sampai papa mama ku pulang" pinta Anisa, Ghali pun menjawabnya dengan anggukan.


kemudian Anisa menarik tangan Ghali dan membawanya kekamarnya di lantai atas. Sesampainya disana Anisa pun langsung mendorong Ghali keatas ranjangnya, kemudian dirinya duduk diatas perut Ghali. "sayang aku mau ***-*** sama kamu sekarang" ujar Anisa berbisik ditelinga Ghali seketika desiran darah panas membara di tubuh keduanya tanpa bisa tertahan lagi.


heummmpphhh


Terlihat dua Insan yang saling bertukar saliva dengan panas tanpa Anisa sadari yang kini dirinya sudah berada dibawah kungkungan Ghali tinggal menyisakan pakaian dalam yang melekat ditubuhnya tersebut, Ghalipun kini mengecup kedua gunung kembar milik Anisa, seketika lenguhan kenikamatan lolos saja tanpa permisi dari bibir Anisa ahhhh.... sa...sayang geli.


Namun pada saat mereka akan memasuki babak inti tiba-tiba ponsel Ghali berdering yang seketika membuat mereka menghentikan permainannya. Ghalipun kemudian mengangkat teleponnya menjauhi Anisa terdengar percakapan Ghali dan orang diseberang telepon samar-samar.


Kini Ghali yang nampak sudah menutup teleponnya kemudian menatap lirih Anisa "sayang aku minta maaf atas hal ini, aku ada urusan mendadak yang tidak bisa aku tinggalkan tadi paman ku, menelpon ku dan mengajak ingin bertemu denganku untuk membahas hal penting" ujar Ghali kepada Anisa sembari mengusap pucuk kepala Anisa.


"Hemmmm... Aku tidak apa-apa kok meskipun rasanya ngenggantung banget gitu" jawab Anisa nampak sedikit kecewa, Ghali pun mengecup singkat bibir manis Anisa "kayaknya memang aku harus menyentuhmu setelah menikah sayang... yaudah yah aku pergi dulu sampai jumpa lagi" Ujar Ghali sembari merangkul pinggang Anisa, Anisa pun hanya bisa pasrah merelakan Ghali yang tengah beranjak pergi.


Kini disisi Ghali telah sampai di Nocturnal Bar and Lounge milik keluarga Martin, tempat yang mereka janjikan bertemu sebelumnya, Ghali pun diantar salah satu pelayan setelah sampai disana menuju salah satu ruangan VIP.


Nampak telah menunggu disana Adik dari almarhum ayahnya Jesper Richard Martin biasa dipanggil paman Richard kemudian disampingnya salah satu manusia yang enggan Ghali temui karena sosok pria tersebut sejak dahulu sering menjahili Ghali.


"hey.... cute boy , lama tidak berjumpa" ujar Pria yang nampak hanya terpaut beberapa tahun lebih tua dari Ghali. "Hai... kak Fylan, kumohon berhentilah memanggil ku seperti itu" jawab Ghali dengan nada jengkel. "heyyy... come on, bersikaplah lebih santai cute boy" goda Fylan kepada Ghali. "cihhhhh, aku lebih senang ketika kau sedang pergi menjalankan tugas di medan perang, ketimbang kau hadir dihadapanku dan kemudian memanggilku seperti itu" jawab Ghali sembari memberikan tatapan membunuhnya kepada Fylan.


Ya dia adalah Fylan Martin anak sulung dari Paman Richard memiliki 2 adik perempuan bernama susan dan joli jarak mereka sangat berdekatan. Saat ini Fylan aktif sebagai Kapten salah satu unit pasukan khusus negara, mempunyai badan yang besar dan terkenal baik dan kuat dikalangan rekan-rekan nya, Fylan sejak dari awal berkarir di militer sudah menorehkan berbagai prestasi serta banyak menyelesaikan misi-misi sulit yang ditugaskan kepadanya, kemampuan tempurnya tidak bisa dianggap remeh dengan sebelah mata.


"ehemmm" paman Richard berdehem seketika mereka menghentikan cekcok mulutnya. "bisakah kalian tenang sedikit.... kalian kalau ketemu selalu saja seperti Tom and Jerry, gak pernah akur" Ujar Richard. "aku hanya menyapanya ayah" Ujar Richard membela diri. "cukupppp" pekik Richard, seketika suasana hening, kemudian richard menghembuskan nafasnya perlahan "bagaimana Ghali keadaanmu sekarang" Ujar Richard.


"sekarang kondisiku lebih baik paman, saat ini aku tengah fokus berbisnis, maaf aku telat berkunjung" jawab Ghali. "hufff... baiklah, karena alasan itulah aku meminta bertemu denganmu" ujar Richard. "maaf...paman apa maksudnya ?" ujar Ghali. "aku tidak ingin saja kejadian 17 Tahun silam terjadi kepadamu" Ujar Richard.


Ghali yang mendengar hal tersebut pun semakin bingung dibuatnya "apa.... paman aku tidak mengerti apa maksudnya ?" cecar Ghali dengan nada gusar.


"kumohon tenang dulu Ghali... saat itu aku telah gagal melindungi kakakku, karena kesibukanku di militer dulu hingga kejadian tersebut terjadi, ketahuilah Ghali dunia bisnis tidak sebersih yang kau ketahui saat ini, kedepannya akan selalu ada saingan-saingan bisnis yang tidak suka dengan tindakan yang akan kau lakukan, hal itu terlebih dahulu dialami ayahmu" seketika Richard terdiam sesaat kemudian melanjutkan perkataannya

__ADS_1


"Meskipun kejadian yang menimpa ayahmu dan ibumu itu sudah selesai, dan pelakunya pun kini mendekam di penjara seumur hidup, namun kedepannya bukan tidak mungkin hal tersebut bakalan terjadi kepadamu... tujuanku, juga mengajak Fylan kemari adalah untuk menjagamu kedepannya, yang memang sejak dari awal sudah aku persiapan. hanya saja ini sedikit lebih cepat dari perkiraanku, sebab kamu sudah melakukan langkah terlebih dahulu".


"apa selama ini paman mengawasiku ?" tanya Ghali. "itu betul nak selama ini aku mengawasimu dengan orang-orangku apa yang kau lakukan selama ini aku mengetahuinya" ujar Richard. 'apakah paman tau tentang sistem ya?' gumam Ghali.


[DING] 'Paman mu tidak mengetahuinya tuan kamu jangan khawatir '


'baiklah'


"lalu berarti kak Fylan...." ujar Ghali sembari menunjuk Fylan. "itu betul nak Paman selama ini mengamanatkan Fylan untuk menjagamu suatu saat nanti, dan pada hari ini Fylan bukan lagi sebagai Anggota Militer lagi dan dia juga sekarang tengah mengelolah Martin Security Guards yang selanjutnya akan aku serahkan padamu" Ujar Richard. "hufffth... awalnya aku akan mendaftarkan diri kedalam militer juga demi bersaing dengan kak Fylan tapi.... kini sainganku sudah tidak ada lagi, sebaiknya ku urungkan saja niatku ini" ujar Ghali nampak dengan raut mengejek Fylan.


"Maksudmu apa !!!" Ujar Fylan, namun Ghali hanya menjawab dengan mengedikkan bahunya. "kemudian Ghali, paman rasa kamu sudah sangat siap untuk mengurus perusahaan keluarga Martin ada banyak usaha yang kini dijalankan oleh keluarga kita yang meliputi sektor Pariwisata, Perhotelan, F&B, Keamanan dan Teknologi, Total seluruhnya 11 Perusahaan yang berada dalam naungan Martin Group".


"Baiklah paman aku akan menjalankan amanat mu dan kini aku akan menjaga nama baik keluarga kita dan membawa keluarga kita menuju puncak kejayaan nya" ujar Ghali dengan penuh keyakinan. "baiklah, nak aku percaya kepadamu karena kau memiliki potensi yang sama dengan kakakku dulu" ujar Richard.


"kemungkinan setelah ini aku akan membentuk group usaha baru paman... sebab ada Wiharja Group juga nantinya ikut bergabung ditambah perusahaan yang kini ku miliki" Ujar Ghali. "apapun itu nak... aku percaya kepadamu, kalau boleh tau apa nama group perusahaan nantinya" ujar Richard sembari menepuk Pundak Ghali. "namanya nanti MW Group apakah paman keberatan ?" ujar Ghali. "tidak sama sekali" jawab Richard singkat.


Mereka pun saat ini telah selesai berbincang-bincang sembari menikmati makanannya, kemudian paman Richard pergi keluar terlebih dahulu karena mendapat telepon penting, maklum saja saat ini paman Richard masih aktif sebagai petinggi militer negara.


Kini diruangan tersebut menyisahkan Ghali dan Fylan. "kak jadi sekarang apa tugasmu ?" tanya Ghali. "tentunya mulai saat ini aku bertugas mengawalmu dan para wanitamu" saut Fylan tanpa bersalah Ghali yang mendengarnya pun tersedak.


uhukkk...uhukkk


"ternyata pengamatan kalian cukup detail" ujar ghali kemudian meneguk air putih yang ada didepannya. "baiklah kak ku percayakan semua itu kepadamu nanti kamu akan ku kenali dengan kedua pengawal sekaligus asistant pribadiku Tristan dan Tigh" ujar Ghali


kemudian mereka berdua pun pulang bersama menuju mansion kini nampak di halaman mansion dan disekitaran mansion nampak orang-orang dengan pakaian hitam, mereka adalah para pengawal dari Martin security guards, yang akan mengawal Ghali kedepannya dan orang-orang terdekat Ghali termasuk orang-orang yang tinggal di apartemen miliknya saat ini.


kini mereka sudah sampai di parkiran mansion, kemudian Ghali mengajak Fylan masuk kedalam kediamannya, kedatangan mereka sudah disambut oleh Anisa, Isel dan Tristan, kemudian Ghali pun saling memperkenalkan mereka dan menjelaskan satu sama lain.


"kak silahkan pilih saja kamar kosong yang mau kakak tempati" ujar Ghali kepada Fylan. "tidak cute boy , kamu tidak usah repot-repot aku dan para pengawal yang lain memilih tinggal di bangunan sebelah barat mansion, perlu kau ketahui disini ada berjumlah sebanyak 200 pengawal yang akan menjagamu" ujar Fylan.


"menurutku itu terlalu berlebihan kak" ujar Ghali. "tidak sama sekali itu saja cukup, belum termasuk 10 orang tim inti yang akan menjagamu nantinya, mereka terdiri dari orang-orang mantan squad pasukan khusus yang ikut juga bersama ku" ujar Fylan. Ghali yang sejak tadi mendengar penjelasan Fylan pun kini hanya bisa pasrah, mengingat dirinya sudah tidak bisa bebas seperti dulu lagi.


kini mereka pun menuju kamarnya masing-masing untuk beristirahat Ghali yang kini dikamarnya tengah duduk bersama Isel ditepian ranjangnya "sayang untuk renovasi panti telah selesai besok tinggal mengisi perlengkapan penunjang disana" ujar Isel kepada Ghali. "kerja bagus sayang... untuk tower prusahaan pusat bagaimana ?" ujar Ghali.


"itu... Tristan sedang mengurus perpindahan kepemilikan, dan juga tadi Tristan sudah menyuruh teknisi bangunan untuk membuat logo MW group diatas tower tersebut, setelah mendapatkan pesan darimu tadi." ujar Isel, Ghali pun hanya menganggukkan kepalanya, dirinya merasa puas atas pencapaiannya pada saaat ini.


Setelah berbincang-bincang beberapa saat kini Isel kembali kekamarnya untuk beristirahat bersama menemani Anisa. kini nampak Ghali yang tengah sendiri 'Patriot pasangkan skill ahli bisnis'


[DING] 'process.......10%…20%…30%…50%…70%…100% '


Seketika pengalaman-pengalaman berbagai macam yang terkait dengan dunia bisnis hadir memenuhi kepala Ghali. 'oke Patriot buka status' gumam Ghali kembali


[DING]


-Status-


PATRIOT : V.3


- IDENTITAS


Nama : Ghali Martin


Umur : 18 Tahun


Pekerjaan : Pelajar/-


___________________


Kekuatan : 110 / 500


Kecerdasan : 127 / 500


Kecepatan : 197 / 500


Intuisi : 144 / 500


Kharisma : 197 / 500


Stamina : 198 / 500


_______________________


- ASET


uang : Rp 6.937.909.000.000

__ADS_1


- Bangunan : [Apartemen Skywalk Bandung tipe presiden suit], [Mansion Setra Dream Land]


- Kendaraan : [Mobil Pajero Sport tipe ultimate 4x4 AT], [Mercedes S-Class Guard 600], [Lamborgini Veneno Roadster],


- Saham : [51% PT. JET EXPRESS], [ 70% PT.Fortuna Oil and Gas], [Wijaya Group], [Martin Group]


_______________________________________


- FITUR SISTEM


[SHOP] ¦ [SCANNER]


Poin : 1.016.071.000


- Skill : Bela Diri Kuno, Pialang, Atletik, Berkendara, Menembak, Bisnis


______________________________________


- Inventory :


___________


-barang : 2x Pil Penyembuhan | 1x Cincin Alepo | 10x kartu upgrade sistem


- senjata : 2x asistant robot, SIG SAUER, GLOCK-17 GEN 5.


___________________________________


- Misi :


◎Misi Harian : [Lakukan Push up 1000x Lari sejauh 3 Km, Pull up 300x| Hadiah : 1.000.000 Poin Sistem, Uang Rp. 1.000.000.000] -setiap hari- [Reset 22 Hari]


◎ [misi bulanan : -selesai-]


◎ [Misi Utama : -selesai-]


[next V.10 : Kotak Misteri, +50 poin kekuatan, konverter uang ke poin (lock)]


[upgrade versi sistem selanjutnya V.4 : 100.000.000 Poin / 1x kartu Upgrade sistem]


※selamat mengerjakan misi tuan※


______________________________


'Patriot berapa lama waktu upgrade sistem ke Versi 4 ?'


[DING] '1 menit tuan '


'baiklah Patriot lakukan upgrade sekarang'


[DING] 'menonaktifkan sistem process.......10%…20%…30%…50%…70%…100% '


[DING] 'upgrade selesai Sistem V.4 '


[DING] 'Selamat Tuan Mendapatkan 1x kartu upgrade sistem'


'Patriot berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk upgrade sistem dengan memakai seluruh kartu upgrade yang ku punya ?'


[DING] '3 bulan tuan apakah tuan akan melakukannya ? '


'lakukan saja Patriot'


[DING] 'Peringatan !!! Sistem akan non aktif selama 3 bulan, Tuan tidak bisa menggunakan sistem, Segala misi dibatalkan sampai dengan siatem aktif kembali apakah tuan akan melakukannya [Ya / Tidak]'


'Ya'


[DING] 'memakai 10x kartu upgrade sistem '


[DING] 'process.......1%...... '


Ghali yang sudah selesai berurusan dengan sistem pun kemudian memilih untuk tidur.


.


.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2